Sebuah Cerita Tentang Cita Cita Saya Yang Aneh

nuriska

Saya tidak tahu kapan tepatnya saya mulai punya pemikiran seperti ini …

Dulu, ketika saya ditanya, atau ada obrolan seputar cita cita “Apa cita cita kamu ….” dari dalam hati selalu muncul jawaban ini ;

“Cita cita saya adalah mewujudkan cita cita orang lain …”

Pemikiran itu selalu muncul dalam benak saya ketika membahas tentang  mengenai cita cita atau impian. Walaupun seringkali jawaban itu tidak saya sampaikan, hanya jawaban yang berputar putar dalam benak saya sendiri. Sebaris kalimat itu alamiah saja muncul dari dalam diri, bukan karena buku, seminar atau pengaruh dari motivator motivator diluar sana

Kenapa ? karena waktu itu saya merasa bahwa cita cita itu aneh. Saya sendiri belum bisa mendefinisikan apa makna sebaris kalimat yang sering muncul dalam diri tersebut. Hanya sekali lagi, kalimat itu erat melekat dalam benak dan hati saya …

Yang saya tahu, saya sangat senang ketika  bisa membantu orang lain maju, saya sangat senang memberi saran kepada teman yang datang, dan entah mengapa teman teman pun seperti sering berdatangan ketika mereka butuh pandangan, pendapat atau arahan.

Saya senang mendengarkan ketika ada orang menceritakan apa yang sedang ia pikirkan dan  rasakan, kemudian memberikan arahan kepada kawan yang sedang gundah atau kebingungan, dan memberikan semangat, optimisme dan kepercayaan diri bahwa mereka bisa melalui itu. Walaupun saya sendiri bukanlah seorang psikolog, konselor ataupun motivator

Saya senang mengexplorasi keistimewaan orang lain, sekaligus senang memberitahukan mereka tentang adanya keistimewaan dalam diri mereka tersebut. Terkadang saya lebih jeli melihat keunggulan orang lain dibandingkan melihat keunggulan diri sendiri, dan terkadang saya lebih mendahulukan orang lain dibanding diri sendiri.

Kebahagiaan bagi saya adalah ; ketika orang percaya kepada saya, dimintakan pendapat, pandangan dan  ketika orang lain berubah atau bertumbuh, dan saya menjadi jalannya

Biasanya ketika ada yang datang kepada saya, dan mereka meminta pendapat saya tentang kondisi, masalah, dan kegundahan mereka, biasanya saya lebih bisa clear dan sistematis memberitahukan mereka tentang apa langkah langkah yang akan mereka lakukan.

Akhirnya jawaban itu saya dapatkan di tahun 2019. Setelah  mengikuti sebuah program  bernama “TALENTS MAPPING” . Dari test itulah akhirnya saya tahu, bahwa kekuatan pertama yang  saya miliki  adalah “DEVELOPER”, yaitu suatu bakat dimana suka untuk membuat orang lain maju dan bertumbuh. Bagi orang DEVELOPER, kepuasan batin nya adalah ketika melihat orang yang ia bantu, ia dampingi maju, bertumbuh dan berubah lebih baik, dan misi hidup orang orang lain adalah  adalah membantu orang lain untuk maju dan bertumbuh

Akhirnya …. terjawab sudah ...

Dulu saya merasa cita cita saya   “Mewujudkan cita cita orang lain” yang berputar putar di benak inii adalah sebuah keanehan, atau kenaifan. Di zaman saat banyak orang berlomba lomba  untuk memunculkan prestasi, pencapaian diri, dan eksisitensi nya  masing masing, saya tidak begitu berambisi. Biasa biasa saja ….

Tapi ketika ada orang lain yang terbantu atas saran saya, berubah cara pandang hidupnya setelah bertukar fikriran dengan saya, disitulah letak kebahagian saya ….

Rupanya Allah memang menitipkan amanah bakat “DEVELOPER” itu kepada saya, sebagai keunggulan  sekaligus tanggung jawab …

Akhirnya saya menemukan panggilan hidup saya, saya menemukan dimana jalan yang mesti saya tempuh sebagai khafilah di muka bumi ini. Akhirnya saya menemukan modal bakat yang Allah telah sematkan dalam diri saya, sebagai bekal hidup, kehidupan, penghidupan sekaligus bekal kebermanfaatan.

Sekarang tugas saya selanjutnya adalah menggali lebih dalam bagaimana saya bisa menjalankan amanah  tersebut.

Perjalanan masih panjang…

Menemukan bakat diri adalah titik awal, untuk menempuh perjalanan yang panjang. Saya masih terus harus belajar, menggali diri, melihat sekitar,  mencari tahu sekaligus melakukan kebermanfaatan apa yang bisa saya lakukan, dimana saya berperan, siapa yang akan saya bersamai.

Dan saya bersyukur saya telah menemukan jalan itu, saya telah menemukan titik start dimana saya akan memulai.

Jalan yang penuh dengan harapan, kebahagian dan kesyukuran. Bismillah …

Bagaimana dengan teman teman, sudahkan menemukan  fitrah bakat nya ?

