Membuang Kenangan

 

Beberapa hari yang lalu, tetiba saya ingin membongakar bongkar kamar, ingin membereskan dan mmbuang barang barang yang sebenarnya sudah tidak terpakai, namun masih di simpan entah karena alasan apa. Alasan yang kadang make sanse kadang juga engga.

Sebenarnya hal ini terinspirasi dengan obralan beberapa minggu sebelumnya dengan seorang sahabat, yang cerita sekilas tentang seni merapihkan pakaian yang sedang banyak di pakai di Jepang, yaitu KonMari Methode :   Keep things that you love, the things that bring you joy, everything else goes.

Well sebenarnya obrolan saya dengan sahabat saya itu, jadi lebih mendalam. Kita membahas tentang betapa banyak barang barang yang kita simpan di rumah, yang sebenarnya barang barang yang sudah tidak di butuhkan, barang barang yang sudah tidak ada fungsinya, we just keep it for no subtantial reason, contohnya barang barang dari masa lalu, barang barang yang sedikit menyimpan kenangan, atau barang barang yang kita bilang : “well someday maybe we need it”, tapi kadang -in fact- 1 tahun, 5 tahun, bahkan 10 tahun kemudian kita tak pernah memakainya kembali.

Obrolan kita berlanjut tentang bagaimana menyimpan barang barang yang tidak dipakai, atau merapihkan ruangan dari barang barang yang tidak berfungsi, bisa diibaratkan “membersihkan dan merapihkan” fikiran kita dari hal hal yang memang sebenarnya tidak perlu di fikirkan, seperti benda benda dari masa lalu, catatan catatan masa lalu, atau barang barang yang membawa kita atas kejadian atau moment tertentu.

Intinya, adalah memikirkan apa yang perlu kita fikirkan saja, memilah milah mana yang perlu kita simpan atau tidak, menyimpan apa yang memang membawa kebaikan dan kebahagian –joyness– untuk kita, membawa semangat, membawa harapan dan tuntunan, menghemat fikiran kita dengan hal hal yang berguna saja, Simply Life !!

 

Akhirnya akhir pekan kemarin, saya membongkar bebarapa sudut di kamar, melihat barang barang yang sudah tidak perlu di simpan, tidak ada kenangan yang subtansial. Akhirnya banyak sekali barang barang yang sudah tidak perlu di simpan, dari barang yang sudah lama di simpan, sampai yang baru baru saja.

Bahkan saya akhirnya memberanikan diri untuk membuang 3 buah buku diary saya, diary dari zaman SMP, SMA dan Kuliah -Masa masa itu, adalah masa ketika masih rajin menulis buku harian- padahal buku harian bisa disebut dengan memorabilia hidup kita. Tapi ahh… saat itu saya memilih membuang nya, membuang pahit manis yang pernah terjadi, kalaupun sesutu patut di kenang, pasti kita mengenang nya baik baik dan selalu ada dalam fikiran kita.

Akhirnya saya berhasil mengupulkan dua plastik besar benda benda, satu plastik mostly adalah kertas kertas, sisanya adalah barang barang lainnya. Dari mulai HP yang sudah lama sekali rusak, dan tak mungkin dipakai lagi, hingga kacamata yang pernah ada ikatan emosional di dalamnya.

Dan yang asiknya, setelah membuang benda benda yang ga perlu lagi, dan benda benda yang mengandung kenangan itu, hati dan fikiran jauh lebih tenang, fikiran seperti mempunyai ruang ruang baru yang lebih lapang.

Wahh ternyata membereskan ruangan bisa juga “membereskan”  hati dan fikiran

Bhy … Kenangann …. !!! Hhhaa

 

Advertisements

3 thoughts on “Membuang Kenangan

  1. 'Ne (Fitriane Lestari) says:

    Benerrr dan sepakat banget, setelah membuang benda2 tersebut lebih ringan rasanya terutama benda2 yg berhubungan dengan masa lalu. wah saya pernah dulu ngumpulin semua benda itu dan saya buang, dan itu semacam melepas apa yang menuh2in hati dan pikiran kita..hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s