Menyebrang Lautan Untuk Bertemu Para Guru … [ Part 1]

ini adalah rekaman perjalanan kemarin, sewaktu mendapatkan tugas dari KEBUKIT (Kelola Buku Kita) untuk mengantarkan “Kado Lebaran Untuk Guru”, di Wilayah NTT, tepatnya di Maumere, Nusa Tenggara Barat. (Memang post late sekali nih postingan, tapi ga apa apa ya ..hhe)

Kami memberikan kado kepada para guru pengabdi, yang mendedikasikan waktu, fikiran, tenaga dan tak jarang hartanya juga, untuk mendidik generasi selanjutnya. Guru guru ini tersebar banyak di Indonesia, di pedalaman pedalaman, di wilayah pesisir Indonesia.

Di lebaran kemarin, kami ingin sedikit berbagi kebahagian dengan mereka, para guru pengabdi yang benar benar berdedikasi untuk negri ini.

Ini adalah sepenggal kisah dari guru guru yang ada di Maumere NTT, dan mungkin ini bisa menjadi gambaran kondisi guru guru di banyak wilayah di Indonesia…

 

Alhamdulillah, atas izin Allah, kami bis berangkat membawa lebih dari 100 paket “Kado Lebaran Untuk Guru”, jumlah yang belum banyak memang. Namun ini adalah awal rasa semangat kami untuk lebih dari membagikan kado dan peket lebaran. Lebih jauh dari dari itu, ini adalah wujud awal kepedulian kepada guru guru di luar sana yang masih minim kesejahrtaannya, namun mempunyai dedikasi yang luar biasa, semoga ini akan menjadi pembuka kebaikan kebaikan lainnya.

 

IMG_4650IMG_4662IMG_4664IMG_4691IMG_4703

(Perjalanan Menuju Pulau Parumaan )

Perjalanan yang kami tempuh untuk menuju salah satu Pulau di Parumaan, kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan perahu. Perjalanan yang menakjubkan, melintasi lautan, dengan sesekali melihat hamparan pasir putih di pulau pulau yang dilewati. Bukit bukit coklat kehijauan, awan awan yang putih bersih berjalan jalan di atas lautan.

 

IMG_4905IMG_4917IMG_4918IMG_4921IMG_4923

Pa Ihsan, warga setempat, bertanya pada saya, apakah saya berani? berhubung dengan jarak yang cukup jauh, medan ombak yang berubah rubah, plus tidak ada pelampung. saya bilang, Insya Allah berani pa, bismillah ….

 

Bersambung yaaa…..

 

Advertisements

Ayo Main Kesini !! Pulau Pangabatang Nan Menawan

Ramadhan kemarin, Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah pulau kecil di NTT, yaitu pulau Pangabatang. Secara geogrfis, Pulau Pangabatang ini masuk pada wilayah Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Barat.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya pergi ke kota Maumere, kalau tak salah hitung ini adalah kali ke tiga atau ke empat kali nya saya mengunjungi salah satu tempat yang istimewa di hati saya ini. Ada beberapa kegiatan sosial pendidikan yang saya kerjakan dengan teman teman dari KEBUKIT (Kelola Buku Kita) disini. Kegiatan nya akan saya ceritakan di tulisan berikutnya, Insya Allah.

Kali ini saya ingin berbagi, tentang Pulau Pangabatang nan menawan. Bagi orang orang sekitar Maumere, mungkin pulau ini sudah tidak asing lagi. Namun bagi saya, yang berasal dari Pulau Jawa, dari Kota Bandung, masih asing. Sebenarnya dari kali pertama ke kota Maumere ini, pernah sesekali di ceritakan tentang Pulau Pangabatang ini, namun kesempatan mengunjungi baru kali ini.

Menuju pulau Pangabatang, membutuhkan waktu sekitar 1,5 Jam an dari Kota. Setelah itu ada kita bisa menyebrang untuk menuju pulau dengan perahu milik warga sekitar, Waktu tempuh pun tak lama, kira kira 15 – 20 menit kita sudah bisa sampai.

