Hidup Untuk Menghidupi Hidup

Sebuah perjalanan pulang yang melelahkan malam itu membawa alam fikiran saya melayang jauh. Memikirkan apa sebenarnya yang sedang kita perjuangkan, tentang apa sebenarnya untuk apa kelelahan kelelahan ini sehingga mau kita jalani.

Fikiran ini saya biarkan mengalir bebas. Sambil menyetir perlahan, saya matikan AC dan membuka jendela, membiarkan udara malam yang menemani saja. Saat ini saya sedang “mengejar” sesuatu pencapaian dalam bisnis saya. Tak jarang saya harus pulang larut malam, tak jarang pula saya menunda atau mengabaikan hal lain, karena ingin fokus dalam pencapaian tersebut, bahkan tak jarang juga saya mengabaikan kesehatan saya.

Di lampu merah, pandangan saya terhenti pada seorang bapak, yang di pinggir trotoar yang tampaknya sedang berstirahat kelelahan, disampingnya barang dagangannya yang masih ia gelar. Juga ada beberapa pedagang asongan yang masih menjajakan barang dagangannya ke setiap jendela mobil.

Waktu telah hamir dari jam sepuluh, waktu yang dalam dimana banyak orang telah pulang bertemu keluarganya, beristirahat, mempersiapkan esok hari. Tapi mereka masih menjalankan kemungkinan bahwa akan ada orang yang masih membeli dagangannya walau malam telah cukup larut, dan orang orang juga sudah jarang dijalanan. Mungkin sebentar lagi mereka akan pulang, ujarku dalam hati. Dan esok akan kembali menjalani rutininas seperti ini lagi, pergi dini hari-pulang malam hari, mencari penghidupan.

Memori saya jadi melayang ke beberapa saat lalu, ketika mengujungi kota Jakarta, dan ketika akan pulang terjebak arus macetnya ibu kota. Katanya macet seperti ini mereka alami setiap hari. Mereka yang bekerja, pulang dan pergi, dengan sukarela menghadapi kemacetan, kejemuan di jalan raya, yang bisa berjam jam. Dan esok akan kembali menjalani rutininas seperti ini lagi, pergi dini hari-pulang malam hari, mencari penghidupan.

Lalu berkaca lagi kepada apa yang sedang saya jalani saat ini, pergi dini hari-pulang malam hari, mencari penghidupan

Hingga timbul pertanyaan, yang mungkin jawabannya ada dalam diri saya sendiri, jawabannya akan terjawab dengan cara menjalaninya, jawaban yang perlu kita cari sungguh sungguh : ” Apakah kita hidup, hanya untuk menghidupi hidup ?

Bandung, 10 April 2016

Originally Post From My Oldest Blog : http://www.angkasa13.wordpress.com

Advertisements

Jalan Pagi – Bikin Kaya

jalan-kaki-667x350

Sumber Foto + manfaat jalan kaki disini


Sudahkah anda jalan hari ini ? kata dian sastro kan minimal 10.000 langkah per hari biar tulang nya kuat … heee

 

Saya sedang membisakan lagi berjalan pagi di sekitar rumah, seminggu dua minimal tiga kali, dengan durasi 30-45 menit satu harinya. Ini asli jalan, ga pakai lari lari, jam yg enak  sekitar jam 6-8 pagi. Atau kalau ingin dapet sinar matahari yang agak panas bisa jam 8-9 an. Berhubung bukan orang kantoran, makanya jam jalan nya suka rubah rubah, sesuai dengan kerjaan.

Niat utama nya olahraga, karena jalan kaki yang dirutinkan ternyata bagus untuk kesehatan, kalau kita agak susah untuk menyempatkan olahraga ke gym, berenang atau jogging di track, jalan pagi itu udah bisa jadi pengganti, ga pakai biaya, dekat dan menyehatkan.

Katanya lagi jalan pagi itu baik untuk hati dan fikiran, bisa menjadikan kita bisa lebih berperasaan positif dan fikiran bisa lebih fokus, tajam,  konsentrasi meningkat,dan daya fikir melesat. Ini bener ! saya sering membuktikannya, ketika udah stuck atau lagi feeling gloomy ya dijalanin aja, maksudnya badan nya di ajak jalan, dan hasilnya fikiran bisa lebih jernih lagi dan berfikir lebih sistematis.

Tapi ada hal lain yang saya dapatkan saat jalan pagi, yang bikin saya ga bosen untuk melakukannya. Biasanya saya jalan dari jalan besar, ke jalan komplek, sampai gang gang yang kecil, dan saya melihat banyak hal dari jalan jalan yang saya lewati, rumah rumah yang saya lihat, dan orang orang yang saya temui.

Kalau pagi keluar jam 6 atau sebelum jam 6, saya banyak melihat orang orang yang bergegas pagi pagi untuk bekerja, atau bahkan sudah bekerja, seperti para pedagang makanan pagi yang sudah rapih siap untuk melayani para pembeli, para pedagang pasar dengan sayuran sayuran segar ny, ada yang tua dan muda, menyambut dan menjalani pagi dengan antusias.

Kemudian saya melihat para ibu ibu penjual yak*lt yang menawarkan produk mereka kerumah rumah dengan seragam khas mereka, ada yang memakai sepeda ada yang berjalan kaki saja, dengan barang dagangan di bahu mereka.

Ada lagi bapak pengumpul barang bekas, seperti bekas bekas minuman, kardus kardus bekas, yang dia cari dari sampah di depan rumah warga, atau di pinggir pinggir jalan, apa saja yang bisa ia jual kepada pengepul.

Ada tukang ojeg, tukang beca sampai pengemudi angkot yang menawarkan jasa mereka. Ada para guru yang bergegas berjalan untuk menuju tempat sekolah nya, ada para pelajar yang sudah ganteng dan cantik bergegas berjalan menuju sekolah.

Ibu ibu yang mengelilingi pedagang sayur, sambil tawar menawar dengan sang pedagang, dan sesekali bercengkrama dengan ibu ibu lainnya. Atau ibu ibu yang menggandeng anak kecil nya untuk diantarakan ke sekolah

Para pedagang keliling yang menanggung barang dagangannya di bahu, sambil berteriak menawarkan dagangannya, dari tukang buah buahan sampao kelentongan, berkeliling komplek sambil berharap ada satu rumah yang meminta nya berhenti, kemudian membeli dagangannya.

Sesekali ketemu orang yang tidak saya kenal, tapi kami saling melempar senyum, senyum sapaaan,senyum kebahagian, senyum kesyukuran. Ah senyum yang tulus itu membangkitkan energi yaa…

Entahlah, bagi saya jalan pagi itu tidak hanya tentang membuat badan menjadi sehat atau fikiran menjadi kuat. Tapi apa yang saya lihat ketika berjalan pagi, hal hal yangterlihat biasa dan sedehana itu, membuat hati saya menjadi lebih kaya, terdengar absurd ya, maksudnya kaya gimana ? hhe.. entahlah. Bagi saya melihat suasana pagi yang dijalano orang lain, membuat saya lebih optimis, lebih bersyukur dan lebih bersemangat. Itu sebuah kekayaan bukan ?

So, bagaimana dengan pagi mu ? jalan yuks …. ^_^

Ps : Ga ada foto, karena kalo lg jalan gitu males foto foto, trus nanti disangkain lagi cari pokemon lagi …. hhee