Bersyukur Tanpa Membandingkan

Ini tentang bersyukur. Tentang menerima dan berterimakasih atas apa yang telah kita miliki atau kita dapatkan. Tentang menerima dengan suka cita apa yang telah datang kepada hidup kita, baik diminta atau tidak diminta.

Kemudian apakah bersyukur itu perlu pembanding, perlu komparasi ? Seperti kalimat umum : ” Bersyukurlah kita masih bisa makan hari ini, coba lihat di luar sana, banyak orang orang yang masih kelaparan ” atau tidak asingkah perkatan seperti ini “Bersyukurlah engkau masih punya orang tua, lihat mereka yang orang tua nya udah tidak lengkap”

Salahkah perkataan itu ? ahh tidak…

Namun, haruskah bersyukur itu menyertakan pembandingan, haruskan menyertakan sesiapa pun itu yang tidak diberikan “kenikmatan” seperti kita ? seolah olah mereka tidak beruntung dan kita yang lebih beruntung? bukankah setiap orang diberikan anugrah dalam porsi masing masing.

Ketika kita tidak/belum memperoleh “kenikmatan” dalam satu bagian kehidupan, bukan berarti kita tidak beruntung, isnt ? begitu pula sebaliknya. Setiap orang diberikan porsi nya masing masing. Kesyukuran berarti keberuntungan, kesyukuran tidak mesti pembandingkan, kesyukuran itu bukti penerimaan, keberterimakasihan, dan pemanfaatan untuk kebaikan bukan ?

ahh.. ini hanya tulisan keresahan saya saja, yang juga pernah bersyukur dengan syarat, dengan syarat “melihat” keluar, padahal bersukur cukup dengan “melihat” kedalam. Dan kemudian sedang melatih diri bersyukur tanpa syarat, tanpa pembandingan, cukup BERSYUKUR saja

Advertisements

2 thoughts on “Bersyukur Tanpa Membandingkan

  1. Novi says:

    Salam kenal. Akhirnya saya temukan orang yang juga merasakan “ketidaknyamanan” saat mendapat nasehat untuk bersyukur karena masih ada orang yang lebih kurang beruntung. Terima kasih, somehow saya merasa tidak sendirian lagi, it’s not just me! It is okay to be grateful without having to look up to others.

    Like

    • Nuriska Fahmiany says:

      Haaiii haiii Salam kenal mba Novi… Wahhh happy to know you …

      Karena di orang2 yg kita suka bilang “kurang beruntung” pun, Allah memberikan kenikmatan dan kebahagian dengan caraNya yang berbeda beda 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s