[ Movie Review ] “FREEDOM WRITER” : Ketika Menulis Bisa Merubah Diri

Berbekal kata kunci Recommended Film di kolom google, akhirnya berlabuh kepada judul film yang satu ini “Freedom Writer”. Sebuah film yang dirilis tahun 2007, yang diangkat dari sebuah buku dan berdasarkan sebuah kisah nyata, yang terjadi di sebuah sekolah di kota California Amerika.

Bercerita tentang perjuangan seorang guru dalam menghadapi murid murid nya, di sebuah kota yang penuh dengan penuh kekerasaan, pemberontakan, peredaran narkoba bahkan pembunuhan antar ras. Hal ini sangat mempengaruhi suasana pendidikan di sekolah.

Anak anak menjadi sangat keras, tertutup, tak acuh, membangkang kepada guru, tidak peduli pendidikan, membangkang dan sangat suka pertengkaran dan tawuran. Tak jarang di usia mereka banyak yang terlibat dan berakhir di penjara atau berujung di kematian.

screenshot-509

Kemudian seorang guru baru dengan kecintaan yang tinggi kepada dunia pendidikan datang. Penolakan dari murid murid nya begitu ia rasakan. Namun ia tak patah asa mencari cara agar murid murid nya bisa lebih terbuka kepadanya, agar murid murid nya. Karena ia tahu, ada sesuatu yang terjadi kepada mereka, yang menyebabkan mereka berperilaku sekeras itu.

Sebuah cara unik kemudian ia lakukan ketika mengajar – yang cara ini belum pernah dilakukan oleh para guru sebelumnya – yaitu dengan cara MENULIS !!

Sang guru memberikan setiap murid sebuah JURNAL untuk MENULIS Boleh menulis tentang apa yang mereka rasa, keinginan, harapan, puisi atau cerita. APA SAJA ! Apa saja yang ingin mereka tulis, tanpa batas, tanpa aturan. Dan apa yang mereka tulis tidak akan mempengaruhi nilai mereka. Menulis lah untuk diri kalian sendiri, begitu katanya

Dan Sang Guru pun tak akan membaca jurnal mereka, kecuali mereka yang memberikan izin. Diluar dugaan hampir semua anak akhirnya mau menulis, dan diluar dugaan pula, hampir semua anak mengizinkan jurnal nya untuk dibaca.

05freedom600.1

Dari jurnal itulah sang guru tahu, cerita hidup mereka, berbagai pengalaman kelam yang telah mereka alami, berbagai luka batin dan trauma yang mereka rasakan. Dari situ ia tahu apa yang harus ia lakukan …

Singkat cerita (Biar ga terlalu spoiler…hhe), sang Guru berhasil merubah hidup mereka, melalui menulis. Mereka jadi terbiasa untuk menulis apa saja yang mereka rasakan, pikirkan. Dengan menulis mereka menjadi tahu apa yang mereka inginkan, rasakan, dan kemudian mereka tahu apa yang ingin mereka lakukan. Mereka menjadi lebih terbuka, lebih ceria, lebih berani untuk bercita cita untuk masa depan. Menulis telah banyak merubah hidup mereka

Dan akhirnya mereka membuat sebuah project yang disebut “FREEDOM WRITERS” yang merupakan kumpulan atas tulisan tulisan mereka, yang kemudian mendapatkan banyak apresiasi, dan banyak di contoh oleh sekolah sekolah lainnya.

maxresdefault


Film ini kereeen bangettt, sebuah penguat bahwa kegiatan literasi yang paling dasar, yaitu membaca dan menulis, bisa menjadi sebuah terapi yang hebat kepada para siswa, bahkan untuk para siswa yang dianggap paling “bebal” pun

fw

Karena menulis adalah sebuah penyampaian rasa, penyaluran asa. Menulis adalah sebuah cara untuk meringankan jiwa atas banyak peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Menulis adalah pendefinisian atas banyak rasa dalam benak kita. Dan ketika bisa mendefinsikan nya, kita pun akan bisa lebih jelas melihat diri kita dan apa yang terjadi pada diri kita. Dan dengan menulis bisa membantu kita untuk menata masa depan.

Menulis lah untuk diri sendiri ! Itu yang harus ditanamkan di awal. Menulis bukan tentang berambisi terlalu dini untuk menjadi penulis terkenal, cetakan best seller, dan hal hal lain yang bersifat popularitas. Namun menulislah untuk diri sendiri, menulis lah untuk menguatkan diri, menulislah untuk memahami diri.

Bila kemudian tulisan kita menginspirasi dan bisa menjadi sebuah kebaikan bagi orang lain, maka itu kemudian adalah sebuah amanah dan jalan peran kita. syukuruillah dan siramilah, hingga tumbuh dan merekah

writing

Selamat Menulis ..

Advertisements