Bagaimana Menentukan Pilihan

Sampai kapan pun, hidup ini akan selalu berhadapan dengan pilihan pilihan. Dari memilih hal hal biasa hal hal keseharian, hingga memilih hal hal besar dalam hidup. Nah yang ini yang lumayan berat, menentukan hal hal besar dalam hidup.

Ketika pilihan itu tidak sederhana, tidak semudah memilih baju yang biru atau yang hijau, tidak sesederhana memilih makan nasi goreng atau nasi uduk, tidak semudah memilih mau  mandi atau tidak.

Berat dan memang tidak mudah untuk diputuskan, kadang butuh berfikir panjang dan berfikir dalam, berhenti sejenak, bertanya, banyak membaca, membaca diri, flash back ke masa lalu, meneropong masa depan.

Bertanya kepada mereka yang lebih mengerti, meminta pendapat pada mereka yang kenal kita lebih dalam, mereka yang menyayangi kita, mereka yang peduli. Dan yang terpenting adalah meminta petunjuk kepada-Nya, kepada Zat yang menciptakan kita, yang tau A To Z hidup kita, sang pemilik hajat.

Meminta padanya, agar di berikan petunjuk, diberikan isyarat hati,  mana yang harus ditempuh, jalan yang mana yang sebaiknya dilewati, cara seperti apa yang harus di lakukan, dan meyakinkan apa yang menjadi pilihan.

Saya sedang belajar, saya sedang mengalaminya, saya sedang mencari tau, saya sedang meminta kepada Allah, agar dibimbing memilih pilihan yang tepat, yang bermanfaat, dan yang terpenting adalah pilihan yang ada dalam Ridha-Nya.

 

Shalat & Al-Quran Sarana Komunikasi Kita Dengan Nya

Ini adalah catatan saya ketika mengikuti sebuah kajian tafsir Quran dan Hadist. Semoga dengan mencatatkannya kembali menjadi sara pengingat untuk saya, dan juga bermanfaat bagi yang membaca.

************************

SHALAT

Shalat adalah sarana kita “BERBICARA” dengan Allah. Media seorang hamba ketika ingin berbincang dengan Tuhan-nya. Maka dari itu bahasa yang digunakan adalah bahasa “kita”. Contohnya dalam Al-Fatihah : اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ [ Tunjukan kami jalan yang lurus ].

Kemudian do’a duduk diantara dua sujud : اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِي وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ [“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, lindungilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku petunjuk, jadikanlah aku sehat, dan berilah aku rezki (yang halal)” ]

Shalat adalah sarana kita memohon ampun padanya, meminta petunjuk kepadanya, meminta arahan hidup, meminta perlindungan dsb. Shalat adalah ketika kita berbincang kepadanya, dan Ia mendengarkan.

Seperti seorang anak yang mengadu kepada ibunya, atau seperti murid yang bertanya kepada gurunya, seperti bawahan yang memohon arahan pimpinannya. Kita bercerita, kita meminta dan Ia “mendengarkan” segala apa yang kita mohonkan. Kita yang “mengajak” Allah berdialog.

Membaca Al-Quran

Sedangkan membaca Al Quran adalah sarana Allah yang “berbicara” kepada kita. Maka bahasa yang dipakai nya pun adalah bahasa Tuhan yang berbicara pada hambanya. Sarana Allah untuk memberitahui kita bagaimana menjalani hidup yang sesuai dengan aturan-Nya.

Contohnya di surat Al-Mudatsir 1-10 :

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (١) قُمْ فَأَنْذِرْ (٢) وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ (٣) وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ (٤) وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ (٥) وَلا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ (٦)

لِرَبِّكَ فَاصْبِرْ (٧)فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (٨) فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (٩) عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ (١٠)

1. Wahai orang yang berselimut 2. bangunlah, lalu berilah peringatan. 3. dan agungkanlah Tuhanmu 4. dan bersihkanlah pakaianmu 5. dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji 6. dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak  7. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah 8. Maka apabila sangkakala ditiup 9. maka itulah hari yang serba sulit, 10. bagi orang-orang kafir tidak mudah

Ini adalah ayat dimana Allah berbicara kepada kita untuk melaksanakan Shalat di 1/3 malam. Bahasanya adalah bahasa Tuhan yang berbicara kepada hambanya. Ayat Al-Quran yang lain nya tentang peringatan, tentang aturan aturan hidup, tentang tata cara, tentang sejarah, dsb. Allah yang bercerita kepada kita. Allah yang mengajak kita berdialog.

 

Oleh karena itu apabila kita ingin di dengar Allah maka Shalatlah, dan apabila kita ingin mendengar Allah berbicara maka bacalah Al-Quran

***********************

Subhanallah, Allah menyediakan lengkap sarana komunikasi-Nya untuk kita. Hanya seringkali kita abai -terutama saya- hanya menjadikan shalat sebatas ritual semata, hanya sebatas kebisaan, sebatas kewajiban semata. Padahal Allah membuka diri-Nya kapan saja, dimana saja, sesuai dengan yang kita butuhkan.Malah kita mencari sarana sarana lain yang tidak sesuai untuk menjawab segala permasalahan dan kebutuhan dalam hidup kita.

 

Ps : Ah… semoga kita makin “terbuka” kepada Allah, seperti Ia begitu “terbuka” kepada kita, kapan saja, dimana saja, untuk hal apa saja.