Pesan Kece Dari Film Escape From Mr Lemoncello’s Library !!

lemon

 

Ceritanya kemarin seperti biasa saya hunting film, buat pengisi malam malam week end. Niatnya sih nyari film kolosal atau film misteri gitu, eh… tetiba mata ini tertuju pada sebuah cover film yang gambarnya sangat menarik dengan gambar anak anak ceria di sebuah perpustakaan.

Langsung aja saya liat ringkasan nya, dan setelah itu tanpa fikir panjang, saya langsung bungkus film dengan judul ” Escape From Mr Lemoncello’s Library ” inisebagai seorang peggiat budaya baca dan penyuka film anak anak, saya menerka nerka film apakah gerangan, apakah mirip mirip dengan cerita dari buku Perpustakaan Bibbi Bokken atau semacamnya.

—-

Nah jadi ini ceritanya tentang anak anak yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti semacam petualangan di perpustakaan miliknya Mr Lemmoncello. Perlombaannya adalah, barang siapa  yang bisa keluar paling terakhir  dari perpustakaan dengan selamat melewati pintu yang telah ditentukan dialah pemenangnya.

Singkat cerita, agar mereka bisa keluar perpustakaan dan tidak tereliminasi dari perlombaan, mereka harus bisa memecahkan teka teki dan membaca petujuk yang telah  di berikan oleh Mr Lemmoncello.

Anak anak mengalami berbagai peristiwa di dalam perpustakaan ini. Mereka masuk ke dunia cerita buku buku yang pernah mereka baca. Masuk ke pintu pintu dunia science, sastra, petualangan, misteri dsb, untuk memecahkan teka teki yang sambung menyambung di berikan oleh Mr Lemmoncello. Hingga akhirnya mereka berhasil keluar dari perpustakaan, dan menjadi pemenang

Pesan Tentang Membaca

Tentang alur cerita film ini agak sedikit mirip dengan film Charlie and the chocolate factory. Walau dari segi alur dan visual lebih menang fim ny Jhony Deep itu, namun film ini juara dalam misi pesan nya sangat bagus dan sangat spesifik.

Ya, pesan nya tentang membaca !!!

Pesan yang di sampaikan di film ini adalah bagaimana THE POWER OF READING, dimana membaca bisa merubah banyak hal. Bahwa dengan membaca tidak hanya tentang mengumpulkan ilmu pengatahuan, namun membaca bisa membantu dalam menganalisis sebuah permasalahan, mengkoneksikan banyak hal, hingga membaca bisa membantu untuk memecahkan masalah.

Buku buku yang mereka baca, membantu mereka dalam memecahkan teka teki dan misteri yang ada di perpustakaan, mereka saling mengkoneksikan cerita dan nilai dari buku yang telah mereka baca, hingga mereka bisa bekerjasama dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Saya salut dengan Nickelodeon, yang membuat film ini begitu ringan dan menyenangkan untuk ditonton bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Lebih jauh dari itu, saya lebih kagum atas “keseriusan” nya untuk membawa tema spesifik tentang Buku dan Membaca dalam sebuah film.

mr read3

 

mr read2

mr read1

Saya tidak sabar untuk membagikan info tentag film ini pada kawan kawan peggiat literasi, para orang tua, para guru, para mahasiswa yang mempunyai passion pada penggiatan literasi di Indonesia. Atau pada guru, orang tua atau siapa saja yang ingin suka membaca, masih belum suka membaca, dengan membawa pesan sesimple film ini, Bahwa membaca mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan.

 

#SalamLiterasi

Apa Pengaruhnya Membaca Pada Anak ?

Tadi pagi saya melihat sebuah gambar di time line kawan saya, gambar yang memperlihatkan anak sedang membaca. Dengan quote ” The Child Who Read, Will Be A Think Adult”.

