Natsamrat – Film Terbaik Dari India Dengan Tema Keluarga

Hasil googling nyari referensi film Alhamdulillah tidak sia sia …

Akhirnya bertemu dengan film dari India ini, judulnya NATSAMRAT, Film tahun 2016 yang dibintangi oleh Nana Patekar (Wajahnya cukup familiar, namanya baru hafal…hhee)

Film ini film yang apik banget, membahas permasalahan keluarga yang barangkali banyak terjadi dalam kehidupan nyata. Tentang bagaimana cinta orang tua terhadap anaknya, bagaimana psikologis orang tua ketika memasuki masa tua.

Mengupas juga bagaimana seringkali seorang anak ketika sudah dewasa, sudah berkeluarga, bersikap “merasa lebih pandai” dari orang tuanya, sehingga merasa wajar ketika “menghakimi” sang orang tua.

Ahh beneran film ini wajib di tonton oleh setiap kita, oleh kita yang merasa seorang anak, dari orang tua kita …

Saya ga akan ngasih “spoiler” nya, meningan di tonton aja langsung, rasakan emosi yang mengaduk ngaduk, meraskan apa yang dirasakan oleh sang orang tua ketika dunianya “terguncang” ketika disakiti oleh anak yang dibesarkannya…

Diwaktu yang bersamaan merasakan juga apa yang dirasakan oleh sang anak saat penyesalan terbesar ada padanya, ketika dia sudah meluluhlantakan hati orang tua tercintanya …

Pelajaran terbesar dari film ini  bagi saya adalah :

Jangan pernah menyakiti hati orang tua kita, jangan melukai hati orang tua kita, jangan merobek robek perasaannya, jangan membuat perih jiwanya …

Karena itu akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidup kita, dan entah apakah kita akan mampu menebus dan menemukan obat penawarnya….

Allah pun, selalu memerintahkan kita untuk memuliakan dan menjaga hati orang tua kita, selama mereka dalam ketaatan…

Pun misalnya ada orang tua yang  tidak dalam ketaatan kepada Allah wt, kita masih diperintahkan berbuat baik, ta’dzim, hormat, menghargai orang tua kita …

natsamrat

Semoga kita semua, selalu menjadikan orangtua kita adalah prioritas utama hidup kita, semoga kita selalu diberikan kemauan dan kemampuan untuk memuliakan orang tua kita …

Aamiin yaa rabb..

Coach Carter – The Power Of Vision [ Movie Review ]

leadershipmoviescoachcarter

Kesan pertama kali lihat gambar dari film ini adalah, tentang film film yang usung tema olahraga lainya. Tentang sebuah tim “underdog” yang berjuang untuk meraih kemenangan. Well ternyata, film ini lebih bagus dari yang saya kira, saya sedikit cerita yaa…

Oh ya film ini diangkat dari TRUE STORY yang pasti bakalan banyak nilai di dalamnya


 

Ken Carter adalah seorang pelatih basket yang diberikan kepercayaan untuk melatih sebuah tim basket di sebuah sekolah menengah atas (SMA), yang mana selama ini tim basket tersebut bukan termasuk tim unggulan di kota Callifornia.

Kota Richmond, California saat itu mempunyai tingkat kriminalitas yang terjadi tergolong tinggi, banyak kasus kejahatan, pembunuhan dan juga kasus narkoba yang terjadi di kota ini, terutama di lakukan oleh kalangan anak muda nya. Tingkat kelulusan dan kemauan untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi pun rendah. Mereka yang keluar sekolah menengah dan tidak meneruskan berkuliah, sebagian besar terlibat dalam kasus kriminalitas.

Berbagai peraturan Coach Carter buat , peraturan peraturan yang sebagian banyak orang nilai aneh, ekstrim, dan tidak ada hubungannya dengan permainan basket. Salah satu nya adalah dengan mewajibkan tim basket nya memakai pakaian resmi (memakai jas dan dasi) saat jam pelajaran sekolah. Hal ini kontan saja ditentang oleh para anak latih nya, yang selama ini merek berpakaian dengan gaya khas mereka dan  sesuka seleranya.

webANXCoachCarter6

Hal lain yang unik adalah, mereka harus memanggil satu sama lain, dengan panggilan “Sir” , baik di dalam lapangan, maupun di luar lapangan. Dan lagi lagi peraturan ini tidak bisa di tawar tawar. Panggilan keakraban antar mereka yang biasanyaa memanggil satu sama lain dengan kata “Nigga” (Negro) harus dihapuskan.

Belum lagi peraturan tentang bagaimana bila mereka terlambat, walau itu hanya 5 menit dengan alasan apapun, mereka harus membayar nya dengan hukuman yang sangat menyiksa. tidak ada dispensasi. Tak jarang kesalahan atau bantahan yang dilakukan harus di bayar dengan 10.000 kali push up.

Hal yang paling tidak biasa adalah, peraturan berikut ini. Bahwa setiap mereka harus memenuhi peraturan, bahwa indeks prestasi harus di angka 2,3. Bila tidak mereka harus keluar dari tim basket tersebut.

