Berbagi Cara Mendekatkan Diri Dengan Al Quran

Ada banyak cara untuk kita terus dekat dengan Al Quran. Sebagian mungkin membacanya, menghafalnya dan sebagian menghafalnya. Saya ingin sedikit sharing tentang bagaimana cara yang saya gunakan, untuk membiasakan diri berinteraksi dengan Al Quran.

Semoga bisa bermanfaat …

Dalam satu hari, saya usahakan untuk berinteraksi dengan Al Quran minimal dua kali (Tidak mudah memang, sedang berusaha untuk terus istiqamah). Pertama adalah di waktu setelah shalat Subuh, dan kedua antara shalat Magrib dan shalat Isya.

Setelah subuh dan melakukan dzikir pagi, saya langsung tilawah Al Quran. Banyaknya ayat disesuaikan saja, jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit, yang penting adalah rutin. Mengawali pagi dengan tilawah jadi kekuatan tersendiri, dan jadi pengisi hati dan fikiran untuk menjalankan hari tersebut.

Kedua adalah setelah Shalat Magrib atau setelah Shalat Isya. Bila saat Magrib sudah ada dirumah, maka antara waktu Magrib dan Isya adalah waktu yang tepat untuk berintreraksi dengan Al Quran. Nah… bedanya di waktu ini saya tidak tilawah seperti biasa, namun mendengarkan lantunan tilawah Al Quran sambil membaca artinya langsung dari Al Quran terjemahan.

Biasanya saya membuka muratal via youtube. Memutarkan surat, seraya membaca terjemahannya di Al Quran terjemah. Dengan cara ini saya jadi membaca arti ayat ayat Al Quran, yang diruntinkan dari mulai Al Fatihah, Al Baqarah, dst

Terus terang sebelum ini, yang msih dirutinkan adalah berurutan adalah membaca (tilawah) Al Quran nya saja, sedangkan membaca artinya, masih seringkali meloncat loncat belum berurutan dimulai dari surat Awal. Sehingga masih banyak sekali arti yang belum saya ketahui

Dengan cara ini, menambah banyak ilu buat saya. Diantaranya saya menjadi belajar sedikit demi sedikit arti ayat Al Quran, melalui metode membaca sekaligus mendengarkan. Kemudian saya menjadi tahu tema tema apa saja yang dibahas dalam sebuah surat. Misalnya surat An Nisa, beberapa ayat nya membahas tentang bagaimana sikap seorang muslim terhadap peperangan ; Surat Al Maidah yang beberapa ayatnya membahas tentang tata cara berwudhu, dsb.

Kemudian bila saat membaca terjemahan -sekaligus mendengarkan- ayat ayat tersebut, ada tema tertentu yang saya dapatkan, biasanya saya langsung membuat “mark” yang saya tulis tentang apa ayat tersebut dan kemudian di tempel.

Dengan dua cara ini, selain kita mempunyai “hanca” tilawah Al Quran, kita pun mempunyai “hanca” dalam membaca terjemahannya. Karena menurut saya, bukan hanya rutin nya kita membaca Al Quran, namun penting juga bagi kita untuk mengetahui arti, dan lebih jauh adalah memahaminya, kemudian mentadzaburinya.

Saya bukan termasuk orang yang mengejar kuantitas, misalnya harus mentargetkan membaca satu juz sehari, namun lebih senang untuk pelan pelan membaca, sambil memahami artinya. Dan karena bahasa arab bukan bahasa ibu kita, maka kita perlu cara, strategi untuk bagaimana kita sedikit demi sedikit faham bahasa Al Quran. Dan bagi saya cara yang saya lakukan di atas cukup membantu.

Nah … itu dia sedikit berbagi dari saya. Semoga ada manfaat yang bisa diambil walaupun sedikit. Berbagi saya ini, bukan berarti saya sudah rajin dan istiqamah baca Al Quran, karena godaan kemalasan dan “sok sibuk” itu selalu ada, hhee…

Namun dengan berbagi seperti ini, semoga jadi tambahan energi untuk saya, agar tetap istiqamah dalam mendekatkan diri dengan Al Quran. Aamiin Yaa Rabbal A’lamiin

Bandung, 27 September 2019

Minat Vs Bakat

Masih ada yang suka bingung atau tertukar tentang perbedaan MINAT & BAKAT. Sekilas hampir sama, namun sebenarnya ada hal esensi yang menjadikan dua kata itu beda makna. Kita bahas langsung aja yaaa ….

 

Berbincang Tentang Minat …

 

MINAT adalah kecendrungan, ketertarikan, kesukaan kita terhadap bidang tertentu. Ada yang membahasakan dengan istilah kekinian yaitu PASSION. Mari kita coba lebih benar dalam mendefiniskan makna passion ini.Dalam kamus bahasa PASSION artinya ” An intense desire or enthusiasm for something ” ; “Keinginan yang terus menerus atau antusiasme terhadap sesuatu”, kurang lebih artinya seperti itu.

Sayangnya masih ada yang suka buru buru menjadikan minat/passion ini adalah sesuatu yang bisa dijadikan “petunjuk” dalam menentukan arah hidup. Sehingga seringkali terburu buru dan memutuskan hal yang penting hanya karena passion.

Belum lagi passion suka salah diartikan makna nya sama dengan hobi. Seseoang misalnya yang suka dengan bermain bola, ia lalu memutuskan bahwa passion nya adalah menjadi pemain bola. Padahal yang ia rasakan sebenarnya adalah hobi semata. Menjadikan passion sebagai satu satunya penuntun aah hidup, bisa jadi kurang tepat dan kurang bijak.

Karena passion adalah sesuatu yang sangat bisa berubah ubah. Bisa jadi karena pengaruh lingkungan, teman teman, keadaan kekinian, perkembangan zaman, dll.Misalnya saya dulu pernah “merasa” passion saya di dunia fotografi, sehingga saya memutuskan untu berbisnis di bidang tersebut, dan berfikir ketika itu passion adalah modal utama untuk menjadi sukses.

Namun seiriing dengan perjalanan nya, passion saya mulai memudar, mulai ada rasa jenuh, tidak tahan dengan berbagai kendala, mulai ada pertanyaan : “Apakah benar jalan saya disini …” ; “Apakah saya akan rela mengerahkan segala daya kekuatan, waktu dan fikiran kita dibidang ini …?” dsb. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri bisnis tersebut.

