Sang Pensabotase Impian Sesungguhnya … !

20191015_230508_0000318216140.png

” Don’t let any one stole your dream…!”
.
“Don’t let any one says that you can’t ..!”
.
“Don’t let any one bring you down…!”
.

Kira kira kalimat kalimat itu yang sering kita dapatkan dari berbagai buku pengembangan diri, quotes yang bertebaran di media sosial, atau dari para motivator berbagai seminar pengembangan diri. Kalimat kalimat ini sering kita pakai untuk memotivasi diri, tak jarang kita pasang jadi status WA atau media sosial, yang kita jadikan jargon tentang nasihat jangan biarkan orang lain menghalangi atau mempengaruhi impian2 kita.

Tapi benarkah makna dari quotes diatas, bahwa orang lain diluar sana bisa mematahkan impian impian kita ?

Bila kita mau berfikir lebih dalam dan jujur tentang hal ini, tentang siapakah yang menjadi  penghambat, penghalang, pencuri, bahkan pensabotase impian dan cita cita kita sebenarnya, mungkin pada akhirnya kita akan menujuk pada diri sendiri, bukan kepada orang lain.

Karena apapun yang  orang lain katakan tentang impian impian kita, -semisal mereka memberikan pernyataan yang melemahkan diri kita, meragukan impian dan cita cita kita, atau semacamnya- perkataan dan pernyataan mereka yang melemahkan tersebut tidak akan terlalu banyak mempengaruhi diri kita, selama  kita memang telah memiliki “Inner Faith” yg kokoh.

Juga sebaliknya, sekuat apapun orang lain membantu, mendukung, mendorong kita untuk maju, tumbuh dan berkembang, namun diri kita tidak  mempunyai “Inner Faith” yg kokoh, maka kita tak akan mencapai apa apa, kita tidak akan sampai kemana mana, kita akan sulit mencapai impian dan cita cita kita tersebut.

Maka stop beranggapan, menyatakan dan menyalahkan orang lain yang akan mencuri, mematahkan, melemahkan diri kita. Bahkan mengambil pusing bila ada mereka yang diluar sana meragukan impian dan cita cita kita

Namun waspadalah pada diri kita sendiri. Karena diri sendiri ini lah  yang sering kali melemahkan dirinya sendiri, meragukan impiannya sendiri, tidak percaya dengan kekuatan dan keunggulan diri. Diri sendirilah yang seringkali melakukan penundaan berikut pembenaran, diri sendirilah yang sering membiarkan impian dan cita itu melayang layang tak karuan.

Maka waspadalah pada cara pikir dan cara pandang diri kita sendiri, waspadalah pada lintasan lintasan pikiran diri sendiri, pada perkataan dan perbuatan yang justru sering kali membuat kita terjatuh, pada perasaan perasaan tidak sehat yang kita biarkan begitu saja, mensabotase segala impian, harapan dan cita.

If there was someone who can to make us UP or DOWN, theres no one else, its OURSELVES

Jangan menyalahkan orang  lain atas ketidakberdayaan kita, atau selalu menjadikan orang lain sebagai kambing hitam kegagalan kegagalan kita, sekaan akan kita tidak punya daya atas diri kita sendiri.

Jadilah subjek jangan jadi objek.  Posisikan diri kita menjadi pelaksana, jangan bangga jadi penderita. Ambilah posisi bahwa kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri, dan karena memang kitalah yang bertanggungjawab pada diri kita sendiri, bukan orang lain…!

Bandung, 15 Oktober 2019

Sebuah catatan yang keras untuk diri sendiri

Advertisements

Sebuah Cerita Tentang Cita Cita Saya Yang Aneh

nuriska

Saya tidak tahu kapan tepatnya saya mulai punya pemikiran seperti ini …

Dulu, ketika saya ditanya, atau ada obrolan seputar cita cita “Apa cita cita kamu ….” dari dalam hati selalu muncul jawaban ini ;

“Cita cita saya adalah mewujudkan cita cita orang lain …”

Pemikiran itu selalu muncul dalam benak saya ketika membahas tentang  mengenai cita cita atau impian. Walaupun seringkali jawaban itu tidak saya sampaikan, hanya jawaban yang berputar putar dalam benak saya sendiri. Sebaris kalimat itu alamiah saja muncul dari dalam diri, bukan karena buku, seminar atau pengaruh dari motivator motivator diluar sana

Kenapa ? karena waktu itu saya merasa bahwa cita cita itu aneh. Saya sendiri belum bisa mendefinisikan apa makna sebaris kalimat yang sering muncul dalam diri tersebut. Hanya sekali lagi, kalimat itu erat melekat dalam benak dan hati saya …

Yang saya tahu, saya sangat senang ketika  bisa membantu orang lain maju, saya sangat senang memberi saran kepada teman yang datang, dan entah mengapa teman teman pun seperti sering berdatangan ketika mereka butuh pandangan, pendapat atau arahan.

Saya senang mendengarkan ketika ada orang menceritakan apa yang sedang ia pikirkan dan  rasakan, kemudian memberikan arahan kepada kawan yang sedang gundah atau kebingungan, dan memberikan semangat, optimisme dan kepercayaan diri bahwa mereka bisa melalui itu. Walaupun saya sendiri bukanlah seorang psikolog, konselor ataupun motivator

Saya senang mengexplorasi keistimewaan orang lain, sekaligus senang memberitahukan mereka tentang adanya keistimewaan dalam diri mereka tersebut. Terkadang saya lebih jeli melihat keunggulan orang lain dibandingkan melihat keunggulan diri sendiri, dan terkadang saya lebih mendahulukan orang lain dibanding diri sendiri.

Kebahagiaan bagi saya adalah ; ketika orang percaya kepada saya, dimintakan pendapat, pandangan dan  ketika orang lain berubah atau bertumbuh, dan saya menjadi jalannya

Biasanya ketika ada yang datang kepada saya, dan mereka meminta pendapat saya tentang kondisi, masalah, dan kegundahan mereka, biasanya saya lebih bisa clear dan sistematis memberitahukan mereka tentang apa langkah langkah yang akan mereka lakukan.

