Selasa Bersama Morrie [ Review Buku ]

Adalah cerita tentang Morrie seorang profesor yang terkena penyakit langka dengan mahasiswanya yang datang berkunjung setiap hari Selasa, membincangkan banyak hal tentang kehidupan. Selasa yang mereka habiskan dengan banyak obrolan mendalam.

Novel ini sudah beberapa kali saya baca sebenarnya. Selalu ada rindu untuk membaca nasihat nasihat Morrie yang mendalam tentang kehidupan. Berikut beberapa quote dari perbincangan mereka yang berkesan bagi saya dan apa yang ada dibenak saya setelah membacanya …

Tentang Mengasihani Diri Sendiri

“Aku memberi kesempatan kepada diriku untuk menangis kalau itu perlu. Tapi setelah itu aku memusatkan perhatianku kepada segala hal yang masih baik dalam hidupku. Kepada orang orang yang datang menjengukku, kepada kisah yang akan kudengar….”

“Alangkah baiknya bila orang tidak menahan diri untuk menangisi diri berkepanjang. Cukup beberapa tetes air mata setiap pagi, kemudian menghadapi hari dengan tegar ….”

Ah benar sekali. Sesekali kita butuh menangis, memberikan kesempatan diri kita untuk merasakan luka dan duka, atau apapun itu. Tapi jangan melarutkan diri terlalu dalam dan lama, secukupnya. Setelah itu, mari kita melengkah….

Tentang Penyesalan Diri

“Kita begitu terbelit dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan diri sendiri, keluarga, karir, uang cukup banyak, memnayar hipotek, membeli mobil baru….kita sibuk dengan triliunan perkara kecil, dalam rangka mempertahankan keberlangsungan semua itu …”

“Maka kita tidak terbiasa berdiam diri sejenak untuk merenungkan hidup kita dan berkata. Hanya inikah? hanya inikah yang kuinginkan? adakah sesuatu yang hilang ?”

Hidup ini tidak hanya sekali, hidup ini bukan hanya di dunia ini, hidup ini bukan tentang diri kita sendiri. Hidup ini bukan hanya tentang menjalani siklus hidup, dan menghabiskannya dengan melewati waktu demi waktu tanpa jiwa, tanpa cita, tanpa tahu tujuan abadi. Kita perlu sadar siapa kita, untuk apa kita & mau kemana kita….

Tentang Kematian

“Begitu kita ingin tahu bagaimana kita akan mati, berarti kita belajar tentang bagaimana kita harus hidup”

Sebagai Muslim, quote ini mengingatkan kembali tentang kematian, hidup setelah kematian & bagaimana kita menyiapkan diri untuk kehidupan abadi setelah kematian

Tentang Keluarga

“Sesungguhnya, selain keluarga, tidak ada fondasi atau landasan yang kokoh, yang memungkinkan manusia bertahan sampai saat ini. Peran keluarga menjadi sangat penting sekali bagiku setelah aku sakit. Tanpa dukungan cinta, kasih sayang, perhatian yang kita peroleh dari keluarga, kita seperti tidak memiliki apapun…”

Keluarga adalah hal mendasar yang akan selalu seseorang butuhkan. Keluarga adalah tempat kita memperoleh kekuatan Keluarga adalah tempat kembali, tempat untuk mengistirahatkan diri, tempat untuk menyusun cita, impian & harapan.

Tentang Emosi

“Apabila kita menahan emosi emosi itu -apabila kita tidak membiarkan diri mengalaminya- kita tidak pernah dapat mematikan rasa, kita terlalu sibuk menghadapi rasa takut. Kita takut mengalami rasa nyeri, Kita takut mengalami rasa sedih, Kita takut mengalami penderitaan akibat cinta …”

“Tapi dengan membiarkan diri mengalami emosi emosi ini, dengan membiarkan diri terjun ke dalamnya, sampai sejauh jauhnya, kita akan mengalaminya secara penuh dan utuh. Kita tahu arti sakit, Kita tahu arti cinta, Kita tahu arti sedih, dan hanya ketika kita mengatakan, “Baiklah. Aku telah mengalami emosi itu. Aku kenal emosi itu, sekarang aku perlu mematikan emosi itu untuk sementara…”

“Dalam kehidupan sehari hari, betapa sering kita merasa kesepian, sampai sampai ingin menangis, tetapi kita berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata, karena kaat orang kita tidak boleh menangis …”

“Basuhlah diri kita dengan emosi, Kita tidak akan terluka karenanya, Kita malahan akan terbantu ….”

