Ketika Mendidik Remaja Tidaklah Mudah…
Mendidik anak usia remaja bukanlah perkara mudah. Hal ini digambarkan dengan baik & penuh haru dalam serial Netflix berjudul Adolescence (Masa Remaja). Serial ini mengangkat kisah sebuah keluarga yang harus menghadapi kenyataan pahit: salah satu anak mereka ditangkap polisi karena menjadi tersangka pembunuhan salah satu teman sekolahnya.
Serial ini menyuguhkan berbagai sudut pandang— baik dari individu, keluarga, dunia pendidikan, juga tentang bagaimana hukum ditegakan kepada anak dibawah umur.
Episode pertama menyoroti bagaimana proses penangkapan tersangka anak di bawah umur. Adanya dinamika perasaan yang dialami oleh para penegak hukum saat harus menjalani prosedur hukum kepada anak di bawah umur.
Beranjak ke episode dua, menggambarkan betapa kacaunya sekolah sebagai lembaga pendidikan dengan terjadinya berbagai perundungan yang bahkan terjadi di depan para guru, anak anak yang tidak terkendali. Dibahas juga tentang bagaimana perundungan pun terjadi di dunia maya, yang seringkali tidak diketahui oleh para guru dan orangtua.
Episode ketiga adalah epiosde yang tidak terduga. Saat sesi terapi antara tokoh utama— anak tersangka pembunuhan—dan psikolognya. Tergambar naik turunnya sang anak, mulai dari emosi yang awalnya datar hingga terjadi ledakan emosi yang tidak terduga. Berbagai konflik batin, tekanan sosial, dan luka psikologis sang anak, muncul satu per satu dalam sesi ini.
Episode terakhir sangat menguras air mata, tentang bagaimana sebuah kasus perundungan bukan hanya berakibat kepada korban saja, namun kasus perundungan bisa berimbas hingga kepada semua anggota keluarga.
Refleksi Bagi Kita Semua – Tentang Tidak Mudahnya Mendidik Usia Remaja…
Masa remaja adalah fase penuh tantangan, baik bagi si remaja sendiri maupun orang tua dan para pendidik. Disinal masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, dengan perubahan fisik, psikologis, dan cara berpikir. Di usia ini pula mereka mulai mencari identitas diri dan eksistensi.
Faktor Keluarga
Dalam film ini, anak yang terlibat kasus berasal dari keluarga yang tampak “baik-baik saja”. Orang tuanya menganggap Sang anak cendrung penurut dan tidak bermasalah. Namun, karena merasa semuanya baik baik saja, mereka justru “kecolongan”. Tanpa mereka tahu, Sang Anak mengalami perundungan berat, emosi yang dipendam, hingga akhirnya meledak dan berujung pada tindakan kriminal.
Faktor Sekolah
Sekolah memiliki peran yang tak kalah penting. Fokus yang terlalu besar pada prestasi akademik tanpa memperhatikan dinamika interpersonal & sosial antar siswa bisa sangat fatal. Ketidakpekaan terhadap terjadinya perundungan di lingkungan sekolah dapat menyebabkan tragedi yang sangat mengerikan.
Serial Ini Penuh Perenungan
Akhir epiode ini penuh keharuan. Tentang seorang Ayah yang mencoba tegar di depan keluarga meski hatinya hancur & pikirannya berantakan. Ibu yang berusaha menenangkan suaminya yang sedang kalut & bingung tentang apa yang harus dilakukan. Anak pertama yang berusaha menjadi dewasa, menerima kondisi bahwa ia ikut terimbas akibat dari perbuatan adiknya, dan dan tetap meyakinkan orangtanya bahwa mereka bisa melalui ini Bersama sebagai keluarga.
Beberapa adegan terakhir sungguh menyayat hari, saat Sang Ayah & Ibu merasa tersentuh dengan ketegaran sang Kakak yang berusaha untuk mengambil peran untuk meringakan kondisi orangtuanya
“Bagaimana kita mendidik dia…”
“Sama dengan kita mendidik adiknya…..”
Percakapan ini menggambarkan, bahwa dengan didikan yang sama, hasilnya bisa berbeda.
Adegan terakhir ketika sang ayah duduk dikamar Sang Anak, memandangi tempat tidurnya yang kosong, kemudian menangis sekencang kencangnya ditutupi bantal sambil berucap
“Maafkan aku nak, aku berharap bisa menjadi ayah yang lebih baik lagi…”
Adegan yang membuat tangisan pecah…
Penutup tulisan ini, benar adanya, bahwa : It take a village to rise a child. Kita semua bertanggung jawab dalam mendidik generasi. Mendidik generasi adalah tugas individu pada dasarnya, namun mendidik generasi pun adalah tugas kolektif yang harus kita lakukan bersama sama. Dengan ilmu, dengan iman, dengan penuh kesadaran
Film Untuk Para Orangtua & Pendidik
Film ini bagus untuk ditonton untuk para orangtua, calon orangtua dan siapapun yang ingin turut serta dalam mendidik generasi. Menyadarkan kita betapa pentingnya untuk terus berkomunikasi dengan anak, mencari tahu apa yang terjadi dengan mereka, hatinya, fikirannya, juga lingkungannya
Menjadi orangtua yang terus sadar, peka dengan perubahan dari waktu ke waktu. Menjadi orangtua yang terus mau belajar agar bisa mendidik anak dengan baik juga dengan benar
Yuks kita terus belajar…