Akhirnya jawaban itu saya dapatkan di tahun 2019. Setelah  mengikuti sebuah program  bernama “TALENTS MAPPING” . Dari test itulah akhirnya saya tahu, bahwa kekuatan pertama yang  saya miliki  adalah “DEVELOPER”, yaitu suatu bakat dimana suka untuk membuat orang lain maju dan bertumbuh. Bagi orang DEVELOPER, kepuasan batin nya adalah ketika melihat orang yang ia bantu, ia dampingi maju, bertumbuh dan berubah lebih baik, dan misi hidup orang orang lain adalah  adalah membantu orang lain untuk maju dan bertumbuh

Akhirnya …. terjawab sudah ...

Dulu saya merasa cita cita saya   “Mewujudkan cita cita orang lain” yang berputar putar di benak inii adalah sebuah keanehan, atau kenaifan. Di zaman saat banyak orang berlomba lomba  untuk memunculkan prestasi, pencapaian diri, dan eksisitensi nya  masing masing, saya tidak begitu berambisi. Biasa biasa saja ….

Tapi ketika ada orang lain yang terbantu atas saran saya, berubah cara pandang hidupnya setelah bertukar fikriran dengan saya, disitulah letak kebahagian saya ….

Rupanya Allah memang menitipkan amanah bakat “DEVELOPER” itu kepada saya, sebagai keunggulan  sekaligus tanggung jawab …

Akhirnya saya menemukan panggilan hidup saya, saya menemukan dimana jalan yang mesti saya tempuh sebagai khafilah di muka bumi ini. Akhirnya saya menemukan modal bakat yang Allah telah sematkan dalam diri saya, sebagai bekal hidup, kehidupan, penghidupan sekaligus bekal kebermanfaatan.

Sekarang tugas saya selanjutnya adalah menggali lebih dalam bagaimana saya bisa menjalankan amanah  tersebut.

Perjalanan masih panjang…

Menemukan bakat diri adalah titik awal, untuk menempuh perjalanan yang panjang. Saya masih terus harus belajar, menggali diri, melihat sekitar,  mencari tahu sekaligus melakukan kebermanfaatan apa yang bisa saya lakukan, dimana saya berperan, siapa yang akan saya bersamai.

Dan saya bersyukur saya telah menemukan jalan itu, saya telah menemukan titik start dimana saya akan memulai.

Jalan yang penuh dengan harapan, kebahagian dan kesyukuran. Bismillah …

Bagaimana dengan teman teman, sudahkan menemukan  fitrah bakat nya ?

 

Nuriska, Bandung, 5 Oktober 2019 …

 

 

Talents Mapping Goes To Panti Asuhan

Akhir pekan kemarin, saya bersama dua orang kawan lainnya, mengunjungi sebuah panti asuhan di wilayah Cisarua – Lembang Bandung, dalam rangka mengadakan program Talents Mapping untuk anak anak tingkat SMP dan SMA yang ada di Panti ini.

Program “Talents Mapping Goes To Panti Asuhan” ini adalah program sosial pendidikan yang saya dan teman teman adakan untuk anak anak Panti yang selama ini masih jarang mendapatkan ilmu lain, selain yang didapatkan dari sekolah.

Di training  Talents Mapping ini kami membantu adik adik panti untuk menemukan apa yang menjadi kekuatan bakat sifat yang ada dalam dirinya, dengan menggunakan tools ST-30 (Strength Typolgy) dari Talents Mapping. 

Dengan test assesment ini, adik adik panti diharapkan mulai  jelas mengetahui apa keunggulan bakat sifat yang ada dalam dirinya, sekaligus dilain sisi mengetahui apa yang menjadi kelemahannya.

Dengan mengetehui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan secara berimbang, dan kemudian fokus untuk mengasah dan melejitkan kekuatannya, maka mereka diharapkan lebih terarah dalam menentukan langkah langkah selanjutnya dalam pendidikan mereka.

Secara tekhnis training Talents Mapping ini bisa berguna dalam menentukan jenjang studi mereka selanjutnya. Untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Test ini bisa membantu untuk menetukan apakah akan memilih jurusan IPA atau IPS. Dan untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), test ini akan membantu mereka untuk menentukan jurusan kuliah apa yang sesuai dengan bakat kekuatan mereka.

Lebih jauh bisa mulai belajar memilih, menentukan dan menjalani kemana arah masa depan nya, dengan modal bakat kekuatan sifat bakat yang ada dalam diri mereka. 

Selain itu kami mengenalkan konsep tentang konsep minat dan konsep fitrah bakat yang sudah Allah anugrakan kepada setiap manusia. Bahwa manusia ketika diciptakan dan dilahiran kedunia ini, sudah Allah berikan benih potensi yang menjadi modal dalam menjalankan kehidupan di dunia ini.

Tugas manusia adalah mengetahui benih potensi yang ada dalam dirinya, kemudian menggunakan dan memaksimalkannya, selain sebagai modal ia dalam menjalankan hidupnya, juga sebagai rasa syukur kita kepada Allah Swt

Bahagia rasanya melihat binar binar antusiasme dari adik adik panti ini, ketika membahas masa depan dan juga kekuatan yang ada dalam diri diri mereka.

Tugas kami sebenarnya bukan hanya memberi tahu tentang apa bakat kekuatan yang ada dalam diri mereka.

Lebih jauh tugas kami adalah menyampaikan, bahwa setiap orang  mempuyai peluang dan berhak untuk sukses dan bahagia.

Karena Allah sudah memberikan kepada kita “benih” kekuatan dan kesempatan untuk setiap orang menjalankan peran dan kebermanfaatan dalam kehidupan

Semoga pertemuan singkat ini bisa menjadi meninggalkan tapak yang baik dan kuat untuk kalian, dan jadi salah satu panduan kalian untuk menentukan kemana arah kalian akan berjalan menempuh masa depan yang sukses dan penuh kebermanfaatan.