Jangan salah mengartikan, ketika saya mengakhiri bisnis tersebut, bukan tentang ketidaktahan untuk berjuang, tidak adanya persistensi, motivasi, atau gampang menyerah.

Namun karena memang apa yang dikerjakan bukan murni dari keingian terdalam dari hati, namun lebih karena faktor luar, karena trend saat itu, karena peluang peluang sesaat, sehingga tidak bertahan lama. Apa yang saya lakukan lebih bersifat OUTSIDE IN ; pengaruh eksternal saya jadikan keyakinan atau persepsi dari dalam diri, yang ternyata tidak bertahan lama.

Bila saya flashback ke masa itu, ternyata benar ; keputusan saya untuk berbisnis dibidang fotografi, bukan murni karena dorongan internal dari dalam diri saya, lebih karena faktor eksternal. Saat itu memang sedang mulai booming bisnis kreatif, salah satu nya fotografi. Kondisi ini membuat saya tertarik untuk mempelajarinya, dan kemudian terlalu buru buru menyimpulkan ini adalah passion saya saat itu adalah jalan hidup saya. Pada kenyataannya :

“MINAT/PASSION saja TIDAK CUKUP untuk dijadikan ARAH untuk menentukan JALAN HIDUP kita”

—–

Berbincang Tentang Bakat ….

Lalu apa itu bakat ? Bakat adalah keunggulan sesungguhnya yang ada dalam diri kita. Bakat adalah bawaan yang sudah terisntal pada diri semenjak kita diciptakan, sebagai anugrah unik yang ada dalam diri kita, dimana satu manusia dengan masnusia lainnya dianurgrahkan bakat yang berbeda beda.Hal yang perlu digaris bawahi disini adalah, bakat disini bukan bakat yang umumnya di persepsikan ; misalnya bakat menyanyi, bakat memasak, bakat melukis dll, karena sebenarnya itu bukan bakat, namun aktifitas.

Bakat yang dimaksud disini adalah bakat sifat, personality, karakteristik unik yang ada dalam setipa mansia. Mari kita definisikan lebih lanjut tentang bakat ini :

Bakat adalah karakteristik unik yang positif, yang ada dalam diri seorang manusia sejak lahir.

Bakat tercerminkan dalam cara berpikir, merasa, dan berperilaku sehari hari, bersifat alami, mudah dikenali dan konsisten

Bakat adalah modal seseorang untuk menjalankan hidupnya, menjalankan perannya, dan memperoleh hasil dari padanya

Bakat sifatnya tetap, dan selalu ada di dalam diri seseorang, namun kadang belum disadari akan adanya, belum terdefinisi, belum digali, belum dikembangkan dan belum dijadikan modal dalam menentuan arah hidup.Kita beranjak ke contoh tentang pengertian bakat. A adalah anak yang dari kecil sangat suka tampil di depan umum, dia sangat menikmati ketika dirinya menjadi sorotan dan pusat perhatian, dia sangat menyukai ketika hasil karyanya diapresiasi. Ini dinamakan bakat SIGNIFICANT. Beberapa peran yang cocok untuk bakat ini diantranya menjadi seorang artis, ambasador, public figure, dll

Lain hanya dengan B. B adalah orang yang sangat senang membantu dan membimbing orang lain agar bertumbuh. Bila ada yang menanyakan sesuatu kepadanya, ia sangat antusias untuk membagikan ilmu yang ia punya, ia tidak sungkan sungkan memberikan arah dan petunjuk yang baik kepada orang lain, dan ia merasa bahagia apabila ada orang yang hidupnya lebih baik atas bantuannya. Ini dinamakan bakat DEVELOPER. Beberapa peran yang cocok untuk bakat ini diantaranya menjadi seorang konselor, personal coach, guru, mentor, dll

Sedangkan C adalah orang yang sangat menyukai hal hal yang logis, sistematis dan tertata. Bagi dia fakta dan bukti adalah alasan untuk melakukan dan memutuskan sesuatu hal. Pandangan nya tajam terhadap data dan angka. Dia pandai melihat fakta yang kadang tidak disadari oleh orang lain. Ia akan bertindak apabila sesuatu baginya hal tersebut logis, Ini dinamakan bakat ANALYCTICAL. Beberapa peran yang cocok untuk bakat ini diantaranya menjadi seorang peneliti, pembuat sistem, konsultan keuangan, sistem control dll

Bakat ini adalah hal natural yang keluar dari diri seseorang, cendrung mengalir begitu saja, dan jadi bawaan yang selalu ada, dimana pun ia berada.Masih banyak bakat bakat lainnya, yang ada dalam diri manusia. Berikut bakat yang ada dalam diri manusia menurut teori Gallup, yang kemudian dirumuskan oleh TALENTS MAPPING

 

TM

 

Ini adalah peta bakat yang ada dalam diri manusia, dari 34 sebaran peta bakat ini, kita akan bisa mengetahui apa kekuatan kita dan apa yang merupakan kelemahan kita. Hingga kita menjadi lebih bisa cerdas, bijak, yakin dan terarah untuk memilih dan menentukan dibidang apakah kita akan menjalankan kehidupan dan memperoleh kehidupan.

Karena kita sudah tahu, apa yang menjadi modal bakat kita.Ketika seseorang menjadikan BAKAT sebagai pedoman untuk menentukan arah hidupnya, maka ia akan lebih kuat, lebih yakin, lebih percaya diri, dalam menentukan jalan hidupnya. Karena bakat sifatnya tetap, tidak berubah, dan benar benar alami dari dalam diri kita.

INSIDE OUT Seseorang yang bisa mengetahui bakatnya, kemudian menentukan jalan hidupnya, dan fokus memasimalkan kekuatannya, akan menjadi manusia yang lebih stabil, lebih optimis, dan bergairah jangka panjang dalam menggapai kesuksesannya.

MINAT VS BAKAT

Jadi padukanlah antara bakat dan minat. Tidak ada yang salah dengan minat, namun sebaiknya minat dikonfrmasi dengan bakat. ” Apakah memang minat saya sudah sesauai dengan bakat saya ….”Kemudian carilah APA BAKAT KITA, cari tahu APA KEKUATAN KITA, agar kita bisa menentukan dimana kita akan bekerja, berbisnis, berkarya dan memberikan manfaat yang seluas luasnya untuk diri kita dan orang sekitar kita.

