Akhirnya Anak NTT Punya Sekolah

Alhamdulillah, Masya Allah, Allahu Akbar ..

Akhirnya segala doa dan usaha untuk membangun sekolah di salah satu pulau terpencil di NTT ini terwujud. Memang baru satu ruang kelas yang terbangun, dari tiga kelas yang dibutuhkan oleh anak anak di Pulau ini

Namun, satu kelas yang berhasil terbangun di Pulau yang sangat minim akses pendidikan ini menjadi harapan dan energi bagi semua orang. Bagi para siswa, para guru, para orang tua di Pulau ini. Anak anak bisa sekolah dengan lebih nyaman dan aman, tidak lagi kehujanan dan kepanasan, atau harus menyebrang Pulau di kala gelombang besar dan cuaca tidak bersahabat untuk bersekolah

Bagi kami yang menginisasi program #BangunSekolahNTT pun begitu. Berdirinya satu kelas di Pulau ini menjadi energi dan keyakinan yang mendalam bagi kami, bahwa dimana ada keinginan untuk berbuat kebaikan, maka akan selalu ada jalan.

Walau kadang memang tidak mudah, naik-turun, jatuh-bangun, kadang terselip pertanyaan “Bisa ga yaa ….”Mampu ga yaa…”…”Uangnya dari manaa yaa…” adalah sesuatu hal yang wajar, kita hanya manusia yang tidak akan pernah bisa 100% menjamin bahwa segala sesuatu akan terwujud sesuai dengan keinginan kita.

Namun ketika kita punya “STRONG WHY” akan sebuah hal yang sedang kita perjuangkan, maka walau terkadang hal itu tidak semulus landasan bandara, somehow maka apa yang kita perjuangkan tersebut akan berhasil terwujud.

That the essence of faith and deed

Sebenarnya bila difikir lebih mendalam lagi, kami lah yang selayaknya patut bersyukur … bersyukur karena telah diberikan berbuat kebaikan, kesempatan untuk beramal soleh, kesempatan untuk bisa bekarya, kesempatan untuk bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

Karena kesempatan berbuat kebaikan, kemampuan berfikir, kemampuan untuk bergerak dan melangkah, kepercayaan orang lain, itu adalah sesuatu yang mahal, berharga, dan tidak akan terwujud bila tidak IA izinkan, tidak mungkin terwujud tanpa Ridha-Nya.

Maka, tidak patutlah kita berbangga berlebih dengan pencapaian pencapaian kita, karena sejatinya, apa yang mampu kita lakukan, adalah atas persetujuan-Nya, atas Ridha-Nya.

before1

kitabisa 2

Sekolah NTT ini adalah hasil kerja berjamaah banyak orang, adapun saya dan teman teman di Kebukit Indonesia yang membuat program ini, hanyalah perantara yang di tunjuk Allah untuk menjadi jalan kebaikan banyak orang.

Terimakasih ya Allah …

Mohon doanya, saat ini akan dibangun kelas kedua di Sekolah Dasar Pulau Pangabatang.

Teman teman yang ingin ikutan support anak anak NTT mempunyai pendidikan yang layak, bisa menghubungi kami. Apapun bentuk bantuannya, akan sangat berharga buat anak anak di sana …

Silahkan, feel free to contact me yaaa … 🙂

https://wa.me/6281320671151

Selamat Istirahat …

Bandung, 21 Juli 2019

Bangun Sekolah NTT

Bangun sekolah NTT adalah sebuah program pendidikan yang saya dan teman teman Kebukit Indonesia.  Program yang bertujuan untuk membantu memajukan pendidikan di Indonesia Timur, khususnya di NTT.

Program ini diawali dengan pendirian sebuah sekolah di Pulau terpencil di Kepulauan Flores, bernama Pulau Pangabatang. Disini sudah ada Sekolah Dasar dengan kurang lebih berisi 40 siswa.

Namun, bangunan yang mereka punyai masih sangat dari kata layak. Bangunan sekolah yang hanya berupa dua ruangan sempit, beralasakan pasir, berdinding bambu, beratap seng. Bangku bangku pun sangat apa adanya. Jangan ditanya apakah mereka mempunyai buku pelajaran yang layak, alat tulis yang memadai, dsb. Sebuah fasilitas pendidikan yang jauh dari kata ideal.

