Sebuah Sore, Di Kedai Kopi …

Sore itu aku hanya ingin menghabiskan waktu sendirian, menikmati hari, play listnya Kunto Aji dan secangkir kopi. Meninggalkan sementara kerjaan dan target yang belum usai tercapai sebenarnya. But some how, i need a little break and fresh air, coffe shop sore itu masih jadi pilihan untuk menyegarkan fikiran.

Lalu tetiba teringat seorang teman yang sudah lama menyusun rencana jumpa, namun belum kunjung terlaksana. Akhirnya ku hubungi dia, mengundang berjumpa. Ia pun tiba, kita pun banyak bercerita tentang rupa rupa.

Rupanya ada banyak rasa kulihat di matanya, rasa yang mungkin ia pun bingung mendefinisikannya, atau bagaimana cara mengungkapkannya, tentang kisah pedih dalam hidupnya.

Lalu ku coba untuk menerka dan meraba, tentang apa yang coba ia ungkapkan waktu itu, ku coba untuk membuat ia berhasil meluapkan apa yang ia rasa, walau tak mesti semua, biar aku tahu saja apa yang ia rasa.

Kemudian matanya mulai berkaca kaca, ahh… begitu berat rupanya apa yang ia simpan dalam dadanya, mungkin pula telah penuh jiwanya, karena nafas nya mulai terdengar berat. Ah aku biarkan dia bercerita lebih banyak, sedikit demi sedikit, semampu ia, serela ia, aku hanya ingin ia sedikit berkurang beban jiwanya, dengan sedikit berbagi apa yang ia rasa, semoga

Akhirnya ia mampu bercerita, walau tidak semua, memang tidak perlu semua. Karena yang ia butuh hanya seseorang yang mau mendengarkan ia. Lalu ku tujukan semua perhatian kepadanya, menyimak setiap kata, kalimat, deru nafas, rona wajah, arah tubuh, mencoba membaca apa yang ia rasa, mendegarkan apa yang tak terungkapkan …

Tak banyak yang ku ucapkan barisan nasihat, motivasi atau semacamnya. Karena yang ia butuhkan bukan penasihat, yang ia butuhkan adalah sahabat. Seseorang yang bisa berbagi rasa, seseorang yang hadir untuk dia, dan mensiratkan sebuah kalimat … kamu tidak sendiri…

Dan percakapan sore itu adalah tentang mendengarkan, tentang saling mengerti, tentang saling memahami dan tentang saling menguatkan. Bahwa perjalanan hidup adalah bukan tentang apa masalahnya, namun tentang bagaimana kita menghadapinya.

Kamu. Aku. Kita masing masing mempunyai kisahnya sendiri. Kita sedang menjalankan rel hidup masing masing, yang seringkali tidak mudah, namun seringkali juga berakhir indah. Hadiah yang mewah bukan ?

Kamu. Iya kamu sahabatku. Semoga dikuatkan raganya, disabarkan jiwanya, ditegakkan punggungnya, di luaskan hatinya, di ringankan langkahnya. Tertaut jiwa raga pada – Nya Pemilik sekaligus Penyelesai segala masalah hidup.

Terimakasih, sore itu aku merasa lebih berarti karena ka sudah mau berbagi …

Bandung, 08 Nov

Di hari Rabu yang rinai ramai oleh hujan

 

 

Advertisements

Story Of Sembalun

Masih di rangakaian cerita perjalanan di Lombok bulan kemarin (Opening cerita ada di postingan sebelumya)

Pertama tahu tentang SEMBALUN itu dari sebuah postingan di Instagram kalau ga salah. Postingan itu memperlihatkan landscaping sawah yang membentang dengan warna warna yang sangat menawan.

Lalu browsing lah, apa itu Sembalun, dan kemudian tahu lah bahwa Sembalun adalah sebuah daerah di Lombok, yang juga merupakan perkampungan yang ada di kaki gunung Rinjani.

Melihat keindahannya, dalam hati berkata : ” some day saya harus kesini ” tanpa menulis deadline target waktu kapan saya harus kesana. Cuma dicatat dalam hati saja. Hhe..

Qadarullah bulan kemarin, saya dapat ajakan untuk mengunjungi Lombok lagi, dan destinasi utama nya adalah Sembalun ! Masya Allah PRAY LIST saya terwujud, mengunjungi SEMBALUN.

Dan yang lebih Spesial nya lagi, Saya ke Sembalun bukan buat jalan jalan, traveling yang bertujuan hanya having fun, tapi ke Sembalun untuk mengasuh anak anak korban gempa, di acara kemah ceria.

Alhamdulillah, saya sebenernya telah lama menanamkan dalam dalam kepada hati dan fikiran. Ingin banyak menjelajah ke banyak tempat di Indonesia bahkan dunia, tapi bukan sekedar tujuan wisata. Saya ingin menjelajah banyak tempat dengan membawa misi, perjalanan yang bertujuan, petualangan yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri, juga bagi orang lain. Bukan perjalanan hampa, yang oleh oleh nya hanya cerita dan foto foto semata.

Ahh… Balik lagi, tentang Sembalun ! Pertama memandang langsung Sembalun, Saya merasa sedang berada di negri dongeng. Beneran … Mungkin ada yang bilang berlebihan. Tapi itu yang saya rasakan … Saya kemudian banyak diam dan terpana saja, menikmati sajian di depan mata, lupa mengabadikan nya dengan kamera. Ahh.. tak apa apa bisik hatiku. Yang penting adalah apa yang kita abadikan di memori ingatan kita, ketimbang apa yang kita simpan di memori kamera kita bukan ?Lagian saya akan ada disini sekitar tiga harian, akan banyak waktu untuk mengabaikan nya lewat kamera. Nanti.

Lalu saya benar benar menikmati alam Sembalun lewat mata saya, dinikmati sungguh sungguh dan dimasukan ke dalam memori kepala saya.

Subhanallah ….

Ini negri dongeng ….

Sawah yang membentang

Perbukitan kecoklatan yang mengelilingi desa, bagaikan benteng2 pertahanan kota bangsa bangsa kuno dulu ..

Udara yang dingin, embun embun yang turun, masyarakat yang riuh rendah bercengkrama, desa yang damai dan mendamaikan …

Rasanya betah berlama lama di desa ini, desa yang tepat ketika kau ingin menyendiri tanpa merasa sepi. Sembalun, negri dongeng bagiku..

