Sepenggal Pusaka, KHALID BIN WALID

Baginya menjadi prajurit ataupun menjadi panglima adalah sama saja …

Khalidibnal

 

Itulah salah satu pusaka yang saya dapatkan, ketika membaca kisah mengenai Khalid Bin Walid, Sang Pedang Allah. Beliau adalah seorang sahabat rosul sekaligus panglima besar yang telah menaklukan banyak perang. Dulu ia adalah salah satu orang yang paling keras ingin menentang Islam, namun saat cahaya Allah menghampiri hatinya, ia pun menjadi yang paling keras membela islam.

Ia adalah seorang pasukan yang banyak dipercayai memimpin banyak perang, dan banyak pula perang yang dimenangkannya. Nama Khalid Bin Walid seperti magnet bagi pasukan islam, semacam nama yang dapat membakar energi pasukan pasukan yang bahkan sedang mengalami kelelahan mental atau ketidakyakinan atas kemenangan.

Panglima perang yang keras hatinya, namun luas hatinya …

Dalam sebuah peperangan, saat kesekian kalinya mendapatkan kepercayaan untuk memimpin pasukan, ia membuat sebuah peraturan, bahwa perang itu akan dipimpin secara bergantian. Tak hanya dia yang memimpin, tapi setiap orang yang mampu berhak untuk memimpin.

“ Hari ini adalah hari hari Allah, tak pantas kita menyombongkan diri dan bertindak melampaui batas. Mari kita bergantian menjadi panglima pasukan “

Apa yang ia lakukan adalah agar tidak ada rasa iri, dengki, hasad, diantara sahabat seperjuangannya. Selain itu apa yang ia lakukan adalah agar setiap orang merasa memiliki, sehingga menjadi kekuatan kebersamaan.

Dia tidak ingin mendominasi, ia ingin sesama mukmin saling memiliki,. ia membuat setiap orang merasa punya andil, setiap orang merasa berperan, setiap orang merasa dibutuhkan, setiap orang dianggap ada. Dibalik ke kerasan wataknya, ia adalah seseorang yang luas hatinya, lembut pemikirannya.

Baginya sama saja, ketika ia ditempatkan, diberikan amanah, diberikan kepercayaan dan tanggung jawab, tidak ada salah satu nya yang bisa membuat nya lebih jumawa atau terhina. Baik ketika menjadi atasan atau saat menjadi pasukan yang menerima perintah.

Semua adalah tentang pengabdiaan kepada Allah Swt dan Rosul tercinta.
Karena bukan kedudukan yang ia cari, bukan terhadap tahta ia mengabdi, bukan terhadap pesona dunia atau pengakuan sesama.

Sebuah nilai cermin diri untuk kita, apakah kita berbuat terbaik hanya ketika itu dilihat, mengerahkan segala energi diri karena sedang di pandang, karena kita sedang muncul di permukaan.
Ah menjadi cermin diri, apakah kita mampu berbuat yang terbaik , ketika tidak ada seorang pun yang tau, ketika hanya kita dan Ia. Ketika tidak ada yang menyaksi, ketika luput dari pandangan siapapun, bahkan udara pun tak tau apa yang kita lakukan.

Seperti Khalid Bin Walid, Di matanya hanya ada pandangan Allah saja yang ia rasa, maka baginya menjadi prajurit atau pun menjadi panglima, sama aja …
Allah tujuan nya …

Setelah berulang ulang membaca kisah beliau, kisah Khalid Bin Walid

Rasanya saya jatuh cinta …

Pada sosoknya

Panglima besar, Khalid Bin Walid

The Sword Of Allah – Sang Pedang Allah

.

.

.

.

khalid 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s