Jangan Terlalu Fokus Pada Kelemahan, Sampai Lupa Mensyukuri Kekuatan

Lelahnya Saat Berusaha Mati Matian Tapi Hasilnya Biasa Saja

“Dulu waktu sekolah, saya sudah belajar mati-matian, tapi nilai Matematika dan Kimia saya nggak pernah tembus angka tujuh atau delapan. Paling mentok cuma dapat enam.”

“Nilai Bahasa saya justru selalu bagus. Padahal saya belajar biasa saja, mungkin karena saya memang menikmati pelajaran itu.”

“Saya sebenarnya suka banget ngerjain angka, data, dan kerja di balik layar. Tapi sekarang pekerjaan saya mengharuskan saya tampil di depan kamera setiap hari…”

Apakah kamu pernah merasakan hal yang sama? Baik dulu zaman sekolah ataupun saat ini saat sudah mulai masuk dunia kerja. Saat kamu terpaksa melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu sukai. Dimana rasanya waktu berjalan sangat lambat dan diri menjadi mudah stress dan tidak menikmati apa yang dikerjakan.

Atau mungkin kamu pernah berusaha sekuat tenaga, tapi hasilnya tetap biasa saja. Sementara orang lain tampak santai, tapi hasilnya justru luar biasa.

Ironisnya, kadang terjadi sebaliknya: kamu memberikan usaha yang biasa, tapi hasilnya justru memuaskan, bahkan melebihi ekspektasi.

Sebenarnya apa yang terjadi ?

Kekuatan vs Kelemahan: Mana yang Harus Diprioritaskan?

Katanya, setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi bagaimana kalau selama ini kamu justru terjebak—terlalu sibuk menambal kelemahan, sampai lupa mengembangkan kekuatan?

Jangan jangan yang kamu lakukan selama ini adalah fokus dalam menambal kelemahanmu dan tidak tahu bagaimana mengasah kekuatanmu. Sehingga apa yang kamu kerjakan sangat sulit mencapai hasil terbaiknya.

Jadi, mana yang seharusnya jadi fokus utama? Terus memperbaiki kelemahan, atau memaksimalkan kekuatan?

Namun, sebelum menjawab itu, ada ertanyaan yang sangat mendasar perlu Kamu jawab : “Apakah kamu benar-benar tahu apa kekuatan dan kelemahanmu?

Fitrah Manusia: Unik, Tak Ada yang Sama

Secara fitrah, Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda. Wajah, bentuk tubuh, warna kulit, dan tipe rambut—semuanya unik. Begitu juga dengan potensi, karakter, kekuatan, dan kelemahan setiap individu. Tak ada dua manusia yang benar-benar sama.

Sayangnya persepsi dan budaya kita masih menganggap kelemahan seseorang adalah kesalahan. Bahwa kelamahan adalah sesuatu yang harus  ditiadakan, sehingga lupa untuk menghidupkan sisi cemeralangnya. Bahkan seringkali sisi cemerlang itu tidak dihiraukan, dianggap tidak penting atau tidak signifikan untuk hidupnya.

Kita dituntut untuk serba bisa di semua bidang, sempurna di setiap aktivitas. Menjadi manusia serba bisa seolah olah jadi kewajiban

Anologikan dengan benda beda yang ada di dapur: ada pisau, penggorengan, panci, sutil, blender, dll. Bukankah setiap alat punya fungsinya sendiri? Kalau blender digunakan untuk menggoreng, apa jadinya? Apa jadinya bila sutil digunakan untuk mengiris? Barang barang yang digunakan tidak sesuai fungsinya, akan berakibat tujuan memasak sulit untuk cepat selesai, atau bahkan berantakan !

Ibarat tanaman ; beras, buah, sayur, masing masing punya manfaatnya masing masing. Apalagi manusia, makhluk yang paling sempurna, ia mempunyai peran dan kebermanfaatannya masing masing bukan?

Apalagi manusia! makhluk yang paling sempurna. Ia sudah dibekali dengan fungsi dan peran kebermanfaatannya masing masing.

Manusia dengan berbagai sifat, karakter, potensi dan pembawaan masing masing, sudah terinstal di dalam dirinya tentang apa yang menjadi fungsi & peran masing masing. Manusia punya peran spesifik di dunia ini, dimana dia akan berkarya dan menebarkan kebermafaatannya.

Fokus pada Kekuatan: Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri

Ibarat mata pisau yang memiliki sisi tajam & tumpul, maka tugas kamu adalah mengasah sisi tajam agar menjadi kekuatan. Ketika kamu fokus pada kekuatan, peran & fugsi kamu akan lebih terasa keberadaannya & lebih maksimal kebermanfaatannya.

Fokus pada kekuatan juga bisa memberi rasa puas dan bahagia, karena kamu melakukan sesuatu yang memang “kamu banget”.

Kembali ke Dasar: Sudahkah Kamu Mengenali Dirimu?

Sebelum terlalu jauh melangkah, mari kembali ke pertanyaan dasar diatas. Sudahkah kamu tahu apa saja kekuatanmu? Apa kelemahanmu? Apa keunikan yang membuat dirimu berbada ? Apa aktifitas terbaikmu?

Kesadaran tentang kekuatan dan kelemahan adalah langkah awal untuk menjadi pribadi yang autentik. Dari sinilah kamu bisa memaksimalkan potensi dan menjalani hidup yang lebih bermakna.

Kalau kamu masih bingung, yuk ngobrol bareng dan cari tahu bersama: apa sebenarnya kekuatan dan kelemahan dirimu disini.

Test Talents Mapping : https://bit.ly/TMNURISKA

Test Talents Mapping + Konsultasi : https://bit.ly/KonsultasiNuriska

Leave a comment