Jangan Asal “Banting Setir” … !

20190916_124151_0000806470198.png

 

Pernah mengalami kondisi ini ?

Memutuskan untuk banting setir, belok kanan, tak menuruskan di jalan yang awalnya sedang di tempuh, tapi memutuskan untuk belok kanan dan memilih jalan lain untuk mencapai tujuan.

Saya adalah salah satu orang yang pernah mengalami “Banting Setir” ini. Memutuskan untuk tidak melanjutkan berada di bidang yang waktu itu sedang di jalankan, dan kemudian memutuskan untuk banting setir, belok kanan dan memilih jalan lain.

 

KENAPA MEMUTUSKAN SETIR ?

Selama lebih dari delapan tahun saya menempuh bidang bisnis jaringan dengan pendapatan yang bagi saya pribadi cukup baik. Ditengah perjalanan ada perasaan yang tidak utuh. Kerja mulai asal asalan, melayang layang dan mulai kehilangan “ruh” nya. Awalnya saya mengira ini mungkin karena jenuh saja, delapan tahun bukan waktu yang sebentar. Kemudian menelisik lebih dalam lagi, tentang apa yang ada di hati dan fikiran saya, tentang apa yang benar benar saya inginkan, saya kerjakan, dan saya raih

Butuh waktu memang buat merenungkan hal ini. Kita harus pandai memisahkan antara emosi sesaaat, nafsu sementara, juga memisahkan antara apa keinginan yang murni datang dari diri kita atau yang ada karena pengaruh eksternal. Lama saya merenungkan, mempertimbangkan, juga meminta pendapat dari orang yang saya rasa bisa dipercaya. Karena ini bukan keputusan yang mudah, ada tanggung jawab dan konsekwensi pada masing masing pilihan

Akhirnya saya memutuskan untuk banting setir dan belok kanan. Meninggalkan jalan yang lama, dan menempuh jalan yang baru ! Bukan karena jalan yang lama salah, namun saya akhirnya berkesimpulan bahwa Allah ingin saya menempuh jalan lain, dimana saya memang diciptakan untuk ada dan berkarya di jalan itu. Saat ini saya memilih dan memutuskan untuk berkarya di bidang pendidikan.

I’m more enjoy, happy, earned and meaningfullness

JANGAN ASAL BANTING SETIR

Satu hal yang penting yang harus di fahami adalah, jangan sampai kita asal banting setir ! sepeti yang dibahas sebelumnya, jangan hanya karena keputusan keputusan yang bersifat emosional sesaat. Banting setir pun perlu banyak persiapan, tidak tiba tiba, bukan keputusan yang impulsif.

Kita harus tahu kemana bidang tujuan baru yang akhirnya akan kita tempuh tersebut, bagaimana gambaran kondisinya disana, apakah kita sudah mempunyai “bekal awal” untuk menempuh bidang tersebut, apakah kita mempunyai kekuatan yang mendukung, apa rencana yang akan kita lakukuan di bidang baru tersebut , dsb.

Mengidentifikasi diri sangat perlu, jangan sampai kita pindah ke bidang baru yang kita benar benar kosong, tanpa modal awal (modal ini bis berupa uang, imu, pengalaman, jaringan dll). Karena banting setir tanpa modal apa apa, itu konyol ! Tawakal pun harus diserti ikhtiar dan persiapan maksimal.

Atur timing yang baik ketika kita akan banting setir. Mungkin kita harus menjalankan dua bidang terlebih dahulu beberapa waktu. Atur saat yang tepat, kapan saatnya kita benar benar siap dan memutuskan untuk banting setir. Sesuaikan antara realita dan impian, bijaklah pada diri kita

INSIDE OUT, NOT OUTSIDE IN … !

Hal yang sangat penting adalah “strong why” kenapa kita melakukan banting setir. Alasan ini akan menjadi sangat personal. Galilah ! Dengarkanah isi hati mu, tentang apa apa yang menjadi keinginan terbesarmu yang tentunya datang dari hatimu, apa yang menjadi kebutuhan lahir dan batinmu, apa yang menjadi misi hidupmu.

“Strong Why” ini bukan alasan yang generik, yang dibuat dan terbentuk oleh tuntutan lingkungan kita, oleh sekitar kita, oleh asumsi asumsi publik, media masa, tuntutan zaman, tuntutan eksistensi, karena orang lain, atau apapun yang datang dari luar yang kemudian masuk kedalam diri kita (OUTSIDE IN)

Namun milikilah “Strong Why” yang datang dari dalam diri kita, murni dari olah pikir dan rasa kita, dari intuisi dan jiwa kita, dari keinginan kita yang kadang kita pendam dan masih kita kubur dalam dalam. Dari firasat kita, yang kita tahu kita ada kekuatan di sana, dari misi hidup, jalan kehidupan dan peran kebermanfaatan yang bisa kita pancarkan ke luar diri kita. (INSIDE OUT)

Menjadi manusia yang INSIDE OUT adalah menjadi manusia yang mengetahui apa yang ada dalam dirinya, mengetahui kekuatan yang ada dalam dirinya, dan menyadari bahwa kekuatan yang ada dalam dirinya itu, akan bisa bermanfaat untuk dirinya, dan juga banyak orang.

FIND OUR STRENGTH

Setiap orang telah dimodali oleh Allah Swt modal kebermanfaatan untuk kita menjadi manusia rahmatan lil a’lamin. Modal kekuatan ini sifatnya berbeda beda, unik dan spesifik. Seperti halnya beragam tetumbuhan yang ada di muka bumi, masing masing mempunyai fungsi dan manfaat nya masing masing.

Pohon kelapa, pohon beringin, pohon jati. Yang satu tidak lebih mulia dibanding yang lain, karena masing masing mempunyai manfaat, peran dan fungsi nya masing masing. Indah bukan … ?

Apalagi kita manusia yang Allah ciptakan sempurna dengan akal dan fikirannya. Tentunya Allah menciptakan manfaat, fungsi dan peran yang juga berbeda beda bagi kita. Tugas kitalah mencari tahu apa kekuatan yang Allah sudah berikan kepada kita, sebagai modal fungsi, kebermanfaatan dan peran kita di muka bumi ini.

LALU, APA HUBUNGANNYA ANTARA BANTING SETIR DENGAN KEKUATAN DIRI

Bila kita ingin melakukan banting setir dari bidang yang sekarang yang sedang di tempuh, maka mengetahui apa yang menjadi kekuatan diri sebaiknya dilakukan. Agar kita tidak salah langkah, agar kita tidak berkali kali salah jalan, agar kita bisa lebih cepat dan lebih mudah dalam menempuh dan meraih kesuksesan yang sebenarnya.

Dan yang utama adalah agar kita mampu mengenal diri kita, mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita, memanfaatkan nya dan menggunakannya sebagai jalan ibadah kita kepada Allah swt dan sebagai jalan kebermanfaatan kita kepada sesama manusia.

Konsultasi Potensi Diri, Sila Klik : http://bit.ly/KonsultasiPotensiDiri

—-

Semoga Bermanfaat, Nuriska Fahmiany Bandung, 16 September 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s