Merangkai Niat Kala Menasihat

Ada kala kita ingin menasihati seseorang dalam lingkaran kita, teman, sahabat atau keluarga terdekat. Memberi nasihat adalah hal mulia, karena ada kebaikan yang ingin kita sampaikan, atau ada ketidakbenaran yang kita rasa dan perlu diluruskan

Dan kurasa yang terberat dalam menasihati adalah ; membersihkan niat

Mencari tahu dengan seksama apakah niat diri dalam menasihat adalah karena rasa peduli, bentuk kasih sayang, kewajiban sesama saudara seiman, ataukah ada bentuk lain yang tersamar ; entah benci, dengki, hasad, atau kesombongan yang sebenarnya terpendam

Karena saat jiwa tidak bersih, niat tidak lurus, terkotori dengan dengki diri dll, maka nasihat bukan lagi sebuah kewajiban atau ungkapan sayang, namun ambisi untuk mengalahkan, menjatuhkan bahkan mempermalukan

Apalagi kalau kita “memberikan” nasihat di depan khalayak. Sesaat mugkin ada rasa kemenangan saat kita “menjatuhkan” ia dalam balutan memberi nasihat. Namun pada akhirnya kualitas diri kitalah yang akhirnya akan nampak.

Maka ini semacam nasihat kepada diriku sendiri :

“Sebelum memberikan nasihat, menengoklah terlebih dahulu kepada niat ; jangan jangan ada yang tersembunyi disana, bukan karena Allah Ta’ala, namun karena nafsu diri yang mengembara”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s