Apa Yang Dibutuhkan Otak Kita … ?

Pernah ga sih kita bertanya, tantang apa sih yang dibutuhkan otak kita ?

Kita semua pasti tahu, bahwa otak adalah tempat masuknya informasi, sekaligus tempat dimana informasi tersebut di proses, yang kemudian hasil olahan informasi itu membuahkan pikiran dimana kita mengambil berbagai macam keputusan kehidupan  dari pikiran tersebut.

Nah, oleh karena itu kita perlu rasanya memperhatikan informasi apa yang masuk ke dalam otak. Setuju ?

 

” Yes indeed, We Need To Be Carefull To What See And Hear About….”

 

Bila kita begitu selektif memilih makanan yang masuk pada tubuh, maka seharusnya kita pun melakukan hal yang sama -bahkan lebih- saat memberi “makanan” kepada otak. Sayangnya kita masih abai dan cendrung tidak selektif akan apa yang masuk kepada otak kita. Bener gak ..?

Padahal bukankah otak itu adalah organ penting dalam hidup manusia, karena dari sanalah kita bisa berfikir, bernalar, berkomunikasi, mensikapi & memecahkan masalah, mengambil keputusan , membuat berbagai ide gagasan dan sebagainya. Karena apa yang masuk kepada otak kita bisa menjadi “Panduan” kita dalam menjalankan kehidupan.

Bila otak selalu kita “Suapi” dengan berbagai informasi informasi sampah, “Junk Information” maka itu akan membuat otak dan pikiran kita dangkal atau tidak bisa berfikir jernih dan mendalam, mudah goyah, tidak ajeg, dsb. Sama seperti tubuh, bila terus mengkonsumsi makanan sampah, maka kita pun akan mudah terserang penyakit, atau imun tubuh menjadi lemah.

Begitu pun otak, bila yang kita konsumsi kebanyakan hanya informasi informasi sampah, maka pikiran kita akan tumpul, nalar menjadi tidak tajam, mudah kebingungan, tidak ajeg, dan menjadi gampang terbawa arus, tidak punya prinsip, pendirian, dan tujuan. Ga mau kan …?

Pertanyaannya … bila hanya informasi informasi dangkal tersebut yang kita konsumsi, apakah kita bisa menjadi manusia matang yang bisa bijak dalam menentukan langkah, mengambil keputusan, membuat ide dan gagasan besar nan bermanfaat …?

Maka, yuks kita mulai belajar berhati hati  dalam memberikan makanan pada otak kita, karena apa yang kita masukan baik secara sengaja ataupun tidak sengaja, baik sadar ataupun tidak sadar pada otak kita, akan mengendap, dan akhirnya menjadi pola pikir juga buah pikir.

Bukankah pola pikir itu sangat penting dalam diri seseorang ?

Bila banyak yang kita  konsumsi hanya info info serampangan,  gosip gosip pasaran, peristiwa peristiwa acak, receh, asal viral, asal rame dan menyenangkan, informatif sih … tapi tidak bertujuan, lalu apakah itu sehat untuk otak  dan pikiran kita ? Apa  yang di harapkan dari informasi informasi tersebut ?

Kita abai untuk mulai belajar membaca informasi atau ilmu yang berkualitas, informasi yang memberi makanan sehat dan vitamin bagi otak dan pikiran. Kita tidak memberikan otak dengan ilmu yang mendasar dan mendalam, yang bisa memperteguh pikiran juga hati. Kita merasa tidak perlu membaca buku, mendengarkan para guru. Padahal dari hal inilah kita bisa membentuk pola berfikir yang baik.

Maka ada baiknya kita mulai menyaring apa yang akan masuk kepada otak, melalui pendengaran dan penglihatan. Jangan dianggap remeh, karena hal ini bisa mempengaruhi hidup kita.

Ingin hidup berkualitas, maka mulailah belajat memilah informasi  yang kita dengar apa yang kita baca. Belajar agar penglihatan dan pendengaran kita lebih banyak melihat dan mendengar hal yang akan jadi ilmu, pelajaran, dan hikmah yang baik.

