Maafkan Hamba [ Sebuah – Monolog ]

Ketika aku yakin bahwa Allah adalah Penciptaku, Penguasaku, sekaligus Maha Penuh Kasih dan Penuh Sayang..

Lalu kenapa aku masih takut akan masa depan dan takdirku ?

.

Apakah aku masih meniscayakan Pengaturan Nya untuk-ku

Apakah aku masih tidak memercayakan hidupku atas Pengaturan-Nya yang Maha Bijak

Apakah aku masih meragukan perlindungan-Nya, selama aku mematuhi dan menuruti apa yg menjadi perintahnya

Apakah aku masih meragukan ke Maha – Adilannya

Apakah masih tersirat halus dalam sudut jiwaku, bahwa aku meragukan pengabulan-Nya ketika aku meminta

.

Padahal aku selalu berkata Dia Maha Pengasih, Penyayang Dan Pengabul Doa

Apakah aku benar2 dengan segenap jiwa dan ragaku, telah memercayakan hidup dan matimu kepada -Nya

Atau Barangkali keyakinanku hanya sebatas lisan, tanpa ku yakinkan dengan segenap hati dan jiwaku

.

Ampuni Ya Raab, bila iman masih sebatas lisan

Ampuni Ya Rabb, bila ikhlas ini masih tidak utuh

.

Izinkan izinkan hamba untuk memperbaiki iman ini

Izinkan agar iman ini terus mengada, menetap, melekat

Hingga pertemuan dengan-Mu Kelak

.

~ Sebuah Monolog Di Hari Saat Sunyi