Bagaimana Memilih & Menentukan Bisnis Yang Tepat (Part 2)

Nah inilah pertanyaan awal yang bisa ditanyakan kepada diri kita sendiri ketika ingin atau barangkali sedang berbisnis

Kenapa sih kita mesti berbisnis … .?

KENAPA – WHY

Ini adalah kalimat “sakti” yang sengaja di buat BOLD, karena WHY ini, sebuah kata yang POWERFULL yang bisa menjadikan kita tergerak melakukan sesuatu. WHY adalah pertanyaan yang saat kita menemukan jawaban yang tepat, ia  akan menjadi sumber energi utama untuk menjalankan bisnis.

“Simple sih, bisnis itu untuk mencari uang ….”

“Bisnis itu jalan untuk memperoleh uang yang sebanyak banyaknya ….”

“Saya males kerja sama orang lain, saya bisnis sendiri saja ….”

 

Barangkali inilah beberapa contoh jawaban, ketika ditanyakan kepada seseorang  kenapa ia ingin berbisnis.

TENTUKANLAH GRAND WHY  – ALASAN UTAMA- ALASAN MULIA

Tidak salah memang alasan alasan seperti  yang dikemukakan diatas. Namun baiknya kita pun mempunyai WHY yang bersifat medasar dan mendalam, personalized, bersifat pribadi, bukan hanya alasan alasan yang bersifat profit atau normatif saja.

Tidak salah mengatakan bahwa bisnis itu untuk mencari profit, memang itu adalah salah satu tujuan financial dari bisnis, bila tidak ada unsur profit maka bisa jadi itu bukan bisnis.

Apabila misi bisnis kita adalah sebagai wujud ibadah dan pengabdian kita, maka selanjutnya yang perlu kita cari tahu adalah, dengan menentukan di bidang apa bisnis tersebut akan dijalankan Beribadah dan mencontoh rosul adalah gambaran besarnya -GRAND WHY- nya.

Langkah selanjutnya kita perlu mencari alasan yang lebih spesifik, personal dan detail tentang mengapa kita memutuskan untuk berbisnis, Agar kita tahu kemudian dibidang apakah kita akan menjalankan bisnis tersebut

 

THE POWER OF MISI – STRONG WHY – ALASAN KUAT

Misi adalah hal yang penting dalam hidup kita, juga dalam bisnis. MISI adalah reason to exsist-alasan keberadaan kita. Misi adalah tugas yang ingin kita “selesaikan” sebagai seorang manusia. Misi ini berkitan dengan sebagai apa dan dimana kita berperan.

Misi sebaiknya spesifik. Misalnya ada seseorang yang mempunyai bisnis toko buku. Ketika ditanya alasan kenapa dia memilih berbisnis toko buku adalah ;

Karena saya ingin  orang orang mendapatkan ilmu, inspirasi, hikmah yang bermanfaat dari buku buku yang saya jual, selain itu membaca dan menuntut ilmu adalah perintah agama, saya ingin membantu orang orang untuk menjalankan perintah agamanya …”

Alasan tersebut akan menjadi sebuah misi yang kuat, dibandingan dengan hanya punya alasan misalnya : ” Ya… lumayan lah untuk nambah nambah penghasilan, prospek nya juga bagus kedapan …”.

Dengan MISI yang kuat maka bukan hanya terlahir kretifitas, inovasi namun bisnis dengan MISI yang kuat akan membuat bisnis itu bertahan, berkembang, dan berusia lama.

Misi ini pun yang menjadi pemicu seorang Bill Gates pun dalam membangun perusahaannya sebesar sekarang. Misi nya waktu itu adalah “Ia ingin di setiap rumah ada komputer …” dan misi tersebut sekarang bisa dikatakan terwujud. Kekutan MISI  ini bisa membuat seseorang tidak berhenti dan tidak mudah menyerah dalam berkarya.

Mempunyai MISI menjadikan bisnis kita lebih mempunyai VALUE  & STRONG WHY, nilai yang tidak hanya bertujuan materil saja, namun nilai kontribusi dan kebermanfaatan yang menjadikan kita merasa lebih tenang dan bahagia. Bisnis yang bisa mencerminkan alasan keberadaan kita di dunia.

Nah, lalu bagaimakah caranya mencari MISI tersebut ….