Kenali Diri – Lejitkan Potensi ..!

 

 

Berbagi Cara Mendekatkan Diri Dengan Al Quran

Ada banyak cara untuk kita terus dekat dengan Al Quran. Sebagian mungkin membacanya, menghafalnya dan sebagian menghafalnya. Saya ingin sedikit sharing tentang bagaimana cara yang saya gunakan, untuk membiasakan diri berinteraksi dengan Al Quran.

Semoga bisa bermanfaat …

Dalam satu hari, saya usahakan untuk berinteraksi dengan Al Quran minimal dua kali (Tidak mudah memang, sedang berusaha untuk terus istiqamah). Pertama adalah di waktu setelah shalat Subuh, dan kedua antara shalat Magrib dan shalat Isya.

Setelah subuh dan melakukan dzikir pagi, saya langsung tilawah Al Quran. Banyaknya ayat disesuaikan saja, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit, yang penting adalah rutin. Mengawali pagi dengan tilawah jadi kekuatan tersendiri, dan jadi pengisi hati dan fikiran untuk menjalankan hari tersebut.

Kedua adalah setelah Shalat Magrib atau setelah Shalat Isya. Bila saat Magrib sudah ada dirumah, maka antara waktu Magrib dan Isya adalah waktu yang tepat untuk berintreraksi dengan Al Quran. Nah… bedanya di waktu ini saya tidak tilawah seperti biasa, namun mendengarkan lantunan tilawah Al Quran sambil membaca artinya langsung dari Al Quran terjemahan.

Biasanya saya membuka muratal via youtube. Memutarkan surat, seraya membaca terjemahannya di Al Quran terjemah. Dengan cara ini saya jadi membaca arti ayat ayat Al Quran, yang diruntinkan dari mulai Al Fatihah, Al Baqarah, dst

Terus terang sebelum ini, yang msih dirutinkan adalah berurutan adalah membaca (tilawah) Al Quran nya saja, sedangkan membaca artinya, masih seringkali meloncat loncat belum berurutan dimulai dari surat Awal. Sehingga masih banyak sekali arti yang belum saya ketahui

Dengan cara ini, menambah banyak ilu buat saya. Diantaranya saya menjadi belajar sedikit demi sedikit arti ayat Al Quran, melalui metode membaca sekaligus mendengarkan. Kemudian saya menjadi tahu tema tema apa saja yang dibahas dalam sebuah surat. Misalnya surat An Nisa, beberapa ayat nya membahas tentang bagaimana sikap seorang muslim terhadap peperangan ; Surat Al Maidah yang beberapa ayatnya membahas tentang tata cara berwudhu, dsb.

Kemudian bila saat membaca terjemahan -sekaligus mendengarkan- ayat ayat tersebut, ada tema tertentu yang saya dapatkan, biasanya saya langsung membuat “mark” yang saya tulis tentang apa ayat tersebut dan kemudian di tempel.

Dengan dua cara ini, selain kita mempunyai “hanca” tilawah Al Quran, kita pun mempunyai “hanca” dalam membaca terjemahannya. Karena menurut saya, bukan hanya rutin nya kita membaca Al Quran, namun penting juga bagi kita untuk mengetahui arti, dan lebih jauh adalah memahaminya, kemudian mentadzaburinya.

Saya bukan termasuk orang yang mengejar kuantitas, misalnya harus mentargetkan membaca satu juz sehari, namun lebih senang untuk pelan pelan membaca, sambil memahami artinya. Dan karena bahasa arab bukan bahasa ibu kita, maka kita perlu cara, strategi untuk bagaimana kita sedikit demi sedikit faham bahasa Al Quran. Dan bagi saya cara yang saya lakukan di atas cukup membantu.

Nah … itu dia sedikit berbagi dari saya. Semoga ada manfaat yang bisa diambil walaupun sedikit. Berbagi saya ini, bukan berarti saya sudah rajin dan istiqamah baca Al Quran, karena godaan kemalasan dan “sok sibuk” itu selalu ada, hhee…

Namun dengan berbagi seperti ini, semoga jadi tambahan energi untuk saya, agar tetap istiqamah dalam mendekatkan diri dengan Al Quran. Aamiin Yaa Rabbal A’lamiin

Bandung, 27 September 2019

Minat Vs Bakat

Masih ada yang suka bingung atau tertukar tentang perbedaan MINAT & BAKAT. Sekilas hampir sama, namun sebenarnya ada hal esensi yang menjadikan dua kata itu beda makna. Kita bahas langsung aja yaaa ….

 

Berbincang Tentang Minat …

 

MINAT adalah kecendrungan, ketertarikan, kesukaan kita terhadap bidang tertentu. Ada yang membahasakan dengan istilah kekinian yaitu PASSION. Mari kita coba lebih benar dalam mendefiniskan makna passion ini.Dalam kamus bahasa PASSION artinya ” An intense desire or enthusiasm for something ” ; “Keinginan yang terus menerus atau antusiasme terhadap sesuatu”, kurang lebih artinya seperti itu.

Sayangnya masih ada yang suka buru buru menjadikan minat/passion ini adalah sesuatu yang bisa dijadikan “petunjuk” dalam menentukan arah hidup. Sehingga seringkali terburu buru dan memutuskan hal yang penting hanya karena passion.

Belum lagi passion suka salah diartikan makna nya sama dengan hobi. Seseoang misalnya yang suka dengan bermain bola, ia lalu memutuskan bahwa passion nya adalah menjadi pemain bola. Padahal yang ia rasakan sebenarnya adalah hobi semata. Menjadikan passion sebagai satu satunya penuntun aah hidup, bisa jadi kurang tepat dan kurang bijak.

Karena passion adalah sesuatu yang sangat bisa berubah ubah. Bisa jadi karena pengaruh lingkungan, teman teman, keadaan kekinian, perkembangan zaman, dll.Misalnya saya dulu pernah “merasa” passion saya di dunia fotografi, sehingga saya memutuskan untu berbisnis di bidang tersebut, dan berfikir ketika itu passion adalah modal utama untuk menjadi sukses.

