Every Body Need Idol

Setiap orang butuh idola.  Beberapa fenomana yang saya amati, interaksi dengan berbagai komunitas, percapakapan mendalam dengan beberapa kawan, Akhirnya saya ada di titik keseimpulan itu.

Seorang manusia di usia berapapun dia butuh orang yang bisa dia lihat, dia jadikan figure, yang akan menjadi tolak ukur, panutan dalam melakukan sesuatu. Bahkan figure ini akan menjadi “kiblat”  untuk dia dalam pola pandang dan pola berfikir nya.

Dalam sebuah percakapan dengan kawan kawan dari komunitas punk hijrah , mereka bercerita, tentang bagaimana pengaruh grup band favorit mereka yang tidak hanya mempengaruhi gaya bermusik mereka, namun juga mempengaruhi pola pandang mereka.

Saat sang idola mengatakan sesuatu hal, atau menyatakan suatu pandangan tentang kehidupan misalnya, maka hal itu akan menjadi semacam “petuah” bagi mereka. Apa yang diyakini oleh idolanya, seringkali akan menjadi keyakinan pengikutnya juga. Terlepas benar atau tidak apa yang diucapkan sang idola. Karena yang dilihat bukan tentang isi, tapi karena siapa yang menyampaikannya. Idola nya

Balik lagi, tentang butuhnya manusia akan idola atau figure. Waktu kecil orang tua atau lingkaran keluarga terdalam akan jadi idola kita. Beranjak ke usia sekolah, kita mulai mencari idola diluar dari lingkaran keluarga, misalnya guru kita

Beranjak dewasa ketika kita mulai melihat banyak hal, idola kita mulai berubah, seiring dengan kecendrungan dan passion kita, bidang profesi kita, atau hobi kita. Walau kadang kita tidak sadar bahwa kita mengalami masa pencarian idola tersebut.

Yang suka musik, maka naluri nya akan mencari musisi siapa yang “pantas” jadi ia jadikan idola, yang suka dengan dunia pendidikan maka ia akan mencari tokoh yang pemikiran atau tindakannya membuatnya kagum, yang dunia bisnis ia akan mencari siapa tokoh yang ia anggap sukses dalam bisnisnya.  Yang suka dengan dunia perpolitikan, ia akan mencari tokoh yang pemikirannya membuat ia terpesona. Tanpa disadari setiap kita pasti mencari sebuah figur, tokoh, panutan, idola.

Kenapa sih manusia butuh idola ? Akhirnya saya berfikir seperti itu. Mulai deh baca baca, salah satu hal yang menyebabkan hal ini adalah karena manusia membutuhan penguatan identitas dirinya, siapa sih dia, mau jadi apa dia, apa nilai nilai yang akan diyakininya, maka salah satu cara untuk menguatkan identitas nya, ia akan mencari manusia yang telah ada terlebih dahulu sebagai contoh, panutan atau pegangan.

Naluri nya akan mencari ….

Pertanyaannya adalah, akankah kita sudah “bertemu” dengan idola yang tepat. Atau malah seseorang yang kita “idolakan” selama ini adalah seseorang yang bisa menghantarkan kita ke arah kebaikan atau sebaliknya.

Apalagi, kalau dikaitkan dengan generasi muda sekarang, dengan begitu banyak figure yang bermunculan, apakah mereka sudah benar dalam memililih idola ? apa efek yang akan ditimbulkan ketika mereka salah memilih idola ? lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka “memilih” idola yang tepat ?

Nah … pertanyaan itu sedang bermunculan dalam kebun pikiran saya

Mungkin akan saya bahas di tulisa berikutnya, setelah saya mulai bisa menguraikan jawaban nya …. ^^

 

Kebun Pikiran

Bandung, 7 Februari 2019

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s