Semoga bermanfaat !

—–

Temukan fitrah bakat mu , Sila Klik : http://bit.ly/KonsultasiPotensiDiri

Bagaimana Menemukan Diri Sendiri

Lets Finding Our Self

Salah satu yang penting dan prioritas untuk dilakukan dalam hidup ini adalah bagaimana “Menemukan Diri Sendiri”

Apa itu menemukan diri sendiri ?

Menemukan diri ada adalah tentang mengetahui siapa diri kita. Salah satunya adalah tentang mengetahui apa maksud dari penciptaan diri kita. Secara umum –Apalagi sebagai seorang muslim– kita pastinya sudah mengetahui, bahwa kita diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt.

Selain tugas beribadah langsung kepada Allah Swt, kita pun punya tugas lain saat hidup di muka bumi ini, yaitu sebagai Khalifah di muka bumi ini, sebagai “Perwakilan” Allah di muka bumi ini.

Karena Allah Swt menciptakan setiap diri kita, bukan tanpa tujuan, bukan tanpa maksud dan tujuan. Setiap kita mempunyai fungsi, dan peran masing masing sebagai Khalifah di muka bumi ini. Setiap manusia mempunyai misi yang ia emban, mempunyai tugas yang mesti ia selesaikan, sebagai salah satu bentuk ibadah kita kepada Allah Swt.

Ketika kita sadar sepeuhnya, bahwa kita mempunyai peran yang kita emban dan tugas yang harus kita selesaikan, maka tugas kita berikutnya lah untuk mncari tahu, tentang ;

“Tugas apa sih yang Allah embankan kepada kita sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini … ?”

Dan mencari tahu tentang ;

Peran apa sih yang Allah ingin kita jalankan sebagai khalifah-Nya di muka bumi ini …?

Disinilah tugas kita untuk memulai dan terus mencari tahu, menelusuri, mengekplorasi, menelisik diri, menggali, tentang peran dan tugas spesifik apa yang akan kita jalankan di muka bumi ini. Pencarian tentang peran diri ini memang bukanlah hal yang mudah, tidak singkat, namun tidak sesulit yang seperti yang dibayangkan.

Sebenarnya seringkali Allah memberikan kepada kita “tanda tanda ” tentang dimanakah peran kita sebenarnya . Bisa jadi melalui kecendrungan, kesukaan dan kecintaan kita terhadap sesuatu, atau dari di mana lingkungan kita bertumbuh, siapa dan seperti apa orang orang di sekitar kita, dari keingian tahuan kita terhadap sesuatu hal, kemudahan dan rasa menikmati dalam melakukan sebuah pekerjaan, dari prestasi prestasi yang mudah kita dapatkan dalam sebuah bidang, dan juga membuahkan hasil berupa materi ataupun nonmateri, dan lain sebagainya. Kitanya saja yang kadang kurang peka terhadap “tanda tanda” tersebut.

Allah Telah Bekalkan Fitrah Bakat Kepada Setiap Manusia

Ketika manusia diciptakan dan dilahirkan di muka bumi ini, Allah sudah sekaligus membekali diri kita dengan berbagai fitrah. Salah satu nya adalah fitrah bakat, fitrah potensi, fitrah keunggulan yang berbeda beda antara satu manusia dengan manusia lainnya.

Fitrah bakat ini adalah modal untuk kita memilih dan menjalankan peran dan menyelesaikan tugas sebagai manusia di muka bumi ini.

Fitrah bakat ini satu berbeda beda, antara satu manusia satu dengan yang lainnya. Seperti halnya beribu tumbuhan yang mempunyai manfaat yang berbeda beda. Begitu pun dengan manusia sebagai Khalifah-Nya, manusia mempunyai “varian peran” dan “varian kebermanfaatan” yang berbeda beda. Ada fungsi unik dan spesifik yang Allah titipkan kepada kita, sebagai perwakilan-Nya di muka bumi ini.

img_20190920_133759152434240.png

Ada yang dibekali Allah fitrah sebagai pendidik, sebagai ilmuan, sebagai pakar kesehatan, sebagai saudagar, sebagai pegiat sosial, sebagai pemakmur masjid, sebagai ahli rancang bangun, sebagai ahli analisa, sebagai pendamping masyarakat, sebagai penggagas ide ide besar, sebagai konselor, sebagai pebisnis, sebagai pembuat sistem, sebagai pembuat rancang bangun, sebagai pemelihara bumi, sebagai petugas kebersihan, sebagi penjaga keselamatan, sebagai penulis, sebagai ahli gizi, sebagai pakar keuangan, sebagai peternak, petani dan nelayan handal, sebagai ahli komunikasi dan masih sangat banyak lagi beragam peran yang tidak akan ada habisny bila disebutkan satu satu,

Masing masing peran itu penting dan sangat dibutuhkan dimuka bumi ini, semua peran itu mulia. Setiap peran mempunyai fungsi, manfaat dan kontribusinya masing masing, sebagai Khalifah Allah di muka bumi ini.

Maka, tugas pertama kita adalah menemukan apa FITRAH BAKAT yang sudah Allah titipkan kepada kita, sebagai MODAL PERAN kita dimuka bumi ini. Agar kita bisa menjadi Khalifah yang Allah percayai untuk mengemban tugas di muka bumi ini, juga sebagai salah satu wujud ibadah kita kepada Allah Swt, Pencipta kita.

Wallahu a’lam bissawab …

Yuks kita temukan sama sama apa fitrah bakat yang Allah berikan kepada kita …

——–

Temukan fitrah bakat mu , Sila Klik : http://bit.ly/KonsultasiPotensiDiri

Tentang Melepas Beban Hati Dan Fikiran

Taukah kah apa yang seringkali memberatkan hati dan fikiran kita ?

Yang seringkali membuat energi menjadi terkuras habis, fikiran menjadi seperti spon yang kehilangan airnya, kering dan kaku. Hati menjadi menjadi mudah resah dan melemah.

Ah ternyata itu ! Berbagai rasa yang sadar tak sadar kau simpan dan pelihara, bahkan sering kau pupuk terus menerus, sehingga ia bertumbuh mengukuh, bahkan mengakar dalam hati dan fikiran mu.