Tentram …

Keterangan Foto :

Ini foto diambil oleh kamera dan effot seadanya, di atas atap rumah warga dimana kami tinggal. Beberapa foto masih tersimpan rapih di kamera, belum sempat dipindah. Biar saya nikmati sendiri dulu kenangannya.

Menikmati Pagi Di Kaki Rinjani

Pertengahan bulan lalu saya berkesempatan untuk ke Lombok lagi. Ini kali kedua saya ke Lombok setelah peristiwa bencana gempa beberapa bulan lalu.

Kali pertama, saya menjadi relawan untuk dibagian trauma healing anak anak pengungsi bencana Lombok. Walau akhirnya pada kenyataannya, jadi relawan harus bisa segalanya – diluar dari tugas utama – termasuk skill menyetir saat dibutuhkan .. hha

Nah kali kedua ini saya menjadi relawan untuk jadi tim KEMAH CERIA MANDIRI yang diadakan oleh komunitas GERAK BARENG. Anak anak nya kurang lebih ada sekitar 200 orang, dari wilayah Sembalun dan sekitarnya.

Nah, foto ini diambil saat pagi sekali, saat matahari di kaki gunung Rinjani mulai merekah, menempa rerumputan yang di musim kemarau. Subhanallah warna nya hangat sekali, warna jingga yang kecoklatan.

Rinjani memang masih ditutup saat itu. Katanya menunggu putusan rembuk masyarakat, yang ingin peraturan pendakian di perketat. Bersih dari maksiat, bersih dari perbuatan perbuatan yang melanggar nilai agama dan norma adat setempat.

Jadi Rinjani saat ini hanya bisa dipandang dari kejauhan. Memandang Rinjai dari kakinya, serasa sangat indah, megah. Memandang Rinjani dengan utuh seperti ini tidak bisa lama. Karena siang sedikit saja, biasanya sudah kembali tertutup oleh awan. Rinjani bisa utuh dipandangi saat pagi dan sore hari.

Oh ya, saya bukan seorang wanita pendaki sebenernya, namun menikmati Rinjani dari kakinya saat ini, menggoda saya untuk setidaknya mencoba mendaki keatasnya. Karena, sebelum bertemu Rinjani, saya disuguhi pemandangan “warming up” dulu selama perjalanan, Bukit Pegangsingan dan indahnya bentang alam desa Sembalun. Dan kemudian puncaknya bertemu dengan ia yang cantik menjulang, Rinjani.

Menikmati pagi di Rinjani, dengan segelas kopi, buku, dan mentari pagi, adalah hal mewah yang saya rasakan hari itu.

Subhanallah …

Terimakasih ya Allah, telah kau berikan hamba kesempatan untuk menyaksikan sebagian kecil saja dari Kuasa-Mu. Telah kau berikan kesempatan kepada hamba, untuk menikmati bentuk Kasih Sayang Mu, pada hamba, melalui Indah nya Ciptaan-Mu

Maha Besar Allah dengan Segala Ciptaan-Nya

Talk Show Literasi “Literate, Adventure And Fun”

Ini adalah kali kedua, saya dan tim dari Kebukit Indonesia mengadakan TALK SHOW LITERASI. Kali ini kami ingin menggabungkan, dan membenang merahkan antara kegiatan literasi dan kegiatan berpetulang, juga bagaimana kedua kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan cara yang sangat menggembirakan.


 

Oleh karena itu, tema Talk Show kali ini adalah “Literature, Adventure And Fun”. Alhamdulillah kami mempunyai kawan yang tepa untuk tema ini. Yang pertama adalah  Tedi Ixdiana, seorang yang bisa saya katakan manusia “jarang” di Indonesia. Beliau adalah komandan dari Verical Rescue Indonesia dan Indonesia Climbing Expedition, sebuah komunitas yang bergerak di bidang panjat tebing. Tak hanya tentang panjat tebing, namun kemudian banyak kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang di lakukan oleh komunitas ini. (Tulisan tentang figure Tedi Ixdiana, Insya Allah saya tulis di tulisan selanjutnya)

Pembicara Talk Show yang kedua, adalah Zhibril A (Alhasani Amin) seorang anggota WANADRI yang merupakan seorang penulis juga. Sudah tiga buku beliau terbitkan, buku yang ia hasilkan atas dua passion dalam hidupnya. Membaca-menulis dan berpetualang. Saya suka dengan kalimat awal pembuka profile beliau ” Membaca untuk membuka dunia, menjelajah untuk mengenal dunia, dan menulis untuk keduanya”

DSC05697

Tedi Ixdiana

DSC05728

Zhibril A

Nah, saat itu saya ditugaskan untuk menjadi Moderator. Tugas nya adalah untuk memberikan inspirasi tentang membenangmerahkan antara kegiatan berliterasi dengan literasi, dan tugas lainnya adalah seperti moderator pada umumnya … hhe

DSC05666

Alhamdulillah yang datang lumayan ramai dan dari berbagai kalangan usia. Dari anak anak Pecinta Alam (PA) dari tingkat sekolah menengah hingga Mahasiswa, masyarakat umum, juga para orang tua yang membawa anak anaknya, karena diacara ini pun diluncurkan program spider kids dan ladies fun climbing .

Banyak banget inspirasi yang di dapat dari Talk Show ini, terutama dari dua nara sumber, yang menceritakan bahwa perjalanan karya mereka di dunia petualangan, alam dan lingkungan, sangat banyak terpengaruh oleh kegiatan literasi. Seperti Tedi Ixdiana yang ternyata apa yang ia lakukan di dunia panjat tebing, vertical rescue selama  31 tahun ini, diawali karena ia terinspiasi oleh sebuah buku. Jugadari Zhibril A, tentang alasan kenapa ia menuliskan kegiatan petualangan dan jelajah alam nya, salah satu nya ia ingin meninggalkan warisan pengalaman, pemikiran kepada anak anaknya kelak.

Oh ya, kegiatan ini pun di dukung oleh DISPUSIP Kota Bandung, yang mendatangkan Mobil Perpustakaan Keliling nya, dan menyediakan banyak bacaan, dan diantarany adalah buku yang bertema petualangan, lingkungan dan pegiat alam


 

Literasi adalah keterbukaan informasi. Literasi tidak melulu tentang kegiatan atau budaya membaca, literasi lebih luas dari itu. Oleh karena itu, menurut saya para pegiat literasi perlu untuk membuka bahasan bahasan yang lebih luas. Tidak hanya berkutat pada bagaimana meningkatkan budaya membaca secara parsial, namun mengaitkan kegiatan literasi dengan kebutuhan masyarakat yang mempuyai latar belakang yang berbeda beda.

