Alhamdulillah kemarin bertemu klient untuk sesi feedback Talents Mapping yang, mendengarkan tentang berbagai keresahan tentang peran juga . Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apakah ini benar-benar diri kita?” atau “Mungkinkah diri kita yang sesungguhnya justru sedang menunggu di seberang sana?” pun mengalir dalam obrolan.
Pencarian “jati diri” terkadang melalui banyak likuan, kadang harus melalui jalan yang tidak kita harapkan, peran yang bukan kita inginkan. Namun itulah perjalanan kehidupan. Sesekali kita diminta untuk ikhlas menjalankan, sesekali kita dihadapkan dengan berbagai pilihan.
Tugas kita adalah mencari tentang siapa diri kita yang sejati. Dengan cara memahami diri, mengetahui apa kekuatan, keunggulan bahkan kelemahan dari dalam diri. Agar kita tahu kemana arah melangkah, agar kita mengetahui arah masa depan.
Obrolan kemudian berlanjut bersama teman-teman disabilitas yang mengelola Café More, yang berlokasi di sekitar Wiyataguna, Pajajaran, Bandung. Masya Allah, ketika mereka diberi ruang dan kesempatan, mereka mampu menunjukkan potensi luar biasa dan bisa untuk lebih berdaya.
Semoga semakin banyak ruang-ruang inklusif seperti ini, yang dapat memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk berkarya dan mengekspresikan potensi, kekuatan, serta keunikan mereka masing-masing.
Buncahan dan lintasan ide sering kali muncul di saat yang tidak terduga. Ada yang mengalami hal yang sama? Alih-alih hadir saat sengaja mencarinya secara serius, ide justru seringkali datang saat kita melepaskan diri dari tekanan pekerjaan.
Seringkali saya mengalami kebuntuan saat hanya duduk di depan laptop, memaksa otak untuk “menghasilkan” ide dan gagasan, sayangnya hasilnya nihil! Sebaliknya, saat saya keluar dari “zona kerja” dan memasuki suasana yang berbeda, tiba-tiba saja—cling!— gagasan baru melintas begitu saja.
Ini adalah salah satu uniknya sebuah proses kreatif. Ide kerap datang saat kita melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda—di luar kebiasaan dan di luar zona rutinitas kita.
Bisa jadi saat membaca tema buku yang tak biasa, bertemu orang-orang dengan latar belakang berbeda, atau saat berada di di tempat yang baru. Perbedaan suasana, orang, lingkungan, seringkali membantu saya melihat sesuatu secara berbeda, yang selama ini tertutup oleh repetisi dan pola yang monoton dalam aktifitas harian.
Sebagai seseorang yang memiliki bakat #Ideation yang kuat dalam konsep Talents Mapping, saya pribadi sangat sering mengalami momen-momen seperti ini. Pikiran saya seakan tidak pernah benar-benar “mati”. Bahkan saat melakukan aktivitas yang tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan—seperti memasak, berolahraga, menyiram tanaman atau bahkan saat cuci piring— buncahan ide-ide segar bisa saja muncul dengan sendirinya.
Uniknya, ide-ide tersebut sering kali lebih jernih dan orisinal, mungkin karena muncul dari alam bawah sadar yang lebih rileks, bukan dari pikiran sadar yang sedang dalam kondisi tertekan. Kondisi ini memperkuat pemahaman bahwa proses kreatif tidak selalu rasional, terstruktur, atau linier. Justru kebebasan, kelonggaran, dan stimulasi dari luar yang menghasilkan sesuatu yang istimewa.
Gimana, suka dapat ide pas lagi ngapain? yukss ceritaa…!
Program-program seperti Indonesia Mencari Bakat, Indonesian Idol, X Factor, Mama Mia, Master Chef, dan lain-lain merupakan ajang pencarian bakat yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dalam program-program ini, bakat yang ditampilkan biasanya meliputi menyanyi, menari, menulis, melukis, memasak, dan sebagainya.
Persepsi umum di masyarakat saat diminta menyebutkan contoh anak berbakat pun sering kali terbatas pada bidang-bidang tersebut. Bakat masih banyak dianggap sebagai kemampuan fisik semata.
Akibatnya, mereka yang tidak memiliki kemampuan di bidang-bidang tersebut sering merasa “tidak punya bakat apa-apa”. Tapi benarkah definisi dan konsep bakat hanya sebatas itu?.
Bakat Itu Ternyata Lebih Luas Dari Yang Kita Kira
Sesungguhnya, definisi bakat jauh lebih luas dan mendalam daripada yang selama ini dipahami oleh masyarakat umum. Bakat tidak terbatas pada kemampuan atau keahlian fisik—yang umumnya memang terlihat secara visual.
Ada jenis bakat yang bersifat sifat atau karakter, namun sayangnya masih belum banyak dikenal dan dipahami. Padahal, jenis bakat ini mencakup ranah yang lebih luas dan lebih mendasar. Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita samakan dulu pemahaman kita tentang definisi bakat!
