Dosen Ala Ala

Jangan sembarang lontarkan keinginan, bisa jadi ia terwujud tiba tiba tanpa kau sangka

Kata orang “be careful for you wish for, you might get it” . Berhati hatilah apa yang kita lontarkan entah dengan niat atau asal terucap, bisa jadi deretan kalimat itu terekam oleh semesta, dan kemudian tersampaikan ke langit, dan sampai di ” Telinga-Nya”, dan kemudian deretan kalimat itu DIA iya-kan, dan apa yang kau ucapkan jadi kanyataan.

Kata kata adalah Do’a,

Ungkapan ini benar adanya, saya mengalaminya (kembali). Kali ini tentang keinginan untuk menjadi Dosen. dan Guru. Terinspirasi dari banyak film pendidikan yang saya tonton, dari cerita teman teman yang jadi dosen dan guru, juga dari buku buku yang saya baca tentang bagaimana perjuangan para guru diluar sana.

Dulu saya kalau cerita cerita sama temen, suka tiba tiba nyelutuk ” Duh pengen dehh jadi dosen, berbagi inspirasi dengan anak anak muda ” namun waktu itu jadi dosen adalah sesuatu hal yang agak mustahil buat saya. Pertama jenjang pendidikan saya yang sampai S-1 dan bukan background pendidikan juga. Di fikiran saya kalau mau jadi dosen, ya berarti harus lanjut sekolah S-2 dulu, baru bisa jadi dosen. Dan proses itu bakal panjang lagi menurutku, Jadi keinginan untuk mengajar di kampus adalah hal yang semacam angan angan saja.

Walau sebenarnya, mengajar bukanlah hal baru bagi saya. Beberapa kali saya juga mengisi berbagai workshop, seminar, dan semacamnya. Namun di kelas kelas informal, bukan resmi di dunia akademisi.

Dan kemudian, sekitar seminggu yang lalu, saya dikenalkan kawan kepada seorang pengurus di sebuah sekolah tinggi di bidang kesehatan di Bandung. Setelah ngobrol ngobrol, beliau menawarkan saya untuk mengisi mata kuliah di kampus tersebut. Masya Allah, saat itu saya langsung flash back ke moment di mana beberapa kali saya berkata ” Duh, pengen deh jadi dosen “

Kata Kata Adalah Do’a

Walau hanya dosen tamu, saya sangat bahagia, dan bersyukur tiada tara. Allah seperti memberi kejutan kejutan yang manis kepada saya. Atas harapan harapan yang ada, walau itu hanya lintasan lintasan keinginan, saya belum PD membawa nya dalam do’a yang lebih serius.

Jadi benar, hati hati lah dengan kita ucapkan. Jangan sembarangan. Tetaplah jaga pikiran, perasaan, dan lisan kita agar terus dalam kebaikan. Karena kita tidak pernah tau, perkataan dan lintasan apa yang kemudian terekam, terbawa ke langit, dan sampai kepada “Telinga-Nya”, dan kemudian ia mengabulkan apa yang ada dalam ucapan, pikiran dan perasaan kita.

Alhamdulillah, terimakasih ya Allah …

Advertisements