Film Coco, Bikin Meleleh

Seperti biasa, genre film kesukaan saya saat merasa suntuk dan butuh hiburan, adalah film horor atau kartun. Jadi dua genre itulah biasanya yang bisa mencairkan susana hati dan fikiran yang sedang mix out, hhe

^^^^^

Coco-(2017)-1-News

Nah pengen sedikit bahas tentang “makna” yang saya dapatkan dari film kartun ini. Tapi sebelumnya pengen bahas film dari sisi lain dulu.  Dari segi visual, film ini enakkkkkk banget penyajian warnanya, warna warna na cerah, namun sangat nyaman di mata, dan rasana film ini berbeda dari film disney lain nya.

Selain itu, yang saya suka adalah aksen amerika latin. mexico tepatnya. Aksen nya kerasa banget, juga wajah wajah khas tanah latino yang sangat khas, begitu diangkat dalam film ini.

Karena ini film musikal, hal lain yang istimewa adalah nyanyiannya, yang khas dengan petikan gitarnya. Jadi inget Santana pas liat film ini (anak 80 an kayanya hafal deh ama Santana :D).

Coco_(2017_film)_poster

Nah mungkin dari segi cerita, kawan kawan bisa searching tentang apa film Coco ini. Secara singkat film ini mengangkat kisah seorang anak bernama Miguel, yang “dtakdirkan” menyebrang alam lain, sehingga bertemu dengan leluhurnya yang sudah meninggal. Miguel mempunyai misi untuk bertemu dengn kakek buyutnya yang mana ia merasa diturunkan bakat bermusiknya dari kakek buyutnya itu, dan kemudian di perjalanan ia mendapakan kisah yang tak terduga.

Saya rasa puncak film ini sebenarnya terjadi di akhir akhir film, film yang membuat saya tak terasa berlinang air mata, beberapa scene berurutan membuat saya terisak terus menerus, rasanya baru kali ini saya nonton film kartun yang bisa bikin menangis.

Padahal tidak ada adegan yang lebay, atau drama yang berlebihan. Adegan nya hanyalah adegan perpisahan, adegan seorang ayah dengan seorang anak, dan adegan dimana seseorang tengah mengenang orang yang sudah tiada. Tiga adegan berturut turut itu, berhasil menjebol air mata saya, dan mungkin banyak penonton bioskop yang lain juga, pesan yang di sampaikan cukup dalam.

Bagi saya seorang Muslim, kemudian mengambil makna seperti ini, bahwa jangan sampai kita lupa untuk mendoakan orang tua, kakek nenek, para pendahulu kita, orang orang yang menjadi jalan kita ada di dunia ini. Karena doa doa kita yang masih hidup, akan sangat bermakna bagi mereka, merek membutuhkan doa dari kita anak anak dan cucu cucunya.

coco

Habis film itu saya diam beberapa saat, langsung ingat kepada ayah, kakek nenek, Uwa, yang sudah mendahului, ahh betapa saya terkadang lupa mendoakan mereka semua. Dan hal lain adalah betapa pentingnya makna keluarga, dan bagaimana menanamkan cinta dan ikatan yang kuat antar keluarga, agar kelak entah siapa yang terlebih dahulu “pulang”, kita senantiasa teringat untuk mendoakan.

Satu hal lain, adalah semakin kuat keinginan untuk berkeluarga, mempunyai anak anak yang soleh/solehah. Bukan tentang agar nanti ada generasi keturunan kita saja, namun agar kelak ada yang mengingat kita dalam doa doa mereka saat kita sudah tiada, ada doa doa dari mereka, anak cucu kita, yang akan melapangkan dan menerangkan kubur kita.

coco lagi

Ahh… jadi meloww… hhee

Pokoknya film ini recomended untuk ditonton, untuk orangt tua bahkan

Happy Watching Ya

 

Advertisements

~ Jangan Jangan Kita Hanya Merasa … .

348dc0d7-ff95-490e-88e4-b7ab0ce20cbcJleb banget dapet mame ini, betapa seringkali nya kita memberikan komentar terhadap orang lain, karena ia tak sama dengan apa yang kita lakukan.

Karena kita sedang lapang, maka dengan mudah memberikan penilaian untuk mereka yang sebenarnya sedang kesulitan.