Agar kegiatan berliterasi menjadi kegiatan yang applicable, kegiatan keseharian, kegiatan yang dekat dengan masyarakat .

Udah segitu aja dulu, nanti saya kabar kabari lagi saat ada kegiatan literasi lainnya, salam literasi … 🙂

Kita Bukan Butuh Motivasi, Tapi Butuh Ini …

” Mereka yang sedang terluka batin nya, tidak butuh motivasi, yang mereka butuh kan adalah ini …. “

Inilah kurang lebih kalimat pembuka awal dalam sebuah training yang saya ikuti beberapa hari kemarin. Kurang lebih lima jam saya mengikuti training ini. Sebenarnya kalau dirasa rasa lima jam itu sama sekali tidak terasa susana training yang penuh dengan kata kata motivasi, pembakar semangat agar lebih semangat bekerja, atau agar menjadi manusia yang berguna, atau semacamnya …

Lima jam tersebut tentang pelepasan rasa. Tentang bagaimana menjadi manusia. Manusia yang sepanjang usinya telah mengalami banyak cerita hidup, yang di dalamnya tertinggal beribu rasa, ada bahagia, ada juga luka.

Luka. Siapakah yang tak pernah terluka jiwa sepanjang hidupnya ? Setiap manusia sepertinya pernah merasakannya. Dari luka yang biasa saja, hingga luka yang sangat membekas dan mengendap di jiwa. Namun sayangnya kita jarang memperhatikan luka itu, luka yang kita kira sudah tiada, namun sebenarnya iya masih ada tertinggal dalam jiwa kita, dan kemudian tanpa kita sadari banyak hal terjadi atau pun tidak terjadi karena kita rupanya belum selesai dengan luka luka jiwa itu. Luka jiwa itu masih berpengaruh besar pada hidup kita.

Ya … di lima jam itu, saya menemukan hal ini. Saya menemukan luka batin yang ternyata masih ada di dalam ingatan jiwa saya, yang rupanya sangat mempengaruhi saya dalam memandang sesuatu, menyikapi sesuatu, dan memutuskan sesuatu.

Dan di training -yang saya lebih suka sebut dengan : moment pelepasan- saya bisa melakukan itu. Berbagai hal yang mengganjal dalam hati, pikiran dan batin saya akhirnya banyak terlepaskan. Rasa sedih, rasa bersalah, rasa kecewa yang telah lama terpendam tak terungkapkan, baik kepada kondisi atau pun seseorang akhirnya terlepaskan …

Perasaan lainnya pun akhirnya terdefiniskan, rasa merasa tidak berharga, rasa merasa di perlakukan tidak adil oleh situasi, rasa marah yang rupanya masih menganga, rasa kesal, rasa kecewa pada diri, pada orang lain, pada situasi akhirnya mampu terdefinisikan dan tertumpahkan …

Rasa yang selama ini banyak terpendam, ditahan tahan, disembunyikan, bahkan kita coba lupakan ternyata kenyataannya masih ada dan memenuhi batin kita, mengisi ruang ruang raga dan rasa kita, dan kadang memberatkan langkah kita, menahan rizki rizki kita, menghambat jalan kebahagiaan dan kegemilangan hidup kita

Di lima jam itu saya bisa melepaskan banyak luka  …

Di lima jam itu saya bisa sejujur jujurnya pada diri sendiri …

Di lima jam itu saya bisa menangis sejujur jujurnya …

Di lima jam itu saya bisa merelakan apa yang telah terjadi …

Jadi ini training macam apa ?

Ahh… ini bukan training sebenarnya menurutku, ini adalah moment pelepasan jiwa, pelepasan luka. Ini adalah moment untuk menjadi manusia yang seutuhnya, yang seringkali merasa lemah dan lelah. Moment dimana manusia butuh menangis, butuh mengakui lukanya, untuk kemudian ruang jiwa nya lapang kembali, ruang batin nya bersih kembali

Mengakui – Mengungkapkan – Melepaskan – Mengikhlaskan

Ini lima jam yang saya lakukan di training ini …

Lalu apa yang terasa setelah lima jam itu ?

Bukan, bukan tentang semangat yang membara bara, atau semangat yang menggelora, seperti yang bisa kita di training training biasa

Tapi ….

Saya merasakan kelegaaan hati, kelapangan fikiran, ketenangan jiwa …

Saya merasakan rasa lebih berhaga, lebih menghargai diri, lebih ingin luas melangkah, ingin lebih banyak tersenyum, ingin lebih banyak banyak bersyukur dan mensyukri hidup …

Bukankah ini lebih penting dari motivasi ? Karena benar adanya, sebelum kita dibakar dengan ribuan motivasi, kita perlu untuk memulihkan jiwa kita dahulu. Setuju ?

 

Ps : Terimakasih untuk coach Dedi Susanto, yang telah menjadi jalan dalam melapangkan kembali ruang ruang jiwa saya, melancarkan lagi aliran aliran nafas saya yang sempat tersendat, meringankan lagi langkah saya yang sempat terbebat

Ps : Buat kawan kawan yang butuh untuk dilapangkan kembali jiwanya, di ringankan lagi fikirannya, disembuhkan lagi batinnya, mungkin training ini cocok buat kawan kawan. Insya Allah tidak ada unsur magis, menyimpang atau semacamnya.Training ini adalah training untuk menjadi manusia yang seutuhnya, manusia yang punya rasa, punya jiwa

Saya pun tertarik karena lihat awal dari konten konten nya, sila lihat di channel youtube  nya : Kuliah Psikologi | IG : @DediSusantoPJ

Saya merekomendasikan karena telah merasakan …

Semoga Bermafaat 🙂

 

 

 

Welcome Brothers …

Welcome Brothers …

Hari ini RUMAH HIJRAH PASTEUR kedatangan tamu istimewa. LASKAR IQRA bertambah lagi anggota baru. Apa itu LASKAR IQRA ? Sebenarnya ini semacam julukan buat kawan kawan yang bersemangat untuk belajar mengaji.

Ya…belajar mengaji dari a-ba-ta-sta. Belajar dari awal, belajar laksana anak anak TK/TPA, belajar dari IQRA. Di usia yang bukan kanak kanak lagi, di usia yang ideal nya memang sudah bisa lancar membaca Al-Quran, namun mereka tidak malu untuk mengakui bahwa mereka belum bisa membaca Al-Quran, dan tidak merasa malu untuk membuka diri untuk belajar kembali membaca Al Quran.