IMG_4651IMG_4679IMG_4681IMG_4684

Kapal yang kami tumpangi, hanya saya yang dari luar Maumere, pengawal nya banyak sekali… hhee. Gambar paling bawah adalah, Aba (Panggilan Bapak) yang mengarahkan kemana perahu mengarah.

IMG_4912

IMG_4915

Nah itu dia, Pulau Pangabatang. Pulau yang menampakan garis putih nya dari kejauhan, itu lah dia Pulau yang mempunyai pasir timbul di tengah lautannya. Indah bukan … ^^

Sesampainya disana, kami langsung menikmati lembut nya hamparan pepasir, merdunya nyanyian ombak, sejuknya angin sore, dan hangatnya suasana kebersamaan. Hari itu hanya ada kami saja,  tidak ada yang lain. Hingga rasanya ini adalah our private island, nikmat sekali, bebas sekali ….

IMG_5052IMG_5060

Nah, ini dia the best part nya memori mata yang saya lihat  saya nikmati  dan saya abadikan di Pulau ini, sedikit saja dari sajian Maha Karya Seni Illahi, yang ia sajikan untuk kita di bumi ini. Sedikit saja padahal, namun membuat kita semakin sadar tentang ke Maha Kuasaan-Nya, membuat kita sadar bahwa ia adalah Sang Maha Pencipta Keindahan Alam.

Saya tidak pandai mengedit foto, maka biarkan lah ia apa adanya, sesuai dengan apa yang di abadikan oleh mata ini.

IMG_5270

IMG_5257

IMG_5229

IMG_5096

IMG_5236IMG_5244

IMG_5241IMG_5249

IMG_5247

Keindhan yang lengkap !! Ini salah satu kesan yang saya simpulkan dari pulau ini. Kita bisa menikmati biru nya lautan, berenang renang di lautan landai nya, berlari lari di hamparan pepasir putih nya yang luas, menghirup wangi nya savana hijau yang luas, memandang tebing tebing bukit hijau di sebrang lautan, mendengar merdunya air ombak kecil kecil di tepian pantai, menyaksikan langit yang selalu membiru, menikmati betapa indahnya negri ini, negri Indonesia tercinta, titipan-Nya yang harus kita selalu jaga.

To Be continued …

 

A Day With A Mentor

Alhamdulillah, hari ini diizinkan oleh Allah bertemu dengan pa Erie Sudewo, salah satu orang yang ingin saya temui sejak lama. Orang yang pertama saya tau melalui buku nya tentang karakter, dan setelah saya cari ternyata beliau adalah Founder Dompet Dhuafa.

Kemudian saya mengikuti dan berteman dengan beliau di facebook, mengikuti status status beliau mengenai dunia sosial kemasyarakatan. Walau belum pernah bertemu langsung beliau, saya merasa beliau orang yang cerdas sekaligus bijak.

Jejak hidup beliau dalam mendirikan organisasi, mengembangkanya, menghebatkannya juga saripati beliau dalam mengurus kemaslahatan ummat menjadikan beliau cerdas, visioner  dan bijak. Allah kasih jalan saya bertemu beliau dalam sebuah forum, kemudian berlanjut mendapatkan kesemaptan untuk mendapatkan coach dari beliau, dengan beberapa teman lainnya.

Layaknya orang yang sudah merasakan saripati pengalaman dan kehidupan. Beliau masih bisa membuat kami “anak anak” didiknya merasa nyama untuk berkonsultasi, untuk bercerita tentang cita cita, keinginan, harapan kami di dunia sosial.

Walau awalnya ada rasa gugup, karena bertemu seseorang yang sangat senior, akhirnya perbincangan bisa mengalir dengan baik. Banyak insight yang didapatkan, banyak kebingungan yang akhirnya menemukan jawabannya, ada ide yang di dapatkan, ada hal yang tersadarkan, itu yang terpenting.