Karena kita telah mahir berlari, maka dengan mudahnya memberi cibir pada mereka yang sedang tertatih untuk bisa berdri lagi.

Karena kita sudah merasa berdaya, maka dengan mudahnya memberi komentar tak nyaman pada mereka yang sebenarnya sedang bersungguh sungguh berusaha.

Kita tidak mencoba memberi jeda pada hati kita, untuk melihat lebih dalam, hanya senang memberikan komentar pada hal hal yang hanya terlihat di permukaan ..

Padahal barangkali sesungguhnya apa yang ia lakukan, lebih mulia dari kita, hanya saja tak tampak di permukaan

Ah barangkali jiwa kita yang hanya pandai merasa

Merasa lebih baik , Merasa lebih mulia …

#SelfRemainder

Hidup Itu Costumize Tidak Template

Tidak ada yang akan bakal sama percis dalam hidup ini. Sebuah cara mungkin akan berdampak bagi seseorang, tapi belum tentu bagi yang lainnya. Sebuah jalan mungkin akan menjadikan sukses seseorang, tapi belum tentu yang lainnya.

Karena setiap orang akan menemui jalan nya masing masing, akan menjumpai cara nya sendiri sendiri. Maka meniru percis jalan keberhasilan seseorang belum tentu tepat, karena setiap orang mempunyai perbedaan kekuatan, perbedaan pengalaman, ilmu, kemampuan, perbedaan ciri khas, karakter, lingkungan, dsb.

Yang diperlukan adalah, bagaimana mengambil ajaran hidupnya,  kebajikannya, kebaikannya, kelemahannya, saripati nilainya, prinsip intinya, karena itu yang penting. Karena ku kira, hidup ini tidak bisa dijalani dengan cara “tamplate” , sama percis segalanya, ditiru segala hal dari hulu hingga hilirnya.

Karena hidup ini perlu dijalankan dengan “costumize“, dimodifikasi, disesuaikan, ditambahkan, dikurangkan, dikali atau dibagi. Tujuan kita dengan yang lainnya bisa jadi sama, pola yang dijalankan bisa berbeda. kita akan menemukan cara yang sesuai dengan keadaan, kebutuhan, kemampuan, kapasitas, harapan dan tujuan kita.

So, mari belajar untuk bisa pandai dan bijak dalam meng-costumize hidup, belajar bijak memilih cara, belajar cerdas memilah jalan, menentukan pola, tidak memilih berdasarkan kebanyakan, atau memilih hanya dasar peniruan semata.

pattern

 

Karena, tujuan bisa saja sama, namun pola bisa jadi berbeda ….

And

Lets Do Our Happy Journey … 🙂

 

MENYEBRANG LAUTAN UNTUK BERTEMU PARA GURU … [ PART 2 ]

Akhirnya setelah melewati kurang lebih 3 jam perjalan memakai perahu, kami tiba juga di sebuah Pulau, namanya Pulau Parumaan. Pulau dimana kami akan bertemu dengan para guru.

Part satu nya bisa dilihat DISINI

IMG_4744

Menjejak tanah berpasir, adalah sebuah kelegaan setelah mengarung lautan yang kadang ombak nya merendah kadang meninggi. Menjejak pulau yang mempunyai landscape yang berbeda dengan apa yang saya lihat keseharian di Bandung adalah suatu kebahagiaan, melihat sisi lain yang berbeda dalam kehidupan adalah sebuah kesyukuran.

Dan kemudian, kami bertemu dengan para pengabdi pendidikan di Pulau ini. Kado lebaran untuk guru adalah sebuah program yang diadakan oleh KEBUKIT, sebuah program tanda terimakasih untuk para guru yang tiada lelah mengabdi untuk pendidikan anak negri.

Alhamdulillah tahun ini saya ditugaskan untuk mengantarkan langsung kado lebaran untuk lebih dari 100 guru ke wilayah NTT. Sedangkan tim yang lain bertugas di wilayah lainnya. Menemui para guru yang masih belum banyak mendapatkan perhatian akan kesejahteraannya, terutama di wilayah wilayah pedalaman ata terpencil di Indonesia.

 

 

Bertemu dan berbincang dengan mereka adalah sebuah kebahagian, belajar tentang bagaimana itu pengabdian dan keikhlasan dalam sebuah bahasa yang sederhana : ingin mejadikan anak anak di Pulau ini lebih pintar dan bisa menggapai masa depan yang lebih baik kelak.