Dulu waktu masih anak anak mereka sebenarnya pernah belajar, bahkan sudah lancar. Namun pergaulan, jalanan dan jiwa pemberontakan barangkali, membuat mereka sempat jauh dan asing dari bacaan bacaan Al Quran.

Namun tak mengapa, semua ada masanya. Hingga pada akhirnya, manusia selalu merasakan fitrahnya, fitrah untuk kembali kepada Tuhan-Nya, fitrah untuk bisa melantunkan pedoman hidupnya, fitrah untuk kembali kepada jalan kebenaran. Lalu ketika fitrah itu memanggil, segeralah hampiri, karena  itu adalah cara Allah untuk membuat kita kembali kepada ajaran-Nya. Hidayah.

4acb619d-46ed-422c-8a65-1b41e0e8eea6 (1)

Ah … tiada yang lebih membahagiakan dari pada ini, melihat saudara seiman yang terpanggil hatinya untuk kembali memperbaiki hidup, ke jalan yang lurus, ke jalan yang Allah Ridhai.

Insya Allah kita akan melakukan banyak hal bersama. Masa depan kalian masih panjang, masih terbuka banyak peluang dan harapan. Kejar kembali pendidikan yang sempat kalian tinggalkan, kejar kembali impian impian yang dulu yang kalian rasa hanya sekedar lintasan dan khayalan. Kita berjuang bersama.

Welcome Brothers …

Kita mulai langkah langkah kecil ini. Mungkin suatu saat akan kencang, suatu saat akan perlahan, kita saling menguatkan. Semoga awal kebaikan ini, akan menjadi akhir yang baik pula, dan semoga kita kelak akan saling menyelamatkan kelak di akhirat …

 

Bandung, 11 Oktober 2018

Punk Hijrah Bandung

 

Creative Selling Every Day [ Books Review ]

Books Review Lagi Ah …. Hhhe…. ( Jangan bosen bosen yaaa…..)

dc46c770-01f0-453f-a985-df7ebdd660be

Akhirnya done baca buku ini. Latar belakang baca buku ini sebenarnya sedang sedikit “down” dengan penjualan yang hasilnya belum sesuai dengan harapan, padahal sudah merasa bekerja keras. Akhirnya sejenak berhenti, dan mengevaluasi diri, sepertinya ada yang harus diperbaiki dalam pola berfikir, juga menyegarkan diri dengan ilmu.

Buku ini bukan buku teknis bagaimana tentang menjual atau sejenisnya. Namun buku bagaimana memperbaiki hal hal non tekhnis yang seringkali kita abaikan ketika melakukan penjualan. Karena seringkali kita hanya berfokus kepada hal hal yang bersifat tekhnis, namun hal yang bersfat non tekhnis sering kita lupakan, dan menganggap itu hal yang kurang penting.
.
Hal non tekhnis itu seperti apa? Contohnya adalah mengenai apa tujuan kita dalam melakukan penjualan, apakah sebatas mendapatkan rupiah semata? Karena bila motivasi nya tidak dalam maka kita akan mudah patah. Kemudian tentang bagaimana kita melihat klient atau konsumen kita. Apakah kita melihat mereka sebagai “objek” produk kita semata, atau ada misi yang lebih dalam dari hanya sekedar sebuah peristiwa transaksi.

Buku ini juga membahas bagaimana kita melakukan penjualan dari alam bawah sadar kita, bagaimana berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan dengan klient klient kita melalui alam bawah sadar kita. Karena nyatanya, proses penjualan terjadi seringkali di pengaruhi dari apa yg terjadi di alam bawah sadar kita.

Mari kita bahas lebih dalam …

Go First 

Dalam buku ini  membahas tentang pentingnya GO FIRST. Maksudnya GO FIRST disini adalah tentang bagaimana kita memulai segalanya dari kita sendiri. Sebelum GO OUTSIDE atau GO SELLING, sangat penting bagi kita untuk “membereskan diri” kita terlebih dahulu, membereskan apa dulu apa yang ada di benak kita, yang kadang tidak kita sadari sangat bisa mempengaruhi proses penjualan kita.

Salah satunya adalah mengenai TUJUAN. Apakah tujuan kita, apakah jualan hanya untuk menambah pundi pundi rupiah agar bisa membayar kewajiban, tagihan, dan memenuhi keinginan keinginan kita ? Karena bila motivasi nya hanya sebatas ini, maka kita akan lebih mudah frustasi, down, dan hilang arah ketika apa yang kita inginkan di atas tidak terwujud.

Nah dibuku ini kita diajak untuk memikirkan lebih dalam mengenai kenapa kita harus melakukan penjualan, bukan tentang nominal, tapi jauh bermakna di balik itu …

SELLING IS …

Sekarang tentang penjualan, jadi sebenarnya selling  bukan hanya tentang ELO JUAL – GUE BELI. Selling lebih dalam dari itu, selling adalah sebuah proses, proses apa ? diantaranya adalah …

Selling Is The Art Of Communication

Bila saat ini kita masih banyak merasakan banyak kegagalan dalam menjual, bisa jadi karena kita masih lemah dalam berkomunikasi,  kita masih lemah dalam bagaimana menyampaikan gagasan kita, menyampaikan keunggulan produk atau jasa kita. Atau kita masih lemah dalam bagaimana menarik perhatian, dan masih lemah dalam bagaimana kita membangun kedekatan dengan calon pembeli/klient kita.

Atau barangali kita gagal mendengarkan, mencari tahu apa kebutuhan dan keinginan klient kita, malah kita sibuk “menjejali” mereka dengan informasi keunggulan produk produk kita, merasa mereka harus tahu semua itu, dan kita gagal membangun kedekatan emosional dengan mereka, padahal kedekatan emosional dan kenyamanan adalah hal yang sangat penting

Bener juga sih, kalau niatnya ketika bertemu dengan seseorang hanya motivasi penjualan, maka ketika dia ga mau beli, ya udah bhay …. !! Tapi kalau niatnya adalah menjalin silaturahmi, persaudaraan, maka beli atau tidak beli maka akan banyak kebaikan yang terlahir lebih dari sekedar penjualan yang berupa rupiah …

Balik lagi, Selling Is The Art Of Communication … Jadi ilmu bagaimana cara berkomunikasi menjadi sangat penting. Tentang bagaimana membuat orang nyaman terhadap kita, dan kita pun sebaliknya. Bagaimana bisa membuat pembicaraan yang mengalir dan menyenangkan, bagaimana komunikasi yang bisa membangun kedekatan dan kepercayaan.

