~ Jangan Jangan Kita Hanya Merasa … .

348dc0d7-ff95-490e-88e4-b7ab0ce20cbcJleb banget dapet mame ini, betapa seringkali nya kita memberikan komentar terhadap orang lain, karena ia tak sama dengan apa yang kita lakukan.

Karena kita sedang lapang, maka dengan mudah memberikan penilaian untuk mereka yang sebenarnya sedang kesulitan.

Karena kita telah mahir berlari, maka dengan mudahnya memberi cibir pada mereka yang sedang tertatih untuk bisa berdri lagi.

Karena kita sudah merasa berdaya, maka dengan mudahnya memberi komentar tak nyaman pada mereka yang sebenarnya sedang bersungguh sungguh berusaha.

Kita tidak mencoba memberi jeda pada hati kita, untuk melihat lebih dalam, hanya senang memberikan komentar pada hal hal yang hanya terlihat di permukaan ..

Padahal barangkali sesungguhnya apa yang ia lakukan, lebih mulia dari kita, hanya saja tak tampak di permukaan

Ah barangkali jiwa kita yang hanya pandai merasa

Merasa lebih baik , Merasa lebih mulia …

#SelfRemainder

Hidup Itu Costumize Tidak Template

Tidak ada yang akan bakal sama percis dalam hidup ini. Sebuah cara mungkin akan berdampak bagi seseorang, tapi belum tentu bagi yang lainnya. Sebuah jalan mungkin akan menjadikan sukses seseorang, tapi belum tentu yang lainnya.

Karena setiap orang akan menemui jalan nya masing masing, akan menjumpai cara nya sendiri sendiri. Maka meniru percis jalan keberhasilan seseorang belum tentu tepat, karena setiap orang mempunyai perbedaan kekuatan, perbedaan pengalaman, ilmu, kemampuan, perbedaan ciri khas, karakter, lingkungan, dsb.

Yang diperlukan adalah, bagaimana mengambil ajaran hidupnya,  kebajikannya, kebaikannya, kelemahannya, saripati nilainya, prinsip intinya, karena itu yang penting. Karena ku kira, hidup ini tidak bisa dijalani dengan cara “tamplate” , sama percis segalanya, ditiru segala hal dari hulu hingga hilirnya.

Karena hidup ini perlu dijalankan dengan “costumize“, dimodifikasi, disesuaikan, ditambahkan, dikurangkan, dikali atau dibagi. Tujuan kita dengan yang lainnya bisa jadi sama, pola yang dijalankan bisa berbeda. kita akan menemukan cara yang sesuai dengan keadaan, kebutuhan, kemampuan, kapasitas, harapan dan tujuan kita.

So, mari belajar untuk bisa pandai dan bijak dalam meng-costumize hidup, belajar bijak memilih cara, belajar cerdas memilah jalan, menentukan pola, tidak memilih berdasarkan kebanyakan, atau memilih hanya dasar peniruan semata.

pattern

 

Karena, tujuan bisa saja sama, namun pola bisa jadi berbeda ….

And

Lets Do Our Happy Journey … 🙂

 

MENYEBRANG LAUTAN UNTUK BERTEMU PARA GURU … [ PART 2 ]

Akhirnya setelah melewati kurang lebih 3 jam perjalan memakai perahu, kami tiba juga di sebuah Pulau, namanya Pulau Parumaan. Pulau dimana kami akan bertemu dengan para guru.

Part satu nya bisa dilihat DISINI

IMG_4744

Menjejak tanah berpasir, adalah sebuah kelegaan setelah mengarung lautan yang kadang ombak nya merendah kadang meninggi. Menjejak pulau yang mempunyai landscape yang berbeda dengan apa yang saya lihat keseharian di Bandung adalah suatu kebahagiaan, melihat sisi lain yang berbeda dalam kehidupan adalah sebuah kesyukuran.

Dan kemudian, kami bertemu dengan para pengabdi pendidikan di Pulau ini. Kado lebaran untuk guru adalah sebuah program yang diadakan oleh KEBUKIT, sebuah program tanda terimakasih untuk para guru yang tiada lelah mengabdi untuk pendidikan anak negri.

Alhamdulillah tahun ini saya ditugaskan untuk mengantarkan langsung kado lebaran untuk lebih dari 100 guru ke wilayah NTT. Sedangkan tim yang lain bertugas di wilayah lainnya. Menemui para guru yang masih belum banyak mendapatkan perhatian akan kesejahteraannya, terutama di wilayah wilayah pedalaman ata terpencil di Indonesia.

 

 

Bertemu dan berbincang dengan mereka adalah sebuah kebahagian, belajar tentang bagaimana itu pengabdian dan keikhlasan dalam sebuah bahasa yang sederhana : ingin mejadikan anak anak di Pulau ini lebih pintar dan bisa menggapai masa depan yang lebih baik kelak.

Apa yang kami bawa saat itu, sebenarnya sangat tidak seberapa dibandingkan dengan pengabdian mereka. Bahwa kami lah sebenarnya yang patut berterimakasih, telah dicontohkan bagaimana itu pengabdian sesungguhnya, pengabdian yang jauh dari hingar bingar pemberitaan, pengabdian yang merupakan nafas keseharian.

IMG_4867IMG_4843IMG_4861

Semoga tahun depan dan tahun tahun berikutnya, kami bisa lebih banyak membawa Kado Lebaran Untuk Guru, berbagi kesyukuran dan kebahagian untuk mereka para pengabdi pendidikan negri ini.

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin ….

 

 

Menyebrang Lautan Untuk Bertemu Para Guru … [ Part 1]

ini adalah rekaman perjalanan kemarin, sewaktu mendapatkan tugas dari KEBUKIT (Kelola Buku Kita) untuk mengantarkan “Kado Lebaran Untuk Guru”, di Wilayah NTT, tepatnya di Maumere, Nusa Tenggara Barat. (Memang post late sekali nih postingan, tapi ga apa apa ya ..hhe)

Kami memberikan kado kepada para guru pengabdi, yang mendedikasikan waktu, fikiran, tenaga dan tak jarang hartanya juga, untuk mendidik generasi selanjutnya. Guru guru ini tersebar banyak di Indonesia, di pedalaman pedalaman, di wilayah pesisir Indonesia.

Di lebaran kemarin, kami ingin sedikit berbagi kebahagian dengan mereka, para guru pengabdi yang benar benar berdedikasi untuk negri ini.

Ini adalah sepenggal kisah dari guru guru yang ada di Maumere NTT, dan mungkin ini bisa menjadi gambaran kondisi guru guru di banyak wilayah di Indonesia…

 

Alhamdulillah, atas izin Allah, kami bis berangkat membawa lebih dari 100 paket “Kado Lebaran Untuk Guru”, jumlah yang belum banyak memang. Namun ini adalah awal rasa semangat kami untuk lebih dari membagikan kado dan peket lebaran. Lebih jauh dari dari itu, ini adalah wujud awal kepedulian kepada guru guru di luar sana yang masih minim kesejahrtaannya, namun mempunyai dedikasi yang luar biasa, semoga ini akan menjadi pembuka kebaikan kebaikan lainnya.

 

IMG_4650IMG_4662IMG_4664IMG_4691IMG_4703

(Perjalanan Menuju Pulau Parumaan )

Perjalanan yang kami tempuh untuk menuju salah satu Pulau di Parumaan, kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan perahu. Perjalanan yang menakjubkan, melintasi lautan, dengan sesekali melihat hamparan pasir putih di pulau pulau yang dilewati. Bukit bukit coklat kehijauan, awan awan yang putih bersih berjalan jalan di atas lautan.

 

IMG_4905IMG_4917IMG_4918IMG_4921IMG_4923

Pa Ihsan, warga setempat, bertanya pada saya, apakah saya berani? berhubung dengan jarak yang cukup jauh, medan ombak yang berubah rubah, plus tidak ada pelampung. saya bilang, Insya Allah berani pa, bismillah ….

 

Bersambung yaaa…..

 

Persaingan Yang Sesungguhnya

Bersaing dengan diri sendiri lebih berat dibandingkan dengan bersaing dengan orang lain

Benar adanya, persaingan sesungguhnya adalah dikala kita bersaing dengan diri sendiri. Bersaing dengan “our dark side” . Sisi yang pasti ada dalam setiap diri manusia. Menaklukan  sisi buruk kita, yang kadangkala ia begitu bersemangat  untuk mengalahkan sisi benderang kita.

