Pintar Karena Susu Formula ?

Suka merasa sedikit kesal dengan beberapa tayangan pariwara yang ada di televisi. Mungkin banyak orang juga yang sudah merasakan hal yang sama. Salah satu nya adalah pariwara tentang susu anak, atau hal hal yang berhubungan dengan makanan dan minuman anak.

Beberapa pariwara iklan susu misalnya, yang terlalu berlebihan tentang manfaat ketika seorang anak mengkonsumsi suatu merek susu. Anak yang bisa lebih pintar , anak yang bisa lebih peka dan peduli, anak yang lebih berprestasi dibandingkan anak lain yang tidak mengkonsumsi susu tersebut, dan hal hal lainnya.

Apabila mengkonsumsi susu dihubungkan dengan kesehatan dan daya tahan seorang anak, masih bisa diterima oleh nalar. Namun apabila mengkonsumsi susu di hubungkan dengan kepedulian anak dan kepekaan anak, atau menjadikan anak mempunyai empati yang baik dibandingkan teman temannya, rasanya terlalu berlebihan.

Saya bukan nya tidak setuju dengan manfaat susu, dengan apapun kandungan manfaat di dalamnya, karena pasti ada manfaatnya, untuk tumbuh kembang seorang anak. Namun apabila disajikan terlalu berlebihan bisa jadi  berakibat beberapa hal, misalnya, miss persepsi orang orang yang sangat “awam”, apabila mau anak anak jadi pintar, berprestasi, peka, peduli ya cukup dengan kasih susu saja.

Tentunya ini adalah hal yang menyesatkan. Apalagi apabila ada orang orang yang “termakan” iklan tersebut, hingga beranggapan bahwa posisi ASI bisa tergantikan dengan susu formula.

Hal lain adalah bisa jadi, kalangan yang sudah tereduaksi dengan baik tentang bagimana membentuk kecerdasan anak baik intelektual, emosional dan lainnya, menjadi tidak simpati dengan produk susu yang terlalu berlebihan, karena mereka faham, bahwa membentuk kecerdasan, kepekaan, empati anak butuh lebih dari sekedar asupan susu, – terlepas dari banyaknya kontrofersi mengenai susu formula -.

Perusahan susu bisa saja, “membela” diri nya karena pendekatan yang mereka buat adalah dari sisi nutrisi atau gizi yang terkandung di dalamnya. Namun tetap saja, menurut saya iklan itu harus bisa “bicara” dengan cara yang wajar, kalau masih belum bisa ke dalam tahapan mendidik. Apalagi yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak, jangan jadikan sumber komersialisasi dan industrialisasi saja.

Padahal ada juga iklan susu yang mengiklakan susu nya dengan wajar, bahwa rasa susu nya disukai anak anak, selain itu mengandung zat, nutisi, dll yang baik untuk kesehatan anak, dan bisa membantu menutrisi otak nya. Cukup sampai disitu, tidak berlebihan.

Ah harusnya lembaga yang bertanggungjawab terhadap pariwara yang beredar di media media cetak dan elektronik, harus lebih kritis dalam memberikan izin tayang, bukan hanya tentang aman dari hal hal negatif, tapi juga dari hal hal yang bisa menggiring persepsi masyarakat ke persepsi yang salah.

susu

Sumber Gambar : Google

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s