Merasa Mulia

rumput

 

Suatu waktu manusia merasa mulia, karena jalan hidup yang ia pilih. Suatu masa manusia merasa mulia karena pilihan cara yang ia punya. Suatu waktu manusia mengernyitkan dahinya, berbisik di hatinya, mengomentari pilihan orang lain yang berbeda darinya, pilihan hidup yang ia anggap tidak semulia dirinya.

Ah.. padahal ia menjadi tidak mulia, karena merasa mulia. Ia tergelincir dalam jebakan lubang tak kentara, memang ia selama ini di jalan yang benar, tapi ia tidak awas, karena terlalu mendongkak keatas, bersibuk dengan kebanggan dirinya ia tidak melihat kebawah, ia tidak meilhat jalan yang ia pijak.

Ada jebakan jebakan mematikan di sana, ada lubang yang bisa menarik ia ke pusaran yang dalam, yang berujung di labirin panjang dan gelap. Hingga ia  tidak sadar, bahwa ia telah jauh dari jalan kebenaran, yang sebenarnya memang penuh dengan kemulian.

Ah merasa mulia bisa melenakan, membutakan, menjauhkan dari kemulian sebenarnya.

Jadi Wahai Kau Jiwa, Menjadi Mulialah Tanpa Harus Merasa Mulia

 

P.s : Sebuah catatan pengingat untuk diri sendiri

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s