Amarah yang kau pendam, kecewa yang terus menerus kau pelihara, khawatir yang berlebihan, takut yang kau ciptakan, dengki iri yang kau terus sirami, jumawa yang kau peluk erat, pujian yang selalu kau butuhkan, kesan yang kau inginkan, pesona yang kau cita, pamrih yang kau puja, ambisi yang kau gilai.

Ah itu dia mereka ! rasa yang seringkali membuat otak mu terasa “corrupt”, tiba tiba saja tidak bisa digunakan, atau seperti batrai telefon genggam yang seringkali terasa panas kemudian tiba tiba habis batrainya. Kau mudah lelah, tak ada daya.

Ah itu dia mereka ! rasa yang membuat hatimu jauh dari tentram, jauh dari tenang, gelisah tak karuan, hatimu melemah, seperti bebuahan yang kehilangan cairannya. Seperti pepohon yang merapuh akarnya, seperti layang yang terbang terlalu jauh, terputus dari benangnya, tak ada arah.

Ah perasaan perasaan itu yang rupanya, yang ada dalam hati dan fikiran mu, entah kau sadar atau tidak, entah kau sengaja hadirkan atau tidak, hingga hati dan fikiranmu tidak dalam fitrahnya, hingga hati dan fikiranmu seperti “disconnected” , hati dan fikirmu kemudian “unfunction” sebagaimana mestinya.

Bagaimana bila kau lepas saja semua itu, segala amarah, dendam, kecewa, iri, dengki, jumawa, pamrih, puja dan puji.

Bagaimana bila kau melepas semua itu ….

Agar hati dan fikiran mu berperan sesuai fungsinya, agar hati dan fikiran mu kembali pada fitrahnya, agar hati dan fikiran mu bisa tenang, bahagia, tentram.

Agar hati dan fikiran mu mengarah pada satu tujuan, Ridha-Nya. Itu saja. Lebih dari dunia dan isinya.

Fn : Sebuah catatan lama, nasihat kepada diri sendiri kala itu, diambil dari blog lama ku https://angkasa13.wordpress.com/.

Benar adanya, menulis itu adalah tentang juga bagaimana kita menasehati diri kita sendiri. Tentang kita bercermin kepada masa yang telah kita lalui, karena masa lalu kita adalah nasihat untuk kita di hari ini dan esok yang menjelang.

Jangan Asal “Banting Setir” … !

20190916_124151_0000806470198.png

 

Pernah mengalami kondisi ini ?

Memutuskan untuk banting setir, belok kanan, tak menuruskan di jalan yang awalnya sedang di tempuh, tapi memutuskan untuk belok kanan dan memilih jalan lain untuk mencapai tujuan.

Saya adalah salah satu orang yang pernah mengalami “Banting Setir” ini. Memutuskan untuk tidak melanjutkan berada di bidang yang waktu itu sedang di jalankan, dan kemudian memutuskan untuk banting setir, belok kanan dan memilih jalan lain.

 

KENAPA MEMUTUSKAN SETIR ?

Selama lebih dari delapan tahun saya menempuh bidang bisnis jaringan dengan pendapatan yang bagi saya pribadi cukup baik. Ditengah perjalanan ada perasaan yang tidak utuh. Kerja mulai asal asalan, melayang layang dan mulai kehilangan “ruh” nya. Awalnya saya mengira ini mungkin karena jenuh saja, delapan tahun bukan waktu yang sebentar. Kemudian menelisik lebih dalam lagi, tentang apa yang ada di hati dan fikiran saya, tentang apa yang benar benar saya inginkan, saya kerjakan, dan saya raih

Butuh waktu memang buat merenungkan hal ini. Kita harus pandai memisahkan antara emosi sesaaat, nafsu sementara, juga memisahkan antara apa keinginan yang murni datang dari diri kita atau yang ada karena pengaruh eksternal. Lama saya merenungkan, mempertimbangkan, juga meminta pendapat dari orang yang saya rasa bisa dipercaya. Karena ini bukan keputusan yang mudah, ada tanggung jawab dan konsekwensi pada masing masing pilihan

Akhirnya saya memutuskan untuk banting setir dan belok kanan. Meninggalkan jalan yang lama, dan menempuh jalan yang baru ! Bukan karena jalan yang lama salah, namun saya akhirnya berkesimpulan bahwa Allah ingin saya menempuh jalan lain, dimana saya memang diciptakan untuk ada dan berkarya di jalan itu. Saat ini saya memilih dan memutuskan untuk berkarya di bidang pendidikan.

I’m more enjoy, happy, earned and meaningfullness

JANGAN ASAL BANTING SETIR

Satu hal yang penting yang harus di fahami adalah, jangan sampai kita asal banting setir ! sepeti yang dibahas sebelumnya, jangan hanya karena keputusan keputusan yang bersifat emosional sesaat. Banting setir pun perlu banyak persiapan, tidak tiba tiba, bukan keputusan yang impulsif.

Kita harus tahu kemana bidang tujuan baru yang akhirnya akan kita tempuh tersebut, bagaimana gambaran kondisinya disana, apakah kita sudah mempunyai “bekal awal” untuk menempuh bidang tersebut, apakah kita mempunyai kekuatan yang mendukung, apa rencana yang akan kita lakukuan di bidang baru tersebut , dsb.

Mengidentifikasi diri sangat perlu, jangan sampai kita pindah ke bidang baru yang kita benar benar kosong, tanpa modal awal (modal ini bis berupa uang, imu, pengalaman, jaringan dll). Karena banting setir tanpa modal apa apa, itu konyol ! Tawakal pun harus diserti ikhtiar dan persiapan maksimal.

Atur timing yang baik ketika kita akan banting setir. Mungkin kita harus menjalankan dua bidang terlebih dahulu beberapa waktu. Atur saat yang tepat, kapan saatnya kita benar benar siap dan memutuskan untuk banting setir. Sesuaikan antara realita dan impian, bijaklah pada diri kita

INSIDE OUT, NOT OUTSIDE IN … !

Hal yang sangat penting adalah “strong why” kenapa kita melakukan banting setir. Alasan ini akan menjadi sangat personal. Galilah ! Dengarkanah isi hati mu, tentang apa apa yang menjadi keinginan terbesarmu yang tentunya datang dari hatimu, apa yang menjadi kebutuhan lahir dan batinmu, apa yang menjadi misi hidupmu.

“Strong Why” ini bukan alasan yang generik, yang dibuat dan terbentuk oleh tuntutan lingkungan kita, oleh sekitar kita, oleh asumsi asumsi publik, media masa, tuntutan zaman, tuntutan eksistensi, karena orang lain, atau apapun yang datang dari luar yang kemudian masuk kedalam diri kita (OUTSIDE IN)

Namun milikilah “Strong Why” yang datang dari dalam diri kita, murni dari olah pikir dan rasa kita, dari intuisi dan jiwa kita, dari keinginan kita yang kadang kita pendam dan masih kita kubur dalam dalam. Dari firasat kita, yang kita tahu kita ada kekuatan di sana, dari misi hidup, jalan kehidupan dan peran kebermanfaatan yang bisa kita pancarkan ke luar diri kita. (INSIDE OUT)

Menjadi manusia yang INSIDE OUT adalah menjadi manusia yang mengetahui apa yang ada dalam dirinya, mengetahui kekuatan yang ada dalam dirinya, dan menyadari bahwa kekuatan yang ada dalam dirinya itu, akan bisa bermanfaat untuk dirinya, dan juga banyak orang.

FIND OUR STRENGTH

Setiap orang telah dimodali oleh Allah Swt modal kebermanfaatan untuk kita menjadi manusia rahmatan lil a’lamin. Modal kekuatan ini sifatnya berbeda beda, unik dan spesifik. Seperti halnya beragam tetumbuhan yang ada di muka bumi, masing masing mempunyai fungsi dan manfaat nya masing masing.

Pohon kelapa, pohon beringin, pohon jati. Yang satu tidak lebih mulia dibanding yang lain, karena masing masing mempunyai manfaat, peran dan fungsi nya masing masing. Indah bukan … ?

Apalagi kita manusia yang Allah ciptakan sempurna dengan akal dan fikirannya. Tentunya Allah menciptakan manfaat, fungsi dan peran yang juga berbeda beda bagi kita. Tugas kitalah mencari tahu apa kekuatan yang Allah sudah berikan kepada kita, sebagai modal fungsi, kebermanfaatan dan peran kita di muka bumi ini.

LALU, APA HUBUNGANNYA ANTARA BANTING SETIR DENGAN KEKUATAN DIRI

Bila kita ingin melakukan banting setir dari bidang yang sekarang yang sedang di tempuh, maka mengetahui apa yang menjadi kekuatan diri sebaiknya dilakukan. Agar kita tidak salah langkah, agar kita tidak berkali kali salah jalan, agar kita bisa lebih cepat dan lebih mudah dalam menempuh dan meraih kesuksesan yang sebenarnya.

Dan yang utama adalah agar kita mampu mengenal diri kita, mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita, memanfaatkan nya dan menggunakannya sebagai jalan ibadah kita kepada Allah swt dan sebagai jalan kebermanfaatan kita kepada sesama manusia.

Konsultasi Potensi Diri, Sila Klik : http://bit.ly/KonsultasiPotensiDiri

—-

Semoga Bermanfaat, Nuriska Fahmiany Bandung, 16 September 2019

Ngadem Di Perpustakaan ? Why Not !

Akhir akhir ini saya lumayan sering mengunjungi sebuah perpustakaan di salah satu kampus swasta di kota Bandung, tepatnya perpustakaan kampus Maranatha, yang ada di kawasan jalan Surya Sumantri (Dekat dengan jalan Pasteur).

Perpustakaan ini direkomendasikan oleh seorang teman, yang juga sering kesana. Katanya ” Tempatnya enak, cocok buat ngadem mikir, nulis, baca buku, cobain deh …”

Nah karena si teman ini soal taste nya rada lumayan sama (sama sama tipikal yang butuh quite moment, escape from the world), maka gak ragu kalau dia yang merekomendasikan.

Dan bener saja, ketika kesana kemudian menghabiskan waktu beberapa jam disana, kesan nya memuaskan! Perpustakaan yang layak, bahkan recommended buat dikunjungi. Pertama karena tempatnya sangat luas. Kampus ini menyediakan dua lantai khusus yang dipakai untuk perpustakaan, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukungnya.

Kedua buku buku yang disediakan tergolong banyak, lengkap dan kekinian. Buku buku yang saya cari hampir 70% nya ada. Ditambah tersedianya koleksi buku buku terbaru, best seller, buku yang lagi hits pun ada. Adanya koleksi buku terbaru ini, bisa jadi bahan referensi bagi saya. ( Jadi setidaknya bisa lebih dalam isi sebuah buku, sebelum membeli, hhee …)

Ketiga, -yang tidak kalah penting- adalah suasananya yang nyaman bukan ? Disini dari mulai ruangan yang luas, penataan buku yang rapih, kebersihan yang sangat dijaga, pengaturan cahaya yang baik, kursi dan meja sebagai area membaca/kerja disediakan sangat banyak, baik untuk yang sendiri sendiri atau pun bergrup,tToilet bersih dan nyaman, pelayanan ramah, dll. Kalau lapar, butuh makan, atau coffe break ada kantin tersedia di lantai bawah.

Over all its really comfortable and convenience. Bagi yang ingin sekedar membaca, atau butuh fokus mengerjakan tugas, deadline, bikin konsep, dan lain sebagainya bisa betah berjam jam diam disini.

Keempat bagi saya tempat ini tambah nyaman, karena gak jauh dari rumah…hhe. Jadi ga ngabisin waktu lama di jalan juga, jadi bisa lebih produktif penggunaan waktunya. Karena di Kota Bandung ada beberapa juga perpustakaan yang nyaman, namun lokasi relatif jauh dari rumah. Sebagai catatan tambahan, wifi dan peminjaman buku ke luar perpustakaan hanya tersedia untuk mahasiswa kampus saja.

Ya udah, segitu dulu ahh review nya. Semoga bemanfaat bagi teman teman yang ada di wilayah Bandung, atau sedang berkunjung ke Bandung, dan nyari referensi perpustakaan yang lengkap dan nyaman.

Semoga Bermanfaat …

Definisi Bahagia …

Siapa sih yang tidak ingin hidupnya bahagia ?

Rasa rasanya tidak ada yang tidak ingin bahagia dalam hidupnya. Kadang orang melakukan sesuatu mati matian agar dia mengejar dan merasakan kebahagiaan dalam hidupnya.

Pertanyaan yang mungkin harus kita clear di awal adalah :

Apa sih definisi bahagia … ?

