Allah Tidak Pernah Membiarkan Kita “Benar Benar” Kekurangan

Seberapa sering kita merasa begitu kekurangan, seberapa sering kita mengeluhkan kesusahan yang kita alami, kekurangan harta, cemas dengan kebutuhan masa depan. Ketika rasa itu menyelisip, kadang kita tak sadar kita telah tidak mempercayai atas pengaturan-Nya.

Padahal bila kita mau dan mampu melihat lebih dalam, kenikmatan yang Allah berikan lebih banyak dari usaha yang kita lakukan. Tak terhitung, kenikmatan kenikmatan dalam keseharian kita, yang  bukan dari usaha kita sebagai manusia, tapi semata mata karena kasih sayang nya, Ar-Rahman.

Kesibukan kita dengan keinginan keinginan material kita, atau dengan ambisi ambisi masa depan, dengan kenyataan, dengan kemampuan kita saat ini. Kita menjadi “meyakini” bahwa hanya usaha yang kita lakukan adalah yang akan menjadikan kita mampu mengejar kekurangan kekurangan itu.

Ini bukan tentang meniscayakan sebuah proses usaha – karena usaha, sebagai sunatullah nya manusia adalah hal yang tetap wajib di lakukan – , namun ini mengenai kepada apa kita menggantungkan hidup kita, apa pada usaha kita, apa pada pemilik alam semesta.

Saya bercermin pada hari hari yang saya jalani, kadang masih terbersit, bagaimana dan jika, bagaimana bisa besok saya tidak bisa memperoleh rizki, bagaimana apabila besok saya tidak bisa membayar ini, membayar itu.

In fact -yang saya rasakan- Allah tidak pernah membiarkan kita benar benar kekurangan, selalu saja dicukupkan, bahkan seringkali dilebihkan, walaupun usaha kita seringkali di luar dari standart.

I mean, apabila standar manusia, apabila ingin angka 10, dan kita mempunyai angka 2, maka 2 itu harus dikalikan 5. Tapi tidak dengan hitung hitungan-Nya, kadang angka 10 di dapatkan saat kita punya 2, dan perlu di kali 5, cukup di kali 3, tapi Allah kasih 10 bukan 6.

Selalu saja Allah memberi lebih, lebih dari yang kita usahakan. Kita nya saja yang kadang terlalu menggantungkan rizki kita, hidup kita, pada usaha usaha kita. Padahal usaha hanyalah sebuah perantara, keputusan dan ketentuan mutlak di tangan Nya.