A Day With A Mentor

Alhamdulillah, hari ini diizinkan oleh Allah bertemu dengan pa Erie Sudewo, salah satu orang yang ingin saya temui sejak lama. Orang yang pertama saya tau melalui buku nya tentang karakter, dan setelah saya cari ternyata beliau adalah Founder Dompet Dhuafa.

Kemudian saya mengikuti dan berteman dengan beliau di facebook, mengikuti status status beliau mengenai dunia sosial kemasyarakatan. Walau belum pernah bertemu langsung beliau, saya merasa beliau orang yang cerdas sekaligus bijak.

Jejak hidup beliau dalam mendirikan organisasi, mengembangkanya, menghebatkannya juga saripati beliau dalam mengurus kemaslahatan ummat menjadikan beliau cerdas, visioner  dan bijak. Allah kasih jalan saya bertemu beliau dalam sebuah forum, kemudian berlanjut mendapatkan kesemaptan untuk mendapatkan coach dari beliau, dengan beberapa teman lainnya.

Layaknya orang yang sudah merasakan saripati pengalaman dan kehidupan. Beliau masih bisa membuat kami “anak anak” didiknya merasa nyama untuk berkonsultasi, untuk bercerita tentang cita cita, keinginan, harapan kami di dunia sosial.

Walau awalnya ada rasa gugup, karena bertemu seseorang yang sangat senior, akhirnya perbincangan bisa mengalir dengan baik. Banyak insight yang didapatkan, banyak kebingungan yang akhirnya menemukan jawabannya, ada ide yang di dapatkan, ada hal yang tersadarkan, itu yang terpenting.

Pertemuan dengan beliau, menyedarkan saya banyak hal penting sekaligus membukakan fikiran saya. Bahwa ada hal yang terlewatkan, ada hal yang terlupakan, ada hal yang tidak diperhatikan.

Ahh, kemudian saya berkaca, betapa saya belum ada apa apanya, entah masih kurang serius, masih kurang fokus, masih kurang merapihkan langkah, masih kurang tegap menentukan arah.

Ahh,, terimaksih Pa Eri, telah bersedia menyediakan waktu dan fikrian, untuk kami yang masih terberai, tak rapih langkah. Semoga Allah menyehatkan Bapak selalu. Dan kami bisa mengikuti jejak bapak menjadi manusia yang bermanfaat seluas luasnya.  Aamiin …

 

Pa Eri

 

 

 

Advertisements

Dia Yang Selalu Setia

[ People In My Life ]

Orang datang dan pergi dalam kehidupan kita, sebagian besar berlalu begitu saja, sebagian singgah sebentar, sebagian kecil meninggalkan kesan, dan cerita yang mendalam

People in my life adalah beberapa orang yang menjejakan jejak yang dalam di hati saya, dalam kehidupan saya, yang meninggalkan tidak hanya kesan, namun cerita yang mendalam.

****

Namanya teh Isma, usianga lumayan jauh di atas saya. Sebenarnya awal pertama kenal sudah lama sekali, namun saat itu hanya sepintas saja, dan kini -kurang lebih- tiga atau empat tahun terakhir kami intens bertemu dan berinteaksi, karena sama sama berkegiatan dalam gerakan Nusantara Membaca dan Bakti Guru Nusantara.

Beliau adalah salah satu orang unik yang pernah saya temui, saya rasa di zaman kekinian seperti ini sudah jarang orang seperti beliau. Beberapa hal unik misalnya, beliau adalah orang yang senang berjalan kaki, apabila masih wajar bisa di tempuh dengan berjalan kaki, mengapa repot repot untuk pesan ojeg menurutnya, biar sehat ujarnya.. di zaman yang orang orang ingin serba cepat dan instan seperti ini, ia masih setia dengan hobi nya berjalan.

Lainya adalah beliau adalah orang yang sangat memperhatikan kesehatan, pola makan, pola minum, pola istahat, dan sering mengingatkan kami juga terutama mengenai makanan, beliau sangat perhatian sekali, sampai tak jarang membawa makanan dan cemilan di kantongnya untuk kami, tentunya makanan sehat.

Beliau adalah orang yang pintar dalam membuat hand craft, dari merajut, membuat kerajinan tangan dari manik manik, dan sebagianya, sangat teliti, tekun dan penyebar menurutku. Di tengah tengah zaman yang berprinsip kalo bisa beli – ya beli aja. Namun dia berbeda, dan itu yang saya suka. Kadang saat ia membuat sesuatu, saya hanya melihatnya dan kagum betapa sabar dan tekun ia membuatnya.