Setiap orang sepertinya mempunyai ragam jawaban yang berbeda. Tergantung sudut pandang, kondisi dia saat ini, latar belakang, masa lalu, atau harapan harapan di masa depan, dan lain sebagainya.

Mungkin ada yang menjawab : ” Bahagia itu ketika kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan …..” atau ada yang menjawab “Bahagia itu ketika kita meraih kesuksesan ….” atau “Bahagia itu ketika kita bisa membahagiakan orang orang yang kita cintai ….”

Bagi orangtua mungkin bahagia itu ketika melihat anak anak nya bertumbuh sehat, cerdas, dan menjadi anak yang soleh. Atau bagi sang peraih impian, bahagia itu adalah ketika dia mendapatkan kebebasan financial sehingga kita bisa berbuat banyak untuk dirinya dan banyak orang.

Atau definisi bahagia yang sederhana. Ketika seorang petani melihat sawahnya menguning  subur bertumbuh, atau seorang ibu yang bahagia ketika makanan nya habis dilahap oleh suami dan anak anaknya, atau ketika seorang supir angkot yang bahagia ketika uang hasil tarikannya cukup untuk membayar biaya SPP anak anaknya, atau bagi seorang wanita bahagia itu ketika bisa bersanding dengan laki laki idamannya …

Tidak ada definisi yang pasti untuk menerjemahkan makna kebahagian, tergantung bagaimana di konsidi manusia tersebut berada ….

Menarik ketika seorang teman mendefinisikan tentang kebahagian melalui cerita seorang komedian yang baru baru ini ditangkap karena kasus narkoba. Konon katanya pekerjaan komedian adalah membuat orang lain tertawa, dan ketika melihat orang lain tertawa maka ia pun akan bahagia, harusnya ia bahagia karena telah membuat orang lain bahagia. 

Tapi dalam sebuah wawancara, sang komedian ini mengaku bahwa “Hidup saya tidak bahagia ….” sehingga narkoba itu lah pelariannya. Padahal di  sisi lain hidupnya ia adalah seorang yang baik juga, menjadi tulang punggung keluarga, banyak membantu orang lain, dan tentunya banyak disenangi oleh orang lain.

Lalu apa yang salah ? kenapa dia tak kunjung bahagia, walaupun dia sudah bisa memberikan “kebahagian” kepada orang lain ?

Kemudian teman saya ini membuat kesimpulan yang cukup membuat saya kembali tersadarkan. Bahwa ada tingkatan dalam definisi kebahagian, ada yang menerjemahkan kebahagian yang disadarkan pada dirinya sendiri, kebahagian yang ia sandarkan kepada orang lain, dan yang ketiga adalah kebahagian yang di sandarkan kepada Sang Pencipta.

” Memuaskan keinginan keinginan diri, atau memuaskan keinginan keinginan orang lain terhadap diri kita, tidak lah membuat kita mendapatkan makna bahagia yang sesungguhnya ….”

Karena kita akan mendapatkan kebahagian sesungguhnya adalah, ketika kita hidup dengan sesuai dengan  keinginan SANG PENCIPTA atas diri kita

Tak salah ketika kita mendefiniskan bahagia melalui kacamata kita. Namun bila kita terus sandarakan kebahagian tersebut pada hal hal yang tak abadi, maka kebahagian itu pun akan tidak abadi, apapun itu …

Maka, mari kita belajar untuk “naik kelas” bahwa kebahagian adalah ketika kita menjalankan hidup sesuai dengan keinginan Sang-Pencipta atas diri kita,  karena disanalah letak kebahagian sesungguhnya, kebahagian Abadi

Ah lagi lagi ini nasihat untuk saya pribadi, pembicaraan dengan kawan saya ini menyadarkan saya. Bahwa sering kali kita lupa untuk menyandarkan kebahagian kita kepada-Nya. Dalam definisi-Nya.

Alih alih kita terus mengejar kebahagiaan yang seperti fatamorgana, nampak seperti air yang menyejukan, namun nyatanya hanya bayangan  saja, ketika kita hampiri, ia bukan apa apa dan kita pun kecewa ….

Lalu Apa Makna Bahagia Buatmu kawanku …?

 

Bandung, 10 September 2019

 

 

Setiap Orang Itu Unik ! YAKIN …. ?

Setiap Orang Itu Unik .. ! Yakin ... _

 

Every Body Is Unique … ! “

Sepertinya kita sudah tidak asing dengan quote quote semacam itu. Quote yang menyatakan bahwa setiap diri kita adalah unik, setiap diri kita adalah istimewa, setiap diri kita berbeda, setiap diri kita punya kelebihan, keunggulan dan kekurangan nya masing masing. Sering denger ungkapan ungkapan semacam itu ?

Pada dasarnya memang benar ! Setiap orang itu unik, istimewa, mempunyai kelebihan dan keunggulannya masing masing.  Namun rasanya tidak cukup kita hanya puas, senang dan  berhenti di jargon jargon tersebut dan hanya menggunakan sebagai kata kata  bijak , yang menghiasi media sosial dan status wa kita.

Pertanyaan selanjutnya adalah :

Apakah kita  tahu  dengan yakin apa  yang menjadi keunikan, keistimewaan, keunggulan bahkan kelemahan kita ?

Misalnya apabila ada seseorang yang bertanya seperti ini :

” Apa keunikan kamu yang berbeda dengan orang lain ? ” 

Atau misalnya ketika dalam sebuah sesi wawancara dengan sebuah perusahaan  kita ditanya seperti ini :

” Apa keunggulan yang kamu punya, sehingga kamu bisa memberikan kontribusi untuk perusahaan ini ….”

Bisakah kita menjawabnya dengan lugas dan bernas ?

Atau menjawabnya dengan jawaban yang  standar misalnya ” Saya seorang pekerja keras, saya seorang yang jujur, pekerja keras, antusias, berkomitmen tinggi, mudah bekerjasama, komunikator yang baik ….” (Btw ini adalah jawaban standar yang disarankan yang disarankan kalau kalian googing…) hhe

Bagus misalnya memang seperti yang disebutkan diatas, namun kalau misalnya kelebihan kita bukan yang diatas, bukankah kita tidak jujur dan membohongi diri kita sendiri kita sendiri ? Kita memaksakan apa yang sebenarnya bukan diri kita.