 

APA PERMASALAHAN YANG BISA KITA BERIKAN SOLUSINYA

Lihatlah sekitar, adakah fenomena atau permasalahan yang ingin kita selesaikan. Misalnya banyak orang tua keduanya yang sibuk bekerja, sedangkan anak anak nya kurang mendapatkan pengasuhan yang tepat, ini adalah permasalahan. Padahal kita tahu bahwa masa kecil adalah masa yang sangat penting bagi perkembanganseorang  anak.

Maka terbersitlah gagasan untuk mendirikan Day Care, yang tidak hanya mengasuh dan menyediakan kepentingan fisik dan biologis anak, namun Day Care yang juga bisa memenuhi kebutuhan emosional dan spritual sang anak, hingga bisnis yang kita miliki mempunyai pondasi yang kuat, yaitu ikut serta dalam mendidik anak anak Bangsa.

Bisnis yang dimana kita bisa menjalankan sebuah paket istimewa ; Sebagai wujud ibadah seorang hamba, menerapkan ilmu pendidikan dan pengasuhan kepada sesama, dan mendapatkan keuntungan financial untuk keluarga.

 

APA KEKUATAN KITA,  APA YANG BISA DIKONTRIBUSIKAN

Selanjutnya adalah dengan menggali apa kekuatan internal. Kekuatan yang terkait dengan bakat yang ada dalam diri kita

Misalnya kita mempunyai bakat dan kecintaan dalam membuat orang lain maju dan berkembang. Bisa jadi bisnis yang sesuai dengan diri kita adalah bisnis lembaga pengembangan diri atau lembaga pendidikan

Misalnya kita mempunyai bakat dalam ketelitian dan kepekaan dalam membaca data dan angka, bisa jadi kita mempunyai lembaga konsultasi dibidang investasi dan keuangan.

Setiap manusia mempunyai kekuatan nya masing masing, yang bisa menjadi modal ia dalam berakifitas, termasuk berbisnis. Namun belum semua orang mengetahui dan  dengan jelas apa yang menjadi bakat nya. (Terutama bakat yang berkaitan dengan personality/kepribadian)

Maka, tugas selanjutnya adalah mencari apa yang menjadi BAKAT, KEUNGGULAN dan KEKUATAN yang adala dalam diri kita). Karena dengan memahami bakat berarti memahami keunggulan juga kelemahan diri.

Juga dalam menentukan bisnis apa yang akan kita pilih dan jalankan. Mengetahui bakat akan membantu kita lebih terarah dalam bisnis yang tepat sesuai dengan sifat bakat kita.

——-

Nah ini adalah beberapa point yang bisa kita gali dari dalam (INSIDE OUT) untuk mencari tahu dan menentukan bisnis apa yang sesuai dengan diri kita

Semoga Bermanfaat Ya ….

 

 

 

 

 

Bagaimana Memilih & Menentukan Bisnis Yang Tepat (Part 1)

Saya ingin punya bisnis ? Kira kira apa yaa bisnis yang sesuai dengan saya … ?

Tidak jarang kalimat inii terdengar di sekitar kita, atau bahkan diri sendiri pun barangkali pernah terbersit  menanyakan tentang hal ini ; “Apa ya… kira kira bisnis yang sesuai dengan diri saya…”

Apakah menentukan bisnis ini tentang  :

Peluang Pasar …..?

Pengetahuan & Pengalaman …?

Bisnis Masa Depan Yang Menjanjikan …?

Berdasarkan Passion, Minat & Hobbi …?

Keahlian ….?

Dan lain sebagainya ….

Nah biasanya hal ini yang banyak kita dengar untuk dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan sebuah bisnis atau usaha adalah hal hal diatas. Peluang pasar misalnya, saat ini sedang booming booming nya bisnis kopi, apalagi bisnis kopi yang di package dengan konsep caffe. Hingga semakin kesini makin bermunculan bisnis bisnis serupa.

Lalu kita lihat fenomenanya, banyak yang makin pesat melaju, ada yang hanya bertahan, dan tidak sedikit yang hanya seumur jagung, dan kemudian dengan berat hati harus gulung tikar.

Barangkali banyak faktor yang menyebabkan bisnis gagal hingga terpaksa gulung tikar, bisa jadi karena perencanaan yang kurang matang, faktor persiapan modal, faktor pemasaran dll, dan bisanya hal ini yang jadi evaluasi para pelaku bisnis.

