Dua kalimat yang sekilas sama, namun sebenarnya sangat berbeda dalam makna.
BISA adalah hasil dari pembiasaan, pengulangan, atau bahkan keterpaksaan.
SUKA adalah sesuatu yang berasal dari hati—natural, genuine, dan datang dari dorongan & kecenderungan dalam diri.
Dua kalimat yang membuat arti menjadi berbeda, seperti pernyataan di atas; Bisa jadi setiap orang bisa mengajar, tapi tidak semua orang suka—bahkan mencintai mengajar.
Hal inilah yang mulai saya pelajari dan pahami lebih dalam melalui konsep Talents Mapping. Perbedaan antara “bisa” dan “suka” ternyata memengaruhi banyak aspek: kualitas, daya tahan, kepuasan, prestasi dan pencapaian.
1. BISA adalah tentang KEMAMPUAN
“Bisa” berarti terampil, terlatih, atau memiliki keahlian dalam melakukan suatu aktifitas. Kemampuan ini pada umumnya didapatkan melalui latihan, kebiasaan, atau karena tuntutan.
Namun, bisa tidak selalu berarti suka.
Contoh:
“Saya bisa berbicara di depan umum dengan baik, tetapi saya tidak terlalu menikmati saat melakukannya.”
2. SUKA adalah tentang KECENDERUNGAN HATI
“Suka” berarti menikmati, tertarik, dan memiliki gairah terhadap sesuatu. Biasanya muncul secara alami—karena ada ketertarikan, rasa ingin tahu, atau dorongan dari dalam diri.
Contoh:
“Saya suka memimpin, meski mungkin belum terlalu baik. Tapi saya merasa senang saat melakukannya.”
Bagaimana Kalau Hanya Bisa?
Untuk aktivitas jangka pendek atau yang dilakukan sesekali, “bisa” tanpa “suka” mungkin tidak menimbulkan masalah besar. Namun, saat kita harus melakukan sesuatu secara terus-menerus hanya karena kita bisa, tanpa menyukainya, maka hal itu bisa menjadi sesuatu yang serius. Kita lebih rentan terhadap burnout, stres, bahkan bisa mengarah pada depresi.
Selain itu, melakukan sesuatu yang tidak kita sukai membuat kita sulit mencapai performa dan prestasi terbaik. Sebab, untuk mencapai peak performance, dibutuhkan bukan hanya kemampuan, tapi juga rasa suka—bahkan cinta—terhadap apa yang kita lakukan.
Bagaimana Saat Kita Suka?
Memiliki rasa suka terhadap suatu aktivitas adalah modal yang sangat berharga. Kondisi “suka” ini bisa menjadi bahan bakar untuk melakukan akitifitas yang produktif dan prestasi terbaik.
Namun, jika hanya berhenti pada “suka” tanpa upaya untuk mengasah dan menumbuh-kembangkannya agar menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat, maka modal “suka” itu tidak akan menghasilkan banyak hal.
Talents Mapping Membantu Mengenal Tentang BISA dan SUKA
Melalui test Talents Mapping, selain memberikan deskripsi tentang Urutan Bakat , Kluster Kekuatan (Thinking, Striving, Influencing, Relating), disajikan juga tentang apa saja aktifitas yang kita sukai, kita kuasai (bisa), bahkan aktifitas irisan keduanya
Manfaat Mengetahui Apa yang Kita Bisa & Suka
Dengan memahami apa yang kita bisa dan suka, kita dapat:
- Merancang masa depan dengan lebih tepat,
- Memilih profesi, karier, atau bidang bisnis/akademis yang sesuai,
- Menjalani hidup dengan lebih nikmat dan penuh makna.
Saat kita menikmati apa yang kita jalani, maka pencapaian, performa & prestasi terbaik pun menjadi lebih mudah diraih. Dan yang juga penting, dengan faham mengenai “bisa” dan “suka”, bahkan bisa memadukan keduanya, maka jalan untuk menjadi manusia yang memberikan kebermanfaatanpun akan lebih terbuka lebar.
Yuk, cari tahu apa yang kamu BISA dan apa yang kamu SUKA—dan temukan titik temu di antara keduanya!
Test Talents Mapping : https://bit.ly/TestTMNuriska
Konsulatsi Talents Mapping (Termasuk Test) : https://bit.ly/KonsultasiNuriska