Hal yang sangat mendalam dari nya adalah, beliau adalah orang yang “SETIA” kira kira begitulah mungkin saya mendefinisikannya, setia terhadap kami sahabat sahabatnya, salah satu nya adalah setia dalam hal memenuhi janji nya, ketika ia menyanggupi untuk melakukan sesuatu, atau datang ke sebuah tempat, ia akan berusaha sekuat tenaga memenuhi janjinya, selama itu bisa ditempuh, ia akan datang. Padahal saya sendiri kadang masih kalah hanya dengan hujan gerimis sederhana, hingga membatalkan pergi atau memenuhi janji.

Satu hal lagi adalah, dia adalah orang yang sangat setia ketika temannya membutuhkan bantuan dan butuh seorang teman, beberapa kali ketika saya membutuhkan seorang teman, saat yang lain memang tidak bisa, beliau selalu ada. Ia menemani dengan sederhana, tapi ada.

Tidak hanya kepada saya saja rupanya, saya menyaksikan bagaimana ia begitu setia mengurusi keperluan sahabatnya saat sakit hingga meninggal, ia yang kesana kemari mengurus segala macam hal nya tanpa imbalan apa apa, hanya wujud kesetian seorang sahabat untuk sahabatnya …..

Ia Sangat Setia …..

Ahh… saya banyak belajar dari beliau, belajar menjadi pribadi sederhana, belajar untuk  tidak terlalu pusing mengikuti arus perubahan dunia, belajar untuk bagaimana berkarya tanpa ingin di pandang dunia, belajar menjadi diri sendiri, balajar sederhana, belajar setia…

Terimaksih teh Is, sudah mengajarkan ku banyak hal, bahkan mungkin kau tidak mennyadarinya bahwa kau mengajarkan ku banyak hal. Terimakasih untuk telah setia dan selalu ada, maafkan adik mu ini yang kadang kurang mengerti, kurang memahami, dan kekurangan kekurangan lainnya… semoga persahabatan ini akan berlangsung tak hanya di dunia, tapi kelak di Surga-Nya… Aamiin

Bagaimanakah Akhir Kita ?

KEPERGIAN ORANG SHALIHAH

Kemarin, ada sebuah berita duka, dari seorang kawan yang meninggal dunia di usia yang relatif muda. Namanya Teh Nia, saya tidak begitu dekat dengan beliau, namun kenal baik, kenal baik dengan suaminya juga. Kami aktif di komunitas yang sama waktu dulu, dan pernah satu kantor, di rumah zakat waktu itu.

Kepergian Teh Nia, setelah sakit kurang lebih 9 hari di HCU rumah sakit, meninggalkan duka bagi banyak orang. Beliau orang yang dikenal sangat baik hati, sederhana, bersahaja, ramah, perhatian, peduli, suka mendengarkan, tempat curhat, punya jiwa sosial yang tinggi.

Begitu banyak orang yang datang untuk taziyah, begitu banyak orang yang kehilangan, menangis mendengar kepergiannya, begitu banyak orang yang bilang bahwa beliau adalah orang yang baik, begitu banyak doa terucap.

 

14344704_10210001380129375_2818730822268936579_n14449892_10205323000913049_5200320414937350586_n

LALU BAGAIMANA AKHIR KITA ?

Kepergian beliau selain meninggalkan duka, meninggalkan semacam renungan diri bagi saya – mungkin bagi banyak orang juga -, tentang bagimana nanti akhir kita. Apakah berakhir baik dan meninggalkan kebaikan, atau justru sebaliknya, ada atau tidak adanya kita tak menjadi hirauan bagi orang, bersedih sesaat kemudian berlalu begitu saja. Tidak ada doa yang melimpah, tidak ada kebaikan yang ditinggalkan, ah …

Apa kita hanya merasa sudah baik, padahal sebenarnya kita belum berbuat apa apa, hanya rasa kita saja. Apa kita hanya merasa sebagai orang yang telah beramanfaat, padahal itu hanya fatamorgana saja, pesona mata semata, ahh….

Semoga…semoga kebaikan dan amal shaleh yang kita lakukan, benar benar amalan yang di benar benar di Ridhai Allah, memberikan manfaat untuk diri kita sendiri dan untuk banyak orang. Amalan amalan yang bisa melampaui usia hidup kita di dunia. Amalan amalan yang ketika kita tiada, amalan yang terus mengalir menjadi cahaya kubur kita, dan menjadi bahan “pertimbangan” Allah memberikan Ridha nya  untuk memasukan kita ke Surga-Nya, berkumpul dengan orang yang kita cintai, untuk bisa menatap wajah-Nya.

P.s : Teriring doa untuk wanita shalehah : Semoga Allah mengampuni dosa dosa mu, mengasihimu, memuliakanmu, dan memberi cahaya pada kuburmu. Dan semoga kami yang masih menunggu giliran misteri menjadi manusia yang khusnul khatmah. Aamiin…