Kenikmatan Dibalik Pandemik

Karena Terkadang Kehilangan Adalah Jalan Mendapatkan Kelimpahan

Selama pandemi ini mungkin diantara banyak yang merasa kehilangan : entah itu kegiatan diluar yang menyenangkan, karier yang sedang di kejar, usaha yang sedang dijalankan, pun pendapatan yang banyak berkurang

Namun kadang kala kehilangan ini adalah jalan untuk kita kembali mendapatkan kenikmatan yang lain, yang lebih penting, sangat penting malahan, namun seringkali tidak kita abaikan dan jarang kita sadari selama ini.

Seperti kebersamaan dengan keluarga, mengenal mereka lebih dekat lagi. Mensyukuri keberadaan mereka, yang selama ini bisa jadi luput dari prioritas kita, berbincang kembali dari hati ke hati.

Bahkan mungkin ini saatnya “mendengar” kembali diri Kita sendiri. Mendengarkan apa yang sedang kita rasakan, apa yang sedang kita mau. Mendengarkan apa yang sebenarnya sedang kita resahkan, dan apa yang benar benar kita inginkan

Karena saat kita sibuk dengan urusan diluar sana, seringkali kita abai dengan diri kita sendiri, lupa mendengar dan merawat jiwa dan diri kita sendiri


Adakah yg merasakan bahwa pandemik ini menjadi lebih dekat dengan keluarga ?

Adakah yg merasakan bahwa pandemik ini membuat kita lebih memperhatikan dan sering berdialog dengan diri sendiri ?

Adakah yang merasakan bahwa pandemik ini menjadikan rasa syukur dan peduli kita makin terasah ?

Adakah yang merasakan bahwa pandemik ini membuat kita makin kuat terhubung dengan Pencipta Kita ?


Semoga segala rasa “kehilangan” apapun yg kita rasakan saat ini tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kenikmatan lain yang Allah hadiahkan kepada kita

Hingga kondisi apapun, semoga manjadi jalan Kita lebih dekat, lebih bertakwa, bertawakal, bersyukur kepada-Nya

Jalan jalan sore sama ummi, kegiatan yang lumayan sering kami lakukan akhir2 ini, Alhamdulilah more time for her right now ….

Mungkin ini adalah salah satu cara yang paling sederhana untuk berbakti kepada orang tua, banyak banyak membersamai mereka, mendengarkan cerita mereka, berbincang dari hati ke hati.

Walau masih sangat sangat jauh dari sempurna, namun tak apa. Kita terus memperbaiki diri agar menjadi anak yang bisa berbakti kepada orang tua kita tercinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s