Namun, kami melihat perjuangan mereka untuk pendidikan sangatlah besar. Contohnya, karena ruang kelas yang terbatas, siswa kelas 5 dan kelas 6, mereka harus menyebrang lautan untuk bisa bersekolah di Pulau sebelah. Atau pilihan lainnya adalah, diusia sekecil itu, mereka harus “indekost” atau menumpang tinggal di rumah warga di Pulau sebrang.

Bayangkan, anak sekolah dasar yang masih kecil, harus rela berjauh jauhan dengan orang tua nya, agar mereka bisa menuntut ilmu. Hal ini lah yang membuat kami tergerak untuk membantu mereka, untuk mempunyai bangunan sekolah yang lebih layak. Agar mereka tidak perlu lagi kepanasan, kehujuan saat sekolah. Agar mereka tidak perlu berdesak desakan lagi di dalam kelas. Agar mereka tidak perlu lagi menyebrang lautan di usia sekecil agar bisa bersekolah.

 

 

Semangat mereka lah, kesungguhan mereka lah yang menjadi energi bagi kami tim Kebukit Indonesia untuk membantu mereka, ikut menjadi bagian dari perjuangan mereka.

Bismillahirrahmanirrahiim …

Ini adalah modal kami, modal utama kami untuk bergerak, memberitahukan, mengajak, menghimpun berbagai support dan bantuan dari banyak orang. Karena kami tidak mampu bila mengerjakan ini sendirian …

 

 

MENYEBRANG LAUTAN UNTUK BERTEMU PARA GURU … [ PART 2 ]

Akhirnya setelah melewati kurang lebih 3 jam perjalan memakai perahu, kami tiba juga di sebuah Pulau, namanya Pulau Parumaan. Pulau dimana kami akan bertemu dengan para guru.

Part satu nya bisa dilihat DISINI

IMG_4744

Menjejak tanah berpasir, adalah sebuah kelegaan setelah mengarung lautan yang kadang ombak nya merendah kadang meninggi. Menjejak pulau yang mempunyai landscape yang berbeda dengan apa yang saya lihat keseharian di Bandung adalah suatu kebahagiaan, melihat sisi lain yang berbeda dalam kehidupan adalah sebuah kesyukuran.

Dan kemudian, kami bertemu dengan para pengabdi pendidikan di Pulau ini. Kado lebaran untuk guru adalah sebuah program yang diadakan oleh KEBUKIT, sebuah program tanda terimakasih untuk para guru yang tiada lelah mengabdi untuk pendidikan anak negri.

Alhamdulillah tahun ini saya ditugaskan untuk mengantarkan langsung kado lebaran untuk lebih dari 100 guru ke wilayah NTT. Sedangkan tim yang lain bertugas di wilayah lainnya. Menemui para guru yang masih belum banyak mendapatkan perhatian akan kesejahteraannya, terutama di wilayah wilayah pedalaman ata terpencil di Indonesia.

 

 

Bertemu dan berbincang dengan mereka adalah sebuah kebahagian, belajar tentang bagaimana itu pengabdian dan keikhlasan dalam sebuah bahasa yang sederhana : ingin mejadikan anak anak di Pulau ini lebih pintar dan bisa menggapai masa depan yang lebih baik kelak.

Apa yang kami bawa saat itu, sebenarnya sangat tidak seberapa dibandingkan dengan pengabdian mereka. Bahwa kami lah sebenarnya yang patut berterimakasih, telah dicontohkan bagaimana itu pengabdian sesungguhnya, pengabdian yang jauh dari hingar bingar pemberitaan, pengabdian yang merupakan nafas keseharian.

IMG_4867IMG_4843IMG_4861

Semoga tahun depan dan tahun tahun berikutnya, kami bisa lebih banyak membawa Kado Lebaran Untuk Guru, berbagi kesyukuran dan kebahagian untuk mereka para pengabdi pendidikan negri ini.

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin ….