Do You Listening ?

Saat ngajar saya tidak terlalu suka mengajar dengan teori di awal, namun lebih suka mengajak para mahasiswa untuk melihat realita, mensimulasikannya, untuk kemudian menyimpulkannya dalam sebuah definisi teori

Seperti pekan ini, tema nya adalah tentang “Active Listening” saya mengajak mereka untuk langsung praktek bagaimana mendengarkan yang baik, benar dan produktif. Secara berpasangan mereka saling bergantian untuk mendengarkan cerita kawan bicaranya dengan seksama

Skill mendengarkan jarang diajarkan memang, kita lebih banyak mengutamakan skill berbicara. Training, motivasi, workshop pun kebanyakan membahas tentang public speaking, rasa rasanya belum pernah saya temukan tentang public listening.

Tak heran banyak orang yang lebih ingin didengar daripada mendengar. Tak heran kita sering kali tergoda untuk memotong , menyela, mengintrupsi pembicaraan. Padahal lawan bicara belum selesai menyampaikan maksudnya. Kita ingin buru buru menyampaikan apa yang ada dalam fikiran, dan menggap apa yang akan dikatakan oleh lawan bicara adalah suatu hal yang tidak penting.

Padahal skill mendengarkan ini adalah modal untuk kita dalam berhubungan baik, solid, dan produktif dengan orang lain. Kita akan malas bila berhadapan dengan orang yang tidak mau mendengarkan, tidak mau menyimak, mengabaikan kita.

Oh ya ada hal lain yang tak kalah penting dalam hal “mendengarkan”, yaitu menangkap makna yang ada dibalik rangkaian kata. Menangkap apa pikiran, perasaan, emosi, harapan yang tidak terungkapkan langsung oleh lawan bicara kita.

Karena seringakali pikiran dan perasaan yang sesungguhnya oleh lawan bicara kita tidak terungkap secara langsung. Hanya tersirat. Menjadi pendengar yang baik adalah, bisa peka terhadap akan pikiran, perasaan, dan emosi yang tersembunyi itu.

Dalam prakteknya dengan para Mahasiswa. Setelah mereka saling bergantian mendengarkan, saya meminta beberapa anak untuk maju kedepan, untuk menceritakan ulang apa yang telah mereka dengar, kemudian menangkap pikiran, perasaan, emosi yang tersirat yang, dalam proses mendengarkan tersebut

Less talk – Listen more adalah sebuah proses untuk mengasah rasa empati kita terhadap orang lain. Less talk-listen more membuat diri kita lebih peka, lebih peduli, lebih menghargai, lebih bisa bijak dalam menghadapi sesuatu.

So, Do You Listening ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s