Pertemuan dengan beliau, menyedarkan saya banyak hal penting sekaligus membukakan fikiran saya. Bahwa ada hal yang terlewatkan, ada hal yang terlupakan, ada hal yang tidak diperhatikan.

Ahh, kemudian saya berkaca, betapa saya belum ada apa apanya, entah masih kurang serius, masih kurang fokus, masih kurang merapihkan langkah, masih kurang tegap menentukan arah.

Ahh,, terimaksih Pa Eri, telah bersedia menyediakan waktu dan fikrian, untuk kami yang masih terberai, tak rapih langkah. Semoga Allah menyehatkan Bapak selalu. Dan kami bisa mengikuti jejak bapak menjadi manusia yang bermanfaat seluas luasnya.  Aamiin …

 

Pa Eri

 

 

 

Karena Kita Hanyalah Perantara [Sebuah Catatan Bencana Garut ]

Malam itu saya berencana untuk pergi ke Garut, bersama teman teman dari berbagai komunitas, untuk memberikan beberapa bantuan dan titipan dari teman teman. Lagi asik packing tiba tiba mamah bilang : “ teh, mamah pengen ikut ….”  karena mobil juga kosong, hanya saya dan adik, saya iyakan aja, lagian rencannya hanya sampaikan titipan donasi, kemudian pulang.

Kondisi garut memang sangat memprihatinkan, saya baru sempat ke sana setelah sekitar satu minggu bencana. Alhamdulillah bertemu dengan kawan kawan untuk #GerakBareng, yaitu gabungan dari beberapa komunitas yang mencintai dunia kerelawanan yang telah lebih dahulu ada disana.

Bencana Garut memang menyisakan PR yang sangat panjang, waktu saya kesana masih banyak rumah rumah yang menyisakan rumput yang masih sangat tebal, menempel di semua bagian rumah, merusak hampir semua barang barang, dari mulai pakaian, peabotan, barang elektronik, dsb. Tidak sedikit yang harus merelakan barang nya untuk di buang begitu saja.

Disana, kami tiba di sebuah masjid di desa Tarogong, Alhamdulillah masjid sudah bersih dan bisa ditempati dan dijadikan posko. Namun sekitarnya masih banyak rumah rumah yang belum bisa ditempati karena sisa lumpurnya masih sangat banyak.

Saya langsung ikut bergabung dengan kawan kawan relawan yang sudah turun duluan, tadinya sih pengen ikut ngangkat ngangkat sekop kaya anak mahasiswa yang sedang bersihin jalan, tapi kayanya bakal ribet karena berat dan agak gak cocok dengan saya yang saat itu pakai gamis.

Akhirnya saya ikutan gabung sama relawan yang sedang bersihin salah satu rumah warga, yang hampir 3/4 rumahnya sempat terendam banjir. Dengan peralatan penyemprot air, pel dan sikat kami bersama sama bersihin rumah warga. Satu rumah saja membutuhkan lebih 3 jam, itu pun hanya membersihkan rumahnya saja, belum perabotannya, Ya Allah… sungguh cobaan yang tidak mudah, bagi para warga.

 

****

Saya kira sewaktu kami membersihkan rumah, mamah hanya akan diam saja, menunggu atau menjaga barang bantuan. Tapi ternyata beliau tidak mau hanya diam saja, kesel juga barangkali ya kalo hanya diam saja. Akhirnya pun beliau turun ikut bergabung dengan para relawan yang masih berusia muda (seperti saya) #Batuk hhaa.. ikut membersihkan rumah warga dan perabotannya.

Mamah terlihat sangat semangat sekali, sesaat mungkin melupakan usianya dan tenaganya. Walaupun sebenarnya usia bukan ukuran juga sih, apakah seorang mau turun membantu atau tidak, kadang yang muda juga kalah dengan yang tua, ketika yang tua itu mempunyai semangat yang sangat membara. Merdekaaaa…….!!! halah …

Walau bajunya jadi kotor, dan juga tidak baju ganti, mamah bilang ” ga apa apa lah, kapan lagi bantu orang lain, kasian, nanti aja ganti baju nya di rumah” . 