Namun seiriing dengan perjalanan nya, passion saya mulai memudar, mulai ada rasa jenuh, tidak tahan dengan berbagai kendala, mulai ada pertanyaan : “Apakah benar jalan saya disini …” ; “Apakah saya akan rela mengerahkan segala daya kekuatan, waktu dan fikiran kita dibidang ini …?” dsb. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri bisnis tersebut.

Jangan salah mengartikan, ketika saya mengakhiri bisnis tersebut, bukan tentang ketidaktahan untuk berjuang, tidak adanya persistensi, motivasi, atau gampang menyerah.

Namun karena memang apa yang dikerjakan bukan murni dari keingian terdalam dari hati, namun lebih karena faktor luar, karena trend saat itu, karena peluang peluang sesaat, sehingga tidak bertahan lama. Apa yang saya lakukan lebih bersifat OUTSIDE IN ; pengaruh eksternal saya jadikan keyakinan atau persepsi dari dalam diri, yang ternyata tidak bertahan lama.

Bila saya flashback ke masa itu, ternyata benar ; keputusan saya untuk berbisnis dibidang fotografi, bukan murni karena dorongan internal dari dalam diri saya, lebih karena faktor eksternal. Saat itu memang sedang mulai booming bisnis kreatif, salah satu nya fotografi. Kondisi ini membuat saya tertarik untuk mempelajarinya, dan kemudian terlalu buru buru menyimpulkan ini adalah passion saya saat itu adalah jalan hidup saya. Pada kenyataannya :

“MINAT/PASSION saja TIDAK CUKUP untuk dijadikan ARAH untuk menentukan JALAN HIDUP kita”

—–

Berbincang Tentang Bakat ….

Lalu apa itu bakat ? Bakat adalah keunggulan sesungguhnya yang ada dalam diri kita. Bakat adalah bawaan yang sudah terisntal pada diri semenjak kita diciptakan, sebagai anugrah unik yang ada dalam diri kita, dimana satu manusia dengan masnusia lainnya dianurgrahkan bakat yang berbeda beda.Hal yang perlu digaris bawahi disini adalah, bakat disini bukan bakat yang umumnya di persepsikan ; misalnya bakat menyanyi, bakat memasak, bakat melukis dll, karena sebenarnya itu bukan bakat, namun aktifitas.

Bakat yang dimaksud disini adalah bakat sifat, personality, karakteristik unik yang ada dalam setipa mansia. Mari kita definisikan lebih lanjut tentang bakat ini :

Bakat adalah karakteristik unik yang positif, yang ada dalam diri seorang manusia sejak lahir.

Bakat tercerminkan dalam cara berpikir, merasa, dan berperilaku sehari hari, bersifat alami, mudah dikenali dan konsisten

Bakat adalah modal seseorang untuk menjalankan hidupnya, menjalankan perannya, dan memperoleh hasil dari padanya

Bakat sifatnya tetap, dan selalu ada di dalam diri seseorang, namun kadang belum disadari akan adanya, belum terdefinisi, belum digali, belum dikembangkan dan belum dijadikan modal dalam menentuan arah hidup.Kita beranjak ke contoh tentang pengertian bakat. A adalah anak yang dari kecil sangat suka tampil di depan umum, dia sangat menikmati ketika dirinya menjadi sorotan dan pusat perhatian, dia sangat menyukai ketika hasil karyanya diapresiasi. Ini dinamakan bakat SIGNIFICANT. Beberapa peran yang cocok untuk bakat ini diantranya menjadi seorang artis, ambasador, public figure, dll

Lain hanya dengan B. B adalah orang yang sangat senang membantu dan membimbing orang lain agar bertumbuh. Bila ada yang menanyakan sesuatu kepadanya, ia sangat antusias untuk membagikan ilmu yang ia punya, ia tidak sungkan sungkan memberikan arah dan petunjuk yang baik kepada orang lain, dan ia merasa bahagia apabila ada orang yang hidupnya lebih baik atas bantuannya. Ini dinamakan bakat DEVELOPER. Beberapa peran yang cocok untuk bakat ini diantaranya menjadi seorang konselor, personal coach, guru, mentor, dll

Sedangkan C adalah orang yang sangat menyukai hal hal yang logis, sistematis dan tertata. Bagi dia fakta dan bukti adalah alasan untuk melakukan dan memutuskan sesuatu hal. Pandangan nya tajam terhadap data dan angka. Dia pandai melihat fakta yang kadang tidak disadari oleh orang lain. Ia akan bertindak apabila sesuatu baginya hal tersebut logis, Ini dinamakan bakat ANALYCTICAL. Beberapa peran yang cocok untuk bakat ini diantaranya menjadi seorang peneliti, pembuat sistem, konsultan keuangan, sistem control dll

Bakat ini adalah hal natural yang keluar dari diri seseorang, cendrung mengalir begitu saja, dan jadi bawaan yang selalu ada, dimana pun ia berada.Masih banyak bakat bakat lainnya, yang ada dalam diri manusia. Berikut bakat yang ada dalam diri manusia menurut teori Gallup, yang kemudian dirumuskan oleh TALENTS MAPPING

 

TM

 

Ini adalah peta bakat yang ada dalam diri manusia, dari 34 sebaran peta bakat ini, kita akan bisa mengetahui apa kekuatan kita dan apa yang merupakan kelemahan kita. Hingga kita menjadi lebih bisa cerdas, bijak, yakin dan terarah untuk memilih dan menentukan dibidang apakah kita akan menjalankan kehidupan dan memperoleh kehidupan.

Karena kita sudah tahu, apa yang menjadi modal bakat kita.Ketika seseorang menjadikan BAKAT sebagai pedoman untuk menentukan arah hidupnya, maka ia akan lebih kuat, lebih yakin, lebih percaya diri, dalam menentukan jalan hidupnya. Karena bakat sifatnya tetap, tidak berubah, dan benar benar alami dari dalam diri kita.