MIND SET …

Ini nih berbagai list yang perlu selalu kita perbaiki, saat sesuatu masih belum sesuai dengan apa yang kita harapkan. Mungkin ada yang salah dengan cara kita berfikir, cara kita berperasaan, cara kita berkehendak, cara kita berbicara, cara kita bersikap, dan cara kita bertindak.

Dan ini harus kita breakdown satu satu, karena ketika kita masih belum jelas men set-up diri kita sendiri, tujuan kita, mengetahui kekurangan dan kelebihan kita, membuat diri kita nyaman dengan diri kita sendiri, mengkonsep jualan kita, malas untuk belajar dan mengexplorasi, belajar berkomunikasi, maka sehebat apapun cara cara tekhnis jualan kita, maka hasilnya akan sulit untuk sesuai dengan harapan yang ingin kita capai



Over all buku ini recommended buat mereka yang ada di bidang penjualan, baik barang atau jasa. Tapi sepertinya buat setiap orang juga sih… Karena basically setiap orang adalah penjual bukan ?

Segitu dulu yaaaa…

Happy Reading 🙂

Semenjak Kamu Pergi …

Semenjak kamu pergi

Aku menjadi enggan pulang ke rumah

Seakan rumah ini kehilangan jiwanya …

 

Semenjak kamu pergi

Rumah ini serasa asing dan jauh

Dan aku berat untuk menetap …

 

Semenjak kamu pergi

Kadang ku hanya membayangkan kata pulang

Tanpa ku benar benar pulang …

 

Semenjak kamu pergi …

Seringkali ku hanya menatap nya dari kejauhan

Serasa berat untuk menempatinya kembali

 

Barangkali karena kau tidak benar benar pergi

Seperempat hadirmu masih ku penjara di sudut sudut rumah ini

Berupa kepingan kenangan dan cita yang tak terselesaikan

 

Barangkali karena rumah ini pernah terasa bernyawa saat kau ada

Dan saat ku izinkan kau pergi

Masih ada sisa aromamu tertinggal disana

 

Namun aku ingin pulang,

Pulang ke rumah yang pernah ada kamu disitu

Aku benar benar ingin pulang,

Aku ingin merasakan lagi nyaman nya rumah

 

Maka,

Akan ku ijin kan kau untuk benar benar pergi

Dengan segala cita yang pernah kita susun bersama

Cita yang tidak tuntas terselesaikan

 

Maka,

Akan ku ijin kan kau untuk benar benar pergi

Karena aku ingin kembali bernyawa, berkelana,

Menyusun kata, menapaki beribu cita, asa dan karsa

Di Rumah ini

 

 

 

 

 

 

 

 

Jangan Sia Sia Kan Pagi Harimu …

Well, sebenernya ini semacam catatan, pengingat dan penguat untuk diri sendiri, tentang bagaimana sebaiknya kita menggunakan waktu pagi hari kita.

Katanya pagi hari adalah waktu yang menentukan apa yang akan terjadi seharian itu, kalau pagi hari nya baik, tertara, have a good mood, maka itulah yang akan terjadi seharian. Sebaliknya kalau pagi hari nya bad mood, atau kita males malesan, biasanya mood itu kebawa sampai seharian juga.

Jadi biar pagi hari have a good mood, ceria, dan waktu kita berkualitas seharian, produktif, gimana caranya ?

Setelah baca berbagai buku, nyimak konten youtube, nasihat orang orang yang memang sukses di bidangnya, akhirnya mendapatkan beberapa insight yang bagus tentang bagaimana sebaiknya kita mengisi pagi hari kita.

Salah satu nya adalah dengan TIDAK MEMBUKA SOSIAL MEDIA di pagi hari.. !!

Kenapa emang ?

Ternyata ini bukan tentang soal tentang buang waktu saja. Tapi okelah PERTAMA kita bahas tentang WAKTU dulu. Setuju kan, kalau sudah berhubungan dengan sosial media, chat media, atau yang berkoneksian dengan internet, kita menjadi susah terkendali. Sekali jari kita menyentuh layar, buka feed, timeline, grup chat, atau iseng iseng buka status WA orang lain, diri kita semacam ketarik ke layar kaca itu.

Facebook : Cek Notifikasi, Baca Komen, Bales Komen. “Oke udah ahhh…” gitu dalam hati. Eh tetiba gatel pengen lihat timeline. Isinya macem macem, dari mulai bahas topik terhangat, yang curhat, yang liburan, yang makan makan, yang bahas politik, dsb.

Instagram : Cek berapa yang like postingan kita terakhir, scrolling feed, love status teman teman atau selegram pujuaan. Eh gatel juga pengen buka explore, dari postingan tentang kucing, perpolitikan, video lucu anak anak kecil, sampai gosip perlambeaan.

WA : Ahh… update status ah, kata kata bijak. Itupun expore dulu dari pinterest atau dari google image : quotes. Dan kemudian jari kita menyentuh status, layar otomatis menampilkan status status orang lain, sebagian kita koment, sebagian kita lewatkan, tapi mata terus tenggelam melihat pergantian status setiap orang. Argghh…

Belum lagi kalau yang punya Line, baca LINE TODAY, tentang “5 Cara menurunkan berat badan dalam seminggu” berita tentang “Fakta terbaru perceraian artis X dengan istrinya Y”

Berapa waktu yang di habiskan ?

5 menit berlalu, scroll… “ah baru lima menit”, scroll lagi, like, tinggalkan komentar ….

15 menit beralu, ahh… ini menarik, lihat video, lucu … eh ada lagi yang lucu …… scroll

25 menit berlalu, ahh… ini juga menarik beritanya, scroll… klik, baca, tutup. Baca berita terkait … scrollscroll

40 menit berlalu, di layar ada notifikasi grup. Terus dibuka, dibaca, ahh…silent reader aja ahhh.. tapi penasaran sama percakapan tadi malem, pada bahas apa yaa di grup, scroll …

55 menit berlalu…. what .. ?! hampir sejam ga kerasa ternyata ! hanya untuk melihat hal hal yang kadang tidak membawa banyak manfaat, hanya kumpulan info info biasa, tidak membikin termotifasi, terinspirasi, atau signifikan terhadap hidup kita …

Tapi 55 menit itu berlalu begitu saja … menyesal kemudian, karena merasa udah membiarkan waktu tersia, namun esok nya terulang lagi, dan lagi, menjadi sebuah kebiasaan yang sulit dihentikan …

KEDUA, kenapa sebaiknya tidak membuka MEDSOS di pagi hari adalah, karena ketika kita membuka MEDSOS atau Chat Media, kita sedang memberikan perhatian kita kepada dunia luar, dunia di luar diri kita, dan apa efek nya pada diri kita.