Dan semua peraturan tersebut tertulis di atas kontrakk tertulis, yang di tandatangai juga oleh orang tua mereka. Peraturan yang dianggap sangat berlebihan oleh para orangtua bahkan pihak sekolah sekalipun. Terutama tentang bagaimana setiap anak yang dia latih harus mempunyai indeks prestasi 2,3. Apa hubungannya prestasi akademik dengan permainan basket ? itu salah satu peraturan yang ditantang keras oleh para orang tua, para guru, bahkan kepala sekolah.

Coach-Carter-2005

Namun, bagi Coach Carter, peraturan tetaplah peraturan,take it or leave it. tidak ada tawar menawar. Bila masih ingin gabung, maka taatilah peraturan.

Walau berat, namun anak anak ini tetap jalankan. Kemudian  prestasi demi prestasi perlahan lahan mereka dapatkan. Hingga ada sebuah moment, di mana Coach Carter memutuskan tidak mau melatih lagi tim basket nya, dan mensegel lapangan basket hingga tidak bisa dipakai untuk bermain atau pun latihan basket, dikarenakan oleh satu hal, indeks prestasi mereka masih dibawah 2,3.

Ia  mau kembali melatih basket lagi apabila anak anak bisa mencapai indeks 2,3. Bila tidak maka tidak ada permainan ….

Nah kita kira gimana ending nya ?

Tonton aja ….

Film ini highly recomended buat para pendidik, pelatih, guru, mentor, motivator dan inspirator …

 


 

NILAI DAN PELAJARAN

“Coach Carter” sebuah film yang diangkat dari sebuah kisah nyata, pada akhirnya membawa beberapa nilai bagi saya :

Visi 

Seorang coach – pelatih, atau dalam bentuk lain misalnya  seorang guru, pendidik, mentor, harus memiliki visi yang jauh dan dalam, saat membersamai anak didik nya. Melihat yang tidak terliht, melihat tidak hanya apa yang ada di depan mata, tapi jauh dari itu, melihat ke masa depan

Tujuan Besar

Saat dia melatih tim basket nya, tujuan utama dan satu satu nya  bukan hanya tentang menjadikan tim nya menjadi pemenang dari turnamen ke turnemen. Namun misi nya lebih jauh dari itu, ia ingin menujukan dan mengantarkan anak didiknya bahwa mereka bisa untuk  meraih masa depan yang lebih baik, melalui dua jalur secara bersamaan, beriringan, jalur akademisi untuk meraih prestasi dan jalur olah raga untuk melatih mental mereka.

Dalam cerita ini, Coach Carter ingin anak anak latih mereka, optimis akan masa depan mereka.

Respect

Menghargai diri sendiri, menghargai orang lain, diajarkan oleh Coach Carter, ketka i mewajibkan panggilan “Sir” antar mereka. Dimana panggilan ‘Sir” adalah sebuah penghormatan. Satu peringatan yang keras, dari Coach Carter bahwa mereka tidak boleh memanggil sesama mereka dengan panggilan “Nigga” (Negro), karena panggilan itu adalah warisan masa lalu, untuk merendahan ras kulit hitam. Coach Carter mengjarkan bagaimana penghargaan, dimulai dari menghargai diri sendiri.

Brave To Do Diffirent

Visi, misi. dan tujuan besar nya banyak orang yang tak faham. Cara yang ia lakukan dinilai banyak orang terlalu extreme dan mengada ngada. Tidak hanya halangan bahkan ancaman ia terima, tapi sangat jelas  dengan visi dan misi nya, ia tak akan berhenti dengan keyakinannya, sampai dia bisa melihat hasilnya. Mission Have To Be Accomplish !

Tegas & Disipin

Seorang Coach, harus bisa menerapkan disiplin, atas peraturan dan kesepakatan yang telah disepakati bersama. Dan setelah itu, maka tidak ada tawar menawar, kecuali untuk hal hal yang memang masuk akal untuk diberikan pengecualian

Sensitivity

Ketika ada seorang anak, yang lebih “pembangkang” dari yang lainnya, Coach Carter berusaha melihat hal yang lebih dalam dari anak itu, mencari tahu apa yang sedang ia alami, masalah apa yang ia hadapi, hingga dia menjadi seorang pembangkang. Coach Carter dalam ke “ekstrim” an nya tetap melihat apa yang tidak terlihat.

STRONG WHY

Coach Carter, adalah seseorang yang  mempunyai STRONG WHY, seseorang yang mempunyai ALASAN KUAT saat ia melakukan dan memutuskan sesuatu. Dedikasi nya untuk melatih para anak basket ini, adalah untuk membebaskan mereka dari stigma yang terjadi.

Peraturan peraturan yang dinilai ekstrim oleh banyak orang adalah, untuk menghasilkan manusia manusia yang tak hanya tangguh d lapangan, namun menjadi manusia yang mempunyai keinginan kuat untuk meraih prestasi tinggi, dan menjadi seseorang yang bisa melihat bahwa masa depan bisa diraih dengan kemauan dan disipin yang tinggi.

