Sang Pensabotase Impian Sesungguhnya … !

20191015_230508_0000318216140.png

” Don’t let any one stole your dream…!”
.
“Don’t let any one says that you can’t ..!”
.
“Don’t let any one bring you down…!”
.

Kira kira kalimat kalimat itu yang sering kita dapatkan dari berbagai buku pengembangan diri, quotes yang bertebaran di media sosial, atau dari para motivator berbagai seminar pengembangan diri. Kalimat kalimat ini sering kita pakai untuk memotivasi diri, tak jarang kita pasang jadi status WA atau media sosial, yang kita jadikan jargon tentang nasihat jangan biarkan orang lain menghalangi atau mempengaruhi impian2 kita.

Tapi benarkah makna dari quotes diatas, bahwa orang lain diluar sana bisa mematahkan impian impian kita ?

Bila kita mau berfikir lebih dalam dan jujur tentang hal ini, tentang siapakah yang menjadi  penghambat, penghalang, pencuri, bahkan pensabotase impian dan cita cita kita sebenarnya, mungkin pada akhirnya kita akan menujuk pada diri sendiri, bukan kepada orang lain.

Karena apapun yang  orang lain katakan tentang impian impian kita, -semisal mereka memberikan pernyataan yang melemahkan diri kita, meragukan impian dan cita cita kita, atau semacamnya- perkataan dan pernyataan mereka yang melemahkan tersebut tidak akan terlalu banyak mempengaruhi diri kita, selama  kita memang telah memiliki “Inner Faith” yg kokoh.

Juga sebaliknya, sekuat apapun orang lain membantu, mendukung, mendorong kita untuk maju, tumbuh dan berkembang, namun diri kita tidak  mempunyai “Inner Faith” yg kokoh, maka kita tak akan mencapai apa apa, kita tidak akan sampai kemana mana, kita akan sulit mencapai impian dan cita cita kita tersebut.

Maka stop beranggapan, menyatakan dan menyalahkan orang lain yang akan mencuri, mematahkan, melemahkan diri kita. Bahkan mengambil pusing bila ada mereka yang diluar sana meragukan impian dan cita cita kita

Namun waspadalah pada diri kita sendiri. Karena diri sendiri ini lah  yang sering kali melemahkan dirinya sendiri, meragukan impiannya sendiri, tidak percaya dengan kekuatan dan keunggulan diri. Diri sendirilah yang seringkali melakukan penundaan berikut pembenaran, diri sendirilah yang sering membiarkan impian dan cita itu melayang layang tak karuan.

Maka waspadalah pada cara pikir dan cara pandang diri kita sendiri, waspadalah pada lintasan lintasan pikiran diri sendiri, pada perkataan dan perbuatan yang justru sering kali membuat kita terjatuh, pada perasaan perasaan tidak sehat yang kita biarkan begitu saja, mensabotase segala impian, harapan dan cita.

If there was someone who can to make us UP or DOWN, theres no one else, its OURSELVES

Jangan menyalahkan orang  lain atas ketidakberdayaan kita, atau selalu menjadikan orang lain sebagai kambing hitam kegagalan kegagalan kita, sekaan akan kita tidak punya daya atas diri kita sendiri.

Jadilah subjek jangan jadi objek.  Posisikan diri kita menjadi pelaksana, jangan bangga jadi penderita. Ambilah posisi bahwa kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri, dan karena memang kitalah yang bertanggungjawab pada diri kita sendiri, bukan orang lain…!

Bandung, 15 Oktober 2019

Sebuah catatan yang keras untuk diri sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s