Apa yang kami bawa saat itu, sebenarnya sangat tidak seberapa dibandingkan dengan pengabdian mereka. Bahwa kami lah sebenarnya yang patut berterimakasih, telah dicontohkan bagaimana itu pengabdian sesungguhnya, pengabdian yang jauh dari hingar bingar pemberitaan, pengabdian yang merupakan nafas keseharian.

IMG_4867IMG_4843IMG_4861

Semoga tahun depan dan tahun tahun berikutnya, kami bisa lebih banyak membawa Kado Lebaran Untuk Guru, berbagi kesyukuran dan kebahagian untuk mereka para pengabdi pendidikan negri ini.

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin ….

 

 

Menyebrang Lautan Untuk Bertemu Para Guru … [ Part 1]

ini adalah rekaman perjalanan kemarin, sewaktu mendapatkan tugas dari KEBUKIT (Kelola Buku Kita) untuk mengantarkan “Kado Lebaran Untuk Guru”, di Wilayah NTT, tepatnya di Maumere, Nusa Tenggara Barat. (Memang post late sekali nih postingan, tapi ga apa apa ya ..hhe)

Kami memberikan kado kepada para guru pengabdi, yang mendedikasikan waktu, fikiran, tenaga dan tak jarang hartanya juga, untuk mendidik generasi selanjutnya. Guru guru ini tersebar banyak di Indonesia, di pedalaman pedalaman, di wilayah pesisir Indonesia.

Di lebaran kemarin, kami ingin sedikit berbagi kebahagian dengan mereka, para guru pengabdi yang benar benar berdedikasi untuk negri ini.

Ini adalah sepenggal kisah dari guru guru yang ada di Maumere NTT, dan mungkin ini bisa menjadi gambaran kondisi guru guru di banyak wilayah di Indonesia…

 

Alhamdulillah, atas izin Allah, kami bis berangkat membawa lebih dari 100 paket “Kado Lebaran Untuk Guru”, jumlah yang belum banyak memang. Namun ini adalah awal rasa semangat kami untuk lebih dari membagikan kado dan peket lebaran. Lebih jauh dari dari itu, ini adalah wujud awal kepedulian kepada guru guru di luar sana yang masih minim kesejahrtaannya, namun mempunyai dedikasi yang luar biasa, semoga ini akan menjadi pembuka kebaikan kebaikan lainnya.

 

IMG_4650IMG_4662IMG_4664IMG_4691IMG_4703

(Perjalanan Menuju Pulau Parumaan )

Perjalanan yang kami tempuh untuk menuju salah satu Pulau di Parumaan, kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan perahu. Perjalanan yang menakjubkan, melintasi lautan, dengan sesekali melihat hamparan pasir putih di pulau pulau yang dilewati. Bukit bukit coklat kehijauan, awan awan yang putih bersih berjalan jalan di atas lautan.

 

IMG_4905IMG_4917IMG_4918IMG_4921IMG_4923

Pa Ihsan, warga setempat, bertanya pada saya, apakah saya berani? berhubung dengan jarak yang cukup jauh, medan ombak yang berubah rubah, plus tidak ada pelampung. saya bilang, Insya Allah berani pa, bismillah ….

 

Bersambung yaaa…..

 

Persaingan Yang Sesungguhnya

Bersaing dengan diri sendiri lebih berat dibandingkan dengan bersaing dengan orang lain

Benar adanya, persaingan sesungguhnya adalah dikala kita bersaing dengan diri sendiri. Bersaing dengan “our dark side” . Sisi yang pasti ada dalam setiap diri manusia. Menaklukan  sisi buruk kita, yang kadangkala ia begitu bersemangat  untuk mengalahkan sisi benderang kita.

Bersaing hampir selalu di identikan dengan bagaimana orang yang satu mengungguli yang lain. Sebab, dari kecil pun kita diajarkan untuk belajar untuk sebuah kompetisi, untuk menjadi juara. “Belajar lah nak, agar menjadi juara satu”

Padahal sesungguhnya -dalam hidup- kita sedang berkompetisi dan bersaing dengan diri kita sendiri. Bersaing dengan kita di masa lalu, agar kita lebih berkualitas di masa kini, dan kemudian di masa depan. Bersaing dengan diri kita sendiri, atas diri kita sendiri.