Dunia luar itu seperti apa ? Contohnya : Melihat status orang lain, melihat apa yang di pikiran & di rasakan orang lain, melihat orang lain pergi kemana, makan apa, sudah melakukan apa, pergi kemana, belum lagi tentang prestasi dan pencapaian pencapaian yang telah mereka lakukan.

Belum lagi tentang orang yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan hidup kita ; artis A melahirkan, artis B liburan ke luar negri, selebgram A memakai lipstik warna marun benderang, atau selegram D bermasalah dengan selegram F, dsb. Diri kita menjadi tersedot untuk memperhatikan hidup orang lain, orang orang yang bahkan tidak kita kenal.

Kapastitas memori pikiran pagi hari kita hanya diiisi dengan info info sesaat, hal hal kecil, hal yang maaf terkadang “remeh temeh”, dan tidak banyak membantu kita dalam membangun kualitas hidup kita, atau membantu jalan kepada cita cita kita. Infomasi yang kebanyakan tidak penting, namun terlanjut memenuhi memori otak kita. Di pagi hari pula !!

PADAHAL …

Pagi hari adalah GOLDEN TIME, dimana waktu itu adalah salah satu waktu terbaik kita. Waktu yang seharusnya kita isi dengan lebih memperhatikan diri kita.  Meniliik kedaam tentang diri, menggali tentang apa yang dirasakan, diinginkan oleh diri. Atau memikirkan tujuan tujuan jangka pendek dan jangka panjang kita, sudahkah menuju yang sedang kita tuju …

Secara tekhnis pagi hari adalah waktu terbaik untuk kita merencanakan apa yang akan dilakukan seharian itu. Membuat list to do misalnya. Atau melihat lagi catatan impian dan cita cita kita, dan memikirkan apa kira kira yang akan dilakukan hari ini untuk mencapai cita cita tersebut…

Atau misalnya, membuat list orang orang yang perlu kita hubungi, sesiapa yang akan kita jalin silaturahmi. Atau mengevaluasi diri akan hal hal yang ingin kita perbaiki, kebiasaan kebiasan yang ingin kita hilangkan atau kemampuan kemampuan yang ingin kita asah dan hebatkan.

Lebih dalam, pagi hari adalah waktu yang paling baik untuk kita berkontemplasi, atau untuk mencari, menggali dan mengkaji diri. Mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Mentafakuri diri, berdzikir, membaca petunjuk petunjuknya, meraba diri apakah yang dijalani selama ini apakah sudah sesuai dengan kehendak-Nya, meraba dri apakah yang sudah kita lakukan akan mendatangkan Ridha-Nya, atau sebaliknya.

Ya … Di pagi hari. Sebuah waktu yang sebenarnya banyak hal esensial yang semestinya kita lakukan, untuk kebaikan hidup kita di dunia maupun kelak di akhirat. Namun kadang kita melewatkan waktu itu dengan kegiatan yang tidak membawa kita kemana mana, tidak menambah nilai dan manfaat apa apa,

Ahhh… maafkan ya Allah …


Gimana dengan diri saya sendiri ? Apa hal rill yang sedang diusahakan ?

Sekarang secara tekhnis, saya sedang belajar untuk “puasa” HP di pagi hari, dari mulai bangun sampai sekitar jam delapan an. Abis shalat, ngaji/baca terjemah, lalu baca beberapa lembar buku, nyusun kegiatan seharian itu, baca jurnal catatan, dan nyusun kegiatan untuk hari itu. Kadang denger radio atau dengr kajian sebuah topik di youtube tapi ga pakai HP, bisa paka laptop misalnya. HP di setting hanya terdengar untuk panggilan telfon saja (Biasanya kalau orang telfon berari ada hal penting).

Masih suka kegoda ga buat buka HP ?

Ya iyalah … hhee pasti. Malah masih sering  “batal” ada aja yang bikin kegoda. Namanya juga belajar, dan akan terus belajar. Yang menguatkan adalah inget ke tujuan kenapa kita “puasa HP di pagi hari”, agar bisa menjadi manusia yang berkualitas dan bertanggunjawab dari hari ke hari. Agar hidup tidak asal sia sia, agar hidup tidak mengalir begitu saja.

Bismillah …. Semoga istiqamah, menggunakan karunia waktu sebaik baiknya, dan dimulai dari bagaimana menghabiskan waktu di pagi hari …

 

Semoga Bermanfaat …. 🙂

 

Book Insight | The Subtle Art Of Not Giving F*** (Mark Manson)

Ini buku yang lagi nge hits katanya…

Pas awal ketemu buku ini, ga tau bahwa buku ini lagi ngehits. Saya tertarik dengan buku ini pertama kali, karena melihat warna nya yang sangat “eye catching”  kemudian berlanjut kepada judulnya yang sungguh tidak biasa …

Iseng baca beberapa halaman awal, dan ga nyangka buku ini membuat saya ketawa ketawa sendiri, karena kalimat dalam buku ini yang kocak, satir, menampar, menusuk jleb,  tanpa basa basi. Dan kemudian dalam hati berkata : ” iya bener banget…!!”

Kemudian memutuskan untuk mendahulukan buku ini untuk dibaca


 

Buku ini memang beda. Beda dengan buku buku self help, motivasi, atau buku buku inspirasi lainnya. Bedanya apa ? Beda bahasa tuturnya, beda sudut pandang pemikirannya, beda alur penyampaiannya, beda dari ia membuat kita tersadar…

Kalau biasanya buku buku yang kebanyakan itu diumpakan menasehati dengan cara lembut, membelai, memberikan langsung tips tips berfikir positif dan optimisme, bisa ! bisa ! bisa !

Buku ini berbeda. Buku ini tidak membelai belai, tapi menyadarkan dengan cara menampar, menyadarkan kita bagai sedang tidur lalu di guyur air, kaget tapi langsung siuman

 

8a6f76d7-26b8-4de6-b4ca-e8e1b3eda24a

Nah setalah beres baca, bisanya saya akan “mengikat makna” atas beberapa insight yang saya pribadi dapatkan setelah membaca buku ini, dengan cara menuliskannya kembali dengan versi saya, penyerapan saya, bahasa saya. Mengikat Makna, adalah sebuah usaha agar apa yang telah dibaca, tidak berlalu begitu saja

Agar apa ? agar insight, pelajaran, nilai nilai yang saya dapatkan setelah membaca buku tersebut akan lebih terekam dan tercerna baik dalam ingatan kita, dan kita akan bisa lebih mudah -saat itu nilai nilai baik yang kita yakini – maka kita akan lebih mudah menerapkannya dalam hidup kita.

