Belajar Di Desa Tani Dompet Dhuafa

Alhamdulillah pekan lalu mendapatkan kesempatan belajar ilmu tentang program pemberdayaan dari MPZ ( Mitra Pengelola Zakat) Dompet Dhuafa, sebagai perwakilan dari Yayasan Kebukit Indonesia.

Selama dua hari, tidak hanya belajar melalui konsep, namun belajar bagaimana praktik pemberdayaan di DESA TANI binaan DOMPET DHUAFA (DD) yang terletak di Desa Ciboadas, Lembang, KBB Bandung.

Belajar tentang program pemberdayaan memang butuh konsep yang dipikirkan dengan matang, assessment yang tepat, dan juga mentor yang siap membimbing. Belajar dengan Dompet Dhuafa belajar & berdiskusi, tentang alur program pemberdayaan, kerangka berfikir, memetakan masalah juga mengideasi solusi.

Insya Allah jadi ilmu yang bermanfaat untuk kami semua yang sedang berproses dalam program pemberdayaan. Terimakasih MPZ ( Mitra Pengelola Zakat) Dompet Dhuafa, yang telah memberikan kami ilmu, inspirasi dan semangat untuk memualai program pemberdayaan masyarakat.

A Day With A Mentor

Alhamdulillah, hari ini diizinkan oleh Allah bertemu dengan pa Erie Sudewo, salah satu orang yang ingin saya temui sejak lama. Orang yang pertama saya tau melalui buku nya tentang karakter, dan setelah saya cari ternyata beliau adalah Founder Dompet Dhuafa.

Kemudian saya mengikuti dan berteman dengan beliau di facebook, mengikuti status status beliau mengenai dunia sosial kemasyarakatan. Walau belum pernah bertemu langsung beliau, saya merasa beliau orang yang cerdas sekaligus bijak.

Jejak hidup beliau dalam mendirikan organisasi, mengembangkanya, menghebatkannya juga saripati beliau dalam mengurus kemaslahatan ummat menjadikan beliau cerdas, visioner  dan bijak. Allah kasih jalan saya bertemu beliau dalam sebuah forum, kemudian berlanjut mendapatkan kesemaptan untuk mendapatkan coach dari beliau, dengan beberapa teman lainnya.

Layaknya orang yang sudah merasakan saripati pengalaman dan kehidupan. Beliau masih bisa membuat kami “anak anak” didiknya merasa nyama untuk berkonsultasi, untuk bercerita tentang cita cita, keinginan, harapan kami di dunia sosial.

Walau awalnya ada rasa gugup, karena bertemu seseorang yang sangat senior, akhirnya perbincangan bisa mengalir dengan baik. Banyak insight yang didapatkan, banyak kebingungan yang akhirnya menemukan jawabannya, ada ide yang di dapatkan, ada hal yang tersadarkan, itu yang terpenting.

Pertemuan dengan beliau, menyedarkan saya banyak hal penting sekaligus membukakan fikiran saya. Bahwa ada hal yang terlewatkan, ada hal yang terlupakan, ada hal yang tidak diperhatikan.

Ahh, kemudian saya berkaca, betapa saya belum ada apa apanya, entah masih kurang serius, masih kurang fokus, masih kurang merapihkan langkah, masih kurang tegap menentukan arah.

Ahh,, terimaksih Pa Eri, telah bersedia menyediakan waktu dan fikrian, untuk kami yang masih terberai, tak rapih langkah. Semoga Allah menyehatkan Bapak selalu. Dan kami bisa mengikuti jejak bapak menjadi manusia yang bermanfaat seluas luasnya.  Aamiin …

 

Pa Eri