Sebuah Jawaban Atas Pertanyaan

Manusia memang bukan manusia yang bisa stabil sepenuhnya. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa kita akan terus on the track selamanya. Kadang kita sudah tau ilmunya, tapi saat harus menjalankannya, ternyata tidak mudah begitu saja. Kadang juga kita lupa, lupa atas nasihat nasihat itu semua.

Kadang kita gamang dalam menghadapi gejolak pikiran dan perasaan. Kita sibuk mencari pegangan, pandangan atau bahkan pembenaran. Seperti akhir akhir ini, ketika saya merasa butuh sebuah jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang terus bersahutan dalam pikiran. Saat saya harus menghadapi turun naiknya gelisah perasaan yang seperti tidak berkesudahan.

Manusia adalah makhluk persepsi. Ia kadang terkadang tenggelam dalam persepsi nya sendiri, atau bahkan termakan persepsi yang datang dari kanan-kiri-depan-belakang. Dan sungguh persepsi itu kadang seperti lingkaran yang ingin kita urai, namun kita sendiri kebingungan dari mana mengurai nya.

Lalu hari ini, Allah membimbing saya pada Ayat-Ayat Nya ..

Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (An-Nahl 77)

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (An-Nahl 78)

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl 79)

Masya Allah, tiga ayat yang berturut turut ini, seperti mengingatkan kepada saya bahwa banyak hal hal yang memang tidak atau belum saya mengerti tentang hakikatnya, tentang tujuannya. Hal yang bagi saya begitu misteri, begitu tersembunyi, hal yang saya tidak mengerti mengapa terjadi atau mengapa belum terjadi.

Kemudian ayat kedua, seakan akan Allah berkata kepada saya, For Not To Worry. Dulu pun waktu pertama dilahirkan, kita benar benar tidak tahu apa apa tentang dunia, tapi Allah bekali kita dengan indera, dengan kemampuan untuk bisa melihat, membaca, mendengar dan memahami, hingga sudah sejauh ini saya bisa memapahi kehidupan.

Bisa saja Allah tidak membekali itu semua, bisa saja, karena ia Maha Berkehendak. Allah seakan akan membimbing saya untuk mensyukuri apa yang telah dijalani, dinikmati, dan dipunyai hingga saat ini.

Ayat selanjutnya mungkin Allah sedang mengingatkan lagi, bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Seperti Allah menjadikan burung burung bisa terbang bebas, tanpa campur tangan manusia. Sedangkan manusia, membutuhkan tekhnologi yang sangat rumit untuk bisa berada diudara. Bagi-Nya mudah saja.

Tiga ayat bertutut turut ini, seperti jawaban atas pertanyaan pertanyaan saya yang terus berputar dalam fikiran dan perasaan. Sampai dibeberapa ayat selanjutnya, yang berbunyi :

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (An-Nahl 96)

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(An-Nahl 97)

Allah ngingetin saya lagi, untuk lebih faham bahwa apa yang kita punya, baik itu yang tangible atau yang intangble akan lenyap. Materi, keluarga, harta, fisik, kemampuan, kepintaran, rasa, waktu, keinginan, peluang, masalah, apapun itu, yang bersifat duniaw,i akan lenyap, hilang saat Allah menghendakinya.

Terakhir Allah ingatkan saya (lagi) untuk bersabar. Sabar dalam arti yang benar. sabar yang berupa kombinasi ikhtiar dan ketawakalan. Sabar dalam mentaati kehendaknya. Karena IA pun berjanji setiap apa yang kita kerjakan dalam kebenaran, Allah sudah siapkan balasan-Nya. Balasan yang lebih baik dari apa yang telah kita kerjaan, lebih baik dari apa yang kita usahakan, lebih baik dari apa yang kita perjuangkan. Dan Allah tidak akan menyalahi janji.

Yakin lah selalu bahwa Allah lebih mengetahui yang terbaik bagi kita, bersyukurlah atas apa apa yang telah ia beri kepada kita, tak usah khawatir, karena Allah maha berkehendak, mudah bagi IA yang sedang mengatur semuanya.

Bersabar adalah jawabannya, bersabar untuk selalu melakukan kebaikan, kebenaran dalam pengabdian kepada-Nya. Karena ia telah menjanjikan hal yang jauh lebih baik bagi kita


Ah ..tulisan ini sesungguhnya adalah nasihat untuk diri saya sendiri, karena saat saya menulisakannya kembali seperti ini, saya mendapat lebih banyak lagi penyadaran. Apabila ada teman teman yang turut membaca, semoga ada manfaat yang bisa di dapat. 🙂

Bandung, 19 Januar 2019

Advertisements