Namun sayangnya banyak orang yang lupa mengevaluasi apakah bisnis yang sedang dijalankan sudah sesuai dengan kekuatan internal yang ia miliki ? Terutama kekuatan yang dimiliki oleh owner atau founder bisnis tersebut.

Tentang Kekuatan Internal ini memang masih jarang yang ngeuh, peduli atau merasa penting memang, pemahamaan tentang kerja keras adalah segala-galanya memang sangat mendominasi

Saat ini banyak bisnis yang hanya berfokus pada OUTSIDE – IN ( Faktor external, seperti fenomena pasar, trend, prospek masa depan dll ) namun lupa dalam melihat apa yang menjadi kekuatan diri INSIDE – OUT (Faktor internal seperti ; Bakat dan keunggulan, keunikan, kekhasan, kesukaan, bahkan mengukur kelemahan diri ).

Maka tidak sedikit bisnis yang hanya jadi bisnis yang berdasarkan trend pasar semata, ikut rame nya saja, asal punya peluang, namun di tengah perjalanan keteran karena ternyata bisnis nya tidak mencerminkan kekuatan internal yang ada dalam diri kita

Tidak salah memang. Namun bila memilih bisnis hanya mempertimbangkan faktor external saja, namun mengabaikan faktor internal -faktor kekuatan diri-, maka bisnis tersebut bisa menjadi bisnis yang sekedar hanya ikut ikutan, yang penting ada, dan akan sulit untuk bertahan lama.

Inilah beberapa hal yang saya pelajari di sebuah workshop bertema “Talents Mapping For Business” belajar bagaimana agar memiliki Bisnis yang Autentik, bisnis yang sesuai dengan apa KEKUATAN INTERNAL setiap diri manusia. Bisnis yang tidak hanya mempertimbangkan faktor external semata, namun menjadikan kekuatan internal -yang sudah ada dalam diri- sebagai faktor inti.

Di training ini kami belajar mengupas tuntas mengenai kekutan yang ada dalam setiap orang -bahkan mengupas juga kelemahannya, tentunya agar berimbang-  agar bisnis apapun yang kita pilih untuk nantinya, bisnis itu adalah bisnis yang mencerminkan diri kita, bisnis yang autentik, bisnis dengan jiwa kita didalamnya, dan bisnis yang mempunyai pondasi yang kuat, karena modal utamanya adalah diri kita sendiri.

Menjadi Manusia yang INSIDE OUT bukan menjadi manusia yang hanya OUTSIDE IN.

Bersambung ….

Nah … tips bagaimana mempunyai bisnis yang autentik, kita bahas di tulisan selanjutnya yaa, Insya Allah …

 

img-20191111-wa00021456765737.jpg

Sebuah Cerita Tentang Cita Cita Saya Yang Aneh

nuriska

Saya tidak tahu kapan tepatnya saya mulai punya pemikiran seperti ini …

Dulu, ketika saya ditanya, atau ada obrolan seputar cita cita “Apa cita cita kamu ….” dari dalam hati selalu muncul jawaban ini ;

“Cita cita saya adalah mewujudkan cita cita orang lain …”

Pemikiran itu selalu muncul dalam benak saya ketika membahas tentang  mengenai cita cita atau impian. Walaupun seringkali jawaban itu tidak saya sampaikan, hanya jawaban yang berputar putar dalam benak saya sendiri. Sebaris kalimat itu alamiah saja muncul dari dalam diri, bukan karena buku, seminar atau pengaruh dari motivator motivator diluar sana

Kenapa ? karena waktu itu saya merasa bahwa cita cita itu aneh. Saya sendiri belum bisa mendefinisikan apa makna sebaris kalimat yang sering muncul dalam diri tersebut. Hanya sekali lagi, kalimat itu erat melekat dalam benak dan hati saya …

Yang saya tahu, saya sangat senang ketika  bisa membantu orang lain maju, saya sangat senang memberi saran kepada teman yang datang, dan entah mengapa teman teman pun seperti sering berdatangan ketika mereka butuh pandangan, pendapat atau arahan.

