Tentang Melepas Beban Hati Dan Fikiran

Taukah kah apa yang seringkali memberatkan hati dan fikiran kita ?

Yang seringkali membuat energi menjadi terkuras habis, fikiran menjadi seperti spon yang kehilangan airnya, kering dan kaku. Hati menjadi menjadi mudah resah dan melemah.

Ah ternyata itu ! Berbagai rasa yang sadar tak sadar kau simpan dan pelihara, bahkan sering kau pupuk terus menerus, sehingga ia bertumbuh mengukuh, bahkan mengakar dalam hati dan fikiran mu.

Amarah yang kau pendam, kecewa yang terus menerus kau pelihara, khawatir yang berlebihan, takut yang kau ciptakan, dengki iri yang kau terus sirami, jumawa yang kau peluk erat, pujian yang selalu kau butuhkan, kesan yang kau inginkan, pesona yang kau cita, pamrih yang kau puja, ambisi yang kau gilai.

Ah itu dia mereka ! rasa yang seringkali membuat otak mu terasa “corrupt”, tiba tiba saja tidak bisa digunakan, atau seperti batrai telefon genggam yang seringkali terasa panas kemudian tiba tiba habis batrainya. Kau mudah lelah, tak ada daya.

Ah itu dia mereka ! rasa yang membuat hatimu jauh dari tentram, jauh dari tenang, gelisah tak karuan, hatimu melemah, seperti bebuahan yang kehilangan cairannya. Seperti pepohon yang merapuh akarnya, seperti layang yang terbang terlalu jauh, terputus dari benangnya, tak ada arah.

Ah perasaan perasaan itu yang rupanya, yang ada dalam hati dan fikiran mu, entah kau sadar atau tidak, entah kau sengaja hadirkan atau tidak, hingga hati dan fikiranmu tidak dalam fitrahnya, hingga hati dan fikiranmu seperti “disconnected” , hati dan fikirmu kemudian “unfunction” sebagaimana mestinya.

Bagaimana bila kau lepas saja semua itu, segala amarah, dendam, kecewa, iri, dengki, jumawa, pamrih, puja dan puji.

Bagaimana bila kau melepas semua itu ….

Agar hati dan fikiran mu berperan sesuai fungsinya, agar hati dan fikiran mu kembali pada fitrahnya, agar hati dan fikiran mu bisa tenang, bahagia, tentram.

Agar hati dan fikiran mu mengarah pada satu tujuan, Ridha-Nya. Itu saja. Lebih dari dunia dan isinya.

Fn : Sebuah catatan lama, nasihat kepada diri sendiri kala itu, diambil dari blog lama ku https://angkasa13.wordpress.com/.

Benar adanya, menulis itu adalah tentang juga bagaimana kita menasehati diri kita sendiri. Tentang kita bercermin kepada masa yang telah kita lalui, karena masa lalu kita adalah nasihat untuk kita di hari ini dan esok yang menjelang.

What People See

Pernah di “nilai” sesuatu oleh orang lain yang sebenarnya bukan seperti itu adanya ? baik dalam hal positif atau pun sebaliknya. KESAN.  Mungkin itu yang orang lain liat dari diri kita, entah itu kesan yang tidak kita sengaja buat , atau memang sesuatu yang kita ingin orang terkesan. 

Sesuatu yang kita memang buat agar memang “terkesan”. Entah itu terkesan pintar, terkesan kaya, terkesan rendah hati, terkesan shaleh, terkesan baik hati, terkesan ramah, terkesan sukses, dll. Sesuatu yang kita memang sengaja tampilkan di permukaan, in other “People see what we want to be seen

 Disisi lain kadang orang melihat kesan kita “terlalu”. Judging us overestimate or maybe underestimate. Pernah ga orang bilang contohnya seperti ini ” Kamu, sukses banget deh sekarang, hebat yaa, bla bla bla ….” . Padahal kita tau, kita tak sehebat apa yang dia katakan, kita tak seperti kesan yang dia tangkap dari kita – dan itu tidak kita sengaja, atau buat buat-, they just reputed us like that.

Benar adanya, banyak orang yang meilhat kita hanya di permukaan, apa yang tampak, apa yang dilihat oleh mata, apa yang didengar oleh telinga, atau mungkin apa yang orang lihat,  memang sengaja kita ingin tampakan dan kesankan. Atau sebaliknya, kita bisa juga menilai seseorang hanya di kesan permukaannya saja, kulit saja.

Ya, memang butuh waktu dan kedekatan untuk melihat lebih dalam tentang seseorang, begitu juga sebaliknya orang lain terhadap kita. Belajar tidak menilai dan dinilai hanya “permukaan” saja. Juga tidak memaksakan diri untuk membuat “terkesan” yang sebenarnya bukan/belum diri kita.

Adapun ketika orang melihat kita over, maka Aaminkanlah semoga menjadi doa, dan ketika orang menilai kita under, jadikan evalusi diri dan motivasi diri, untuk menjadi lebih baik. Bukan untuk mengesankan orang lain, tapi untuk diri kita sendiri saja, itu.

Fn : Sebuah pesan pengingat diri

download

gambar dari sini