Mungkin kita tidak terbiasa jujur terhadap diri sendiri, tentang apa yang kita rasakan sebenar benarnya. Seringkali mencoba bertarung melawan rasa , berusaha menutupi luka atau kecewa, padahal itu ada. Kita seringkali tidak mau menerimanya, berusaha tegar sekuat tenaga, padahal hati remuk redam rasanya.

Atau tidak selepas itu menungkapkan bahagia, atau tidak sejelas itu menungkapkan rasa cinta, kita tidak terbiasa…

Sepertiku yang sedang belajar memeluk rasa, kemudian melepaskannya…Tak apa karena kita manusia, yang dianugrahi berlapis lapis rasa

Selamat membaca !

Di kondisi ketidakberdayaannya, Morrie masih banyak menberikan nasihat nasihat tentang kehidupan dari hidup yang telah ia alami.

Mengerikannya Dunia Judi Online!

Selama ini kita mungkin hanya mendengar tentang bahayanya judi online yang memakan banyak korban. Nah di film ini kita mendapatkan gambaran tentang bagaimana serius & sistematisnya JUDI ONLINE, betapa kejam sistem kerja didalamnya, dan bagaimana korban korban judi online ini hancur kehidupanya

NO MORE BETS ! film yang diangkat dari kisah nyata, menceritakan tentang orang orang yang tertipu, terjebak & terpaksa bekerja dalam perusahan jaringan judi online, pinjaman online & scammer.

Filmnya dimulai dari sejumlah anak muda China yang ditawari untuk bekerja di perusahaan Singapore dengan dijanjikan gaji & fasilitas yang menggiurkan. Ditengah perjalanan ternyata mereka diculik dan diselundupkan ke negara lain -dalam beberapa artikel disebutkan negara tersebut adalah Kamboja- . Kemudian mereka dibawa ketempat tersembunyi & dipaksa untuk mau bekerja untuk perusahaan jaringan judi online tersebut.

Di scene lainnya, ada seorang model wanita China yang mendadak di pecat dari perusahaannya. Singkat cerita kemudian seorang kawannya manawarkan ia pekerjaan yang menjanjikan diluar negri. Seperti kisah beberapa laki laki sebelumnya, sang perempuan ternyata dijebak dan dipaksa untuk bekerja di perusahaan judi online yang sama.

Kemudian digambarkanlah bagaimana begitu sistemtis & terstukturnya meraka menjalankan bisnisnya, dengan adanya jenjang2 kerja, pembagian tugas, skenario, penentuan timing, dsb. Digambaran pula bagaimana kejamnya sistem kerja kepada para karyawan2 di dalamnya, yang mana sebagaian besar dari merekapun di jebak untuk bekerja disana

Diceritakan pula tentang seorang laki laki muda terpelajar, yang awalnya iseng iseng ikut judi online. Lama kelamaan ia masuk lebih dalam, terjerat, dan tidak bisa lagi keluar karena sudah dalam tahap ketagihan. Tidak hanya harta bendanya saja yang habis, namun sampai harta kelurga besarnya ia gadaikan. Belum lagi ia nekad meminjam dana yang cukup besar dari pinjaman online demi taruhan, yang sebenarnya masih satu perusahaan dengan perusahaan judi online dimana ia terjerat. Benar benar lingkaran setan !

Film ini membuat saya pribadi merasa ngeri, prihatin sekaligus kasihan, tidak hanya kepada para korban tapi juga kepada para pekerja judi online. Yang di film diceritakan, bahwa hampir sebagian besar mereka dijebak, dipaksa, bahkan diancam untuk bekerja. Mereka ditempatkan di tempat antah berantah, yang membuat meraka tidak bisa kemana mana. Dengan pengamanan yang ketat dan penjaga bersenjata, dan apabila berbuat kesalahan sedikit saja atau melawan, siksaannya tiada ampun, sampai dikurung seperti binatang.

Saya jadi teringat berita beberapa tentang sejumlah warga Indonesia yang disekap di negara Kamboja, dan dipaksa untuk menjadi scammer. Betapa mereka tidak berdaya, dan butuh proses yang sangat susah untuk meminta tolong dan memberitahuan keadaan mereka untuk minta diselamatkan.