Bersaing hampir selalu di identikan dengan bagaimana orang yang satu mengungguli yang lain. Sebab, dari kecil pun kita diajarkan untuk belajar untuk sebuah kompetisi, untuk menjadi juara. “Belajar lah nak, agar menjadi juara satu”

Padahal sesungguhnya -dalam hidup- kita sedang berkompetisi dan bersaing dengan diri kita sendiri. Bersaing dengan kita di masa lalu, agar kita lebih berkualitas di masa kini, dan kemudian di masa depan. Bersaing dengan diri kita sendiri, atas diri kita sendiri.

Bersaing dengan kemalasan, bersaing dengan keengganan berubah, bersaing dengan kebiasan buruk, bersaing dengan penundaan, bersaing dengan kejumudan, bersaing dengan kepuasan dan prestasi masa lalu, bersaing dengan keegosian dan kebanggaan diri, bersaing dengan keengganan untuk berubah, bersaing dengan rasa mudah menyerah.

Sudah kah kita menyadarinya ? bahwa persaingan adalah  bukan tentang mengalahkan orang lain, bukan tentang mengungguli orang lain, bukan tentang menjadi yang pertama, namun tentang penaklukan diri kita sendiri

Memahami bahwa kita sedang bersaing dengan diri sendiri adalah proses internalisasi, sebaliknya, saat kita  memahami bahwa bersaing adalah dengan orang lain, maka kita akan sibuk melihat apa yang dilakukan oleh orang lain, sibuk dengan kelebihan atau kekurangan orang lain, dan mencari tahu bagaimana mengalahkanya. Sehingga saat kita sibuk melihat keluar, kita abai untuk melihat kedalam.

Padahal di dalam, banyak kecemerlangan yang menunggu untuk ditemukan …

Kita abai menggalinya, karena kita sibuk ingin mengungguli orang lain, sibuk untuk terlihat pantas seperti orang lain, atau bahkan ingin menjadi sepeti orang lain.

Padahal kemenangan yang sesungguhnya adalah ketik kita mampu bersaing dengan diri kit sendiri, ketika kita mampu mengungguli diri kita sendiri

Kabar baiknya, ketika sadar saingainnya adalah diri kita sendiri, kita akan lebih peka membaca diri, meraba diri, mencermin diri, mengevaluasi diri, kemudian bijak dalam memilih langkah, berani untuk memilih dan memutuskan apa yang baik dan apa yang buruk.

Mengerti bahwa kita sedang bersaing dengan diri sendiri, berarti kita akan mampu untuk menundukan sisi gelap dalam diri kita, agar kita bisa menjadi manusia yang lebih berkualiats dari waktu ke waktu, agar menang sisi benderang, agar nampak mutiara cemerlang dalam diri kita…

Itulah kompetisi yang sesungguhnya.

Maka mari kita mengadapi persaingan ini, persaingan berat ini, persaingan yang hampir terjadi setiap hari, tiap waktu, bukan diluar sana, namun dekat dalam diri, diri kita sendiri.

youre-not-in-competition-with-anyone-but-yourself-outdo-your-past-not-other-people-quote-1

Sesekali Menyepi

Karena, sesekali kau perlu untuk menyepi. Untuk mendengar lebih teliti apa yang menjadi panggilan hati, untuk memahami apa yang menjadi cita diri, untuk memahami apa peran diri, untuk benar benar menjadi dirimu sendiri.

sendiri

Ayo Main Kesini !! Pulau Pangabatang Nan Menawan

Ramadhan kemarin, Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah pulau kecil di NTT, yaitu pulau Pangabatang. Secara geogrfis, Pulau Pangabatang ini masuk pada wilayah Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Barat.

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya pergi ke kota Maumere, kalau tak salah hitung ini adalah kali ke tiga atau ke empat kali nya saya mengunjungi salah satu tempat yang istimewa di hati saya ini. Ada beberapa kegiatan sosial pendidikan yang saya kerjakan dengan teman teman dari KEBUKIT (Kelola Buku Kita) disini. Kegiatan nya akan saya ceritakan di tulisan berikutnya, Insya Allah.