 

Nuriska, Bandung, 5 Oktober 2019 …

 

 

Bagaimana Menemukan Diri Sendiri

Lets Finding Our Self

Salah satu yang penting dan prioritas untuk dilakukan dalam hidup ini adalah bagaimana “Menemukan Diri Sendiri”

Apa itu menemukan diri sendiri ?

Menemukan diri ada adalah tentang mengetahui siapa diri kita. Salah satunya adalah tentang mengetahui apa maksud dari penciptaan diri kita. Secara umum –Apalagi sebagai seorang muslim– kita pastinya sudah mengetahui, bahwa kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt.

Selain tugas beribadah langsung kepada Allah Swt, kita pun punya tugas lain saat hidup di muka bumi ini, yaitu sebagai Khalifah di muka bumi ini, sebagai “Perwakilan” Allah di muka bumi ini.

Karena Allah Swt menciptakan setiap diri kita, bukan tanpa tujuan, bukan tanpa maksud dan tujuan. Setiap kita mempunyai fungsi, dan peran masing masing sebagai Khalifah di muka bumi ini. Setiap manusia mempunyai misi yang ia emban, mempunyai tugas yang mesti ia selesaikan, sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah Swt.

Ketika kita sadar sepeuhnya, bahwa kita mempunyai peran yang kita emban dan tugas yang harus kita selesaikan, maka tugas kita berikutnya lah untuk mncari tahu, tentang ;

“Tugas apa sih yang Allah embankan kepada kita sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini … ?”

Dan mencari tahu tentang ;

Peran apa sih yang Allah ingin kita jalankan sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini …?

Disinilah tugas kita untuk memulai dan terus mencari tahu, menelusuri, mengekplorasi, menelisik diri, menggali, tentang peran dan tugas spesifik apa yang akan kita jalankan di muka bumi ini. Pencarian tentang peran diri ini memang bukanlah hal yang mudah, tidak singkat, namun tidak sesulit yang seperti yang dibayangkan.

Sebenarnya seringkali Allah memberikan kepada kita “tanda tanda ” tentang dimanakah peran kita sebenarnya . Bisa jadi melalui kecendrungan, kesukaan dan kecintaan kita terhadap sesuatu, atau dari di mana lingkungan kita bertumbuh, siapa dan seperti apa orang orang di sekitar kita, dari keingian tahuan kita terhadap sesuatu hal, kemudahan dan rasa menikmati dalam melakukan sebuah pekerjaan, dari prestasi prestasi yang mudah kita dapatkan dalam sebuah bidang, dan juga membuahkan hasil berupa materi ataupun nonmateri, dan lain sebagainya. Kitanya saja yang kadang kurang peka terhadap “tanda tanda” tersebut.

Allah Telah Bekalkan Fitrah Bakat Kepada Setiap Manusia

Ketika manusia diciptakan dan dilahirkan di muka bumi ini, Allah sudah sekaligus membekali diri kita dengan berbagai fitrah. Salah satu nya adalah fitrah bakat, fitrah potensi, fitrah keunggulan yang berbeda beda antara satu manusia dengan manusia lainnya.

Fitrah bakat ini adalah modal untuk kita memilih dan menjalankan peran dan menyelesaikan tugas sebagai manusia di muka bumi ini.

Fitrah bakat ini satu berbeda beda, antara satu manusia satu dengan yang lainnya. Seperti halnya beribu tumbuhan yang mempunyai manfaat yang berbeda beda. Begitu pun dengan manusia sebagai Khalifah-Nya, manusia mempunyai “varian peran” dan “varian kebermanfaatan” yang berbeda beda. Ada fungsi unik dan spesifik yang Allah titipkan kepada kita, sebagai perwakilan-Nya di muka bumi ini.

img_20190920_133759152434240.png

Ada yang dibekali Allah fitrah sebagai pendidik, sebagai ilmuan, sebagai pakar kesehatan, sebagai saudagar, sebagai pegiat sosial, sebagai pemakmur masjid, sebagai ahli rancang bangun, sebagai ahli analisa, sebagai pendamping masyarakat, sebagai penggagas ide ide besar, sebagai konselor, sebagai pebisnis, sebagai pembuat sistem, sebagai pembuat rancang bangun, sebagai pemelihara bumi, sebagai petugas kebersihan, sebagi penjaga keselamatan, sebagai penulis, sebagai ahli gizi, sebagai pakar keuangan, sebagai peternak, petani dan nelayan handal, sebagai ahli komunikasi dan masih sangat banyak lagi beragam peran yang tidak akan ada habisny bila disebutkan satu satu,

Masing masing peran itu penting dan sangat dibutuhkan dimuka bumi ini, semua peran itu mulia. Setiap peran mempunyai fungsi, manfaat dan kontribusinya masing masing, sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini.

Maka, tugas pertama kita adalah menemukan apa FITRAH BAKAT yang sudah Allah titipkan kepada kita, sebagai MODAL PERAN kita dimuka bumi ini. Agar kita bisa menjadi Khalifah yang Allah percayai untuk mengemban tugas di muka bumi ini, juga sebagai salah satu wujud ibadah kita kepada Allah Swt, Pencipta kita.

Wallahu a’lam bissawab …

Yuks kita temukan sama sama apa fitrah bakat yang Allah berikan kepada kita …

——–

Temukan fitrah bakat mu , Sila Klik : http://bit.ly/KonsultasiPotensiDiri