Ciri Ciri Bakat

Coba amati kegiatan yang saat melakukannya kita begitu menikmatinya

Ada orang yang begitu menikmati ketika menuang ide gagasan ….

Ada yang begitu menikmati ketika berurusan dengan kegiatan menganalisa ….

Ada yang begitu senang ketika bertemu dan berinteraksi dengan orang banyak….

Ada yang begitu bersemangat dalam meraih dalam target2 dan pencapaian …

Dan masih banyak lagi, keunikan dan keunggulan bakat yang kadang kita tidak sadari ada dalam diri kita

Nah, sudah ngeuh dikegiatan apa yang kamu merasakan ketagihan, cepat belajar, merasakan kepuasan tersendiri, lupa akan waktu, dan hasilnya sangat baik

Coba cermati dan sadari, bisa jadi ada MUTIARA BAKAT terpendam yang sebenarnya kita miliki … 

Berikut saya uraikan beberapa CIRI CIRI BAKAT yang bisa kita amati dalam diri kita

Semoga Bermanfaat Ya ….

Konsultasi Talents Mapping ; Sila Klik

https://wa.me/6281320671151

Apa Yang Dibutuhkan Otak Kita … ?

Pernah ga sih kita bertanya, tantang apa sih yang dibutuhkan otak kita ?

Kita semua pasti tahu, bahwa otak adalah tempat masuknya informasi, sekaligus tempat dimana informasi tersebut di proses, yang kemudian hasil olahan informasi itu membuahkan pikiran dimana kita mengambil berbagai macam keputusan kehidupan  dari pikiran tersebut.

Nah, oleh karena itu kita perlu rasanya memperhatikan informasi apa yang masuk ke dalam otak. Setuju ?

 

” Yes indeed, We Need To Be Carefull To What See And Hear About….”

 

Bila kita begitu selektif memilih makanan yang masuk pada tubuh, maka seharusnya kita pun melakukan hal yang sama -bahkan lebih- saat memberi “makanan” kepada otak. Sayangnya kita masih abai dan cendrung tidak selektif akan apa yang masuk kepada otak kita. Bener gak ..?

Padahal bukankah otak itu adalah organ penting dalam hidup manusia, karena dari sanalah kita bisa berfikir, bernalar, berkomunikasi, mensikapi & memecahkan masalah, mengambil keputusan , membuat berbagai ide gagasan dan sebagainya. Karena apa yang masuk kepada otak kita bisa menjadi “Panduan” kita dalam menjalankan kehidupan.

Bila otak selalu kita “Suapi” dengan berbagai informasi informasi sampah, “Junk Information” maka itu akan membuat otak dan pikiran kita dangkal atau tidak bisa berfikir jernih dan mendalam, mudah goyah, tidak ajeg, dsb. Sama seperti tubuh, bila terus mengkonsumsi makanan sampah, maka kita pun akan mudah terserang penyakit, atau imun tubuh menjadi lemah.

Begitu pun otak, bila yang kita konsumsi kebanyakan hanya informasi informasi sampah, maka pikiran kita akan tumpul, nalar menjadi tidak tajam, mudah kebingungan, tidak ajeg, dan menjadi gampang terbawa arus, tidak punya prinsip, pendirian, dan tujuan. Ga mau kan …?

Pertanyaannya … bila hanya informasi informasi dangkal tersebut yang kita konsumsi, apakah kita bisa menjadi manusia matang yang bisa bijak dalam menentukan langkah, mengambil keputusan, membuat ide dan gagasan besar nan bermanfaat …?

Maka, yuks kita mulai belajar berhati hati  dalam memberikan makanan pada otak kita, karena apa yang kita masukan baik secara sengaja ataupun tidak sengaja, baik sadar ataupun tidak sadar pada otak kita, akan mengendap, dan akhirnya menjadi pola pikir juga buah pikir.

Bukankah pola pikir itu sangat penting dalam diri seseorang ?

Bila banyak yang kita  konsumsi hanya info info serampangan,  gosip gosip pasaran, peristiwa peristiwa acak, receh, asal viral, asal rame dan menyenangkan, informatif sih … tapi tidak bertujuan, lalu apakah itu sehat untuk otak  dan pikiran kita ? Apa  yang di harapkan dari informasi informasi tersebut ?

Kita abai untuk mulai belajar membaca informasi atau ilmu yang berkualitas, informasi yang memberi makanan sehat dan vitamin bagi otak dan pikiran. Kita tidak memberikan otak dengan ilmu yang mendasar dan mendalam, yang bisa memperteguh pikiran juga hati. Kita merasa tidak perlu membaca buku, mendengarkan para guru. Padahal dari hal inilah kita bisa membentuk pola berfikir yang baik.

Maka ada baiknya kita mulai menyaring apa yang akan masuk kepada otak, melalui pendengaran dan penglihatan. Jangan dianggap remeh, karena hal ini bisa mempengaruhi hidup kita.

Ingin hidup berkualitas, maka mulailah belajat memilah informasi  yang kita dengar apa yang kita baca. Belajar agar penglihatan dan pendengaran kita lebih banyak melihat dan mendengar hal yang akan jadi ilmu, pelajaran, dan hikmah yang baik.

Tidak semudah yang dikatakan memang, namun sangat layak mulai kita belajar untuk memulai dan menjalankan …. 🙂

Bukankah ada pula sebuah ayat Al Quran yang menyatakan bahwa

“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. al-Israa’ : 36)

Bandung, 04 Oktober 2019

Ah …lagi lagi ini nasihat buat diri saya sendiri, yang  masih sering lalai pada penglihatan, pendengaran dan juga hati ….