INSIDE OUT Seseorang yang bisa mengetahui bakatnya, kemudian menentukan jalan hidupnya, dan fokus memasimalkan kekuatannya, akan menjadi manusia yang lebih stabil, lebih optimis, dan bergairah jangka panjang dalam menggapai kesuksesannya.

MINAT VS BAKAT

Jadi padukanlah antara bakat dan minat. Tidak ada yang salah dengan minat, namun sebaiknya minat dikonfrmasi dengan bakat. ” Apakah memang minat saya sudah sesauai dengan bakat saya ….”Kemudian carilah APA BAKAT KITA, cari tahu APA KEKUATAN KITA, agar kita bisa menentukan dimana kita akan bekerja, berbisnis, berkarya dan memberikan manfaat yang seluas luasnya untuk diri kita dan orang sekitar kita.

Semoga bermanfaat !

—–

Temukan fitrah bakat mu , Sila Klik : http://bit.ly/KonsultasiPotensiDiri

Bagaimana Menemukan Diri Sendiri

Lets Finding Our Self

Salah satu yang penting dan prioritas untuk dilakukan dalam hidup ini adalah bagaimana “Menemukan Diri Sendiri”

Apa itu menemukan diri sendiri ?

Menemukan diri ada adalah tentang mengetahui siapa diri kita. Salah satunya adalah tentang mengetahui apa maksud dari penciptaan diri kita. Secara umum –Apalagi sebagai seorang muslim– kita pastinya sudah mengetahui, bahwa kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt.

Selain tugas beribadah langsung kepada Allah Swt, kita pun punya tugas lain saat hidup di muka bumi ini, yaitu sebagai Khalifah di muka bumi ini, sebagai “Perwakilan” Allah di muka bumi ini.

Karena Allah Swt menciptakan setiap diri kita, bukan tanpa tujuan, bukan tanpa maksud dan tujuan. Setiap kita mempunyai fungsi, dan peran masing masing sebagai Khalifah di muka bumi ini. Setiap manusia mempunyai misi yang ia emban, mempunyai tugas yang mesti ia selesaikan, sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah Swt.

Ketika kita sadar sepeuhnya, bahwa kita mempunyai peran yang kita emban dan tugas yang harus kita selesaikan, maka tugas kita berikutnya lah untuk mncari tahu, tentang ;

“Tugas apa sih yang Allah embankan kepada kita sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini … ?”

Dan mencari tahu tentang ;

Peran apa sih yang Allah ingin kita jalankan sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini …?

Disinilah tugas kita untuk memulai dan terus mencari tahu, menelusuri, mengekplorasi, menelisik diri, menggali, tentang peran dan tugas spesifik apa yang akan kita jalankan di muka bumi ini. Pencarian tentang peran diri ini memang bukanlah hal yang mudah, tidak singkat, namun tidak sesulit yang seperti yang dibayangkan.

Sebenarnya seringkali Allah memberikan kepada kita “tanda tanda ” tentang dimanakah peran kita sebenarnya . Bisa jadi melalui kecendrungan, kesukaan dan kecintaan kita terhadap sesuatu, atau dari di mana lingkungan kita bertumbuh, siapa dan seperti apa orang orang di sekitar kita, dari keingian tahuan kita terhadap sesuatu hal, kemudahan dan rasa menikmati dalam melakukan sebuah pekerjaan, dari prestasi prestasi yang mudah kita dapatkan dalam sebuah bidang, dan juga membuahkan hasil berupa materi ataupun nonmateri, dan lain sebagainya. Kitanya saja yang kadang kurang peka terhadap “tanda tanda” tersebut.

Allah Telah Bekalkan Fitrah Bakat Kepada Setiap Manusia

Ketika manusia diciptakan dan dilahirkan di muka bumi ini, Allah sudah sekaligus membekali diri kita dengan berbagai fitrah. Salah satu nya adalah fitrah bakat, fitrah potensi, fitrah keunggulan yang berbeda beda antara satu manusia dengan manusia lainnya.

Fitrah bakat ini adalah modal untuk kita memilih dan menjalankan peran dan menyelesaikan tugas sebagai manusia di muka bumi ini.

Fitrah bakat ini satu berbeda beda, antara satu manusia satu dengan yang lainnya. Seperti halnya beribu tumbuhan yang mempunyai manfaat yang berbeda beda. Begitu pun dengan manusia sebagai Khalifah-Nya, manusia mempunyai “varian peran” dan “varian kebermanfaatan” yang berbeda beda. Ada fungsi unik dan spesifik yang Allah titipkan kepada kita, sebagai perwakilan-Nya di muka bumi ini.

img_20190920_133759152434240.png

Ada yang dibekali Allah fitrah sebagai pendidik, sebagai ilmuan, sebagai pakar kesehatan, sebagai saudagar, sebagai pegiat sosial, sebagai pemakmur masjid, sebagai ahli rancang bangun, sebagai ahli analisa, sebagai pendamping masyarakat, sebagai penggagas ide ide besar, sebagai konselor, sebagai pebisnis, sebagai pembuat sistem, sebagai pembuat rancang bangun, sebagai pemelihara bumi, sebagai petugas kebersihan, sebagi penjaga keselamatan, sebagai penulis, sebagai ahli gizi, sebagai pakar keuangan, sebagai peternak, petani dan nelayan handal, sebagai ahli komunikasi dan masih sangat banyak lagi beragam peran yang tidak akan ada habisny bila disebutkan satu satu,

Masing masing peran itu penting dan sangat dibutuhkan dimuka bumi ini, semua peran itu mulia. Setiap peran mempunyai fungsi, manfaat dan kontribusinya masing masing, sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini.

Maka, tugas pertama kita adalah menemukan apa FITRAH BAKAT yang sudah Allah titipkan kepada kita, sebagai MODAL PERAN kita dimuka bumi ini. Agar kita bisa menjadi Khalifah yang Allah percayai untuk mengemban tugas di muka bumi ini, juga sebagai salah satu wujud ibadah kita kepada Allah Swt, Pencipta kita.

