Naluri …

Nah, karena selama ini saya bergelut di bidang literasi, budaya membaca, buku, dsb. Maka refleks saja, saat menemukan sebuah situasi, moment, Saya selalu ingin membuat sebuah #ReadingCampign. Hhe..

Waktu sore ini seorang kawan dari Jakarta datang, ia ingin jalan jalan di daerah Braga-Asia Afrika, kemudian ngeliat anak anak costplay dengan rupa figure, dan ingin berfoto, maka pose yang saya ambil adalah seperti ini.

Si “hantu” kayanya agak aneh ketika saya minta dia berpose lagi baca. Karena biasanya kan dia pasang muka muka serem gitu. Pas saya bilang ” a.. kita difoto sambil baca buku, mau yaa… ” Dia pun agak sedikit mengerut kan kening.. “oh boleh tehh…”

Dan hasilnya seperti ini…hhaaa

Oh ya, kegiatan kegiatan seputar kegiatan sosial, pendidikan, dan literasi bisa dilihat di Kebukit Indonesia

Selamat malam jumat yaa, jangan lupa Al Kahfi … 🙂

Bandung, 13 Desember 2018

Talk Show Literasi “Literate, Adventure And Fun”

Ini adalah kali kedua, saya dan tim dari Kebukit Indonesia mengadakan TALK SHOW LITERASI. Kali ini kami ingin menggabungkan, dan membenang merahkan antara kegiatan literasi dan kegiatan berpetulang, juga bagaimana kedua kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan cara yang sangat menggembirakan.


 

Oleh karena itu, tema Talk Show kali ini adalah “Literature, Adventure And Fun”. Alhamdulillah kami mempunyai kawan yang tepa untuk tema ini. Yang pertama adalah  Tedi Ixdiana, seorang yang bisa saya katakan manusia “jarang” di Indonesia. Beliau adalah komandan dari Verical Rescue Indonesia dan Indonesia Climbing Expedition, sebuah komunitas yang bergerak di bidang panjat tebing. Tak hanya tentang panjat tebing, namun kemudian banyak kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang di lakukan oleh komunitas ini. (Tulisan tentang figure Tedi Ixdiana, Insya Allah saya tulis di tulisan selanjutnya)

Pembicara Talk Show yang kedua, adalah Zhibril A (Alhasani Amin) seorang anggota WANADRI yang merupakan seorang penulis juga. Sudah tiga buku beliau terbitkan, buku yang ia hasilkan atas dua passion dalam hidupnya. Membaca-menulis dan berpetualang. Saya suka dengan kalimat awal pembuka profile beliau ” Membaca untuk membuka dunia, menjelajah untuk mengenal dunia, dan menulis untuk keduanya”

DSC05697

Tedi Ixdiana

DSC05728

Zhibril A

Nah, saat itu saya ditugaskan untuk menjadi Moderator. Tugas nya adalah untuk memberikan inspirasi tentang membenangmerahkan antara kegiatan berliterasi dengan literasi, dan tugas lainnya adalah seperti moderator pada umumnya … hhe

DSC05666

Alhamdulillah yang datang lumayan ramai dan dari berbagai kalangan usia. Dari anak anak Pecinta Alam (PA) dari tingkat sekolah menengah hingga Mahasiswa, masyarakat umum, juga para orang tua yang membawa anak anaknya, karena diacara ini pun diluncurkan program spider kids dan ladies fun climbing .

Banyak banget inspirasi yang di dapat dari Talk Show ini, terutama dari dua nara sumber, yang menceritakan bahwa perjalanan karya mereka di dunia petualangan, alam dan lingkungan, sangat banyak terpengaruh oleh kegiatan literasi. Seperti Tedi Ixdiana yang ternyata apa yang ia lakukan di dunia panjat tebing, vertical rescue selama  31 tahun ini, diawali karena ia terinspiasi oleh sebuah buku. Jugadari Zhibril A, tentang alasan kenapa ia menuliskan kegiatan petualangan dan jelajah alam nya, salah satu nya ia ingin meninggalkan warisan pengalaman, pemikiran kepada anak anaknya kelak.

