Meledaklah. Seperti SUPERNOVA

supernova

Sumber Gambar Disini

 

Supernova adalah cara bintang mengakhiri hidupnya, karena setiap bintang mempunyai siklus hidup tertentu, usia tertentu.

Sebuah bintang yang sedang mengalami SUPERNOVA akan sangat cemerlang, terang, bahkan kecemerlangannya bisa ratusan kali cahaya biasanya.Beberapa waktu sebelum meledak sang bintang bisa melepaskan energi setara dengan jumlah cahaya yang ia lepaskan seumur hidupnya.

Splendid …..

Seperti itu lah sebuah bintang memberikan sesuatu yang terbaik di akhir hidupnya, melipat gandakan energi nya hampir setara dengan seluruh waktu hidupnya, dan memberikan kecemerlangan yang mengagumkan, kemudian meledak dan tiada.

Saya coba analogikan dengan kehidupan seorang manusia, yang telah ditetapkan sebagai Rahmatan Lil Alamin. Rasanya kita bisa mencontoh dari sebuah bintang, yang memberikan energi yang terbaik dalam hidupnya.

Memberikan manfaat yang terbaik bagi dirinya, keluarganya, sekitarnya, bagi dunia, bagi alam raya. Memberikan great ending dalam episode hidupnya -tidak sekedar happy ending- menjadi khusnul khatimah, hidup dengan akhir yang baik.

Namun ….

Tak berhenti disitu, kehebatan sebuah bintang ketika ber-supernova, di akhir hidupnya. ledakan tubuhnya melontarkan unsur unsur tertentu ke ruang angkasa, dan bahkan unsur unsur tersebut bisa bergabung menghasilkan sebuah bintang atau planet baru, dan “membuat” kehidupan baru ….

 

Lagi, belajar dari sebuah bintang, ketika dia berakhir dia tidak hanya meninggalkan sebuah “nama”, namun meninggalkan unsur-unsur bermanfaat bagi ruang angkasa. Menjadi manusia yang meninggalkan kebaikan yang berlanjut, peninggalan yang berharga, bermanfaat untuk sekitarnnya, kebaikan yang bisa dilanjutkan oleh generasi berikutnya, kebermanfaatan yang berkelanjutan, hingga akhir masa.

Semoga ….

Kita bisa menjadi manusia-manusia yang meledak seperti SUPERNOVA, memberikan yang terbaik di akhir hidup kita dan meninggalkan sebuah warisan kebaikan untuk semesta. Di lain sisi kita tak akan pernah tau kapan akhir hidup kita.

Maka, asumsikan lah bahwa masa ini adalah masa akhir hidup kita, hingga kita bisa “meledakan” kebaikan, kebermanfaatan, kemaslahatan jangka panjang, tak hanya kita, tak hanya keluarga kita, namun pada orang orang yang ada di sekitar kita.

Amin Ya Mujibassailin ….

P.s : Sebuah doa dan perenungan untuk diri sendiri

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s