Wallahu a’lam bissawab …

Yuks kita temukan sama sama apa fitrah bakat yang Allah berikan kepada kita …

——–

Temukan fitrah bakat mu , Sila Klik : http://bit.ly/KonsultasiPotensiDiri

Tentang Melepas Beban Hati Dan Fikiran

Taukah kah apa yang seringkali memberatkan hati dan fikiran kita ?

Yang seringkali membuat energi menjadi terkuras habis, fikiran menjadi seperti spon yang kehilangan airnya, kering dan kaku. Hati menjadi menjadi mudah resah dan melemah.

Ah ternyata itu ! Berbagai rasa yang sadar tak sadar kau simpan dan pelihara, bahkan sering kau pupuk terus menerus, sehingga ia bertumbuh mengukuh, bahkan mengakar dalam hati dan fikiran mu.

Amarah yang kau pendam, kecewa yang terus menerus kau pelihara, khawatir yang berlebihan, takut yang kau ciptakan, dengki iri yang kau terus sirami, jumawa yang kau peluk erat, pujian yang selalu kau butuhkan, kesan yang kau inginkan, pesona yang kau cita, pamrih yang kau puja, ambisi yang kau gilai.

Ah itu dia mereka ! rasa yang seringkali membuat otak mu terasa “corrupt”, tiba tiba saja tidak bisa digunakan, atau seperti batrai telefon genggam yang seringkali terasa panas kemudian tiba tiba habis batrainya. Kau mudah lelah, tak ada daya.

Ah itu dia mereka ! rasa yang membuat hatimu jauh dari tentram, jauh dari tenang, gelisah tak karuan, hatimu melemah, seperti bebuahan yang kehilangan cairannya. Seperti pepohon yang merapuh akarnya, seperti layang yang terbang terlalu jauh, terputus dari benangnya, tak ada arah.

Ah perasaan perasaan itu yang rupanya, yang ada dalam hati dan fikiran mu, entah kau sadar atau tidak, entah kau sengaja hadirkan atau tidak, hingga hati dan fikiranmu tidak dalam fitrahnya, hingga hati dan fikiranmu seperti “disconnected” , hati dan fikirmu kemudian “unfunction” sebagaimana mestinya.

Bagaimana bila kau lepas saja semua itu, segala amarah, dendam, kecewa, iri, dengki, jumawa, pamrih, puja dan puji.

Bagaimana bila kau melepas semua itu ….

Agar hati dan fikiran mu berperan sesuai fungsinya, agar hati dan fikiran mu kembali pada fitrahnya, agar hati dan fikiran mu bisa tenang, bahagia, tentram.

Agar hati dan fikiran mu mengarah pada satu tujuan, Ridha-Nya. Itu saja. Lebih dari dunia dan isinya.

Fn : Sebuah catatan lama, nasihat kepada diri sendiri kala itu, diambil dari blog lama ku https://angkasa13.wordpress.com/.

Benar adanya, menulis itu adalah tentang juga bagaimana kita menasehati diri kita sendiri. Tentang kita bercermin kepada masa yang telah kita lalui, karena masa lalu kita adalah nasihat untuk kita di hari ini dan esok yang menjelang.

Jangan Asal “Banting Setir” … !

20190916_124151_0000806470198.png

 

Pernah mengalami kondisi ini ?

Memutuskan untuk banting setir, belok kanan, tak menuruskan di jalan yang awalnya sedang di tempuh, tapi memutuskan untuk belok kanan dan memilih jalan lain untuk mencapai tujuan.

Saya adalah salah satu orang yang pernah mengalami “Banting Setir” ini. Memutuskan untuk tidak melanjutkan berada di bidang yang waktu itu sedang di jalankan, dan kemudian memutuskan untuk banting setir, belok kanan dan memilih jalan lain.

 

KENAPA MEMUTUSKAN SETIR ?

Selama lebih dari delapan tahun saya menempuh bidang bisnis jaringan dengan pendapatan yang bagi saya pribadi cukup baik. Ditengah perjalanan ada perasaan yang tidak utuh. Kerja mulai asal asalan, melayang layang dan mulai kehilangan “ruh” nya. Awalnya saya mengira ini mungkin karena jenuh saja, delapan tahun bukan waktu yang sebentar. Kemudian menelisik lebih dalam lagi, tentang apa yang ada di hati dan fikiran saya, tentang apa yang benar benar saya inginkan, saya kerjakan, dan saya raih

Butuh waktu memang buat merenungkan hal ini. Kita harus pandai memisahkan antara emosi sesaaat, nafsu sementara, juga memisahkan antara apa keinginan yang murni datang dari diri kita atau yang ada karena pengaruh eksternal. Lama saya merenungkan, mempertimbangkan, juga meminta pendapat dari orang yang saya rasa bisa dipercaya. Karena ini bukan keputusan yang mudah, ada tanggung jawab dan konsekwensi pada masing masing pilihan

Akhirnya saya memutuskan untuk banting setir dan belok kanan. Meninggalkan jalan yang lama, dan menempuh jalan yang baru ! Bukan karena jalan yang lama salah, namun saya akhirnya berkesimpulan bahwa Allah ingin saya menempuh jalan lain, dimana saya memang diciptakan untuk ada dan berkarya di jalan itu. Saat ini saya memilih dan memutuskan untuk berkarya di bidang pendidikan.

I’m more enjoy, happy, earned and meaningfullness

JANGAN ASAL BANTING SETIR

Satu hal yang penting yang harus di fahami adalah, jangan sampai kita asal banting setir ! sepeti yang dibahas sebelumnya, jangan hanya karena keputusan keputusan yang bersifat emosional sesaat. Banting setir pun perlu banyak persiapan, tidak tiba tiba, bukan keputusan yang impulsif.

