Tahun Baru Yang Berbeda

#CatatanPertamaAwalTahun

#LatePost

2019 tampaknya menjadi tahun yang akan banyak “berbeda” dengan tahun tahun sebelumnya. Seperti awal tahun baru kemarin, suasana berbeda lumayan terasa. Kalau di tahun tahun sebelumnya, fenomena yang biasa terasa diantaranya adalah orang orang ramai mempersipakan diri untuk merayakan pergantian tahun.

Penjual terompet berhadiran di jalanan utama bahkan pemukiman, acara acara pagelaran dan perayaan di gelar di pusat pusat kota dan tempat wisata, acara acara televisi yang berlomba lomba sajikan perhelatan, orang orang berbondong bondong di jalanan, menghampiri keramaian.

Namun tahun 2019 ini saya merasakan banyak hal berbeda -terutama di Bandung, di kota saya- tidak terlalu banyak para penjual terompet, topi, dan simbol simbol tahun baru semacamnya. Orang orang pun tidak terlalu euforia menyambut moment pergantian tahun, biasa biasa saja, paling memilih berkumpul dengan keluarga saja, tanpa persiapan yang istimewa, kerena memang tahun baru selalu bertepatan dengan libur panjang anak anak sekolah.

Di kota saya tidak ramai dengan arak arakan, pawai, atau riuh ramai suara terompet bersahutan seperti biasanya, satu dua saja barangkali masih ada. Acara acara yang gegap gempita seperti sebelumnya berganti dengan muhassabah, yang diadakan di masjid pusat kota. Anak anak muda pun banyak yang memilih untuk hadir di kajian, atau diam di rumah saja. Acara acara televisii lokal pun, bisa biasa biasa saja, tidak banyak acara konser yang super meriah seperti biasanya.

Mungkin hal ini karena banyak hal yang terjadi di negri ini, tahun 2018 adalah tahun ujian untuk Bangsa Indonesia. Berbagai bencana alam terus beruntun datang tahun ini, belum persoalan persoalan lainnya yang belum kunjung selesai. Hal ini membuat kita semua semakin tersadar bahwa banyak hal yang perlu kita renungi, dari pada sekedar perayaan perayaan yang minim faedah, hura hura dan kadang dekat dengan hedonisme.

Saat pagi pun saya melihat berita, para petugas kota melaporkan bahwa tahun ini, jumlah sampah peninggalan tahun baru pun jauh menurun, tidak biasanya. Jalan jalan pusat kota pun lebih lengang, dan suara mercon kembang api saat “counting down” pergantian tahun pun jauh berkurang.

Semangat “Hijrah” yang semakin lama semakin kental terasa pun, sepertinya menjadi faktor lainnya. Pemahaman terhadap agama yang makin baik, membuat kita lebih tau dan mau menjalani mana hal yang perlu mana yang tidak. Mana hal yang bermanfaat dan mana hal yang hanya jadi sia sia saja.

Semoga sepinya perayaan tahun baruan tahun ini, adalah wujud kesadaran dan kepedulian banyak anak Bangsa, bahwa banyak hal yang perlu diperbaiki, direnungi. Dan semoga awal tahun -yang menurut saya lebih baik ini- menjadi pembuka tahun yang baik untuk Bangsa ini. Semoga kedepan akan beruntun berdatangan kebaikan dan keberkahan untuk Negri ini.

Aamiin …..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s