Kali ini saya ingin berbagi, tentang Pulau Pangabatang nan menawan. Bagi orang orang sekitar Maumere, mungkin pulau ini sudah tidak asing lagi. Namun bagi saya, yang berasal dari Pulau Jawa, dari Kota Bandung, masih asing. Sebenarnya dari kali pertama ke kota Maumere ini, pernah sesekali di ceritakan tentang Pulau Pangabatang ini, namun kesempatan mengunjungi baru kali ini.

Menuju pulau Pangabatang, membutuhkan waktu sekitar 1,5 Jam an dari Kota. Setelah itu ada kita bisa menyebrang untuk menuju pulau dengan perahu milik warga sekitar, Waktu tempuh pun tak lama, kira kira 15 – 20 menit kita sudah bisa sampai.

IMG_4651IMG_4679IMG_4681IMG_4684

Kapal yang kami tumpangi, hanya saya yang dari luar Maumere, pengawal nya banyak sekali… hhee. Gambar paling bawah adalah, Aba (Panggilan Bapak) yang mengarahkan kemana perahu mengarah.

IMG_4912

IMG_4915

Nah itu dia, Pulau Pangabatang. Pulau yang menampakan garis putih nya dari kejauhan, itu lah dia Pulau yang mempunyai pasir timbul di tengah lautannya. Indah bukan … ^^

Sesampainya disana, kami langsung menikmati lembut nya hamparan pepasir, merdunya nyanyian ombak, sejuknya angin sore, dan hangatnya suasana kebersamaan. Hari itu hanya ada kami saja,  tidak ada yang lain. Hingga rasanya ini adalah our private island, nikmat sekali, bebas sekali ….

IMG_5052IMG_5060

Nah, ini dia the best part nya memori mata yang saya lihat  saya nikmati  dan saya abadikan di Pulau ini, sedikit saja dari sajian Maha Karya Seni Illahi, yang ia sajikan untuk kita di bumi ini. Sedikit saja padahal, namun membuat kita semakin sadar tentang ke Maha Kuasaan-Nya, membuat kita sadar bahwa ia adalah Sang Maha Pencipta Keindahan Alam.

Saya tidak pandai mengedit foto, maka biarkan lah ia apa adanya, sesuai dengan apa yang di abadikan oleh mata ini.

IMG_5270

IMG_5257

IMG_5229

IMG_5096

IMG_5236IMG_5244

IMG_5241IMG_5249

IMG_5247

Keindhan yang lengkap !! Ini salah satu kesan yang saya simpulkan dari pulau ini. Kita bisa menikmati biru nya lautan, berenang renang di lautan landai nya, berlari lari di hamparan pepasir putih nya yang luas, menghirup wangi nya savana hijau yang luas, memandang tebing tebing bukit hijau di sebrang lautan, mendengar merdunya air ombak kecil kecil di tepian pantai, menyaksikan langit yang selalu membiru, menikmati betapa indahnya negri ini, negri Indonesia tercinta, titipan-Nya yang harus kita selalu jaga.

To Be continued …

 

Menyimpan Memori

Kamu pernah mengalami, sesuatu memori yang begitu indah, sampai kau hanya ingin menyimpan nya dalam memori mu saja dalam waktu tertentu, kau tak ingin membaginya dengan sesiapa.

Kau tak ingin membagikannya, menuliskannya, atau memberitahukan kepada banyak orang. Kau hanya ingin mengingatnya untuk dirimu saja, bukan karena ia biasa saja, tapi karena ia begitu istimewa.

Menikmati sebuah peristiwa hanya untuk dirimu sendiri, dalam istana memori mu. karena ketika ia dibagikan, kau merasa keistimewaan nya sedikit memudar.

Pernah mengalami hal seperti itu ?

 

Touch me,
It is so easy to leave me
All alone with the memory
Of my days in the sun
If you’ll touch me,
You’ll understand what happiness is
Look, a new day has begun..

~ Barbara Streisand, Memory

Sleepless Mind

Dikala waktu sudah menununjukan waktu larut malam, namun fikirmu masih tak mau kunjung padam. Ada yang menari nari dalam fikiran, ada pencarian yang yang butuh di selesaikan, ada ide gagasan yang masih minta untuk dikoneksikan, and then you got a Sleepless Mind.

