Jangan Jangan Kita Tidak Bersyukur

Setiap kita diberikan bakat, potensi, kemampuan, keungulan yang berbeda. Tuhan tidak semata mata menciptakan makhluknya yang paling sempurna tanpa ada tujuannya. Saya percaya bahwa dalam setiap penciptaan Tuhan “titipkan” sebuah potensi unggulan, agar ia bisa bermanfaat bagi sesamanya. Bukankah Nabi Muhammad berkata :

“Sebaik baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya”

Ketika ada kata bermanfaat, berarti setiap manusia mempunyai potensi kebaikan, yang bisa menjadikan dia manusia bermanfaat. Tidak mungkin Allah ciptakan kita “kosong” begitu saja, Allah sudah berikan “modal” bagi kita untuk menjadi manusia bermanfaat.

Sayangnya kita tidak peka membaca apa “modal” yang telah diberikan oleh Allah untuk kita, padahal “modal” itu telah ada dalam diri kita, ada dalam pertanda pertanda yang telah lama Ia tampakan. Kita saja yang tidak peka mencernanya.

Kita sibuk kesana kesini mencari tau, mau jadi apa kita, mau berbuat apa kita, ingin seperti apa kita. Kita sibuk mencari tau, apa potensi terbaik kita. Padahal disisi lain kita sudah merasa dan diberikan pertanda tentang apa potensi alami kita, apa potensi unggulan kita, tapi kita abai melihatnya, kita samar mendengarnya, kita melihatnya seklias lalu mengabaikannya, atau hanya sesaat sesaat saja memperdulikannya.

Kita sibuk ingin menjadi orang lain atau ingin menjadi seperti orang lain, yang mungkin mengagumkan di mata kita. Atau barangkali kita ingin seperti orang lain di bidangnya yang terlihat sangat sukses, dan kita pun mendamba damba ingin sepertinya.

Kita lupa, Allah sebenarnya sudah menitipkan keunggulan yang khas pada diri kita, yang bisa jadi ketika kita peka melihatnya, peka mendengarkannya, kita bisa menjadi pribadi yang bermanfaat untuk diri kita, orang sekelililng kita, dan banyak orang di luar sana.

Kita sibuk mencari cari, padahal yang dicari sudah ada di dalam diri …

Jangan jangan kita sedang tidak bersyukur atas potensi, hadiah dan titipan yang Allah telah sertakan semenjak kita diciptakan. Kita merasa bakat, potensi itu hanya hal yang biasa biasa saja, tidak akan menjadi hal yang istimewa. Padahal tak ada yang tidak istimewa ketika kita adalah manusia ciptaan-Nya

Kita sibuk mencari cari, padahal yang dicari sudah ada di dalam diri, ah jangan jangan kita tidak bersyukur …

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s