Kita harus tahu kemana bidang tujuan baru yang akhirnya akan kita tempuh tersebut, bagaimana gambaran kondisinya disana, apakah kita sudah mempunyai “bekal awal” untuk menempuh bidang tersebut, apakah kita mempunyai kekuatan yang mendukung, apa rencana yang akan kita lakukuan di bidang baru tersebut , dsb.

Mengidentifikasi diri sangat perlu, jangan sampai kita pindah ke bidang baru yang kita benar benar kosong, tanpa modal awal (modal ini bis berupa uang, imu, pengalaman, jaringan dll). Karena banting setir tanpa modal apa apa, itu konyol ! Tawakal pun harus diserti ikhtiar dan persiapan maksimal.

Atur timing yang baik ketika kita akan banting setir. Mungkin kita harus menjalankan dua bidang terlebih dahulu beberapa waktu. Atur saat yang tepat, kapan saatnya kita benar benar siap dan memutuskan untuk banting setir. Sesuaikan antara realita dan impian, bijaklah pada diri kita

INSIDE OUT, NOT OUTSIDE IN … !

Hal yang sangat penting adalah “strong why” kenapa kita melakukan banting setir. Alasan ini akan menjadi sangat personal. Galilah ! Dengarkanah isi hati mu, tentang apa apa yang menjadi keinginan terbesarmu yang tentunya datang dari hatimu, apa yang menjadi kebutuhan lahir dan batinmu, apa yang menjadi misi hidupmu.

“Strong Why” ini bukan alasan yang generik, yang dibuat dan terbentuk oleh tuntutan lingkungan kita, oleh sekitar kita, oleh asumsi asumsi publik, media masa, tuntutan zaman, tuntutan eksistensi, karena orang lain, atau apapun yang datang dari luar yang kemudian masuk kedalam diri kita (OUTSIDE IN)

Namun milikilah “Strong Why” yang datang dari dalam diri kita, murni dari olah pikir dan rasa kita, dari intuisi dan jiwa kita, dari keinginan kita yang kadang kita pendam dan masih kita kubur dalam dalam. Dari firasat kita, yang kita tahu kita ada kekuatan di sana, dari misi hidup, jalan kehidupan dan peran kebermanfaatan yang bisa kita pancarkan ke luar diri kita. (INSIDE OUT)

Menjadi manusia yang INSIDE OUT adalah menjadi manusia yang mengetahui apa yang ada dalam dirinya, mengetahui kekuatan yang ada dalam dirinya, dan menyadari bahwa kekuatan yang ada dalam dirinya itu, akan bisa bermanfaat untuk dirinya, dan juga banyak orang.

FIND OUR STRENGTH

Setiap orang telah dimodali oleh Allah Swt modal kebermanfaatan untuk kita menjadi manusia rahmatan lil a’lamin. Modal kekuatan ini sifatnya berbeda beda, unik dan spesifik. Seperti halnya beragam tetumbuhan yang ada di muka bumi, masing masing mempunyai fungsi dan manfaat nya masing masing.

Pohon kelapa, pohon beringin, pohon jati. Yang satu tidak lebih mulia dibanding yang lain, karena masing masing mempunyai manfaat, peran dan fungsi nya masing masing. Indah bukan … ?

Apalagi kita manusia yang Allah ciptakan sempurna dengan akal dan fikirannya. Tentunya Allah menciptakan manfaat, fungsi dan peran yang juga berbeda beda bagi kita. Tugas kitalah mencari tahu apa kekuatan yang Allah sudah berikan kepada kita, sebagai modal fungsi, kebermanfaatan dan peran kita di muka bumi ini.

LALU, APA HUBUNGANNYA ANTARA BANTING SETIR DENGAN KEKUATAN DIRI

Bila kita ingin melakukan banting setir dari bidang yang sekarang yang sedang di tempuh, maka mengetahui apa yang menjadi kekuatan diri sebaiknya dilakukan. Agar kita tidak salah langkah, agar kita tidak berkali kali salah jalan, agar kita bisa lebih cepat dan lebih mudah dalam menempuh dan meraih kesuksesan yang sebenarnya.

Dan yang utama adalah agar kita mampu mengenal diri kita, mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita, memanfaatkan nya dan menggunakannya sebagai jalan ibadah kita kepada Allah swt dan sebagai jalan kebermanfaatan kita kepada sesama manusia.

Konsultasi Potensi Diri, Sila Klik : http://bit.ly/KonsultasiPotensiDiri

—-

Semoga Bermanfaat, Nuriska Fahmiany Bandung, 16 September 2019

Ngadem Di Perpustakaan ? Why Not !

Akhir akhir ini saya lumayan sering mengunjungi sebuah perpustakaan di salah satu kampus swasta di kota Bandung, tepatnya perpustakaan kampus Maranatha, yang ada di kawasan jalan Surya Sumantri (Dekat dengan jalan Pasteur).

Perpustakaan ini direkomendasikan oleh seorang teman, yang juga sering kesana. Katanya ” Tempatnya enak, cocok buat ngadem mikir, nulis, baca buku, cobain deh …”

Nah karena si teman ini soal taste nya rada lumayan sama (sama sama tipikal yang butuh quite moment, escape from the world), maka gak ragu kalau dia yang merekomendasikan.

Dan bener saja, ketika kesana kemudian menghabiskan waktu beberapa jam disana, kesan nya memuaskan! Perpustakaan yang layak, bahkan recommended buat dikunjungi. Pertama karena tempatnya sangat luas. Kampus ini menyediakan dua lantai khusus yang dipakai untuk perpustakaan, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya.

Kedua buku buku yang disediakan tergolong banyak, lengkap dan kekinian. Buku buku yang saya cari hampir 70% nya ada. Ditambah tersedianya koleksi buku buku terbaru, best seller, buku yang lagi hits pun ada. Adanya koleksi buku terbaru ini, bisa jadi bahan referensi bagi saya. ( Jadi setidaknya bisa lebih dalam isi sebuah buku, sebelum membeli, hhee …)

Ketiga, -yang tidak kalah penting- adalah suasananya yang nyaman bukan ? Disini dari mulai ruangan yang luas, penataan buku yang rapih, kebersihan yang sangat dijaga, pengaturan cahaya yang baik, kursi dan meja sebagai area membaca/kerja disediakan sangat banyak, baik untuk yang sendiri sendiri atau pun bergrup,tToilet bersih dan nyaman, pelayanan ramah, dll. Kalau lapar, butuh makan, atau coffe break ada kantin tersedia di lantai bawah.