 


 

Apa Standar Kebahagian Dan Kesuksesan

Seringkali kita membuat standar dan kebahagian dan kesuksesan dengan barometer yang ditentukan atas kebahagian dan kesuksesan yang tampak pada orang lain. Kita menjadi cemas ketika melihat orang lain terlihat bahagia dan sukses. Apalagi dengan penggunaan media sosial, dimana setiap orang berusaha menunjukan sisi bahagia dan sukses nya, dan efeknya kita terobsesi untuk terlihat sukses pula.

Keinginan kita untuk menjadi sukses, kadang kala bukan untuk pemenuhan jiwa kita, atau keinginan murni kita. Karena kita berusaha untuk bersaing dengan orang lain, berusaha untuk menyamai orang lain, dan menampakannya kepada khalayak, seperti yang orang lain lakukan juga, jadi semacam virus yang menular. Apalagi dengan pengaruh media sosial, yang orang seakan akan berlomba lomba “memperlihatkan” kesuksesannya …

Dan kemudian apabila standar ini yang di gunakan -Standar sukses orang lain, standar sukses yang digencarkan media-, maka kita akan menjadi sangat terobsesi dan frustasi.

Karena selayaknya kita smempunyai standar dan definisi bahagia dan sukses kita masing masing, dengan nilai nilai yang kita yakini dan dengan kemampuan, potensi yang kita miliki

Haruskah Selalu Berfikir Positif ?

Nah ini yang menarik dalam buku ini, tentang berfikir positif. Saat ini gaung BERFIKIR POSITIF sangat di gencarkan dimana mana. Acara TV, buku buku motivasi, training training yang ada, hampir semua membahas mengenai bagaimana berfikir positif, bagaimana bertingkah positif, dan senantiasa mensikapi semua dengan postitif secara instan.

Pikiran, perasaan, pengalaman negatif seolah olah hal yang mutlak salah. Dan harus segera diganti dengan pikiran dan perasaan negatif. Jarang yang mengajari kita untuk  mengakui terlabih dahulu bahwa pikiran dan perasaan yang negatif itu nyata dan ada.

Padahal sebenarnya, pengalaman dan fikiran  yang negatif sangat sering juga kita alami. Namun seringkali kita dipaksa untuk menyangkalnya karena saat ini dimana mana kita seolah dicekoki untuk berfikir positif. Tanpa mengajarkan bagaimana menjadikan hal negatif menjadi sesuatu yang bisa menjadi jalan untuk kita untuk bertumbuh.

Rasa Sakit

Ada quote yang menarik dari buku ini tentang rasa sakit

“Rasa sakit merupakan sebuah tenunan yang mengagumkan yang membentuk kain kehidupan”

Rasa sakit seringkali kita hindari, diantarnya : ketakutan akan kegagalan, khawatir akan penolakan, lelahnya bersusah payah, jatuh bangun perjuangan,  bayangan ditertawakan, disepelekan, dsb.

Padahal rasa sakit adalah bagian dari kehidupan itu sendiri. Kita jadi hanya bergumul pada ketakutan ketakutan yang kita bayangkan, kita tidak siap dengan resikonya, resiko berjuang, resiko bercita cita, resiko menjalankan yang kita inginkan.

Terhadap rasa sakit, hadapilah …!!

Ketika Sesuatu Tidak Sesuai Keinginan

Tidak semua hal memang akan berjalan dengan sesuai dengan keinginan kita, ada yang sebaliknya malah, berbeda 180 derajat. Walau sedalam apapun kita telah berusaha dan berfikir positif, ketika itu memang mesti terjadi, maka terjadilah.

Akuilah bahwa itu adalah kenyataannya, bagian dari kehidupan. Ketika sudah bisa sadar menerimanya, tidak menjadikan hal tersebut seolah olah ketidakadilan, something personal, kemudian menyalahkan diri terlalu dalam, hingga berbuah keputusasaan. Ini adalah sebuah bagian dari kehidupan. Tidak semua akan terjadi sesuai dengan keinginan kita

Kebahagian Adalah Ketika Kita Berhasil Mengatasi Sebuah Masalah

Kebahagian bukan semacam pemberian yang instan, otomatis terjadi. Kebahagian adalah hal yang perlu diusahakan, seperti masalah yang harus dipecahkan. Kebahagian tidak datang tiba tiba, semacam hadiah dari langit, yang tiba ada di depan mata kita tiba tiba. Dengan macam cara, perlu ada kesungguhan  kita untuk mengusahakannya.

Dan seringkali kebahagian justru muncul ketika masalah muncul. Maksudnya ?

Ya, salah satu faktor yang membuat kita bahagia adalah, ketika kita telah berhasil mengatasi sebuah masalah. Bahagia datang ketika kita telah bersusah payah mengusahakan sesuatu. Bahagia tercipta ketika kita telah berhasil melewati badai masalah dalam kehidupan kita, mengatasi pergumulan batin dalam jiwa kita. Bukan begitu ?

Definisi Kesuksesan & Kebahagian

Pertanyaannya bukan tentang “Ingin Menjadi Apa” atau “Ingin Memiliki & Menikmati Apa”, namun pertanyaannya : “Rasa sakit apa yang mampu Kita hadapi”. Pertanyaan yang terakhir ini cukup jleb buat saya. Karena terkadang dalam mencita citakan sesuatu, kita menjadi terlena dengan hasil yang kira kira di dapat. Membayangkan kenyamanan, kelimpahan, ketenaran barangkali, dan hal hal yang nikmat nikmat saja …

Kita menjadi lupa, bahwa di jalan yang kita cita cita kan itu, kita akan bertemu dengan banyak penderitaan, kesusah payahan, penolakan, jatuh bangun, sakit hati, kegagalan, dsb. Kita kadang “menolak” membayangkan atau lebih tepatnya kita lupa mempersiapkan diri kita untuk hal ini.

Bila kita sudah siap bertemu  dengan hal hal yang “tidak enak” diatas  di jalur apapun yang kita pilih, mau menjalaninya, mau berkubang dengan nya, mau berlekat lekat dengannya, maka bisa jadi jalan yang memang jalan kesuksesan kita.