Saya jadi teringat kepada seorang selebgram anak, bernama Kirana, yang cukup terkenal di kalangan para pengguna instagram. Seorang anak  yang tidak hanya cantik, lucu tapi juga cerdas namu tetap menyenangkan, dan natural layaknya anak anak.

Setiap orang yang mengikuti instagram Kirana, pasti mempunyai pandangan yang sama tentang kirana, tentang perkembangan nya bisa dikatakan diatas rata rata anak anak lain di usianya.

Diantaranya adalah dengan banyak nya perbendaharaan kata kata yang ia punya,  ia mempunyai kata kata yang sudah ia bisa mengerti, dan ia bisa ucapkan mewakili peraasaan yang ia rasakan .

Selain itu kemampuan Kirana untuk menggunkan berbagai bahasa,  baik bahasa ibu atau bahasa asing, dan bagaimana ia menggunakannya dengan tepat, sesuai dengan tempat dan dengan siapa yang sedang berbicara.

Begitu juga dengan berekspresi, kirana lebih dengan mudah mengekspresikan apa yang ia rasakan, baik suka, sedih, bingung, penasaran, kesal, rasa sayang, empati, simpati, peduli dsb, dengan kata kata yang ia punya. Sementara di usia ini banyak anak anak yang masih belum bisa secera tepat menggambarkan dan mengungkapkan rasa perasaan, emosi dan fikiran yang ia maksudkan.

Menurut saya. Kirana yang masih berusia kurang lebh tiga tahun, mempunyai kecerdasan emotional, intelektual yang hebat, tentunya tidak terlepas dari peran seorang ibu, yang sangat intens mendidik dan membina anaknya.

Di lihat di video nya, sang Ibu -Retno Hening- sejak dari dini, sudah mengenalkan kepada anaknya tentang membaca, tentang kosa kata, tentang buku, tentunya dengan cara cara yang menyenangkan, tidak dengan men-drilling kirana, tapi dengan membawa buku dan membaca sebagai sesuatu hal yang menyenangkan. Sehingga Kirana menganggap buku adalah teman bermainnya.

Kosakata yang banyak menjadikan anak lebih mudah memahami diri, memahami orang lain, memahami situsasi, dan kemudian mudah untuk menyampaikannya kepada orang lain.

kebutuhan perkembangan otak lebih tercukupi dengan lebih cepat, ketika anak lebih dini tau dengan banyak dikenalkan dengan membaca sejak dini, dikenalkan bukan dipaksa untuk bisa membaca sejak dini.

Hingga ketika sejak dini, sudah banyak kosakata yang anak anak tangkap baik secara verbal atau yang di dengar, maka tahapan selanjutnya akan lebih cepat ia jalani, karena tahap awal sudah ia lewati.

Hingga ketika anak anak lain, baru belajar mengumpulkan kosakata yang bisa mewakili dirinya, fikiran dan perasaanya, situasi, dan juga sekitarnya, maka anak anak yang sudah banyak diajarkan banyak kosa kata sejak dini, sudah jauh ke tahap selanjutnya  tahap pada mulai berfikir, mencerna  dan menganalisis.

 

4ce93e22-b2c7-4bd0-96a8-86687f5790d3

Maka, sedari dini mengenalkan membaca pada anak adalah sebuah investasi besar untuk masa depannya. Lebih dini anak belajar tentang aksara, tentang kosakata, yang akan membantu ia untuk mengetahui, mengingat, berfikir, berkonsentrasi dan menganalisis.

Tentunya bukan dengan cara cara yang memaksa, namun dengan cara cara yang menyenangkan. Seperti yang dilakukan oleh bunda Retno Hening, yang menjadikan belajar membaca adalah salah satu cara bermain yang menyengkan dan di tunggu tunggu oleh anak.

Dan kelak, anak yang sudah di dekatkan dengan buku dan membaca sejak dini, ia akan menjadi anak yang mempunyai minat yang besar terhadap buku, kepada mencari ilmu, lebih cepat berfikir, menganalisa, mengambil keputusan dan juga bercita cita besar.