Over all its really comfortable and convenience. Bagi yang ingin sekedar membaca, atau butuh fokus mengerjakan tugas, deadline, bikin konsep, dan lain sebagainya bisa betah berjam jam diam disini.

Keempat bagi saya tempat ini tambah nyaman, karena gak jauh dari rumah…hhe. Jadi ga ngabisin waktu lama di jalan juga, jadi bisa lebih produktif penggunaan waktunya. Karena di Kota Bandung ada beberapa juga perpustakaan yang nyaman, namun lokasi relatif jauh dari rumah. Sebagai catatan tambahan, wifi dan peminjaman buku ke luar perpustakaan hanya tersedia untuk mahasiswa kampus saja.

Ya udah, segitu dulu ahh review nya. Semoga bemanfaat bagi teman teman yang ada di wilayah Bandung, atau sedang berkunjung ke Bandung, dan nyari referensi perpustakaan yang lengkap dan nyaman.

Semoga Bermanfaat …

Definisi Bahagia …

Siapa sih yang tidak ingin hidupnya bahagia ?

Rasa rasanya tidak ada yang tidak ingin bahagia dalam hidupnya. Kadang orang melakukan sesuatu mati matian agar dia mengejar dan merasakan kebahagiaan dalam hidupnya.

Pertanyaan yang mungkin harus kita clear di awal adalah :

Apa sih definisi bahagia … ?

Setiap orang sepertinya mempunyai ragam jawaban yang berbeda. Tergantung sudut pandang, kondisi dia saat ini, latar belakang, masa lalu, atau harapan harapan di masa depan, dan lain sebagainya.

Mungkin ada yang menjawab : ” Bahagia itu ketika kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan …..” atau ada yang menjawab “Bahagia itu ketika kita meraih kesuksesan ….” atau “Bahagia itu ketika kita bisa membahagiakan orang orang yang kita cintai ….”

Bagi orangtua mungkin bahagia itu ketika melihat anak anak nya bertumbuh sehat, cerdas, dan menjadi anak yang soleh. Atau bagi sang peraih impian, bahagia itu adalah ketika dia mendapatkan kebebasan financial sehingga kita bisa berbuat banyak untuk dirinya dan banyak orang.

Atau definisi bahagia yang sederhana. Ketika seorang petani melihat sawahnya menguning  subur bertumbuh, atau seorang ibu yang bahagia ketika makanan nya habis dilahap oleh suami dan anak anaknya, atau ketika seorang supir angkot yang bahagia ketika uang hasil tarikannya cukup untuk membayar biaya SPP anak anaknya, atau bagi seorang wanita bahagia itu ketika bisa bersanding dengan laki laki idamannya …

Tidak ada definisi yang pasti untuk menerjemahkan makna kebahagian, tergantung bagaimana di konsidi manusia tersebut berada ….

Menarik ketika seorang teman mendefinisikan tentang kebahagian melalui cerita seorang komedian yang baru baru ini ditangkap karena kasus narkoba. Konon katanya pekerjaan komedian adalah membuat orang lain tertawa, dan ketika melihat orang lain tertawa maka ia pun akan bahagia, harusnya ia bahagia karena telah membuat orang lain bahagia. 

Tapi dalam sebuah wawancara, sang komedian ini mengaku bahwa “Hidup saya tidak bahagia ….” sehingga narkoba itu lah pelariannya. Padahal di  sisi lain hidupnya ia adalah seorang yang baik juga, menjadi tulang punggung keluarga, banyak membantu orang lain, dan tentunya banyak disenangi oleh orang lain.

Lalu apa yang salah ? kenapa dia tak kunjung bahagia, walaupun dia sudah bisa memberikan “kebahagian” kepada orang lain ?

Kemudian teman saya ini membuat kesimpulan yang cukup membuat saya kembali tersadarkan. Bahwa ada tingkatan dalam definisi kebahagian, ada yang menerjemahkan kebahagian yang disadarkan pada dirinya sendiri, kebahagian yang ia sandarkan kepada orang lain, dan yang ketiga adalah kebahagian yang di sandarkan kepada Sang Pencipta.

” Memuaskan keinginan keinginan diri, atau memuaskan keinginan keinginan orang lain terhadap diri kita, tidak lah membuat kita mendapatkan makna bahagia yang sesungguhnya ….”

Karena kita akan mendapatkan kebahagian sesungguhnya adalah, ketika kita hidup dengan sesuai dengan  keinginan SANG PENCIPTA atas diri kita

Tak salah ketika kita mendefiniskan bahagia melalui kacamata kita. Namun bila kita terus sandarakan kebahagian tersebut pada hal hal yang tak abadi, maka kebahagian itu pun akan tidak abadi, apapun itu …

Maka, mari kita belajar untuk “naik kelas” bahwa kebahagian adalah ketika kita menjalankan hidup sesuai dengan keinginan Sang-Pencipta atas diri kita,  karena disanalah letak kebahagian sesungguhnya, kebahagian Abadi

Ah lagi lagi ini nasihat untuk saya pribadi, pembicaraan dengan kawan saya ini menyadarkan saya. Bahwa sering kali kita lupa untuk menyandarkan kebahagian kita kepada-Nya. Dalam definisi-Nya.

Alih alih kita terus mengejar kebahagiaan yang seperti fatamorgana, nampak seperti air yang menyejukan, namun nyatanya hanya bayangan  saja, ketika kita hampiri, ia bukan apa apa dan kita pun kecewa ….

Lalu Apa Makna Bahagia Buatmu kawanku …?

 

Bandung, 10 September 2019