Sesaat – sesaat

Sesaat lalu rasanya begitu dekat, erat melekat

Lalu tiba tiba,

Rasanya berubah, berpendar dan berbalik arah

Sesaat lalu rasanya berbunga bunga, penuh dan utuh

Lalu kemudian,

Melagu barisan ragu, apakah tiba yang ditunggu

Apakah menjadi nyata sebaris cita

Ah benar rupanya,

Tiada rasa yang abadi, ia akan menyapa

Pergi dan datang berganti ganti

Maka, jangan bersandar seutuhnya pada rasa

Benar Ia nyata, tapi tidak selamanya

Bertemanlah dengannya, tapi tidak terikat padanya

Benar ia nyata, namun bukan segalanya.

Bagaimana Menentukan Pilihan

Sampai kapan pun, hidup ini akan selalu berhadapan dengan pilihan pilihan. Dari memilih hal hal biasa hal hal keseharian, hingga memilih hal hal besar dalam hidup. Nah yang ini yang lumayan berat, menentukan hal hal besar dalam hidup.

Ketika pilihan itu tidak sederhana, tidak semudah memilih baju yang biru atau yang hijau, tidak sesederhana memilih makan nasi goreng atau nasi uduk, tidak semudah memilih mau  mandi atau tidak.

Berat dan memang tidak mudah untuk diputuskan, kadang butuh berfikir panjang dan berfikir dalam, berhenti sejenak, bertanya, banyak membaca, membaca diri, flash back ke masa lalu, meneropong masa depan.

Bertanya kepada mereka yang lebih mengerti, meminta pendapat pada mereka yang kenal kita lebih dalam, mereka yang menyayangi kita, mereka yang peduli. Dan yang terpenting adalah meminta petunjuk kepada-Nya, kepada Zat yang menciptakan kita, yang tau A To Z hidup kita, sang pemilik hajat.

Meminta padanya, agar di berikan petunjuk, diberikan isyarat hati,  mana yang harus ditempuh, jalan yang mana yang sebaiknya dilewati, cara seperti apa yang harus di lakukan, dan meyakinkan apa yang menjadi pilihan.

Saya sedang belajar, saya sedang mengalaminya, saya sedang mencari tau, saya sedang meminta kepada Allah, agar dibimbing memilih pilihan yang tepat, yang bermanfaat, dan yang terpenting adalah pilihan yang ada dalam Ridha-Nya.