Dalam hati saya, orang orang ini (pemilik jaringan judi online) patut disiksa seberat beratnya kelak di neraka, karena meraka berhasil manghancurkan banyak orang, merebut tidak hanya harta benda, tapi juga menghancurkan keluarga, pernikahan, dan kehidupan seseorang. Karena kalau hukuman di dunia, entahlah apa mereka benar bisa dihukum seberat beratnya atau tidak.

Film ini recomended untuk ditonton sih ! Agar kita lebih mawas, lebih waspada

Sebenarnya ada hal lain yang membuat saya lebih prihatin lagi, ternyata negara kita Indonesia, menempati urutan pertama sebagai “konsumen” judi online…Astagfirullahaladzim

Entah apa alasannya atau bagaimana awalnya Negri kita menjadi peringkat pertama. Apakah murni karena faktor ekonomi, atau bisa jadi karena tingkat pendidikan, atau bisa terkait tingkat literasi kita yang rendah, sehingga mereka yang terjebak, merasa judi online adalah jawaban atas permasalahan permasalahan yang meraka hadapi & bisa mewujudkan impian impian mereka dengan cara yang instan. Atau mereka belum sadar betapa mengerikannya apabila sudah masuk dan terjebak!

Kemudian bertanya dalam hati, apa langkah pemerintah untuk mengatasi permasalahan besar ini? entahlah, bagi kita masih menjadi tanda tanya besar. Padahal pemerintah dengan segala kemampuannya untuk membuat peraturan dan keputusan untuk menyelamatkan Masyarakatnya. Wallau’alam bissawab…

Bila harus kembali kepada apa yang bisa kita kontrol, mungkin jawabannya adalah saling menjaga diri kita, keluarga & orang orang terdekat kita agar terhindar dari godaan, ajakan, dan jeratan hal hal yang haram sekaligus merugikan dan menyengsarakan baik di dunia juga akhirat.

Happy Watching & Keep Alert !

~ Jangan Jangan Kita Hanya Merasa … .

348dc0d7-ff95-490e-88e4-b7ab0ce20cbcJleb banget dapet mame ini, betapa seringkali nya kita memberikan komentar terhadap orang lain, karena ia tak sama dengan apa yang kita lakukan.

Karena kita sedang lapang, maka dengan mudah memberikan penilaian untuk mereka yang sebenarnya sedang kesulitan.

Karena kita telah mahir berlari, maka dengan mudahnya memberi cibir pada mereka yang sedang tertatih untuk bisa berdri lagi.

Karena kita sudah merasa berdaya, maka dengan mudahnya memberi komentar tak nyaman pada mereka yang sebenarnya sedang bersungguh sungguh berusaha.

Kita tidak mencoba memberi jeda pada hati kita, untuk melihat lebih dalam, hanya senang memberikan komentar pada hal hal yang hanya terlihat di permukaan ..

Padahal barangkali sesungguhnya apa yang ia lakukan, lebih mulia dari kita, hanya saja tak tampak di permukaan

Ah barangkali jiwa kita yang hanya pandai merasa

Merasa lebih baik , Merasa lebih mulia …

#SelfRemainder

See It Farther, When Closser Fading You

hh-e1374770550639

 

Terkadang kita butuh menjauh dari sesuatu terlebih dahulu, dari seseorang, dari sebuah situasi, dari sebuah kondisi, dari sebuah posisi, dari apa yang sedang kita alami. Agar kita bisa lebih melihatnya lebih jelas, lebih objektif, lebih terang, lebih menyeluruh.Karena ketika segala sesuatunya begitu terlihat di depan mata, apapn itu akan menjadi blur, menjadi abstrak, kau bahkan tak tau seperti apa sesungguhnya yang terjadi

Mungkin akan ada sebuah jeda yang diperlukan, menghentikan langkah sejenak, menarik nafas dan menghempaskannya sebebas bebasnya, melonggarkan ikat pinggang, melepaskan beban beban yang di bawa di pundak, membuka alas kaki, membiarkannya menyentuh rumput rumput basah, membiarkannya merasakan tanah yang lembab karena hujan, membiarkan seluruh badan merebah di bawah, membiarkan mata tertuju tepat keatas, menyaksikan arak arakan awan, mendengarkan aliran aliran air, dan nyanyian burung di pohon sana, membiarkannya, melepaskannya.

Karena kadang sebuah jeda adalah kekuatan, kekuatan untuk kembali melangkah, lebih kuat, lebih tegap, lebih penuh, lebih jauh.

Interlude …….