Padahal sebenarnya ada kelebihan lain yang ada diri kita, misalnya kita adalah orang yang pandai dalam membuat konsep ide dan gagasan, kita pandai dalam membuat analisa, kita unggul dalam mempengaruhi orang, kita mempunyai kesabaran dalam mendidik orang lain, dsb.

Sayangnya kita seringkali belum mengetahui apa keunikan dan keunggulan diri kita. Atau kita tahu sihh… tapi kita masih belum bisa mendefinisikan keunikan kita tersebut, belum bisa menjabarkan nya dalam sebuah kalimat yang tepat, yang bisa kita mengerti dan orang lain mengerti. Intinya kita tahu dan kita merasa akan keunikan dan keunggulan, namun kita tidak tau percis apa itu definisinya.

Keunikan disini bukan tentang keunikan fisik atau penampilan, namun keunikan yang bersifat bawaan diri,  self personalitygenuine nya diri kita,  authentic nya diri kita, keunikan yang berasal dari  BAKAT kita yang memang dianugrahkan Tuhan kepada kita.

Definisi BAKAT disini pun bukan bakat berupa hardskill, yang selama ini banyak diterjemahkan. Misalnya bakat menggambar, bakat menari, bakat memasak, dll. Namun bakat yang bersifat personalityNah BAKAT inilah yang menjadi MODAL keunikan dan keunggulan kita.

Bakat ini lah salah satu hal yang bisa menjadi guidence kita dalam menentukan dimanakah kita akan meniti karir, bidang pekerjaan apa yang pas dengan kita, bidang bisnis apa yang pas untuk kita, jurusan studi atau kuliah apa yang cocok untuk kita, dan lain sebagainya.

Agar kita bisa nenghindari atau mengurangi kejadian  ” Salah Langkah” atau “Salah Jalan” dalam menentukan jalan kehidupan kita dan bisa lebih tepat dalam menempuh jalan kesuksesan kita

Lalu, Bagaimana Caranya mencari tahu BAKAT kita  …..?

Ada banyak cara yang tersedia. Dengan mengikuti berbagai test. Diantaranya adalah test TALENTS MAPPING

TALENTS MAPPING adalah sebuah test assesment yang  akan membantu dalam menemukan dan memetakan apa yang menjadi BAKAT & KEKUATAN kita, membantu menemukan bidang  apa saja yang sesuai dengan diri kita, baik dalam dunia bisnis, sosial, profesional, akademis, dll.

Dengan melakukan test seperti ini, kita tidak menjadi manusia yang “Asal Jalan” atau “Gimana Nanti Aja …. ” Namun menjadi manusia yang lebih menggunakan ilmu sebelum beramal. Menjadi manusia yang tahu alasan atas segala sesuatu yang dilakukannya. Manusia yang menjalankan sesuatu atas dasar kekuatan ANUGRAH BAKAT yang Tuhan berikan kepadanya.

Jadi, apa apa BAKAT UNIK kamu ….  🙂 ? 

————————————————————

Buat kawan kawan yang ingin saya bantu untuk mengetahui apa BAKAT UNIK nya, yuks ngobrol :

https://wa.me/6281320671151

Apakah Kita Sudah Benar Benar Merdeka … ?

Merdeka adalah ketika setiap anak Bangsa ini mendapatkan pendidikan layak yang mereka butuhkan ….

Kemarin saya dikirim foto anak anak di Pulau Pangabatang NTT yang ikut merayakan ulang tahun kemerdekaan RI. Oh ya di Pulau yang cukup terpencil ini, saya dan teman teman Kebukit Indonesia sedang membangun sekolah tingkat dasar, informasi tentang sekolah nya ada DISINI

Perayaan sederhana di Pulau yang jauh dari keramaian, jauh dari hingar bingar parade, pawai, umbul umbul dan panggung hiburan khas perayaan Agustusan. Dengan apa yang mereka punya, mereka tetap ingin ikut meyakan kemerdekaan Tanah Air nya.

S

aya jadi bertanya tanya, – karena Indonesia adalah negara dengan ribuan kepulauan di dalamnya- apakah setiap Pulau terpencil yang ada di Negara ini ikut pula merayakan upacara kemerdekaan Indonesia, atau jangan jangan diluar sana masih banyak warga Negara Indonesia yang tidak ikut merayakan, atau bahkan tidak tahu tentang ulang tahun kemerdekaan Negara nya.

Lebih jauh dari itu, pertanyaan ini yang ada di benak saya adalah :

Apakah setiap jiwa di negri ini sudah benar benar merasakan kenikmatan kemerdekaan … ?

Tujuh puluh empat tahun kemerdekaan Indonesia. Rasanya waktu yang sangat cukup untuk setiap anak Bangsa di Negri ini mendapatkan dan menikmati pendidikan yang layak. Namun kenyataannya pendidikan yang layak masih jauh dari kata layak dan merata.

Masih banyak anak Negri ini yang tidak punya kesempatan untuk bersekolah, entah karena biaya, akses pendidikan, atau bahkan mereka masih asing dengan apa itu pendidikan. Sekolah, buku, belajar adalah hal yang asing bagi mereka. Pendidikan adalah hal yang mewah sehingga menjadi hal yang “untouchable”.

Dari pengalaman saya beberapa tahun yang lalu, berkeliling ke Pulau terpencil dan Pedalaman di Indonesia, masalah pendidikan di Indonesia yang terutama adalah masalah akses. Akeses lembaga pendidikan, akses ilmu pengetahuan dan akses terhadap kesempatan bersekolah itu sendiri

Belum lagi bicara tentang pemerataan dan kualitas. Misalnya saja di salah satu daerah di NTT, saya menemukan buku pengayaan pendidikan terbitan tahun 1974 di sebuah perpustakaan sekolah, itu pun hanya beberapa eksemplar saja, sudah koyak disana sini, isi ny pun sudah sangat tidak relevan dengan keadaan saat ini, lagipula sepertinya buku buku itu hanya formalitas pembagian semata, entah dibaca atau tidak.

Ini hanya sebuah contoh saja. Buku yang seharusnya manjadi jantung pendidikan, tidak disediakan dengan kuantitas dan kualitas seharusnya. Belum lagi kualitas guru yang masih jauh dari kata ideal, atau bahkan standar guru yang seharusnya.

Ah entahlah, bicara tentang pendidikan Negri ini adalah sesuatu hal yang sangat kompleks. Akhirnya -dalam kondisi ini- kita lah sebagai anak Bangsa yang ikut berkewajiban ikut membangun Bangsa ini, dengan apa yang kita mampu, dengan apa yang kita bisa.