Tanpa STRONG WHY yang baik, maka seseorang akan sangat mudah untuk dipatahkan keinginannya, cita citanya, harapannya.

 

CHANGE

Last but not least, peraturan peraturan yang ia buat dari hal kecil seperti mewajibkan memakai dasi, duduk di bangku terdepan ketika belajar, memanggil kata “Sir”, hingga peraturan harus memiliki indeks prestasi 2,3 pada akhirnya merubah banyak hal.

Merubah persepsi bahwa anak basket hanya bisa berprestasi di lapangan, ia patahkan. Kondisi pesimisme akan masa depan, ia patahkan. Terbukti dengan sebagian besar anak didik basket nya yang semula enggan untuk melanjutkan kuliah, akhirnya mereka mempunyai prestasi akademik yang baik, dan kemudian berhasil melanjutkan berkuliah, bahkan sebagian besar mendapatkan jalur beasiswa prestasi.

Selain itu, perubahan perubahan yang di terapkan oleh Coach Carter, telah mampu membentuk menta anak didiknya, dari lemah menjadi kuat, dari kemurungan menjadi penuh energi, dari pesimis menjadi optimis,

main-qimg-d54946cf34d18424d6b0ac2949933ecc-c

 

Udah segitu aja, panjang yaaa… hhee

Semoga Bermanfaat … 🙂

 

 

 

 

 

Film Coco, Bikin Meleleh

Seperti biasa, genre film kesukaan saya saat merasa suntuk dan butuh hiburan, adalah film horor atau kartun. Jadi dua genre itulah biasanya yang bisa mencairkan susana hati dan fikiran yang sedang mix out, hhe

^^^^^

Coco-(2017)-1-News

Nah pengen sedikit bahas tentang “makna” yang saya dapatkan dari film kartun ini. Tapi sebelumnya pengen bahas film dari sisi lain dulu.  Dari segi visual, film ini enakkkkkk banget penyajian warnanya, warna warna na cerah, namun sangat nyaman di mata, dan rasana film ini berbeda dari film disney lain nya.

Selain itu, yang saya suka adalah aksen amerika latin. mexico tepatnya. Aksen nya kerasa banget, juga wajah wajah khas tanah latino yang sangat khas, begitu diangkat dalam film ini.

Karena ini film musikal, hal lain yang istimewa adalah nyanyiannya, yang khas dengan petikan gitarnya. Jadi inget Santana pas liat film ini (anak 80 an kayanya hafal deh ama Santana :D).

Coco_(2017_film)_poster

Nah mungkin dari segi cerita, kawan kawan bisa searching tentang apa film Coco ini. Secara singkat film ini mengangkat kisah seorang anak bernama Miguel, yang “dtakdirkan” menyebrang alam lain, sehingga bertemu dengan leluhurnya yang sudah meninggal. Miguel mempunyai misi untuk bertemu dengn kakek buyutnya yang mana ia merasa diturunkan bakat bermusiknya dari kakek buyutnya itu, dan kemudian di perjalanan ia mendapakan kisah yang tak terduga.

Saya rasa puncak film ini sebenarnya terjadi di akhir akhir film, film yang membuat saya tak terasa berlinang air mata, beberapa scene berurutan membuat saya terisak terus menerus, rasanya baru kali ini saya nonton film kartun yang bisa bikin menangis.

Padahal tidak ada adegan yang lebay, atau drama yang berlebihan. Adegan nya hanyalah adegan perpisahan, adegan seorang ayah dengan seorang anak, dan adegan dimana seseorang tengah mengenang orang yang sudah tiada. Tiga adegan berturut turut itu, berhasil menjebol air mata saya, dan mungkin banyak penonton bioskop yang lain juga, pesan yang di sampaikan cukup dalam.

Bagi saya seorang Muslim, kemudian mengambil makna seperti ini, bahwa jangan sampai kita lupa untuk mendoakan orang tua, kakek nenek, para pendahulu kita, orang orang yang menjadi jalan kita ada di dunia ini. Karena doa doa kita yang masih hidup, akan sangat bermakna bagi mereka, merek membutuhkan doa dari kita anak anak dan cucu cucunya.

coco

Habis film itu saya diam beberapa saat, langsung ingat kepada ayah, kakek nenek, Uwa, yang sudah mendahului, ahh betapa saya terkadang lupa mendoakan mereka semua. Dan hal lain adalah betapa pentingnya makna keluarga, dan bagaimana menanamkan cinta dan ikatan yang kuat antar keluarga, agar kelak entah siapa yang terlebih dahulu “pulang”, kita senantiasa teringat untuk mendoakan.

Satu hal lain, adalah semakin kuat keinginan untuk berkeluarga, mempunyai anak anak yang soleh/solehah. Bukan tentang agar nanti ada generasi keturunan kita saja, namun agar kelak ada yang mengingat kita dalam doa doa mereka saat kita sudah tiada, ada doa doa dari mereka, anak cucu kita, yang akan melapangkan dan menerangkan kubur kita.

coco lagi

Ahh… jadi meloww… hhee

Pokoknya film ini recomended untuk ditonton, untuk orangt tua bahkan

Happy Watching Ya