Hari itu saya belajar dari beliau, bahwa tidak ada halangan untuk kita untuk tidak menjadi manusia bermanfaat, siapapun kita, berapapun usia kita, seperti apa pun kondisi kita. Kuncinya bukan karena mampu atau tidak mampu, tapi mau apa tidak mau

mams

 

****

Ah Garut, kota ini mendapatkan ujian yang tidak terduga, semoga bisa menjadi sesuatu bagi kita semua, bukan hanya mereka yang terdampak langsung, tapi untuk kita semua, bahwa ketika Allah menghendaki sesuatu terjadi, maka terjadilah.

Absolutly Our Life In His Hand, No Doubt

Dan semoga ada rasa kepedulian yang mendalam, empati. Bahwa kita merasakan, apa yang mereka rasakan, dan dengan apa yang kita bisa, kita meringankan apa yang menjadi permasalahan mereka.

Bukan kita yang menjadi solusi atau berjasa atau semacamnya, kita hanyalah kepanjangan tangan-Nya, perantara, kita hanya jalan, bukan sumber, dan bersyukurlah, berbahagialah ketika Allah “memilih” kita untuk menjadi jalan Ke Maha Baikkan-Nya

 

Adakah Penerbit Buku Di Luar Jawa ?

Permasalahan utama yang di hadapi masyarakat Indonesia dalam hal pendidikan, atau lebih spesifik lagi dalam budaya membaca adalah karena sangat terbatasnya askes baca masyarakat.

Indonesia adalah negara kepulauan, ribuan pulau yang tersebar, menjadikan penduduk pun tersebar dari ujung barat ke ujung timur Indonesia. Sedangkan penerbit buku yang ada hanya terpusat di pulau Jawa, bisa dibilang tidak ada penerbit buku yang berasal dari pulau lain. Hal ini bisa menjadi penyebab kenapa pendidikan diluar jawa jauh tertinggal, karena akses buku yang sangat terbatas.

Buku buku yang ada hanya bersifat buku pelajaran. Untuk mendapatkan buku bukuu di luar buku pelajaran, seperti buku agama, buku self helf, buku keterampilan, sejarah, pengetahuan umum, tekhnologi, dll, hampir semuanya harus di dapatkan dari Pulau Jawa.

Adapun toko toko buku di luar Pulau Jawa, sifatnya hanya menyediakan saja. Ini berakibat pada mahalnya harga buku. Selain mahal, jarak juga menjadi kendala, toko toko buku bacaan hanya ada di Ibu kota provinsi saja. Makin sulitlah masyarakat pedalaman untuk bisa mengakeses buku bacaan berkualitas. Bisa ditarik benang merahnya, kenapa pendidikan di luar Pulau Jawa banyak tertinggal, karena terbatasnya aksese pendidikan, dalam hal ini akses terhadap buku buku bacaan berkualitas.

Seorang kawan di NTT sana pernah bercerita, untuk mendapatkan buku buku bacaan berkualitas, bisa didapat ketika mereka sedang berkunjung ke Bandung, Jakarta, Surabaya atau Makasar. Saat itulah kesempatan untuk mendapatkan buku buku bacaan yang bisa menjadi asupan yang baik untuk kualitas kehidupan mereka.

Cita cita kami di Nusantara Membaca, semoga kelak lima tahun kedepan, kami bisa mendirikan penerbit buku di luar Pulau Jawa, NTT, Sulawesi, Papua dll. Agar semua masyarakat memiliki hak yang sama, kemudahan yang sama, dalam membaca buku, mendapatkan ilmu, menjadi masyarakat yang lebih berpendidikan dan  hidup yang lebih sejahtera, Aammin…

18999_882612508427840_2040427344414153421_n