Apa Itu Bakat?
“Bakat adalah pola pikir, perasaan, dan tindakan yang alami, muncul secara berulang, dan dapat digunakan untuk sesuatu yang produktif.” (Donald O. Clifton)
Jadi, bakat tidak hanya terbatas pada kemampuan fisik. Justru, menurut definisi ini, bakat mencakup hal-hal yang lebih dalam dan mendasar, serta sangat menarik untuk dipelajari!
34 Tema Bakat Menurut Gallup
Dalam Teori CliftonStrengths dari Gallup, terdapat 34 tema bakat yang ada dalam diri manusia. Setiap individu memiliki kombinasi unik dari tema-tema ini, yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, dan bertindak.
Tema-tema bakat ini dikelompokkan ke dalam empat klaster kekuatan utama:
Thinking – Gemar berpikir mendalam dan menganalisis
Executing/Striving – Suka bekerja keras dan menyelesaikan tugas
Influencing – Senang memengaruhi dan meyakinkan orang lain
Relating – Suka bekerja sama dan membangun hubungan
Contoh Sederhana Bakat dalam Kehidupan Sehari-Hari
Ada orang yang suka memimpin
Ada orang yang senang membantu
Ada yang mudah terharu
Ada yang sangat supel dan mudah bergaul
Nah, sifat atau karakter seperti ini juga merupakan bentuk dari bakat!
Nantikan Pembahasan Selanjutnya!
Sampai di sini dulu, ya! Di bagian selanjutnya kita akan membahas:
Mengapa penting mengenali bakat diri?
Pengenalan lebih lanjut pada masing-masing tema bakat
Cara mengetahui bakat diri
Strategi mengoptimalkan bakat
Manfaat memahami bakat diri
Kerugian tidak memahami bakat diri
Dan masih banyak lagi!
See you!
Ingin konsultasi langsung tentang bakatmu? Klik link di bawah ini:
Kali ini saya akan bahas tentang bakat FUTURISTIC yang merupakan salah satu bakat terkuat (urutan atas) yang saya miliki, dalam Assessment test TALENTS MAPPING.
Apa sih bakat FUTURISTIC ini ? Secara singkat orang orang yang mempunyai bakat ini, adalah orang orang yang senang membayangkan tentang MASA DEPAN, pikirannya jauh melayang ke jauh ke depan, dia punya banyak bayangan tentang masa depan, bisa jadi tentang dirinya sendiri, bisa juga tentang orang lain. Dia punya banyak sekali cita cita. Dia melihat apa yang tidak orang lain, dan memercayai apa yang belum orang percayai saat ini
Dulu, sebelum faham tentang bahasa BAKAT & sebelum kenal dengan TALENTS MAPPING, saya sering kali melabeli diri Saya sebagai “pengkhayal”, karena kecendrungan saya tadi, yang senang membayangkan masa depan. Saat belum faham ,saya menilai pengkhayal nya diri saya adalah hal yang cendrung negatif.
Namun, setelah memperdalam TALENTS MAPPING, saya jadi faham bahwa pengkhayalnya saya itu adalah sebuah TALENTA unik sekaligus anugrah yang diberikan oleh Allah Swt. Tidak semua orang mempunyai keuinkan tersebut dan kabar baiknya, talenta itu bisa membuat saya bisa lebih percaya diri, produktif & bermanfaat saat saya tahu apa dan bagaimana menggunakan serta memaksimalkannya.
Nah….lalu apa sih yang di bayangkan tentang MASA DEPAN oleh orang orang dengan bakat FUTURISTIC ini ? Nah tentunya setiap orang akan berbada, tergantung konteks, latar belakang, juga kombinasi bakat lain yang mereka miliki.
Uniknya, dalam diri Saya FUTURISTIC yang saya miliki, kecendrungan membayangkan tentang MASA DEPAN orang lain, bukan hanya tentang diri saya. Hal ini sepertinya berkaitan dengan bidang yang saat ini saya sedang lakukan -di bidang sosial pendidikan- dan juga berkaitan dengan bakat kuat saya yang lain, diantaranya bakat DEVELOPER, IDEATION dan juga BELIEF.(Lain kali kita bahas bakat yang ini)
“Membayangkan masa depan dengan berbagai ide gagasan dengan tujuan membantu dan menumbuhkan orang lain”
VISIONER ! Setelah saya faham tentang TALENTS MAPPING, saya dengan percaya diri bisa mengatakan bahwa saya adalah seorang VISIONER, yang punya banyak cita cita tentang masa depan. Bukan hanya tentang diri saya sendiri, tapi cita cita untuk banyak orang.
So, bila kamu yang baca ini, punya kecendrungan yang sama seperti saya ; Senang membayangkan masa depan, bisa jadi kamu punya bakat FUTURISTIC! yang merupakan potensi, keunggulan dan keunikanmu, untuk modal dan “bahan bakar” untuk masa depanmu!