Walau cakupan nya masih bersifat mikro, tidak masalah, apapun yang sesuai dengan kapasitas kita. Karena bila hanya mengandalkan, menuntut dan menyalahkan pemerintah, rasanya hal yang akan cukup menguras energi , dan sesuatu yang tidak akan ada habisnya

Apa yang kita bisa lakukan saat ini, maka lakukan saja. Langkah langkah kecil untuk membantu anak anak Bangsa ini lebih terdidik, lebih terpelajar dan lebih berdaya maka kita lakukan saja.

Karena sebenarnya bila diamati lebih lanjut, Bangsa ini besar dan bertumbuh adalah karena kepedulian saudara sebangsanya. Kepedulian kita bersama.

So, setelah tujuh puluh empat tahun ini, apakah Bangsa ini sudah benar benar merdeka dan merasakan kenimatan kemerdekaan ?

Yuks bantu anak anak NTT mempunyai sekolah layak :

https://sharinghappiness.org/sekolahrafi

Bandung, 22 Agustus 2019

Ketika Mimi Peri Curhat …

Memanusiakan Manusia

Ini yang tersimpul dalam benak saya ketika selesai melihat video ini. Video tentang the fenomenal “Mimi Peri” yang mungkin cukup banyak dikenal oleh para netizen masa kini.

Video ini ada di channel salah satu Psikolog kesukaan saya yaitu Dedy Susanto yang mempunyai channel dengan tema Kuliah Psikologi dan beliau pun seorang penulis buku kece dengan judul “Pemulihan Jiwa”

Di Video ini Paduka (Panggilan Khas Mr Dedy)  mengajak Jalan jalan Mimi Peri dan memberikan Terapi Psikologi spesial kepadanya dengan cara yang sangat nyaman. Apa isi Video nya bisa disimak disini ;

 

 

Bagi saya Video ini mengungap banyak hal. Karena seringkali kita dengan mudah menilai seorang manusia dari permukaan saja, dari apa yang kita lihat, dari apa yang kita dengar, itu pun sekilas sekilas saja. Lantas dengan mudah kita memberikan penghakiman kepadanya, tanpa coba menelisik lebih dalam apa yang terjadi dengan sesiapa yang kita nilai itu …

Setelah menyimak video ini, saya bisa melihat sudut pandang yang lain ketika menilai Mimi Peri, dibalik segala ke “Abnormalan” yang ia sajikan dilayar kaca, yang ternyata semua itu adalah akibat dari segala sesuatu di masa lalu nya.

Masa dimana dia melalui banyak hal yang buruk, masa dimana dia benar benar tidak berdaya, dan masih berusaha tegak berdiri menjalankan hidupnya.Menyimak ceritanya – saya kira ini bukan hal yang mudah … –

Kita saja yang merasa hidupnya lurus, normal, merasa benar, seringkali lebih sibuk untuk mencaci, memaki, menyalahkan, menyudutkan mereka yang mungkin sebenarnya juga sedang “berjuang” dengan diri mereka,  berjuang menemukan jati diri mereka, yang sebenarnya ada perang batin yang ada

Diluar sana, mungkin ada banyak mereka yang seperti Mimi Peri ini, yang memang tidak tahu, tidak mengerti, harus apa, harus bagaimana.  Barangkali kurang ilmu, kurang teman, kurang kesempatan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dengan kondisi yang mereka sedang rasakan

Karena kita yang mengerti, yang faham, tidak coba untuk menolong, merangkul, menunjukan arah kemana jalan yang benar, sekaligus menunjukan dengan cara yang baik. Asik dengan diri sendiri yang sudah merasa baik dan benar, dan merasa berhak menyudutkan orang lain yang kita anggap berbeda norma dengan kita

Ini bukan tentang membenarkan yang salah, dan menyalahkan yang benar. Tapi ini tentang ada saatnya kita memanusiakan manusia, dan bagaimana kita mempunyai kemauan, hasrat, untuk membantu sesiapapun yang sedang butuh jalan cahaya.

Kita hanya perlu menunjukan atau membantu mereka menuju cahaya tersebut …

 

Fatherless

 

Saya jadi teringat sebuah istilah “Fatherless” yaitu anak anak yang kehilangan figure orang tua nya. Kehilangan disini bukan perkara kehilangan secara raga atau nyawa. Namun fatherless disini adalah anak anak yang ayah nya masih ada, namun kehilangan sosok, fungsi, dan peran yang dibutuhkan anak dari seorang ayah. Kekurangan kasih sayang seorang ayah …

Apalagi “Fatherless” ini ditambah luka batin yang pernah dirasakan oleh anak dari ayahnya, yang ternyata berakibat panjang, hingga anak dewasa …

Saya ingat, ada mantan Transgander yang pernah cukup terkenal di media sosial. Dia menceritakan, tentang apa yang terjadi padanya  itu salah satunya karena ia merasa sangat kekurangan kasih sayang seorang ayah semasa kecil

Akibatnya  dia  mencari kebutuhan figure  itu diluar rumah yang bisa mengisi kekosongan batinnya akan sosok itu. Di lain pihak dia pun ketakutan dirinya tumbuh menjadi laki2 yang mirip ayahnya. Sehingga ia memilih menjadi seorang wanita, dia memilih menjadi seorang transgander saat itu …

” Aku ingin dipeluk ayah ….” katanya….  Alhamdulillah ia sekarang telah kembali kejalan lurus, kembali menemukan fitrahnya sebagai seorang lelaki sejati.

Sungguh betapa penting ternyata peran seorang Ayah, dalam tumbuhnya seorang manusia

Above All …

Semoga, Allah pun mempermudah orang orang seperti Mimi Peri untuk menjadi manusia yang kuat, bertemu dengan orang orang dan lingkungan yang tepat.Kemudian kembali menemukan dan menjalankan fitrah sejatinya sebagai seorang lelaki sejati (Karena sebenarnya Mimi Peri pun tidak pernah menyatakan diri sebagi seorang perempuan)

Semoga kita pun masih bisa menjadi manusia yang memanusiakan manusia,menjadi pembawa cahaya untuk sesipapun di sekitar kita yang sedang membutuhkan cahaya,dan arah jalan kebenaran …..

 

Bandung, 06 Juli 2019