Padahal tubuh sebenarnya sudah ingin diistirahatkan, namun fikiran masih berpencar pencar memikirkan, ahh… a sleepless mind, when the udea come and knocking your mind.

Ayolah fikiran, kita tidur sejenak, esok kita pastikan lagi ide dan gagasan itu. Pertanyaanku, mengapa kau lebih aktif dimalam hari, apa karena sekitar mu sudah tak bising lagi, hingga kau bisa lebih khidmat berfikir. Apa kau harus begitu bagus berbinar di malam hari …

Marilah kita tidur, lipatlah dahulu semua ide, gagasan, fikiran itu, kita buka lagi esok hari, agar kita menjadi manusia yang normal seperti manusia lainnya.. hha

 

 

 

 

 

 

 

Pesan Kece Dari Film Escape From Mr Lemoncello’s Library !!

lemon

 

Ceritanya kemarin seperti biasa saya hunting film, buat pengisi malam malam week end. Niatnya sih nyari film kolosal atau film misteri gitu, eh… tetiba mata ini tertuju pada sebuah cover film yang gambarnya sangat menarik dengan gambar anak anak ceria di sebuah perpustakaan.

Langsung aja saya liat ringkasan nya, dan setelah itu tanpa fikir panjang, saya langsung bungkus film dengan judul ” Escape From Mr Lemoncello’s Library ” inisebagai seorang peggiat budaya baca dan penyuka film anak anak, saya menerka nerka film apakah gerangan, apakah mirip mirip dengan cerita dari buku Perpustakaan Bibbi Bokken atau semacamnya.

—-

Nah jadi ini ceritanya tentang anak anak yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti semacam petualangan di perpustakaan miliknya Mr Lemmoncello. Perlombaannya adalah, barang siapa  yang bisa keluar paling terakhir  dari perpustakaan dengan selamat melewati pintu yang telah ditentukan dialah pemenangnya.

Singkat cerita, agar mereka bisa keluar perpustakaan dan tidak tereliminasi dari perlombaan, mereka harus bisa memecahkan teka teki dan membaca petujuk yang telah  di berikan oleh Mr Lemmoncello.

Anak anak mengalami berbagai peristiwa di dalam perpustakaan ini. Mereka masuk ke dunia cerita buku buku yang pernah mereka baca. Masuk ke pintu pintu dunia science, sastra, petualangan, misteri dsb, untuk memecahkan teka teki yang sambung menyambung di berikan oleh Mr Lemmoncello. Hingga akhirnya mereka berhasil keluar dari perpustakaan, dan menjadi pemenang

Pesan Tentang Membaca

Tentang alur cerita film ini agak sedikit mirip dengan film Charlie and the chocolate factory. Walau dari segi alur dan visual lebih menang fim ny Jhony Deep itu, namun film ini juara dalam misi pesan nya sangat bagus dan sangat spesifik.

Ya, pesan nya tentang membaca !!!

Pesan yang di sampaikan di film ini adalah bagaimana THE POWER OF READING, dimana membaca bisa merubah banyak hal. Bahwa dengan membaca tidak hanya tentang mengumpulkan ilmu pengatahuan, namun membaca bisa membantu dalam menganalisis sebuah permasalahan, mengkoneksikan banyak hal, hingga membaca bisa membantu untuk memecahkan masalah.

Buku buku yang mereka baca, membantu mereka dalam memecahkan teka teki dan misteri yang ada di perpustakaan, mereka saling mengkoneksikan cerita dan nilai dari buku yang telah mereka baca, hingga mereka bisa bekerjasama dalam mengambil tindakan dan keputusan.

Saya salut dengan Nickelodeon, yang membuat film ini begitu ringan dan menyenangkan untuk ditonton bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Lebih jauh dari itu, saya lebih kagum atas “keseriusan” nya untuk membawa tema spesifik tentang Buku dan Membaca dalam sebuah film.

mr read3

 

mr read2

mr read1

Saya tidak sabar untuk membagikan info tentag film ini pada kawan kawan peggiat literasi, para orang tua, para guru, para mahasiswa yang mempunyai passion pada penggiatan literasi di Indonesia. Atau pada guru, orang tua atau siapa saja yang ingin suka membaca, masih belum suka membaca, dengan membawa pesan sesimple film ini, Bahwa membaca mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan.

 

#SalamLiterasi