Oh ya, kegiatan ini pun di dukung oleh DISPUSIP Kota Bandung, yang mendatangkan Mobil Perpustakaan Keliling nya, dan menyediakan banyak bacaan, dan diantarany adalah buku yang bertema petualangan, lingkungan dan pegiat alam


 

Literasi adalah keterbukaan informasi. Literasi tidak melulu tentang kegiatan atau budaya membaca, literasi lebih luas dari itu. Oleh karena itu, menurut saya para pegiat literasi perlu untuk membuka bahasan bahasan yang lebih luas. Tidak hanya berkutat pada bagaimana meningkatkan budaya membaca secara parsial, namun mengaitkan kegiatan literasi dengan kebutuhan masyarakat yang mempuyai latar belakang yang berbeda beda.

Agar kegiatan berliterasi menjadi kegiatan yang applicable, kegiatan keseharian, kegiatan yang dekat dengan masyarakat .

Udah segitu aja dulu, nanti saya kabar kabari lagi saat ada kegiatan literasi lainnya, salam literasi … 🙂

Pesan Kece Dari Film Escape From Mr Lemoncello’s Library !!

lemon

 

Ceritanya kemarin seperti biasa saya hunting film, buat pengisi malam malam week end. Niatnya sih nyari film kolosal atau film misteri gitu, eh… tetiba mata ini tertuju pada sebuah cover film yang gambarnya sangat menarik dengan gambar anak anak ceria di sebuah perpustakaan.

Langsung aja saya liat ringkasan nya, dan setelah itu tanpa fikir panjang, saya langsung bungkus film dengan judul ” Escape From Mr Lemoncello’s Library ” inisebagai seorang peggiat budaya baca dan penyuka film anak anak, saya menerka nerka film apakah gerangan, apakah mirip mirip dengan cerita dari buku Perpustakaan Bibbi Bokken atau semacamnya.

—-

Nah jadi ini ceritanya tentang anak anak yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti semacam petualangan di perpustakaan miliknya Mr Lemmoncello. Perlombaannya adalah, barang siapa  yang bisa keluar paling terakhir  dari perpustakaan dengan selamat melewati pintu yang telah ditentukan dialah pemenangnya.

Singkat cerita, agar mereka bisa keluar perpustakaan dan tidak tereliminasi dari perlombaan, mereka harus bisa memecahkan teka teki dan membaca petujuk yang telah  di berikan oleh Mr Lemmoncello.

Anak anak mengalami berbagai peristiwa di dalam perpustakaan ini. Mereka masuk ke dunia cerita buku buku yang pernah mereka baca. Masuk ke pintu pintu dunia science, sastra, petualangan, misteri dsb, untuk memecahkan teka teki yang sambung menyambung di berikan oleh Mr Lemmoncello. Hingga akhirnya mereka berhasil keluar dari perpustakaan, dan menjadi pemenang

Pesan Tentang Membaca

Tentang alur cerita film ini agak sedikit mirip dengan film Charlie and the chocolate factory. Walau dari segi alur dan visual lebih menang fim ny Jhony Deep itu, namun film ini juara dalam misi pesan nya sangat bagus dan sangat spesifik.

Ya, pesan nya tentang membaca !!!

Pesan yang di sampaikan di film ini adalah bagaimana THE POWER OF READING, dimana membaca bisa merubah banyak hal. Bahwa dengan membaca tidak hanya tentang mengumpulkan ilmu pengatahuan, namun membaca bisa membantu dalam menganalisis sebuah permasalahan, mengkoneksikan banyak hal, hingga membaca bisa membantu untuk memecahkan masalah.

Buku buku yang mereka baca, membantu mereka dalam memecahkan teka teki dan misteri yang ada di perpustakaan, mereka saling mengkoneksikan cerita dan nilai dari buku yang telah mereka baca, hingga mereka bisa bekerjasama dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Saya salut dengan Nickelodeon, yang membuat film ini begitu ringan dan menyenangkan untuk ditonton bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Lebih jauh dari itu, saya lebih kagum atas “keseriusan” nya untuk membawa tema spesifik tentang Buku dan Membaca dalam sebuah film.

mr read3

 

mr read2

mr read1

Saya tidak sabar untuk membagikan info tentag film ini pada kawan kawan peggiat literasi, para orang tua, para guru, para mahasiswa yang mempunyai passion pada penggiatan literasi di Indonesia. Atau pada guru, orang tua atau siapa saja yang ingin suka membaca, masih belum suka membaca, dengan membawa pesan sesimple film ini, Bahwa membaca mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan.

 

#SalamLiterasi