Tidak semudah yang dikatakan memang, namun sangat layak mulai kita belajar untuk memulai dan menjalankan …. 🙂

Bukankah ada pula sebuah ayat Al Quran yang menyatakan bahwa

“Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. al-Israa’ : 36)

Bandung, 04 Oktober 2019

Ah …lagi lagi ini nasihat buat diri saya sendiri, yang  masih sering lalai pada penglihatan, pendengaran dan juga hati ….

Pesan Kece Dari Film Escape From Mr Lemoncello’s Library !!

lemon

 

Ceritanya kemarin seperti biasa saya hunting film, buat pengisi malam malam week end. Niatnya sih nyari film kolosal atau film misteri gitu, eh… tetiba mata ini tertuju pada sebuah cover film yang gambarnya sangat menarik dengan gambar anak anak ceria di sebuah perpustakaan.

Langsung aja saya liat ringkasan nya, dan setelah itu tanpa fikir panjang, saya langsung bungkus film dengan judul ” Escape From Mr Lemoncello’s Library ” inisebagai seorang peggiat budaya baca dan penyuka film anak anak, saya menerka nerka film apakah gerangan, apakah mirip mirip dengan cerita dari buku Perpustakaan Bibbi Bokken atau semacamnya.

—-

Nah jadi ini ceritanya tentang anak anak yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti semacam petualangan di perpustakaan miliknya Mr Lemmoncello. Perlombaannya adalah, barang siapa  yang bisa keluar paling terakhir  dari perpustakaan dengan selamat melewati pintu yang telah ditentukan dialah pemenangnya.

Singkat cerita, agar mereka bisa keluar perpustakaan dan tidak tereliminasi dari perlombaan, mereka harus bisa memecahkan teka teki dan membaca petujuk yang telah  di berikan oleh Mr Lemmoncello.

Anak anak mengalami berbagai peristiwa di dalam perpustakaan ini. Mereka masuk ke dunia cerita buku buku yang pernah mereka baca. Masuk ke pintu pintu dunia science, sastra, petualangan, misteri dsb, untuk memecahkan teka teki yang sambung menyambung di berikan oleh Mr Lemmoncello. Hingga akhirnya mereka berhasil keluar dari perpustakaan, dan menjadi pemenang

Pesan Tentang Membaca

Tentang alur cerita film ini agak sedikit mirip dengan film Charlie and the chocolate factory. Walau dari segi alur dan visual lebih menang fim ny Jhony Deep itu, namun film ini juara dalam misi pesan nya sangat bagus dan sangat spesifik.

Ya, pesan nya tentang membaca !!!

Pesan yang di sampaikan di film ini adalah bagaimana THE POWER OF READING, dimana membaca bisa merubah banyak hal. Bahwa dengan membaca tidak hanya tentang mengumpulkan ilmu pengatahuan, namun membaca bisa membantu dalam menganalisis sebuah permasalahan, mengkoneksikan banyak hal, hingga membaca bisa membantu untuk memecahkan masalah.

Buku buku yang mereka baca, membantu mereka dalam memecahkan teka teki dan misteri yang ada di perpustakaan, mereka saling mengkoneksikan cerita dan nilai dari buku yang telah mereka baca, hingga mereka bisa bekerjasama dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Saya salut dengan Nickelodeon, yang membuat film ini begitu ringan dan menyenangkan untuk ditonton bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Lebih jauh dari itu, saya lebih kagum atas “keseriusan” nya untuk membawa tema spesifik tentang Buku dan Membaca dalam sebuah film.

mr read3

 

mr read2

mr read1

Saya tidak sabar untuk membagikan info tentag film ini pada kawan kawan peggiat literasi, para orang tua, para guru, para mahasiswa yang mempunyai passion pada penggiatan literasi di Indonesia. Atau pada guru, orang tua atau siapa saja yang ingin suka membaca, masih belum suka membaca, dengan membawa pesan sesimple film ini, Bahwa membaca mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan.

 

#SalamLiterasi