Bersaing dengan kemalasan, bersaing dengan keengganan berubah, bersaing dengan kebiasan buruk, bersaing dengan penundaan, bersaing dengan kejumudan, bersaing dengan kepuasan dan prestasi masa lalu, bersaing dengan keegosian dan kebanggaan diri, bersaing dengan keengganan untuk berubah, bersaing dengan rasa mudah menyerah.

Sudah kah kita menyadarinya ? bahwa persaingan adalah  bukan tentang mengalahkan orang lain, bukan tentang mengungguli orang lain, bukan tentang menjadi yang pertama, namun tentang penaklukan diri kita sendiri

Memahami bahwa kita sedang bersaing dengan diri sendiri adalah proses internalisasi, sebaliknya, saat kita  memahami bahwa bersaing adalah dengan orang lain, maka kita akan sibuk melihat apa yang dilakukan oleh orang lain, sibuk dengan kelebihan atau kekurangan orang lain, dan mencari tahu bagaimana mengalahkanya. Sehingga saat kita sibuk melihat keluar, kita abai untuk melihat kedalam.

Padahal di dalam, banyak kecemerlangan yang menunggu untuk ditemukan …

Kita abai menggalinya, karena kita sibuk ingin mengungguli orang lain, sibuk untuk terlihat pantas seperti orang lain, atau bahkan ingin menjadi sepeti orang lain.

Padahal kemenangan yang sesungguhnya adalah ketik kita mampu bersaing dengan diri kit sendiri, ketika kita mampu mengungguli diri kita sendiri

Kabar baiknya, ketika sadar saingainnya adalah diri kita sendiri, kita akan lebih peka membaca diri, meraba diri, mencermin diri, mengevaluasi diri, kemudian bijak dalam memilih langkah, berani untuk memilih dan memutuskan apa yang baik dan apa yang buruk.

Mengerti bahwa kita sedang bersaing dengan diri sendiri, berarti kita akan mampu untuk menundukan sisi gelap dalam diri kita, agar kita bisa menjadi manusia yang lebih berkualiats dari waktu ke waktu, agar menang sisi benderang, agar nampak mutiara cemerlang dalam diri kita…

Itulah kompetisi yang sesungguhnya.

Maka mari kita mengadapi persaingan ini, persaingan berat ini, persaingan yang hampir terjadi setiap hari, tiap waktu, bukan diluar sana, namun dekat dalam diri, diri kita sendiri.

youre-not-in-competition-with-anyone-but-yourself-outdo-your-past-not-other-people-quote-1

Sesekali Menyepi

Karena, sesekali kau perlu untuk menyepi. Untuk mendengar lebih teliti apa yang menjadi panggilan hati, untuk memahami apa yang menjadi cita diri, untuk memahami apa peran diri, untuk benar benar menjadi dirimu sendiri.

sendiri

Ayo Main Kesini !! Pulau Pangabatang Nan Menawan

Ramadhan kemarin, Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah pulau kecil di NTT, yaitu pulau Pangabatang. Secara geogrfis, Pulau Pangabatang ini masuk pada wilayah Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Barat.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya pergi ke kota Maumere, kalau tak salah hitung ini adalah kali ke tiga atau ke empat kali nya saya mengunjungi salah satu tempat yang istimewa di hati saya ini. Ada beberapa kegiatan sosial pendidikan yang saya kerjakan dengan teman teman dari KEBUKIT (Kelola Buku Kita) disini. Kegiatan nya akan saya ceritakan di tulisan berikutnya, Insya Allah.

Kali ini saya ingin berbagi, tentang Pulau Pangabatang nan menawan. Bagi orang orang sekitar Maumere, mungkin pulau ini sudah tidak asing lagi. Namun bagi saya, yang berasal dari Pulau Jawa, dari Kota Bandung, masih asing. Sebenarnya dari kali pertama ke kota Maumere ini, pernah sesekali di ceritakan tentang Pulau Pangabatang ini, namun kesempatan mengunjungi baru kali ini.

Menuju pulau Pangabatang, membutuhkan waktu sekitar 1,5 Jam an dari Kota. Setelah itu ada kita bisa menyebrang untuk menuju pulau dengan perahu milik warga sekitar, Waktu tempuh pun tak lama, kira kira 15 – 20 menit kita sudah bisa sampai.