Saya senang mendengarkan ketika ada orang menceritakan apa yang sedang ia pikirkan dan  rasakan, kemudian memberikan arahan kepada kawan yang sedang gundah atau kebingungan, dan memberikan semangat, optimisme dan kepercayaan diri bahwa mereka bisa melalui itu. Walaupun saya sendiri bukanlah seorang psikolog, konselor ataupun motivator

Saya senang mengexplorasi keistimewaan orang lain, sekaligus senang memberitahukan mereka tentang adanya keistimewaan dalam diri mereka tersebut. Terkadang saya lebih jeli melihat keunggulan orang lain dibandingkan melihat keunggulan diri sendiri, dan terkadang saya lebih mendahulukan orang lain dibanding diri sendiri.

Kebahagiaan bagi saya adalah ; ketika orang percaya kepada saya, dimintakan pendapat, pandangan dan  ketika orang lain berubah atau bertumbuh, dan saya menjadi jalannya

Biasanya ketika ada yang datang kepada saya, dan mereka meminta pendapat saya tentang kondisi, masalah, dan kegundahan mereka, biasanya saya lebih bisa clear dan sistematis memberitahukan mereka tentang apa langkah langkah yang akan mereka lakukan.

Akhirnya jawaban itu saya dapatkan di tahun 2019. Setelah  mengikuti sebuah program  bernama “TALENTS MAPPING” . Dari test itulah akhirnya saya tahu, bahwa kekuatan pertama yang  saya miliki  adalah “DEVELOPER”, yaitu suatu bakat dimana suka untuk membuat orang lain maju dan bertumbuh. Bagi orang DEVELOPER, kepuasan batin nya adalah ketika melihat orang yang ia bantu, ia dampingi maju, bertumbuh dan berubah lebih baik, dan misi hidup orang orang lain adalah  adalah membantu orang lain untuk maju dan bertumbuh

Akhirnya …. terjawab sudah ...

Dulu saya merasa cita cita saya   “Mewujudkan cita cita orang lain” yang berputar putar di benak inii adalah sebuah keanehan, atau kenaifan. Di zaman saat banyak orang berlomba lomba  untuk memunculkan prestasi, pencapaian diri, dan eksisitensi nya  masing masing, saya tidak begitu berambisi. Biasa biasa saja ….

Tapi ketika ada orang lain yang terbantu atas saran saya, berubah cara pandang hidupnya setelah bertukar fikriran dengan saya, disitulah letak kebahagian saya ….

Rupanya Allah memang menitipkan amanah bakat “DEVELOPER” itu kepada saya, sebagai keunggulan  sekaligus tanggung jawab …

Akhirnya saya menemukan panggilan hidup saya, saya menemukan dimana jalan yang mesti saya tempuh sebagai khafilah di muka bumi ini. Akhirnya saya menemukan modal bakat yang Allah telah sematkan dalam diri saya, sebagai bekal hidup, kehidupan, penghidupan sekaligus bekal kebermanfaatan.

Sekarang tugas saya selanjutnya adalah menggali lebih dalam bagaimana saya bisa menjalankan amanah  tersebut.

Perjalanan masih panjang…

Menemukan bakat diri adalah titik awal, untuk menempuh perjalanan yang panjang. Saya masih terus harus belajar, menggali diri, melihat sekitar,  mencari tahu sekaligus melakukan kebermanfaatan apa yang bisa saya lakukan, dimana saya berperan, siapa yang akan saya bersamai.

Dan saya bersyukur saya telah menemukan jalan itu, saya telah menemukan titik start dimana saya akan memulai.

Jalan yang penuh dengan harapan, kebahagian dan kesyukuran. Bismillah …

Bagaimana dengan teman teman, sudahkan menemukan  fitrah bakat nya ?

 

Nuriska, Bandung, 5 Oktober 2019 …

 

 

Setiap Orang Itu Unik ! YAKIN …. ?

Setiap Orang Itu Unik .. ! Yakin ... _

 

Every Body Is Unique … ! “

Sepertinya kita sudah tidak asing dengan quote quote semacam itu. Quote yang menyatakan bahwa setiap diri kita adalah unik, setiap diri kita adalah istimewa, setiap diri kita berbeda, setiap diri kita punya kelebihan, keunggulan dan kekurangan nya masing masing. Sering denger ungkapan ungkapan semacam itu ?

Pada dasarnya memang benar ! Setiap orang itu unik, istimewa, mempunyai kelebihan dan keunggulannya masing masing.  Namun rasanya tidak cukup kita hanya puas, senang dan  berhenti di jargon jargon tersebut dan hanya menggunakan sebagai kata kata  bijak , yang menghiasi media sosial dan status wa kita.

