Sombong dengan “Kebaikan”

DSC_1995

Ini adalah sebuah pengingat diri sendiri, tentang bagaimana kadang kita menjadi merasa hebat dengan kebaikan, amal soleh, atau perubahan yang kita lakukan. Entah itu shalat kita, shaum kita, muamalah kita, amalan amalan sosial kita, dsb.

Kadang kala ada terselip rasa BANGGA dalam hati kita, baik di tampakan atau tidak. Sebuah rasa kita  lebih dari yang lain, sebuah rasa kita lebih hebat dan mulia dari yang lain, sebuah rasa kita lebih unggul dari yang lain, sebuah rasa kita lebih saleh dari yang lain.

Lebih dari itu, kita memandang sebelah mata orang orang yang kita anggap banyak berbuat salah, berpemahaman salah, masih kurang ibadahnya, masih minim pengetahuan agamanya. Mengecap salah secara berlebihan orang yang tidak sependapat dengan kita, dengan berani dan lantang mengatakan mereka pelaku maksiat, pelaku haram, jauh dari keberkahan dsb.

Alih alih mendoakan dan mengingatkan, namun yang ada hanyalah keinginan untuk memojokan, mengatangatai, membuli, mengkoarkan pada orang orang bahwa kita benar dan dia salah.

Padahal jelas perbedaannya, antara ingin menyampaikan kebenaran dan keinginan ingin menampakan “who we are”, kita kadang tau, namun tidak sadar apa sebenarnya yang ingin kita sampaikan. Karena cinta atau nafsu bangga diri.

Ahh.. semoga ada selalu semacam pengingat, ketika kita akan mengatakan dan melakukan sesuatu, apakah untuk mengingatkan, menyampaikan kebenaran, atau hanya sebatas keinginan untuk membanggakan diri dan mengecilkan orang lain.

Karena sebenarnya, kebaikan dan amal shaleh yang kita lakukan pun, semata karena Allah yang menggerakan, Allah yang mengizinkan. Maka apapun yang kita sampaikan maka kita niatkan untuk mendapat Ridha-Nya, itu saja.