IMG_4651IMG_4679IMG_4681IMG_4684

Kapal yang kami tumpangi, hanya saya yang dari luar Maumere, pengawal nya banyak sekali… hhee. Gambar paling bawah adalah, Aba (Panggilan Bapak) yang mengarahkan kemana perahu mengarah.

IMG_4912

IMG_4915

Nah itu dia, Pulau Pangabatang. Pulau yang menampakan garis putih nya dari kejauhan, itu lah dia Pulau yang mempunyai pasir timbul di tengah lautannya. Indah bukan … ^^

Sesampainya disana, kami langsung menikmati lembut nya hamparan pepasir, merdunya nyanyian ombak, sejuknya angin sore, dan hangatnya suasana kebersamaan. Hari itu hanya ada kami saja,  tidak ada yang lain. Hingga rasanya ini adalah our private island, nikmat sekali, bebas sekali ….

IMG_5052IMG_5060

Nah, ini dia the best part nya memori mata yang saya lihat  saya nikmati  dan saya abadikan di Pulau ini, sedikit saja dari sajian Maha Karya Seni Illahi, yang ia sajikan untuk kita di bumi ini. Sedikit saja padahal, namun membuat kita semakin sadar tentang ke Maha Kuasaan-Nya, membuat kita sadar bahwa ia adalah Sang Maha Pencipta Keindahan Alam.

Saya tidak pandai mengedit foto, maka biarkan lah ia apa adanya, sesuai dengan apa yang di abadikan oleh mata ini.

IMG_5270

IMG_5257

IMG_5229

IMG_5096

IMG_5236IMG_5244

IMG_5241IMG_5249

IMG_5247

Keindhan yang lengkap !! Ini salah satu kesan yang saya simpulkan dari pulau ini. Kita bisa menikmati biru nya lautan, berenang renang di lautan landai nya, berlari lari di hamparan pepasir putih nya yang luas, menghirup wangi nya savana hijau yang luas, memandang tebing tebing bukit hijau di sebrang lautan, mendengar merdunya air ombak kecil kecil di tepian pantai, menyaksikan langit yang selalu membiru, menikmati betapa indahnya negri ini, negri Indonesia tercinta, titipan-Nya yang harus kita selalu jaga.

To Be continued …

 

Menyimpan Memori

Kamu pernah mengalami, sesuatu memori yang begitu indah, sampai kau hanya ingin menyimpan nya dalam memori mu saja dalam waktu tertentu, kau tak ingin membaginya dengan sesiapa.

Kau tak ingin membagikannya, menuliskannya, atau memberitahukan kepada banyak orang. Kau hanya ingin mengingatnya untuk dirimu saja, bukan karena ia biasa saja, tapi karena ia begitu istimewa.

Menikmati sebuah peristiwa hanya untuk dirimu sendiri, dalam istana memori mu. karena ketika ia dibagikan, kau merasa keistimewaan nya sedikit memudar.

Pernah mengalami hal seperti itu ?

 

Touch me,
It is so easy to leave me
All alone with the memory
Of my days in the sun
If you’ll touch me,
You’ll understand what happiness is
Look, a new day has begun..

~ Barbara Streisand, Memory

Sleepless Mind

Dikala waktu sudah menununjukan waktu larut malam, namun fikirmu masih tak mau kunjung padam. Ada yang menari nari dalam fikiran, ada pencarian yang yang butuh di selesaikan, ada ide gagasan yang masih minta untuk dikoneksikan, and then you got a Sleepless Mind.

Padahal tubuh sebenarnya sudah ingin diistirahatkan, namun fikiran masih berpencar pencar memikirkan, ahh… a sleepless mind, when the udea come and knocking your mind.

Ayolah fikiran, kita tidur sejenak, esok kita pastikan lagi ide dan gagasan itu. Pertanyaanku, mengapa kau lebih aktif dimalam hari, apa karena sekitar mu sudah tak bising lagi, hingga kau bisa lebih khidmat berfikir. Apa kau harus begitu bagus berbinar di malam hari …

Marilah kita tidur, lipatlah dahulu semua ide, gagasan, fikiran itu, kita buka lagi esok hari, agar kita menjadi manusia yang normal seperti manusia lainnya.. hha