Pertanyaan selanjutnya adalah :

Apakah kita  tahu  dengan yakin apa  yang menjadi keunikan, keistimewaan, keunggulan bahkan kelemahan kita ?

Misalnya apabila ada seseorang yang bertanya seperti ini :

” Apa keunikan kamu yang berbeda dengan orang lain ? ” 

Atau misalnya ketika dalam sebuah sesi wawancara dengan sebuah perusahaan  kita ditanya seperti ini :

” Apa keunggulan yang kamu punya, sehingga kamu bisa memberikan kontribusi untuk perusahaan ini ….”

Bisakah kita menjawabnya dengan lugas dan bernas ?

Atau menjawabnya dengan jawaban yang  standar misalnya ” Saya seorang pekerja keras, saya seorang yang jujur, pekerja keras, antusias, berkomitmen tinggi, mudah bekerjasama, komunikator yang baik ….” (Btw ini adalah jawaban standar yang disarankan yang disarankan kalau kalian googing…) hhe

Bagus misalnya memang seperti yang disebutkan diatas, namun kalau misalnya kelebihan kita bukan yang diatas, bukankah kita tidak jujur dan membohongi diri kita sendiri kita sendiri ? Kita memaksakan apa yang sebenarnya bukan diri kita.

Padahal sebenarnya ada kelebihan lain yang ada diri kita, misalnya kita adalah orang yang pandai dalam membuat konsep ide dan gagasan, kita pandai dalam membuat analisa, kita unggul dalam mempengaruhi orang, kita mempunyai kesabaran dalam mendidik orang lain, dsb.

Sayangnya kita seringkali belum mengetahui apa keunikan dan keunggulan diri kita. Atau kita tahu sihh… tapi kita masih belum bisa mendefinisikan keunikan kita tersebut, belum bisa menjabarkan nya dalam sebuah kalimat yang tepat, yang bisa kita mengerti dan orang lain mengerti. Intinya kita tahu dan kita merasa akan keunikan dan keunggulan, namun kita tidak tau percis apa itu definisinya.

Keunikan disini bukan tentang keunikan fisik atau penampilan, namun keunikan yang bersifat bawaan diri,  self personalitygenuine nya diri kita,  authentic nya diri kita, keunikan yang berasal dari  BAKAT kita yang memang dianugrahkan Tuhan kepada kita.

Definisi BAKAT disini pun bukan bakat berupa hardskill, yang selama ini banyak diterjemahkan. Misalnya bakat menggambar, bakat menari, bakat memasak, dll. Namun bakat yang bersifat personalityNah BAKAT inilah yang menjadi MODAL keunikan dan keunggulan kita.

Bakat ini lah salah satu hal yang bisa menjadi guidence kita dalam menentukan dimanakah kita akan meniti karir, bidang pekerjaan apa yang pas dengan kita, bidang bisnis apa yang pas untuk kita, jurusan studi atau kuliah apa yang cocok untuk kita, dan lain sebagainya.

Agar kita bisa nenghindari atau mengurangi kejadian  ” Salah Langkah” atau “Salah Jalan” dalam menentukan jalan kehidupan kita dan bisa lebih tepat dalam menempuh jalan kesuksesan kita

Lalu, Bagaimana Caranya mencari tahu BAKAT kita  …..?

Ada banyak cara yang tersedia. Dengan mengikuti berbagai test. Diantaranya adalah test TALENTS MAPPING

TALENTS MAPPING adalah sebuah test assesment yang  akan membantu dalam menemukan dan memetakan apa yang menjadi BAKAT & KEKUATAN kita, membantu menemukan bidang  apa saja yang sesuai dengan diri kita, baik dalam dunia bisnis, sosial, profesional, akademis, dll.

Dengan melakukan test seperti ini, kita tidak menjadi manusia yang “Asal Jalan” atau “Gimana Nanti Aja …. ” Namun menjadi manusia yang lebih menggunakan ilmu sebelum beramal. Menjadi manusia yang tahu alasan atas segala sesuatu yang dilakukannya. Manusia yang menjalankan sesuatu atas dasar kekuatan ANUGRAH BAKAT yang Tuhan berikan kepadanya.

Jadi, apa apa BAKAT UNIK kamu ….  🙂 ? 

————————————————————

Buat kawan kawan yang ingin saya bantu untuk mengetahui apa BAKAT UNIK nya, yuks ngobrol :

https://wa.me/6281320671151