Maka, pilihlah bidang dan jalur hidup, yang kamu benar benar mau berjuang di dalamnya, menikmati setiap proses jatuh bangunnya, menikmati setiap proses jerih payahnya. Jalur hidup dimana kamu menikmati perjuangannya, bukan sekedar membayangkan kemenangannya.

Kepercayaan Diri Semu

Terlalu terlena dengan persepsi diri bahwa kita adalah orang yang istimewa, unik, dan berbeda, membuat kita terkadang merasa tidak perlu berjuang keras dengan cita cita kita. Terlena ini karena apa ? mungkin bisa jadi karena selama ini kita banyak mengikuti seminar seminar tentang bagaimana meraih mimpi dan semacamnya. Kita terus diberikan input bahwa kita adalah orang hebat, luar biasa, istimewa, kita bisa meraih apa saja yang kita inginkan, semacam buaian buaian impian …

Tidak salah sih..namun memang kebanyakan seminar seminar semacam itu kadang terasa hanya menunjukan kepada kita hasil hasil yang mungkin di dapatkan, seraya membanjir kita dengan rasa percaya diri yang tinggi bahwa kita bisa meraihnya. Namun proses perjuangan, susah payah, jatuh  bangun nya jarang sekali di bawa ke permukaan.

Karena mungkin hal tersebut dianggap negatif atau menakut nakuti. Padahal hal tersebut adalah sesuatu realitas yang bakal kita hadapi dijalur apapun kita memilih berjuang.

Hingga akibatnya, kita terbuai dalam rasa percaya diri yang semu, euforia kemampuan diri yang sementara, seiriing dengan berjalan nya waktu kita kembali lagi ke habitat semula, takut untuk berjuang …

Sedih yaa..

#JlebSekaliIni

Mengakui Kelemahan Diri

Berfikir postif bukan berarti kita harus selalu berada di posisi positif. Ketika kita mempunyai sifat negatif atau sedang dalam posisi yang tidak ideal, maka tak mengapa, akui terlebih dahulu, akan kelemahan dan sisi sisi negatif diri kita.

Karena, menyadari dan mengakui bahwa ada sisi negatif dan kurang baik dalam diri kita adalah awal untuk kita menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang mau bertumbuh.

Anti- Istimewa

Obsesi untuk menjadi istimewa kadang menjadi salah arah, menjadi orang yang rata rata seakan menjadi sesuatu hal yang memalukan, kita seakan dituntut untuk menjadi paling unggul, paling istimewa. Apalagi saat kita “dicekoki” pernyataan pernyatan : “Anda adalah pribadi yang istimewa, Anda hebat, anda bisa meraih apapun yang Anda impikan”

Salah ? Tidak juga. Yang salah ketika kita menjadi terlena dengan pernyataannya, kita telan bulat bulat. Seakan akan merasa istimewa dan berfikir istimewa menjadikan kita otomatis istimewa. Namun seringkali rasa istimewa itu hanya ada di fikiran kita saja, tidak terbukti dalam kehidupan nyata. Kita hanya istimewa dalam fikiran kita saja.

Karena ternyata banyak orang yang sukses dan berhasil di bidangnya , bukan karena mereka merasa istimewa, tapi mereka adalah orang orang yang menyadari bahwa mereka manusia biasa biasa saja, dengan segala kekurangannya, namun mereka sangat sungguh sungguh dengan apa yang sedang di perjuangkannya, senantiasa belajar, senantiasa memperbaiki diri.

Ahh…jleb banget pas bahasan ini ….

Kepastian Adalah Musuh Pertumbuhan

Tidak ada yang pasti sebelum semuanya terjadi.  Ini berarti bukan berarti kita tidak punya keyakinan. Tapi ini adalah sebuah anjuran antisipasi, anjuran untuk senantiasa belajar, senantiasa memperbaiki diri, senantiasa berbenah, senantiasa menggali, senantisa bertanya.

Karena ketika kita sudah merasa pasti, kita kadang menjadi pasive, dan hanya diam terpaku, menjadi terlalu percaya diri, bahwa semuanya adalah benar, dan semuanya akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.

Menyadari dan mengakui bahwa akan banyak ketidakpastian dan ketidaktahuan di dunia ini, akan mendorong kita untuk belajar, ketika belajar kita akan terus terbuka dan bertumbuh.Teruslah mencari, sampai kepastian yang kita nanti benar benar terjadi

Perbaikan Diri Untuk Siapa ?

Salah satu hal yang menjadi kita salah arah ketika memperbaiki diri, mengembangkan diri, adalah “Untuk siapa perbaikan diri itu dilakukan? “. Banyak dari kita yang melakukan hal diatas untuk memuaskan orang lain, untuk lebih disukai, untuk lebih di kagumi, dsb

Padahal perbaikan diri adalah untuk diri sendiri, untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas dengan ukuran kita sendiri, untuk pemenuhan jiwa kita pribadi, bukan untuk orang lain. Ketika kita melakukan nya untuk “dilihat” dunia, maka rasa akan takut gagal akan lebih besar. Hingga kita akan lebih berat untuk melangkah.

Wahhh panjang juga yaaaa…hhaa


 

Nah itu beberapa insight yang saya dapat dari buku ini, beberapa (banyak sebenarnya) hal yang jleb jleb bangetttt buat saya …. hhe

Jadi buku ini bukan ngajarin kita untuk ga peduli apa apa, bukan untuk menjadi pribadi yang bodo amat akan semua hal. Justu buku ini ngajak kita untuk memilah mana yang harus kita fikirkan, dan mana yang bodo amat ! Tak usah kita pikirkan.

Sebenarnya buku nya menurut saya lebih dalam dari sekedar tentang bodo amat sih …

Baca buku ini semacam dibangunkan dari alam impian, disadarkan dengan cara disiram air. Woiii…sadar woiii …. !! Mengagetkan, tapi otomatis membuat kita benar benar terbangun !

Baca deh bukunya, semoga nanti akan mendapatkan hal yang JlEB JLEB JLEB ! Tepat masuk ke jantung kita. Kita merasa tertampar, tersadar. Memang kadang kenyataan harus kita terima dengan cara yang tidak nyaman, tapi setelah itu kita tau bahwa ada yang tidak benar dengan persepsi kita, dan kita mencari tahu bagaimana memperbaikinya …

Alhamdulillah ….Terimakasih Ya Allah atas ilmu, atas penyadaran yang saya sudah dapat, yang jalannya melalui tulisan Mark Manson ini …

Ayo segera baca bukunya, dan rasakan bagaimana rasanya tertampar dan tersadar! hhee…

Happy Reading !!